Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
Kisah Pendekat Gila Tapak Sakti


__ADS_3

Fei Long melompat ke dalam sungai dan segera menyelam. Chan An yang melihat hal itu, menjadi sedikit khawatir karena setelah lima menit, sang guru belum juga kembali ke permukaan sungai.


BYURRR


Tubuh Siluman Ikan Lele sepanjang tiga meter itu, terpental ke udara dan kembali jatuh ke sungai dengan kondisi yang sekarat. Lalu terlihat Fei Long melompat dari dalam sungai dengan tersenyum lebar.


“An’er … Kita akan makan lezat malam ini!” Chen An hanya terdiam dalam duduknya, masih terkejut melihat ikan sebesar itu. Ia hanya menatap tanpa suara, saat Fei Long mengakhiri hidup siluman ikan itu.


Lalu Fei Long membawa tubuh Ikan lele itu ke seberang sungai dengan peringan tubuhnya, meninggalkan Chen An di sisi yang berbeda.


“Apa yang Kau tunggu?! Cepatlah kemari!” Teriakan Fei Long membuat Chen An hanya menggaruk kepalanya. Ia terlihat ragu untuk menyeberangi sungai selebar dua puluh meter itu.


Menyadari keraguan Chen An, Fei Long lalu mengambil beberapa potong kayu sebesar pahanya dan melemparnya ke sungai serta memberi arahan Chan agar menggunakan potongan kayu itu untuk Ia jadikan pijakan.


Chen An pun melompat menggunakan teknik peringan tubuh, menyeberangi sungai dengan menggunakan lima potongan kayu yang Fei Long lemparkan untuk dijadikan sebagai pijakan.


Chen An tiba di seberang dengan wajah yang terlihat senang, karena untuk pertama kalinya Ia berhasil menyeberangi sungai selebar itu.


Setelah menggantung tubuh ikan lele itu di dahan sebuah pohon, Fei Long lalu mengajak Chen An memasuki goa tempat di mana dulu ia tinggal dan belajar teknik beladiri dari Sang Guru yang berjuluk Pendekar Gila Tapak Sakti.


“An’er … Kita bersihkan dulu goa ini. Setelah itu aku akan memasak daging siluman itu. Kau harus banyak makan daging siluman untuk memperkuat tubuhmu.”


Chen An membuka mulutnya karena terkejut mendengar perkataan Sang Guru. “Guru … Bukankah daging hewan siluman itu beracun?” Tanya Chen An dengan wajah yang terlihat serius.


“Benar … Tapi Jika permata di tubuhnya kita ambil, maka racun di tubuh siluman itu akan menguap dengan sendirinya dalam satu jam. Permata Siluman itu, mengandung energi yang besar. Kau akan kuajaricara untuk menyerap energi permata itu, agar tenaga dalammu cepat meningkat.”

__ADS_1


Fei Long menjelaskan lebih lanjut bahwa besar kecilnya Permata Siluman tergantung dari usia siluman itu sendiri. Semakin tua siluman, semakin besar permatanya dan semakin besar pula energi yang terkandung di dalamnya.


Chen An mengangguk, membuat Fei Long tersenyum senang melihat kejeniusan murid keduanya itu. Tersirat harapan besar dalam dirinya, jika kelak Chen An bisa melampaui Kakak seperguruannya yang kini telah menjadi salah satu tokoh di Dunia Persilatan Kekaisaran Wei.


Keduanya pun akhirnya tiba di bagian terdalam dari goa tersebut. Terlihat sebuah makam yang membuat Fei Long segera duduk dan bersujud, diikuti oleh Chen An setelah Ia membaca nisan bertuliskan “Makam Guru Xiang Gu, Pendekar Gila Tapak Sakti.”


“Guru … Izinkan Aku mengajarkan Ilmu beladiri ciptaanmu pada murid kedua ku ini. Semoga Ia bisa menguasai teknik tertinggi milikmu yang gagal Aku kuasai.”


Chen An tertegun mendengar ucapan Gurunya. Sesaat kemudian, Fei Long berdiri dan melangkah ke sebuah meja batu lalu meletakan Pedang Kristal Siluman yang selama ini berada di pinggangnya.


“An’er … Dengarkanlah baik-baik kisah Kakek Gurumu yang tewas karena luka dalam yang Ia alami, setelah Beliau bertarung dengan beberapa tokoh Aliran Hitam Kekaisaran Wei.”


Chen An mengangguk dan duduk bersila di depan Fei Long yang duduk di atas batu besar, tak jauh dari makam Si Pendekar Gila Tapak Sakti.


Pendekar Gila Tapak Sakti adalah salah satu tokoh aliran Netral yang disegani di Dunia Persilatan Kekaisaran Wei. Walau sering berbuat onar saat penyakit gilanya kambuh, namun Ia dihormati oleh para pendekar Aliran Hitam dan Aliran Netral.


Karena selalu menjadi penghalang rencana mereka, para tokoh aliran hitam akhirnya bersatu. Setidaknya ada lima belas tokoh pendekar aliran hitam yang sepakat untuk menghabisi Pendekar Gila Tapak Sakti yang bernama asli Xiang Gu itu.


Suatu hari, sepuluh dari lima belas orang itu berhasil menemukan keberadaan Xiang Gu. Mereka pun bertarung selama dua hari dua malam tanpa henti.


Tiga dari sepuluh orang itu berhasil Xiang Gu bunuh. Dua orang terluka parah. Sementara Lima orang lainnya, walau terluka, namun mereka berhasil membuat Xiang Gu terluka dalam yang hebat dan memaksanya harus melarikan diri dari pertarungan tersebut.


Xiang Gu saat itu berusia tiga puluh tahun, Ia telah memiliki murid bernama Fei Long yang saat itu berusia sebelas tahun. Xiang Gu berhasil tiba di goa tempat tinggalnya, dimana Fei Long yang sebatang kara selalu menunggunya kembali.


Fei Long merawat Sang Guru yang terluka parah selama empat tahun. Saat Fei Long berusia lima belas tahun, Xiang Gu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya karena luka dalamnya kian hari kian memarah.

__ADS_1


Fei Long berlatih keras di sela-sela kesedihannya atas kematian Sang Guru. Ia bertekad untuk membalas dendam kepada tujuh orang yang telah mengeroyok gurunya dengan keji itu.


Saat berusia tiga puluh tahun, Fei Long berkelana mencari mereka. Sayangnya lima orang telah meninggal dalam usia tuanya. Hanya tersisa tujuh orang yang masih hidup, termasuk lima orang yang berhasil membuat Xiang Gu terluka yang juga menjadi penyebab kematiannya.


“Apakah Guru berhasil ,membunuh mereka?” Fei Long memasang wajah sedih setelah mendengar pertanyaan Chen An.


“Ketujuh orang itu sangat kuat, walau Guru dua puluh tahun lebih muda dari mereka, namun kekuatan mereka jauh di atas Guru.”


Fei Long lalu menceritakan kepada Chen An jika Ia telah bertemu dengan ke tujuh orang itu. Namun dirinya tak berhasil membunuh satu pun diantara mereka. Bahkan Ia terluka di bagian kepala saat bertarung dengan Weng Bao.


Walau luka tersebut berhasil diobati oleh Tabib Sakti yang misterius, namun syaraf di kepalanya sudah terlanjur rusak. Itulah sebabnya ia kadang berlaku seperti orang gila.


“Seandainya Guru berhasil menguasai Jurus Hujan Seribu Pedang, mungkin Guru memiliki kesempatan untuk membunuh satu atau dua orang dari mereka.”


Terlihat kesedihan dan kegeraman pada wajah Fei Long saat berkata demikian. Chen An hanya tertunduk diam dengan sebuah tekad membara di dalam benaknya.


Fei Long lalu melanjutkan ceritanya kenapa Ia bisa berada di Kekaisaran Jian. Dari penjelasan Tabib Sakti Misterius itu, Ia mendapat berita tentang sebuah kitab pusaka yang berisi teknik tingkat tinggi, berada di Kekaisaran Jian.


Kitab itu bernama Kitab Dewa. Namun Tabib itu tidak menjelaskan di mana tepatnya kitab itu berada. Hingga akhirnya Fei Long berpetualang puluhan tahun di Kekaisaran Jia demi mendapatkan Kitab Dewa tersebut.


“Mengapa Guru tidak berhasil menguasai Jurus Seribu Hujan Pedang? Apakah teknik itu begitu sulit untuk dipelajari?”


Pertanyaan cerdas dan beruntun dari Chen An, membuat Fei Long tersenyum lebar.


“Tidak terlalu sulit, tetapi ada sebuah tahapan yang apabila keliru sedikit saja, maka akan membuat syaraf di kepala mengalami kerusakan. Sehingga orang tersebut akan menjadi setengah gila. Seperti yang dialami oleh Kakek Gurumu. Itulah alasan kenapa Guru tidak bisa menguasai jurus hebat itu. Karena Guru tidak ingin setengah gila…”

__ADS_1


Chen An terkekeh geli. “Bukankah Guru sekarang setengah gila walau tidak mempelajari jurus tersebut?” Tanya Chen An dalam benaknya.


*****


__ADS_2