
"Cher? Kamu bisa bela diri?" bisik Jourrel dengan mata menatap waspada ke sekelilingnya, sembari melepas ikat pingganya.
Gadis cantik itu mengedikkan bahunya, menoleh pada Jourrel, "Sedikit," sahutnya santai membuat Jourrel mendelik.
"Apa? Minggir saja kalau gitu!" serunya panik, melilitkan ikat pinggang di genggaman tangannya.
Belum sempat menjawab, enam pria itu menyerang secara bersamaan. Jourrel maju selangkah bermaksud menyembunyikan tubuh Cheryl dan melindunginya. Namun siapa sangka, gadis itu justru menyusup ke sebelah Jourrel.
"Cheryl!"
Cheryl menangkis pukulan demi pukulan dengan kedua tangannya. Ia melompat dan melakukan tendangan beruntun tepat di perut tiga lawannya. Mereka sempat berjatuhan.
Cheryl berhasil mengambil salah satu tongkat tersebut. Gerakannya lincah, tiga orang ia dorong dan hadapi seorang diri tanpa menghiraukan teriakan Jourrel.
Ia berdiri, memasang kuda-kuda. Sorot matanya begitu tajam. Meski napasnya terengah-engah dan detak jantung meningkat, Cheryl masih fokus melihat mereka yang beranjak bangun dan hendak menyerangnya.
Pukulan demi pukulan pun tak terhindarkan. Cheryl terus menyerang sekaligus menangkis untuk bertahan. Tangan dan kakinya tak berhenti bergerak, memberi tendangan dan pukulan bersamaan.
Justru karena terlalu fokus melihat Cheryl, Jourrel lengah. Sebuah pukulan mendarat di bahu kirinya. "Aarrghh! Shiit!"
__ADS_1
Barulah Jourrel tersadar, segera menarik salah satu lawannya memukuli wajah pria itu dengan genggaman tangan yang terdapat kepala ikat pinggangnya. Bercak darah langsung mengucur di wajahnya.
Jourrel berhasil merebut salah satu tongkat itu dan balas memukuli kepala lawannya. Ia juga melawan dua lainnya hingga benar-benar tumbang. Karena dadanya bergemuruh dipenuhi amarah.
Setelahnya, menoleh pada Cheryl yang cukup kesulitan menghadapi tiga pria kekar seorang diri. Gadis itu hampir terpukul mundur, meski tidak seorang pun berhasil melukainya. Cheryl dapat menghindar dengan baik.
Jourrel segera menarik baju salah satu musuh yang dihadapi Cheryl, menedangnya hingga tumbang dan menginjaknya berulang kali penuh emosi.
Cheryl pun menjadi leluasa pergerakannya. Ia memberikan gerak tipu pada tangannya. Hingga berhasil menendang kuat aset berharga salah satu musuhnya dengan heelsnya yang lancip dan panjang.
"Aaarghh!"
Pria itu mengerang kesakitan, mundur beberapa langkah. Sedang dengan gerakan cepat, tangan Cheryl menyerang pada musuh satunya, pukulannya tepat mengenai kepala belakang pria itu hingga telinganya mengeluarkan darah.
"Siapa yang membayar kalian?" Jourrel menginjak dada salah satu musuh yang masih sadar.
Pria itu sampai kesusahan berbicara dan berusaha mengelak lutut Jourrel agar tidak semakin menekan dadanya yang sudah begitu sesak.
Cheryl berjalan hingga berdiri di belakang Jourrel. "Jhon!" ucap Cheryl pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari dalam mobil.
__ADS_1
Jourrel menoleh ke belakang, mendongak untuk melihat gadis itu. Cheryl mengedikkan dagunya ke arah mobil. Pria itu mengerti kode dari Cheryl, segera mengalihkan pandangan ke depan.
Dua pria berjalan sambil mengarahkan senjata ke arah mereka berdua. Jourrel berdiri dengan gerakan lambat, menaikkan kedua tangan. Ia menyembunyikan Cheryl di belakang punggungnya.
"Minggir atau aku tembak juga kamu!" pekik lelaki itu meminta Jourrel menyingkir.
Tapi pria itu bergeming, sama sekali tidak membiarkan tubuh Cheryl terlihat. Cheryl gelisah, tubuhnya menegang. Ia tidak diizinkan oleh sang ayah untuk membawa senjata api jenis apa pun. Hanya dibekali ilmu bela diri. Karenanya ia merasa panik.
"Silakan tembak saya!" tantang Jourrel.
Cheryl mendelik mendengar ucapan pria itu. "Bodoh!" umpat Cheryl mengantukkan helmnya pada helm Jourrel. "Bukannya mikir gimana cara lawannya malah menyerahkan diri!" ucap gadis itu kesal.
Jourrel menghela napas panjang. Satu tangannya masuk ke dalam saku jaketnya. Ia menoleh, "Tetap di belakangku!" gumamnya.
"Klek!" Suara dua senjata api yang siap dilesakkan pelurunya.
Cheryl semakin panik. Ia tidak berani bergerak, tetap berdiri di belakang Jourrel. Sedangkan Jourrel fokus dengan dua pria yang kini menatapnya penuh seringai.
"Dor! Jdaarr!"
__ADS_1
Bersambung~
Hayoloh! Duluan siapa yang nembak. 😂