
Cheryl melebarkan sepasang netra indahnya, sedangkan Jourrel mematung tanpa berani bergerak sedikit pun.
“Om papa!” panggil Cheryl menggeleng tanpa berkedip.
“Masuk! Cheryl duduk di depan, biar dia di sampingku!” ucap Leon dengan tegas.
Mereka masih bergeming di tempat masing-masing. Leon mendesah kasar lalu menyembunyikan kembali senjata apinya.
Selang beberapa detik, perhatian mereka teralih pada sirine polisi begitu mengganggu pendengaran. Para petugas kepolisian itu baru bisa menemukan keberadaan mobil Cheryl.
Kening Leon mengernyit ketika mereka berbondong-bondong turun dan berlari hendak menangkap Cheryl. Namun gadis itu langsung berlindung di belakang punggung kekar Leon yang menatap mereka dengan tajam.
“Gara-gara Om Papa nih, mereka jadi ngejar-ngejar Cheryl,” bisik Cheryl dari balik tubuh Leon.
“Apa yang kamu lakukan?” balas Leon masih menatap lurus ke depan.
“Nggak ada, cuma menerobos lampu merah aja. Dua, eh tiga kali doang!” jawab Cheryl dengan jujur.
Leon mendelik, memutar sedikit pandangan dengan mata memicing. Hanya dibalas cengiran dari gadis cantik itu.
“Pantes!” gumam Leon tersenyum miring.
__ADS_1
Ia melangkah dengan tegas mendekati para pria berseragam. Tampak berbincang serius. Cheryl hanya menggigit bibir bawahnya menatap dari kejauhan. Ia khawatir hal itu akan menjadi masalah besar.
“Ssstt! Kenapa?” Jourrel melempar pertanyaan dengan berbisik.
“Ada kesalahan sedikit,” aku Cheryl sudah mulai bisa mengurai senyum.
Jourrel penasaran, menautkan kedua alisnya. Kakinya bergerak semakin mendekati gadis itu hingga kini mereka saling bersisian, kemudian kembali berbisik, “Cher, keluargamu kenapa semenyeramkan ini.”
“Dih, emang kamu pikir hantu apa,” cebik Cheryl dengan kesal.
“Lebih menyeramkan dari hantu!” timpal Jourrel yang langsung mendapat cubitan di pinggang.
“Aaaargh!” teriak Jourrel yang langsung menutup mulutnya.
“Bercanda, Sayang,” gumam Jourrel pelan.
Manik indah Cheryl mengerjap berulang-ulang. Jantungnya bagai dihujani ribuan bunga, untuk pertama kalinya panggilan sayang terlontar dari bibir Jourrel. Cheryl menunduk dengan wajah memerah. Bibirnya tak kuasa untuk mengurai senyum yang lebar.
“Ehm!” deheman Rico membuyarkan aura romantis siang itu. “Ditunggu boss di mobil, Nona!” sambungnya.
Tanpa mereka sadari, Leon sudah selesai berbincang dengan para pihak kepolisian. Karena mobil mereka bahkan sudah menghilang entah sejak kapan mereka tak menyadarinya.
__ADS_1
Cheryl segera berlari menuju mobil yang mengantar Leon. Begitu pun Jourrel segera menyusul dan duduk dengan ragu di samping Leon.
Tubuh Jourrel begitu tegang, sekedar menghela napas saja ia lakukan dengan sangat hati-hati. Pandangannya lurus ke depan, sama sekali tidak berani melirik pria di sampingnya.
Hawa yang menguar di sekitarnya begitu dingin. Belum pernah ia bertemu dengan orang yang memiliki aura yang sangat kuat seperti Leon maupun Tiger.
“Jalan!” titah Leon diangguki sang sopir dan segera melaju dengan kecepatan rata-rata.
Cheryl melirik ke kaca spion, menatap pantulan wajah Jourrel yang kini tampak pucat. Tanpa sengaja, Jourrel pun menatap cermin. Netra mereka saling bertautan meski hanya melalui bayangan cermin.
Deru mesin mobil mendominasi dalam perjalanan mereka. Cheryl sendiri merasa tegang membayangkan bagaimana nasib Jourrel nantinya. Apalagi Tiger, sang ayah, tidak menampakkan sikap bersahabat.
“Om Papa!” panggil Cheryl memecah keheningan dalam mobil.
“Hmmm!” Leon menoleh sembari mengeluarkan deheman saja.
“Bagaimana om papa bisa sampai di sini? Dan ... kenapa langsung menangkap Jourrel?” tanya Cheryl dengan rasa penasaran yang membuncah.
Ia baru teringat dengan Luna, karena tidak mungkin Rico yang membocorkannya. Cheryl sangat tahu tabiat sang pengawal itu, selalu bersahabat dan bisa diajak kerja sama.
‘Kalau benar dari Luna, waduh! Gimana ya nasibnya!’ gumam Cheryl dengan dada berdegup kencang. Ia sangat paham bagaimana tegasnya Leon. Tidak akan memberi pengampunan ketika memang melakukan kesalahan.
__ADS_1
Bersambung~
Lama yaa.... maap ya, hari ini sama besok aku lagi sibuk banget. semoga nanti masih sempet up lagi.. 🙏😁