Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Manusia Seperti Binatang


__ADS_3

"Apakah dia baru saja mengatakannya, mari kita hidup bersama. Itu berarti aku bisa tinggal dengan anak ku kan. Atau, apa aku baru saja salah mendengar? " Batin Anna.


"A... Apa yang kamu katakan? " Anna menatap Ryan karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Mari kita hidup bersama seperti keluarga. Bagaimanapun, kita adalah keluarga" Ryan berbicara sambil mencium kening Anna.


"Apakah kamu serius. Bisakah aku tinggal bersama putraku? " Anna bertanya lagi pada Ryan.


"Ya" Ryan tersenyum pada Anna dan detak jantungnya meningkat karena senyuman Ryan.


"Sial... pria ini sangat tampan" Kebahagiaan perlahan menyapa ke dalam hati Anna dan dengan pikiran itu tanpa sengaja dia tersenyum. Anna kembali menatap Ryan yang tersenyum lembut padanya. Jantungnya mulai berdetak sangat cepat, Reflek Anna mencium pipi Ryan. Anna tahu Ryan kaget dengan tindakannya. Anna pun merasa malu. Anna dengan cepat mendorong Ryan menjauh dan berbalik untuk pergi, tapi sebelum Anna melangkah, Ryan menariknya lagi dan menempelkan bibirnya ke bibir Anna. Anna tidak ingin mendorong Ryan untuk menjauh. Dia membalas ciuman Ryan. Ini pertama kalinya Anna mencium seorang pria dengan keinginannya. Sebelumnya, setiap kali Ryan mencium Anna, itu adalah ciuman yang terpaksa, tapi hari ini Anna rela menciumnya. Anna melingkarkan tangannya di leher Ryan.


"Urghh... Kenapa pria ini begitu tinggi? " Anna harus berdiri untuk menjangkaunya, tetapi tinggi Anna tak bisa mengimbangi Ryan. Ryan melingkarkan tangannya di pinggang Anna dan menekan dirinya ke tubuh Anna. Ryan perlahan memperdalam ciuman dan mendorong lidahnya ke dalam mulut Anna. Tak lama, Ryan mengangkat Anna dan berjalan menuju tempat tidur dan menempatkan Anna di atasnya. Ryan berhenti mencium Anna dan naik ke atas tubuhnya. Anna menatap Ryan yang menatapnya sambil tersenyum. Anna segera memalingkan muka karena malu.


"Kenapa kamu begitu pemalu. Ini bukan pertama kalinya kita berada di ranjang yang sama. Hmm? " Orang bodoh yang tidak tahu malu. Anna tidak melihat Ryan, iya hanya mendengarnya mendesah. Kemudian Ryan menghadapkan wajah Anna untuk melihat padanya dan mencium Anna. Anna membalas ciuman Ryan sambil melingkarkan tangan di leher Ryan. Perlahan ciuman mereka menjadi bergairah dan semakin panas. Anna bisa dengan jelas merasakan detak jantung Ryan dan sesuatu yang mengeras di perutnya. Anna jelas tahu apa yang akan terjadi antara dia dan Ryan sekarang, tetapi untuk beberapa alasan Anna tidak peduli dan merasa tidak takut. Anna merasakan tangan Ryan meluncur ke jubah mandinya dan dia menyentuh paha. Tubuh Anna bereaksi pada sentuhan Ryan. Anna menginginkan Lebih. Ciuman Ryan perlahan bergerak ke arah leher. Anna tidak bisa mengendalikan diri. Tapi dia memaksa dirinya untuk tidak melakukannya. Tangan Ryan yang bebas perlahan membuka simpul jubah mandi dan melepaskan. Ryan menghentikan tindakannya dan menatap Anna, Anna menggigit bibir bawahnya dan membuang muka. Anna tahu wajahnya merona seperti orang idiot. Setelah itu, Ryan melepas bajunya dan membuangnya, dia juga melepas celananya.


"Aku akan melakukannya dengan baik? " Ryan berkata pada Anna. Anna pun menarik napas dalam-dalam dan mengangguk. Ryan mendorong benda yang telah mengeras sedari tadi ke dalam diri Anna.


"Ahhhh" Anna mencengkeram bahu Ryan yang berotot dan membenamkan wajahnya di leher Ryan. Saat Ryan mulai bergerak perlahan. Hal itu mengingatkan Anna pada hari pertama dia melakukannya dengan Ryan. Anna baru berusia dua puluh tahun. Anna ingin menangis tapi dia memaksakan diri untuk menahan air matanya. "Apakah ini menyakitkan? " Ryan bertanya dengan suara serak di telinga Anna dan Anna menggelengkan kepalanya karena merasa tidak sakit. Hal itu memberikan Anna kesenangan dan Anna mendapati dirinya menginginkan lebih.


"Oke" Dengan itu Ryan mencium kepala Anna dan mulai bergerak dengan begitu cepat dan ***** menguasai tubuh mereka. Anna hanya berhubungan dengan binatang seperti laki-laki, tapi Ryan begitu lembut pada Anna. Hati Anna tahu bahwa dia harus lari dari pria ini karena dia sangat berbahaya dan tidak berperasaan. Ryan bahkan membunuh seorang pria di depan Anna tanpa berpikir dua kali. Anna dapat dengan jelas melihat bahwa pria yang berada diatasnya bukanlah seseorang yang mudah memaafkannya. Ryan tidak berperasaan dan berbahaya. Ryan bahkan memperkosa Anna, tetapi Anna tidak ingin meninggalkannya. Anna tidak tahu dan seharusnya Anna membencinya karena membuatnya kehilangan hal terpenting dalam hidupnya, tapi Anna tidak bisa. Anna tidak bisa membenci Ryan atau mendorongnya menjauh. Anna hanya ingin tetap bersama Ryan dan mencintainya. Cara Ryan memberitahu Anna bahwa dia tidak punya ibu yang mencintainya dan itu membuat hati Anna terbakar. Anna masih bisa merasakan sakit yang dirasakan setelah melihat mata Ryan. Anna tahu bahwa dia sudah terikat dengan pria ini dan tidak ada cara baginya untuk melarikan diri darinya. Anna ingin anaknya memanggilnya ibu dan pria ini memberikan apa yang Anna inginkan dalam beberapa jam saja. Ryan bahkan menyelamatkan Anna dari pria itu. Anna memaksakan diri untuk melupakan pikiran-pikiran itu dan merasakan kenikmatan yang Ryan berikan padanya. Anna memejamkan mata dan mencium leher Ryan sambil mengelus rambutnya.

__ADS_1


Keesokan harinya Anna bangun dan mendapati dirinya memeluk erat Ryan dan meletakkan kepalanya di lengan Ryan.


"Urghh... Tubuhku sakit karenanya. Berapa kali dia melakukan itu. Dasar mesum sialan" Anna melihat wajah Ryan yang tertidur dengan wajah yang sangat lucu. Benar-benar terlihat seperti Ezra. Mereka memiliki alis yang sama, mata yang sama, rambut yang sama, dan bibir seksi yang sama. Anna tersenyum melihat wajah Ryan yang tertidur. Iya turun dari tempat tidur, mengambil kemeja yang yang berikan padanya kemarin malam dan memakainya. Setelahnya Anna pergi ke kamar mandi dan mencuci muka. Lalu berjalan menuju dapur untuk membuat pancake cokelat untuk Ezra. Anna menemukan semua bahan di dapur dan mulai membuat sarapan.


"Syukurlah semuanya ada di dapur jadi aku tidak perlu repot-repot mencarinya" Gumam Anna.


"Mommy..." Anna mendengar suara Ezra yang terdengar masih mengantuk, Anna segera menatapnya. Ezra mengucek matanya sambil menatap Anna.


"Kamu sudah bangun. Selamat pagi sayang" Anna pergi ke arah Ezra dan memilih untuk mencium keningnya.


"Selamat pagi mommy" Ezra berbisik di telinga Anna dan tertawa kecil.


"Awsh... Dia sangat lucu" Anna meletakkan Ezra di meja dapur dan mencium keningnya.


"Urghh... Bagaimana aku harus memberitahunya? " Batin Anna, Iya menghela nafas dan mengacak rambutnya.


"Mommy gak punya baju disini sayang. Jadi mommy pake baju daddy " Kata Anna pada Ezra dan Ezra pun mengangguk dengan tatapan serius. Sangat lucu.


"Daddy akan membelikan pakaian untukmu mom. Dia yang terbaik dan dia punya uang banyak" Anna tertawa karena apa yang dikatakan Ezra. Tentu saja daddynya punya uang karena dia Ryan William.


"Baiklah. Mommy sedang membuat pancake cokelat untukmu dan setelah itu mommy akan memandikanmu, oke? " Anna mencium pipi Ezra dan berkata.

__ADS_1


"Oke mom" Bisik Ezra di telinga Anna dan mencium pipinya.


"Kenapa anak ini selalu berbisik? " Anna tersenyum dan membelai rambut Ezra. Dia segera menyelesaikan membuat sarapan.


"Ayo pergi dan mommy akan memandikanmu" Anna mendekat lalu menggendong Ezra.


"Lihat mom, daddy baru bangun... Daddy malas" Anna mendengar anaknya yang berkata sambil melihat Ryan yang baru saja masuk ke dapur bahkan tanpa mengenakan kemeja.


"Kenapa kamu bangun sepagi ini. Kamu tidak pernah bangun sepagi ini" Anna menatap Ryan yang sedang menyeringai pada anak Ezra.


"Mommy. Aku selalu bangun lebih awal oke. Daddy tidak benar" Anna menghela nafas dan mencium pipi Ezra.


"Oke. Good boy" Anna menatap anaknya yang sedang tertawa dalam gendongan Anna sambil menatap Ryan.


"Kamu akan membawanya kemana? " Ryan bertanya pada Anna sambil melihat bibir Anna. Dia bahkan menjilat bibirnya sendiri.


"Dasar cabul" Batin Anna.


"Untuk memandikannnya" Kata Anna sambil menatap Ryan. Ryan tersenyum pada Anna dan melihat kaki Anna.


"Mesum..." Ucap Anna tanpa bersuara. Tanpa peduli pada Ryan, Anna keluar dari dapur lalu masuk ke kamar Ezra saya dan membawanya ke kamar mandi. Anna mengisi bak mandi dengan air hangat dan melepas pakaian Ezra. Anna menyuruh Ezra untuk masuk ke bathup, setelah selesai, Anna keluar dari kamar mandi dan mengambil baju untuk Ezra dari lemari dan kembali ke kamar mandi.

__ADS_1


"Mom, aku melihatmu dalam mimpiku. Kamu sangat cantik" Kata Ezra sambil tersenyum pada Anna.


"Apa dia melihatku dalam mimpinya? " Hati Anna terharu ketika mendengar kata-kata Ezra. Anna juga melihat Ezra dalam mimpinya selama hampir empat tahun ini.


__ADS_2