Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Tidak Adil


__ADS_3

"Ya, kamu adalah ayahnya. Jadi kamu mau apa? Aku bisa membesarkannya sendiri" Amelia berbicara dengan suara tenang. Sesaat kemudian dia melihat wajah Chris yang berubah menjadi pucat karena apa yang dia katakan.


"Bukankah itu tidak adil? Tidak adil untukku dan anakku. Bukankah dia membutuhkan ayahnya Amelia? Kenapa kamu mengatakan itu padaku" Mata Chris sudah berkaca-kaca, tetapi tidak keluar.


"Chris, aku minta maaf telah menyakitimu, tapi anakku tidak membutuhkan ayah sepertimu. Kamu memiliki wanita di mana-mana. Jadi...Tidak. Kami tidak membutuhkanmu" Chris memperhatikan Amelia sebentar dan mengatupkan rahangnya dan serta tangannya siap untuk meninju. Tiba-tiba Amelia merasa takut.


"Apakah dia akan memukulku? " Batin Amelia.


"Kamu ingin mati, Amelia? Aku akan membunuhmu jika kamu berani mengatakan itu lagi. Jangan bilang kamu tidak membutuhkanku. Apakah kamu ingin hidup seperti ini? Jangan berikan anakku kehidupan murahan seperti ini. Dia memiliki darah William dalam dirinya" Chris mendekat dan meraih tangan Amelia lalu mendorongnya ke sofa.


"Nah, lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu akan tidur dengan setiap wanita yang kamu lihat setelah anakku lahir? Kamu ingin membuatnya seperti kamu? Tetap seperti raja saat mengelilingi wanita? Itukah yang kamu inginkan? Siapa yang tahu, jika kamu pun punya banyak anak yang kamu miliki di luar sana" Amelia balas berteriak pada Chris. Chris melihat Amelia dengan tatapan tanpa emosi.


"Amelia kamu adalah wanita pertama yang aku tiduri" Seluruh tubuh Amelia membeku, dia menatap Chris dan melihat luka di matanya.


"Kau menyuruhku untuk percaya padamu Chris? " Amelia bertanya pada Chris saat Chris duduk di sampingnya di sofa.


"Aku punya banyak wanita tapi aku belum bercinta dengan siapapun. Aku bersumpah demi Tuhan aku tidak melakukannya, hanya kamu dan kamu adalah ciuman pertamaku" Detak jantung Amelia meningkat dan tidak tahu mengapa dia mempercayai Chris.


"Amelia aku tidak seperti itu. Percaya saja padaku dan ikutlah denganku. Kamu tidak bisa mendorongku menjauh dari hidupmu yang telah mengandung anakku" Chris melingkarkan lengannya di pinggang Amelia dan membelai perutnya.


"Aku tidak ingin berbagi sesuatu dengan siapa pun Chris. Terutama, aku tidak ingin berbagi kamu dengan wanita lain, tapi kamu memiliki wanita dipelukanmu, aku melihatnya hari itu. Kamu tidur denganku dan kemudian kamu membiarkan wanita lain menyentuhmu. Apa itu? Apakah kamu pikir aku menyukainya?" Amelia menatap Chris dan berteriak saat Chris melihatnya dengan wajah terkejut.


"Itukah sebabnya kamu pergi?" Chris menarik Amelia lebih dekat padanya dan bertanya. Amelia mendorong Chris menjauh dan bangkit dari sofa.


"Amelia, apakah kamu peduli tentang itu? Aku membiarkan wanita itu menyentuhku karena aku ingin melihat reaksimu, tetapi kamu hanya membuang muka seolah-olah aku bukan apa-apa bagimu dan itu membuatku sangat marah" Chris berkata jujur.


"Apa? "


"Lalu bagaimana dengan foto telanjang yang kamu terima Chris? Bagaimana dengan kata-kata baby dan sayang itu? " Darah Amelia kembali mendidih karena marah saat dia mengingat semuanya.


"Aku tahu kamu melihatnya. Kenapa kamu tidak bertanya padaku? Jika itu wanita lain dia akan menjadi gila, tetapi kamu tetap diam tanpa peduli" Kata Chris.

__ADS_1


"Bagaimana dia bisa mengatakan itu? " Batin Amelia.


"Aku peduli Chris, tapi aku tidak ingin terlibat dalam kehidupan playboymu itu" Amelia merasa amarahnya sudah memuncak. Pria disampingnya ini benar-benar membuatnya marah.


"Tidak... Aku tidak boleh marah. Bayi laki-lakiku akan jelek jika aku marah" Amelia menahan emosinya.


"Nomor itu adalah nomor nyasar Amelia. Bagaimana kamu bisa menilaiku hanya dengan itu? Nomor itu bahkan tidak tersimpan di ponselku. Periksalah" Dengan itu Chris mengambil ponsel dari sakunya dan memberikan pada Amelia.


"Kamu pikir wanita lain punya nomorku? Aku hanya memberikan nomorku padamu" Amelia menghela nafas dan melihat obrolan yang dia lihat hari itu. Dia membaca pesan permintaan maaf dan itu adalah sebuah kesalahan.


"Wanita itu akan mengirimkan pesan itu kepada pacarnya, dan nomor yang diberikan salah" Chris berusaha menjelaskan. Amelia terus membaca pesan itu, dan melihat wanita itu meminta Chris untuk tidak mempublikasikan foto di media sosial mana pun. Amelia menghela nafas dan melemparkan ponselnya ke Chris.


"Brengsek" kata Amelia sambil menatap Chris.


"Aku lapar. Pergilah aku tidak punya makanan untuk diberikan padamu" Begitu Amelia mengatakan itu, dia mendengar tawa Chris. "Kenapa kamu tertawa?" Amelia bertanya pada Chris. Dan Chris menatap dirinya sambil tersenyum.


"Urgh... Kenapa dia tersenyum? Sangat mengganggu fikiranaku" Batin Amelia.


"Aku tidak akan membiarkan dia tahu jika aku mencintainya" Gumam Amelia dalam hati.


"Chris. Lebih baik kamu pergi sekarang atau aku akan berteriak kalau kamu akan memperkosaku" Begitu Amelia mengatakan itu, Chris tertawa keras.


"Si bodoh ini selalu menyebalkan" Gumam Amelia.


"Aku tidak mau makanan. Aku menginginkanmu. Kamu bisa berteriak jika kamu mau, tetapi aku akan memberi tahu mereka bahwa anak di perutmu adalah milikku" Chris berkata dengan santai. Amelia cemberut dengan ekspresi yang lucu. Tiba-tiba Chris memeluknya. Amelia menghela nafas dan memukul bahu Chris karena masih marah.


"Laki-laki kan? " Tiba-tiba Chris menatap Amelia dengan senyum lebar dan pandanganya pindah ke perut Amelia. Chris mencium perut dan menatap ke mata Amelia lagi.


"Hmmm" Amelia menghela nafas dan melihat ekspresi wajah bahagia Chris.


"Daddy ada di sini, sayangku. Daddy sangat mencintaimu. Daddy akan membelikanmu mainan yang bagus ketika kamu keluar dari perut mommy" Ucap Chris didepan perut Amelia.

__ADS_1


"Kenapa kamu bertingkah seperti anak kecil? " Gumam Amelia. Tetapi Chris tidak peduli.


"Aku ingin melihatnya. Lepaskan pakaianmu" Perintah Chris.


"Apa-apaan kamu ini. Tidak. Kenapa kamu ingin aku melepas pakaianku? " Tanya Amelia.


"Dasar mesum" Teriak Amelia.


"Aku ingin melihat perutmu. Lepaslah. Jangan bertingkah seolah-olah aku belum melihat tubuhmu" Chris memaksa.


"Tidak ada gunanya berdebat denganmu" Amelia menghela nafas dan masuk ke kamar, dia melepas pakaian dan mengambil celana pendek serta kao0s longgar, tapi sebelum Amelia memakainya dan kembali keluar dari kamar, Chris sudah masuk ke kamar.


"Kenapa kamu tidak memakai bajumu? " Amelia melihat tubuh bagian atas Chris yang telanjang. Dia berteriak pada Chris tetapi diabaikan. Chris mendekat kepada Amelia dan menempelkan bibirnya ke bibir Amelia.


“Chris, hentikan...” Amelia mencoba mendorong Chris. Tapi semua usahanya sia-sia. Chris perlahan-lahan membaringkan Amelia di tempat tidur dan naik ke atasnya. Dia memperhatikan Amelia dengan tatapannya yang indah dan perlahan-lahan pindah ke perut buncit Amelia.


"Aku tidak sabar untuk melihatmu sayang" Ucap Chris sambil mencium perut Amelia dan mengelusnya dengan lembut.


"Apakah dia bahagia? Aku tidak pernah menyangka dia akan sebahagia ini" Batin Amelia sambil memperhatikan Chris.


"Hampir lima bulan kan? " Chris menatap mata Amelia dan bertanya. Amelia mengangguk sambil tersenyum. Chris langsung mencium lembut perut Amelia.


"Aku akan menjadi seorang ayah. Aku bahagia, sekarang aku juga punya anak, bukan hanya Ryan" Seringai jahat muncul di wajah Chris dan dia perlahan menatap Amelia dan berbaring di sampingnya.


"Rulianna hamil anak perempuan. Ketika Ryan mengatakan itu padaku, aku merasa bahagia. Tapi jauh di lubuk hatiku aku bertanya pada diriku sendiri kapan aku bisa punya anak" Chris berkata sambil menatap langi-langit kamar. Hati Amelia menegang saat Chris mengatakan itu. Amelia berbalik ke arah Chris dan menatapnya, tapi Chris dengan cepat menutupi matanya dengan tangan.


"Apakah dia menangis? " Tanya Amelia dalam hati.


"Chris... Kamu tidak akan meninggalkan kami kan? " Amelia menyusuri dada Chris dengan jarinya dan bertanya karena takut. Amelia tidak ingin Chris meninggalkannya.


"Tidak akan pernah, aku akan menjagamu dan anakku" Chris menatap Amelia dengan mata merahnya dan berbicara. Amelia mengangguk pada Chris dan mencium pipinya sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2