
"Anna... Ayo berangkat" Ryan berkata sambil melingkarkan lengannya di pinggang Anna. Tangan yang satunya iya gunakan untuk menggendong Ezra. Merekapun melangkah keluar dari kamar Ezra bersama. Saat mereka keluar dari kamar Ezra, Anna melihat Chris yang sedang menekan Amelia ke dinding.
"Apa yang dia lakukan, dasar mesum, ada anakku disini" Batin Anna.
"Lepaskan dia" Anna berterik kepada Chris, Amelia segera menjauh dari Chris dan menghampiri Anna lalu berdiri disamping Anna.
"Apa yang terjadi? " Tanya Anna sambil menatap Amelia. Anna melihat Amelia yang sangat cantik dengan pakaian yang iya kenakan. Makanya dia tidak heran mengapa Chris menekannya ke dinding. Sesaat kemudian, Anna menatap Chris yang masih menatap Amelia, bibir bawahnya sedikit berdarah. "Apakah kamu mencoba mencium Amelia atau kamu memang sudah menciumnya? " Tanya Anna.
"Kenapa dia ada di sini An? " Amelia bertanya pada Anna dengan ekspresi khawatir dan kesal di wajahnya.
"Bagaimana aku menjawabnya" Batin Anna sambil menoleh dan menatap Ryan yang menyeringai pada Chris. Keduanya sama saja.
"Kamu melakukannya dengan sengaja Ryan" Kata Anna saat Ryan menatapnya dan tersenyum manis.
"Tentu saja aku di sini untuk melihat pernikahan sepupuku" Chris menyeringai pada Ryan, dan pandangannya tertuju pada Amelia. Anna merasa kasihan pada Amelia karena menurut Anna, Amelia tidak akan bisa melarikan diri dari rubah ini.
"KAMU... jangan bicara padaku. Aku sangat membencimu" Kata Amelia sambil mengarahkan jarinya ke arah Chris. Amelia berjalan lebih cepat. Namun Chris mampu mensejajarkan tubuhnya di samping Amelia. Chris menarik bibirnya menjadi sebuah senyuman sambil menatap Amelia, kemudian pandangannya tertuju pada Anna sebelum akhirnya iya menyeringai pada Ryan.
"Chris, kamu bareng dia. Aku akan mengantar Anna dan Ezra kesana" ucap Ryan sambil berjalan menuju lift.
"Tidak bisakah dia pergi bersama kita Ryan. Aku tidak percaya padanya" tanya Anna pada Ryan.
"Amelia, bisakah kamu ikut dengannya? Aku harus bicara dengan Anna? " Ryan melihat ke belakang dan berkata pada Amelia. Anna pun menoleh ke belakang dan melihat Amelia menatapnya dengan wajah khawatir. Amelia kemudian mengangguk pada Anna.
"Aku akan naik taksi" kata Amelia dan Anna mengangguk padanya.
"Lebih baik begitu" Ucap Anna, dia menatap Chris dan melihat wajah Chris yang tersenyum menjadi miram karena apa yang Amelia katakan.
"Anda pantas mendapatkannya" Ucap Anna lirih. Ryan juga memperhatikan Chris sebentar dan memasuki lift.
"Ryan Bukannya aku memintamu untuk tidak melakukan itu? " Anna menatap Ryan dan bertanya sambil tersenyum.
"Kenapa rasanya aku ingin memukul wajahnya? " Batin Anna.
"Chris menyukainya, jadi aku ingin memberinya kesempatan" kata Ryan singkat saat mereka memasuki tempat parkir.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa mengatakan itu Ryan. Chris memiliki wanita di mana-mana dan semua orang tahu itu" Anna meraih tangan Ryan dan bertanya.
"Aku benar-benar tidak ingin Amelia terluka karena pria itu" Ucap Anna lagi.
"Tidak... Percayalah. Dia berbeda kali ini" Ryan menjawab sambil masuk ke mobil.
"Bagaimana aku bisa percaya. Chris adalah seorang playboy yang membuang uangnya hanya untuk tidur dengan wanita. Semua orang tahu dia tidak pernah setia dengan satu wanita. Dia hanya tidur dengan seorang wanita satu kali dan setelah itu membuangnya setelah memberi uang. Amelia tidak bersalah dan dia juga cantik, aku tidak ingin dia menjadi seperti itu karena Chris" Ucap Anna panjang lebat.
"Rulianna... Chris memberitahuku tentang Amelia beberapa hari yang lalu. Dia bahkan tidak tahu namanya tapi bilang Amelia cantik dan Chris menyukainya. Jangan terlalu dipikirkan" Anna menatap Ryan yang sedang berbicara dengan penuh percaya diri tentang sepupunya. Anna berpaling dari Ryan karena dia sedang tidak ingin berdebat.
"Ryan aku benar-benar akan membunuh kalian berdua jika ada bahaya yang terjadi pada Amelia karena Chris" Anna memberi Ryan peringatan, karena Amelia adalah sahabatnya yang selalu ada untuknya dulu.
"Aku tidak akan pernah membiarkan sesuatu terjadi padanya" Ucap Anna lagi.
"Rulianna aku tidak yakin dengan kenyataan bahwa Chris tidak akan menyentuhnya. Chris pasti akan meniduri Amelia, tapi aku bisa berjanji padamu bahwa Chris tidak akan meninggalkannya" Anna menatap Ryan yang serius berbicara tentang Chris dengan sangat kepercayaan diri.
Setelah beberapa saat mereka tiba di sebuah hotel mewah.
"Apakah dia mengundang orang-orang? " Batin Anna.
"Tidak... Hanya beberapa orang penting" Ucap Ryan sambil turun dari mobil. Kemudian Ryan berjalan ke sisi Anna dan membukakan pintu untuk Anna. Ryan membantu Anna keluar dari mobil. Ryan membuka pintu belakang dan membawa Ezra keluar.
"Bisakah kamu berjalan? " Ryan bertanya pada Anna sambil memperbaiki gaun wanitanya. Anna mengangguk pada Ryan sambil tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan Ryan. Mau tak mau Anna memikirkan sikap Ryan yang lembut terhadapnya. Ryan benar-benar seperti seorang suami yang perhatian. Anna menatap Ryan sambil berjalan ke hotel dan pada saat yang sama Ryan juga menatap Anna.
Anna segera melihat ke bawah saat mendengar Ryan tertawa.
"Kenapa kamu merona? " Bisik Ryan.
"Kenapa dia tetap seperti itu? Dia tidak melihat apa-apakan? " Gumam Anna lirih.
"Mommy merona karena aku tampan" Ucap Ezra tiba-tiba.
"Hahaha... Aku sangat mencintaimu nak" Ucap Anna sambil tertawa.
"Ya... Anakku yang paling tampan" Anna mencubit hidung Ezra dan tersenyum.
__ADS_1
Anna melihat ke arah Ryan yang sedang menatap Anna sambil menyeringai.
"Dasar mesum, Aku yakin dia memikirkan sesuatu yang kotor dalam pikirannya" Anna berkata.
"Tuan William, silahkan lewat sini" Saat mereka memasuki hotel, seorang pria datang dan membawa ke hotel. Mereka datang ke sebuah pantai di dekat hotel. Anna melihat pantai yang dihias dengan bunga berwarna merah muda. Sangat cantik. Anna menatap Ryan dan melihat dia tersenyum lembut pada Anna.
"Apakah dia benar-benar melakukan ini dalam satu hari saja? " Batin Anna.
"Kamu menyukainya? " Ryan berbisik di telinga Anna, dan Anna mengangguk pada Ryan karena dia sangat menyukainya. Ini pertama kalinya Anna merasakan perasaan aneh ini dalam hidupnya.
“Kakek...” teriak Ezra begitu melihat kakeknya. Anna melihat ayah Ryan dan dia tersenyum pada Anna dan Ryan. Anna benar-benar tidak mengerti bagaimana seorang pria seperti dia menjadi anak dari perempuan jahat itu.
Ryan menurunkan Ezra lalu Ezra berlari ke kakeknya.
"Waktu Ryan hampir habis. Semua orang sudah ada di sini. pergilah dengan Anna" Ayah Ryan pergi bersama Ezra dan pada saat yang sama Chris dan Amelia datang. Anna menatap Amelia dan mendapati sahabatnya tersipu tapi wajahnya terlihat marah. Anna beralih melihat Chris yang sedang menatap Amelia dengan senyum di wajahnya. Tiba-tiba Anna ingat itu adalah senyum yang sama yang dimiliki Ryan ketika dia menatap Anna. Senang rasanya jika Chris bisa membuat Amelia bahagia. Anna menghela nafas dan menatap Ryan yang sedang menatap dirinya. Anna tersenyum pada Ryan dan mencium pipinya.
"Ayo pergi" Anna mengangguk pada Ryan lalu berjalan bersamanya sambil melingkarkan tangan di lengan Ryan yang kuat. Jantung Anna berdebar kencang karena dia tidak pernah berpikir akan menikah dalam hidupnya. Anna tidak pernah berharap untuk menikah dengan ayah dari anak yang dia lahirkan empat tahun lalu.
Mereka berjalan melalui jalan setapak yang dihiasi dengan bunga-bunga, memasuki tempat para tamu undangan. Setelah mereka sampai di depan para undangan, Anna mendengar desas-desus dari tamu undangan. Hatinya merasa takut.
"Apakah mereka melihat bahwa aku tidak cocok untuk Ryan? " Batin Ryan. Anna merasa ingin menangis dengan perasaan itu. Tapi iya memaksa dirinya untuk tetap tenang. Anna bahkan tidak berani melihat orang-orang yang hadir di sana. Akhirnya acara pun dimulai.
Anna menatap Ryan yang ada di depannya, Ryan menatap Anna sambil tersenyum. Anna menggigit bibir bawahnya dan melihat ke bawah. Terdengar Ryan mengulangi sumpahnya. Kemudian Anna melakukan hal yang sama. Anna tidak percaya bahwa dia menikah dengan pria ini. Semua terasa seperti mimpi.
"Silahkan bertukar Cincin" Hati Anna merasakan takut, karena Dua tidak punya cincin untuk diberikan pada Ryan. Anna menggigit bibir bawahnya dan melihat orang-orang yang melihat kearahnya. Tiba-tiba Ezra berlari ke arahnya.
"Ya Tuhan kenapa anak ini berlari? " Batin Anna.
"Mommy ini cincinnya" teriak Ezra saat dia menghampiri Anna. lalu dia memberikan satu kotak cincin untuk Ryan dan satu lagi untuk Anna. Mau tak mau Anna merasakan sesuatu yang aneh karena dia tidak punya apa-apa untuk diberikan pada Ryan.
Kemudian Ryan dengan lembut meraih tangan Anna dan menyelipkan cincin ke jarinya. Anna melihat cincin yang baru saja Ryan pasang di jarinya dengan yang mulai berdetak sangat cepat. Itu adalah cincin emas sederhana dengan empat bunga merah muda berbentuk hati dan berlian sebagai kelopak. Bunganya tidak terlalu besar, tetapi ukuran cincinnya sangat besar. Sangat indah.
"Berapa banyak yang Ryan habiskan untuk ini? " Tanpa memikirkan apa pun, Anna memakaikan cincin di tangannya ke jari Ryan. Cincin sederhana dengan berlian kecil berwarna abu-abu. Anna menarik napas dalam-dalam dan menatap Ryan sambil tersenyum. Ryan sangat tampan saat tersenyum.
"Sekarang mempelai pria bisa mencium pengantin wanita" Setelah mendengar itu, Ryan menarik Anna agar lebih dekat dengannya dan menundukkan kepalanya sambil menempelkan bibirnya di bibir Anna. Ciumannya sangat lembut. Anna perlahan melingkarkan tangannya di leher Ryan dan mencium kembali. "Jadi aku sudah menjadi istrinya" Ana menatap Ryan sambil berkata dalam hati. Anna tidak pernah berpikir bahwa dia akan menjadi istri Ryan. Dia tidak pernah berpikir hal seperti ini akan terjadi.
__ADS_1