Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Keluarga Holland


__ADS_3

"Bukankah dia anak yang dipukuli Ezra. Jadi... ini daddynya. Kenapa dia malah membawaku kesini? " Batin Anna. Kemudian pandangannya tertuju pada wanita yang sedang berjalan ke arah Anna dan Mark, dengan senyum yang indah. Mommy dari anak laki-laki itu, istri Mark.


"Selamat datang di rumah, Marianna" Gwen tersenyum cerah dan memeluk Anna. Anna tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi Anna sangat menyukai mereka dan mereka semua terasa sangat familiar.


"Kenapa kamu memanggilku Mariana?" Tanya Anna. Gwen menghela nafas lalu menatap pria yang membawa Anna ke tempat ini.


"Karena kamu adalah saudara perempuanku dan kamu adalah nona muda dari keluarga kami" Jawab Mark.


"Aku tidak tahu bagaimana bajingan itu mencuci otakmu, tapi percayalah Mari, tidak mungkin kamu akan kembali padanya lagi. Semuanya sudah cukup dan dia akan membayar untuk apa yang dia lakukan" Ucap Mark.


"Apa? Bagaimana kamu bisa mengatakan itu? Aku tidak bisa tinggal tanpa Ryan. Kamu tidak bisa melakukan itu. Dia suamiku dan aku punya anak. aku ingin kembali. Aku tidak bisa hidup tanpa mereka" Anna menatap Mark dan berkata.


"Aku harus kembali ke Ryan dan Ezra. Aku tidak bisa tinggal di sini tanpa mereka. Bahkan bayiku yang belum lahir membutuhkan ayahnya" Anna berkata lagi.


"Kamu akan mengerti tuan putri" Mark menjawab dengan tenang.


"Gwen, bawa dia ke kamarnya" Dengan itu Mark berbalik dan pergi. Hati Anna terluka dan merasakan sakit. Ia tidak ingin tinggal di sini.


"Aku ingin kembali kepada Ryan... Berhenti. Jangan.. Tolong lepaskan aku. Anakku akan marah jika aku tidak ada di rumah ketika dia kembali. Tolong" Anna segera mengejar Mark dan meraih tangannya. Mark menatap Anna dengan tatapan terluka dan menggelengkan kepalanya.


"Sudah bertahun-tahun Marianna, akhirnya aku menemukanmu, tapi kamu ingin kembali ke pria itu lagi" Mata Mark kembali berlinang air mata, tetapi tidak menetes.


"Apakah dia benar-benar saudaraku? " Batin Anna.


"Sudah cukup Marianna, kamu sudah melahirkan seorang putra untuknya dan kamu juga sedang mengandung anaknya, jadi itu sudah cukup. Lahirkan anak ini dan bercerailah" Ucap Mark. Jantung Anna bergetar hebat.

__ADS_1


"Perceraian? Tidak... Aku tidak mau itu" Anna merasa takut.


"Aku mencintainya. Aku tidak bisa bercerai. Tolong jangan paksa aku untuk menceraikannya" begitu Mark mendengar kata-kata Anna, wajahnya menjadi gelap tertutup emosi.


"Kamu mencintainya? Ha? Apakah kamu tidak mencintaiku dan orang tua kita yang meninggal? Oh iya kamu tidak ingat. Dengarkan aku baik-baik Marianna Holland. Ibu kita meninggal karena dia tidak tahan dengan rasa sakit kehilangan putri tercinta dan putranya yang baru lahir. Kemudian setelah kematiannya, ayah kita menjadi mayat hidup karena dia tidak dapat menanggung beratnya hidup, kehilangan istrinya, putrinya, dan putranya yang baru berusia beberapa bulan. sehingga suatu hari dia ditembak di dahinya lalu meninggal" Mark berkata dengan sedikit Emosi. Hati Anna terasa sakit, seperti bertahun-tahun yang lalu ketika dia mengetahui tentang kematian Erza. Anna menatap Mark dan melihat air mata yang bergulir di pipinya. Kehilangan orang-orang terpenting dalam hidupnya. Mark sangat terluka.


"Jadi waktu itu aku ada di sana, Aku melihat semua kejadian itu. Jadi aku selamat karena bersembunyi. Setelah itu, aku menemukan kalian berdua. Setelah kalian berdua selamat, kalian malah diculik. Setelahnya, Entah siapa yang merawat kalian hingga kalian dewasa. Setelah aku menyelidiki, sepasang suami istri yang tidak memiliki anak menyelamatkan kalian. Kita harus terima kasih kepada wanita itu. Jadi lebih baik kamu dengarkan aku atau aku akan membunuh suamimu yang brengsek itu" Mark mengarahkan jarinya ke Gwen dan berteriak pada Anna. Anna takut karena suara Mark yang terdengar sangat marah. tetapi Anna tidak bisa memahami perasaan di dalam dirinya sendiri. Air mata menggenang di pelupuk mata. Anna mencengkeram bajunya erat-erat. Mark memperhatikan Anna sebentar lalu pergi. Anna melihat Mark mengemudikan mobilnya. Hati Anna penuh kekosongan.


"Marianna, ayo masuk. Jangan pedulikan dia. Dia selalu marah" Anna melihat wanita yang baru saja datang dan memeluk bahunya sambil tersenyum. Gwen menghela nafas ketika dia berbicara tentang Mark.


"Apakah dia benar-benar saudaraku? " Anna bertanya pada Gwen sambil menyeka air matanya. Gwen dengan lembut mencubit pipi Anna dan mengangguk.


"Ya, Mark adalah kakak laki-lakimu dan itu adalah kakekmu" Gwen menunjukkan padapria tua itu dan berkata. Anna mengangguk pada kakeknya dan masuk ke rumah bersama Gwen.


"Holland. Marianna Holland" Jawab Gwen.


"Apa... Mariana Holland? Aku?" Ucap Anna.


"Apakah aku wanita yang sama yang dikatakan Ryan? " Gumam Anna lagi. Detak jantungnya berpacu sangat cepat.


"Jadi, Ryan dan aku... Apa kita sudah saling kenal saat kita masih kecil?" Tanya Anna. Gwen menatap Anna mengalihkan pandangan kepada kakek.


"Ya, dia pernah menjadi sahabat Mark dan dia selalu datang ke sini. Aku tidak perlu menyembunyikan semua kebenaran ini Marianna, ada rencana pertunangan di antara kalian berdua" Kakek berbicara sambil menghela nafas. Hati Anna tertutup dengan luka.


"Jadi itu aku? Tapi kenapa Ryan tidak memberitahuku? Ryan bisa saja memberitahuku. Aku berpikir jika dia tidak tahu apa-apa" Ucap Anna.

__ADS_1


"Aku.. aku tidak tahu apa-apa. Apa yang terjadi padaku? " Anna bertanya pada kakeknya. Terlihat kakeknya tersenyum lembut dan mendekat ke arah Anna.


"Istirahatlah sekarang. Aku akan memberitahumu nanti. Jangan berdebat dengan Mark ketika dia kembali nanti, karena dia benar-benar memiliki temperamen yang buruk" Ucap kakek. Anna mengangguk pada kakeknya dan mengikuti Gwen yang membawa ANba ke sebuah ruangan. Begitu Anna memasuki ruangan itu, hatinya diselimuti perasaan yang tidak asing. Serta kesedihan. kamar seorang gadis kecil tapi kamarnya sangat luas. Banyak boneka beruang dan yang lain. Anna melihat sekeliling ruangan lalu masuk.


"Apakah kamu tidak ingat aku bermain denganmu di sini? Kita pernah berdebat tentang beruang itu" Tiba-tiba Gwen berbicara dan menunjukkan pada Anna sebuah boneka beruang berwarna hitam dan merah yang indah. Anna menatapnya dan tiba-tiba air matanya menetes.


"Kamu tidak memberikannya kepadaku jadi Mark membelikan yang lain untukku, sama seperti ini, tapi kamu menangis dan memukul Mark setelah kamu mengetahuinya" Gwen menyeka air matanya dan tersenyum pada Anna.


"Apakah aku melakukan itu? " Tanya Anna.


"Aku sangat merindukanmu Marianna. Aku merindukan pertengkaran kita tentang Mark dan semua mainan ini" Gwen memeluk Anna dan berbicara dengan suaranya yang serak. Anna mendapati dirinya sendiri meneteskan air mata sambil memeluk Gwen erat-erat.


"Mengapa aku bertengkar denganmu karena Mark? " Anna bertanya pada Gwen, Gwen pun tersenyum padanya dengan tubuh gemetar kepalanya.


"Kamu tidak suka ketika Mark memperhatikanku. Kamu bilang dia milikmu seutuhnya dan aku menyebalkan, tapi kamu tahu Mark selalu milikku" Gwen berkata dengan ekspresi bangga dan Anna mengangguk padanya sambil tersenyum.


"Oke. dia milikmu" Anna menggoda Gwen yang dia terkikik. Lalu pandangannya jatuh ke perut Anna.


"Sudah periksa jenis kelaminnya? " Gwen bertanya.


"Hmm. Seorang gadis" Ucap Anna. Gwen tersenyum cerah pada Anna dan mengangguk. Kemudian Gwen menggigit bibir bawahnya dan menatap Anna.


"Aku.. aku juga hamil tapi jangan beri tahu Mark. Dia belum tahu. Aku tidak memberitahunya karena dia sangat menyebalkan. Dia selalu berada di rumah tanpa pergi ke kantornya" Gwen berbicara dengan ekspresi malu dan Anna pun tersenyum.


"Sama seperti Ryan. Dia sengaja ada di rumah dengan alasan yang bodoh dan Ryan juga sangatbmenyebalkan. Jika aku tidak memaksanya untuk pergi bekerja, dia masih akan tetap di rumah" Balas Anna. Mereka pun saling memandang dan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2