
"Lihat Reishan, lihat anakmu... Dia juga sepertimu... Jatuh cinta dengan wanita murahan. Kalian berdua tidak tahu bagaimana menghargai keluargamu" Nenek berbicara, seketika ayah Ryan melihat ke bawah dengan wajah sedih yang tak bisa dijelaskan.
"Jadi ya... Aku melakukannya karena aku tidak ingin kamu menjadi seperti ayahmu. Dia mencintai wanita yang salah dan sekarang kamu juga melakukan hal yang sama. Kalian berdua tidak bisa memilih wanita yang tepat untuk dicintai" Nenek berkata dengan suara sarkastik. Ryan melihat wajah ayahnya berubah dan itu membuat hati Ryan sakit.
"Natasha dan kamu akan menjadi pasangan yang hebat Ryan. Beri dia kesempatan dan dia akan mengambil hati Ezra, dia juga akan merawat Ezra juga" Nenek datang kepada Ryan sambil tersenyum.
"Rulianna adalah wanita yang aku suka dan dia ibu dari Ezra, jadi jangan menyebut tentang wanita lain di masa depan. Aku tidak peduli. Aku akan membunuh semua orang yang berani menyakitinya" Ryan menyeringai pada neneknya dan melangkah mundur sebelum nenek mendekat padanya.
"Dan dua wanita yang baru saja kamu panggil murah adalah ibuku dan wanitaku. Jadi nenek, lain kali jangan biarkan aku mendengar kata itu lagi karena kamu mengatakannya, mana yang murahan, aku lebih tahu" Kata Ryan sambil naik ke atas. Dia mengambil beberapa pakaian untuknya dan Ezra Lalu turun kembali.
"Aku pergi" Setelah itu Ryan meninggalkan rumah.
"Ryan kembalilah ke sini. Kamu mau kemana? " Ryan mendengar suara Kakek tapi dia tidak peduli. Ryan terus melangkah menuju ke garasi dan masuk ke salah satu mobilnya dan meninggalkan rumah. Ryan langsung pergi ke apartemennya. Ryan masih belum bisa menenangkan pikirannya karena dia ingin melihat Anna secepat mungkin. Tapi Ryan memutuskan untuk menunggunya. Ryan tidak akan pernah meninggalkan Ezra tanpa melihat Anna. Dan Anna pasti akan berada di makam Erza besok.
Begitu sampai di apartementnya, Ryan menghela nafas lalu masuk ke apartemen dan melihat Ezra sedang makan mie.
"Daddy" Ezra berteriak begitu melihat Ryan. "Makan sayang. Daddy akan mandi dan datang kesini lagi. Di mana paman Chris? " Ryan bertanya pada Ezra lalu meletakkan tas pakaiannya dan Ezra di sofa.
"Dia di dapur" Ryan mengangguk pada Ezra dan pergi ke kamar. Ryan melepas pakaiannya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saat Ryan sedang mandi, dia melihat sikat gigi Anna dan jantungnya kembali menegang.
"Siaall..." Teriak Ryan dan meninju dinding. Tangannya terasa mati rasa, tetapi itu tidak masalah karena rasa sakit dan mati rasa di hatinya adalah sesuatu yang melampaui batas rasa sakit.
"Bagaimana jika aku yang kehilangan hal-hal itu. Sial... Kematian Erza sepenuhnya salahku. Persetan" Ryan melampiaskan rasa kesal dihatinya. Pada saat yang sama pikiran Ryan dipenuhi dengan tangisan Anna. Cara Anna menangis dan memberitahu Ryan bahwa Ryan membuat Anna telah kehilangan hal terpenting dalam hidupnya. Air mata Ryan keluar seketika saat dia mengingat setiap kata Anna yang memberitahunya sambil menangis.
__ADS_1
"Ryan Keluar. Sudah cukup sekarang" Ryan mendengar suara Chris.
"Sial... Kenapa aku tidak bisa melupakan wajah mereka. Khususnya Erza. Senyumnya... Aku bisa saja menyelamatkannya" Ryan mematikan shower dan mengambil handuk untuk menyeka dan mengeringkan tubuhnya. Lalu dia keluar dari kamar mandi sambil mengenakan jubah mandi.
“Daddy... Aku ngantuk” Ezra datang dan memeluk kaki Ryan. Ryan bisa melihat dengan jelas bahwa Ezra kesal karena hal-hal yang terjadi. Ryan menghela nafas dan mengangkatnya dalam gendongan.
"Biarkan ayah memandikanmu" Ryan bahkan tidak bisa memandikannya atau merawatnya karena hal-hal buruk ini.
"Aku sudah memandikannya. Biarkan dia tidur sekarang" Chris berbicara sambil menatap Ezra. Ryan mengangguk pada Chris dan membawa Ezra ke ranjang untuk tidur. Ryan menunggu sampai Ezra tertidur dan kemudian keluar dari kamarnya. Namun kepalanya terasa sakit.
"Ryan... Rulianna ada di rumah lamanya" Chris berbicara saat Ryan duduk di sampingnya di sofa. Ryan sudah menebaknya, tetapi dia tidak ingin pergi dan mengganggunya saat ini. Ryan hanya menahan diri karena dia tidak ingin Anna semakin membencinya.
"Hmmm" Ryan mengangguk pada Chris.
"Beri aku rokok" Kata Ryan pada Chris sambil menyalakan koreknya.
"Baiklah. Aku akan mengambil dulu" Dengan itu Ryan meraih rokok dari tangan Chris dan mengambil kotak rokok dari sakunya.
"Persetan denganmu Ryan" Chris mengutuk Ryan sambil melepas bajunya. Ryan memperhatikan Chris dan melihat wajahnya yang aneh tidak seperti biasanya.
"Apa yang terjadi? " Ryan bertanya pada Chris. Chris pun menatap Ryan dan menghela nafas.
"Tidak ada" Jawab Chris. Dia menggelengkan kepalanya dan menyalakan sebatang rokok dan meletakkannya di antara bibirnya. Ryan menghisap rokok dan berbicara lagi.
__ADS_1
"Katakan padaku" Tiba-tiba Chris menatap Ryan dan menurunkan tatapannya.
"Seorang wanita. Urghh... Dia menyebalkan" Ryan menatap Chris dengan heran, karena ini pertama kalinya dia berbicara tentang wanita hingga seperti ini.
"Menyebalkan kenapa. Tidak bisa berhubungan **** dengannya? " Ryan menyeringai pada Chris dan bertanya karena Ryan tahu hobi Chris. Wanita melemparkan diri padanya karena penampilan dan uangnya.
"Ya... Dia bahkan memukulku dan mengancamku. Sialan dia bahkan memanggilku gigolo" Chris menghela nafas dan menghisap rokoknya dalam-dalam. Ryan ingin tertawa karena wanita itu benar.
"Jadi? " Tanya Ryan pada Chris sambil menyalakan rokok kedua. Ryan merokok padahal dia tidak pernah melakukannya sebelumnya. Lebih baik aku menutup pintu kamar Ezra.
"Dia cantik Ryan. Dia punya rambut cokelat panjang dan mata cokelat. Sangat lucu" Begitu Ryan mendengar kata-kata Chris, Ryan memperhatikan wajahnya. Chris tersenyum seperti orang idiot.
"Aku menginginkannya" Wajah Chris tiba-tiba menjadi serius.
"Untuk partner ****? " Ryan bertanya kepada Chris karena saya tahu apa yang sebenarnya dia inginkan dari seorang wanita, tetapi kali ini Chris benar-benar berbeda. Dia tidak pernah menggambarkan wanita seperti ini.
"Brengsek... Tidak... Aku ingin menjadikannya milikku" Chris tertawa keras dan berkata.
"Sama seperti aku menginginkan Anna? " Ryan bertanya kepada Chris karena Anna adalah wanita pertama yang menggetarkan hati Ryan dan membuat Ryan jatuh cinta padanya.
"Ya... Seperti itu" Chris menatap Ryan dan menyeringai. Ryan tahu pria ini pasti akan menjadikan wanita itu miliknya.
"Semoga beruntung. Kamu pasti akan mendapat beberapa tamparan lagi" Ryan mengejek Chris karena Ryan juga menderita beberapa tamparan dari wanitanya.
__ADS_1
"Siapa peduli... Jika aku bisa menjadikannya milikku, aku akan membiarkan dia memukulku sebanyak yang dia mau" Chris tertawa mesum dan berdiri.
"Aku akan tidur" Setelah itu Chris masuk ke kamar tamu dan menutup pintu. Ryan pun menunggu sebentar lalu masuk kekamarnya untuk tidur.