Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Bayi Siapa?


__ADS_3


Amelia -



Sudah hampir lima bulan sejak Amelia pergi dari sana. Amelia takut karena Chris sedang mencarinya. Amelia tidak ingin Chris menemukan dirinya. Dia pernah menghubungi Anna. Dan Anna adalah orang yang mengatakan bahwa Chris mencari dirinya kemana-mana seperti orang gila. Amelia tidak bisa mengerti apa maksud Chris.


"Apa aku melakukan kesalahan padanya, dengan pergi tanpa sepatah kata pun? Aku tidak ingin bertemu dengannya dan yang paling penting tidak dalam keadaan seperti ini" Amelia menghela nafas dan melihat perut sambil membelainya.


"Maafkan ibu sayang. Maaf membuatmu menjauh dari ayahmu" Amelia tidak pernah mengira dirinya akan hamil setelah malam itu. Amelia tahu jika Chris tidak menggunakan pengaman malam itu. Sebenarnya dia ingin minum pil KB. Tapi lupa. Iya... Dirinya hamil karena lupa untuk minum pil KB. Amelia memaksakan diri untuk melupakan segalanya, iya segera bangkit dari tempat tidur untuk pergi bekerja.


Amelia mendapatkan pekerjaan di sebuah kedai kopi. Pekerjaannya sangat mudah dan sederhana, tetapi terkadang dia merasa lelah karena kehamilannya. Amelia segera bangun dan mandi lalu menggunakan pakaiannya dan sarapan. Tiba-tiba dia merasakan bayi dalam kandungannya bergerak. Tanpa sengaja Amelia tersenyum, karena si kecil mulai bergerak-gerak dari kemarin.


"Sayang, jadilah anak yang baik ya, ibu akan bekerja. Ibu sangat mencintaimu" Amelia membelai perutnya dan berbicara. Seakan mengerti apa yang dikatakan ibunya, bayi dalam kandungan itu menjadi tenang kembali seperti biasanya. Bukannya tidak menyukainya, Amelia sangat mencintai kehidupan kecil di dalam rahimnya, dan dia bahkan tidak merasa menyesal memilikinya. Setelah itu Amelia meninggalkan apartemennya dan pergi ke kedai kopi tempatnya bekerja.


"Hai Amelia, bagaimana kabarmu hari ini? " Tante Zia datang dan bertanya pada Amelia sambil meletakkan tangannya di perut Amelia. Dia adalah pemilik kedai dan dialah yang menjaga Amelia sepanjang waktu. Dia bahkan membelikan Amelia makanan bergizi karena bayi laki-laki dalam kandungannya.


"Aku baik-baik saja tante, tetapi baby boy ini sudah mulai bergerak" Tante Zia tersenyum dan mengangguk.


"Hei nak, jangan ganggu mamamu oke? " Amelia tersenyum karena apa yang tante Zia katakan. Setelah berbicara dengannya sebentar, Amelia pergi untuk melakukan tugas-tugas kecil yang sudah menjadi ppekerjaannya. Sebenarnya Amelia lebih banyak berdiam diri, karena mereka melarangnya melakukan pekerjaan karena kehamilannya. Amelia menghabiskan waktu di toko dan memutuskan untuk pulang lebih awal.


"Sepertinya sebentar lagi akan hujan lebat kan Amelia? " Amelia kembali menatap tante Zia dan mengangguk. Langit sudah gelap dan menunjukkan tanda-tanda akan turun hujan deras.


"Amelia, biarkan aku mengantarmu ke apartemen" kata tante Zia. Amelia langsung menggelengkan kepalanya karena tidak ingin mengganggu tante Zia. Amelia lelah, dan tubuhnya terasa sakit, tetapi dia tidak ingin merepotkan tante Zia karena dia membantunya.


"Tidak. Aku bisa pergi sendiri tante. Aku pergi sekarang. Terima kasih banyak" Amelia memeluk tante Zia, tante Zia berkata sambil mengangguk pada Amelia sambil tersenyum. Tapi dia terlihat khawatir.

__ADS_1


"Hubungi aku kalau ada apa-apa? " Amelia mengangguk pada tante Zia dan meninggalkan kedai. Setelah Amelia naik taksi, hujan deras mulai turun. Dia menghela nafas dan melihat ke luar jendela untuk melihat hujan, tapi pikirannya terus memikirkan Chris. Chria memperlakukan dirinya dengan baik dan dia peduli dengan Amelua, tetapi Amelia memilih untuj pergi. Amelia merasa bersalah, tapi disisi lain, dia marah karena sikap Chris. Chris memiliki wanita di mana-mana dan Amelia tidak suka itu.


"Wanita mana yang suka berbagi pria dengan banyak wanita? " Batin Amelia sambil menghela napas, dan berusaha melupakannya. Disaat yang bersamaan, mobil berhenti. Amelia turun dari mobil dan melihat sebuah mobil mewah berhenti di tempat parkir.


"Uuh... Lisandra pasti membawa pria lagi ke apartemennya" Gumam Amelia. Tanpa mempedulikan apa pun, Amelia perlahan-lahan berjalan ke apartemennya. Dia merasa sangat sangat lelah. Amelia menatp ke langit dan hari sudah sangat gelap, tapi saat ini baru pukul enam sore. Dia membuka pintu apartemen dan masuk.


"Tunggu... bukankah aku mengunci pintunya? Urghh Amelia kamu lupa lagi" Gumam Amelia sambil masuk. Saat akan menyalakan lampu di dalam apartemen, tiba-tiba bayi itu bergerak lagi. Amelia menghela nafas karena terkadang terasa sakit. Dia meletakkan tangan di perut dan mengelusnya lagi karena ingin menenangkan bayinya.


"Sayang, ibu sangat lelah. Jadilah anak yang baik dan jangan bergerak terus, oke? Ibu sangat mencintaimu" Amelia perlahan berjalan dan menyalakan lampu. Setelah Amelia menyalakan lampu, hati saya dipenuhi dengan ketakutan ketika melihat seorang pria yang sedang duduk di sofa sambil bersandar.


"Chris...bagaimana? Kapan dia datang? "Batin Amelia.


"A... Kenapa kamu di sini? " Amelia mundur beberapa langkah karena ekspresi wajah dan matanya yang yang terlihat dipenuhi amarah. Chris berdiri dari sofa dan mendekat ke arah Amelia sambil menatapya. Lalu pandangannya jatuh ke perutnya


"Kenapa aku di sini? Apakah kamu tidak senang melihatku?" Amelia menutupi perutnya karena seringai jahatnya.


"Diam disitu... Menjauhlah... jangan mendekat" Amelia memperingatkan Chris dan Tiba-tiba matanya terasa basah.


"Bagaimana pria ini menemukanku? " Amelia bergumam dalam hati.


"Bayinya siapa?" Chris berhenti beberapa cm dari Amelia bertanya. Tiba-tiba pikiran Amelia dipenuhi ketakutan.


"Bagaimana jika Chris mengambil bayi itu dariku karena kemarahannya kepadaku? "Batin Amelia.


"Pacarku" Amelia mengalihkan pandangan dari tatapan Chris dan berbicara. Tiba-tiba Chris mendekat ke Amelia dan meraih dagunya dan Chria membuat Amelia menatap matanya yang penuh amarah.


"Benarkah? Jadi di mana dia? " Amelia menatap mata Chris yang penuh amarah dan sarkasme. Amelia menggigit bibir bawahnta dan menatap mata Chris.

__ADS_1


"Dia bekerja. Pergilah sebelum dia datang" Setelah Amelia mengatakan itu, Chris mendorong Amelia ke dinding dan mengungkung tubuhnya dengan tangan kekarnya.


"Amelia, apakah kamu mengatakan padaku bahwa kamu membiarkan pria lain menidurimu setelah aku menidurimu? Apakah aku tidak berguna? " Setelah itu, Chris mulai mencium leher Amelia sambil membelai perutnya. Tiba-tiba bayi itu mulai bergerak lagi. Amelia mencoba mendorong Chris menjauh tetapi tetap tidak bisa.


“Lihat, dia senang merasakan belaian ayahnya” Hati Amelia bergetar hebat karena kata-kata Chris.


"Jangan bicara omong kosong Chris. Tolong pergi dari sini. Dia sudah memiliki ayahnya sendiri" akhirnya Amelia berhasil mendorong Chris menjauh.


"Jadi maksudmu anak ini bukan milikku. Benar kan?" Amelia mengalihkan pandangan dari Chris dan mengangguk.


"Ayo pergi. Gugurkan" Ucap Chris dingin.


"Apa-apaan ini? Tidak... bagaimana dia bisa memintaku menggugurkan anakku sendiri. Chris meraih tangan Amelia untuk pergi tapi Amelia segera menepis tangannya.


"Bagaimana mungkin? Ini anakku. Aku tidak akan melakukan apa pun padanya. Silahkan pergi sekarang" Air mata Amelia mengalir saat dia menatap wajah Chris. Dia melihat ekspresi terluka di wajah Chris. Terdengar Chris menarik napas dalam-dalam.


"Amelia, jika anak ini memiliki DNA yang sama denganku, percayalah, kamu tidak akan melihatnya lagi di masa depan. Aku akan membuatnya memanggil ibu ke wanita lain. Kamu tahu aku bisa melakukannya kan? " Jantung Amelia berhenti berdetak saat mendengar kata-katanya yang kejam.


"Apakah dia mencoba mengambil anakku? Batinnya.


"Kamu tidak bisa melakukannya. Aku ibunya. Bagaimana kamubisa berpikir untuk membuatnya memanggil wanita lain ibu? Bajingan" Amelia mengangkat tangannya untuk menampar Chris karena merasa marah, tapi Chris malah meraih tangan Amelia dan menariknya lebih dekat dengannya.


"Masih menyangkal fakta bahwa anak itu bukan milikku?" Chris dengan lembut memeluk Amelia dan mencium keningnya. Amelia mencengkeram kemeja Chris erat-erat dan membenamkan wajahnya di dada bidang Chris. Hidungnya dipenuhi aroma Chria, dan Amelia sangat menyukainya.


"Kenapa kamu meninggalkanku Amelia? Di mana salahku? " Tiba-tiba Amelia mendengar suara Chris yang serak, lalu menatapnya. "Kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa kamu hamil? Bagaimana kamu bisa begitu kejam dan membuatku menjauh dari kehidupan anakku?" Mata Chris memerah saat dia berbicara dan Amelua memalingkan muka dari Chris lalu melepaskan pelukannya.


"Pergilah Chris. Dan jangan pernah datang lagi... Maaf" Amelia menatap Chris dan menghela nafas. Tapi hal itu justru membuat mata Chris menjadi gelap.

__ADS_1


"Aku tidak akan pergi. Aku adalah ayah sialan dari anak di perutmu" Amelia tersentak saat mendengar Chris berteriak dengan marah.


__ADS_2