Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Mommy Seperti Seorang Peri


__ADS_3

"Jagoan mommy adalah yang terbaik dan mommy sangat mencintaimu" Anna mencium kening Ezra lalu menyiramnya. Setelah dia memandikan Ezra, Anna menghanduki Ezra dan membantunya memakaikan pakaian.


“Mommy, Rambutmu basah gara-gara aku” Anna tersenyum pada Ezra karena dia memperhatikan semuanya.


"Tidak apa-apa sayang. Mommy akan mandi sekarang" Anna mengangkat Ezra dan keluar dari kamar mandi. Begitu dia masuk ke kamar, Anna melihat Ryan yang sedang duduk di tempat tidur sambil meletakkan dagunya di telapak tangannya. Anna ingin tertawa karena Ryan juga seperti anak kecil.


"Daddy lihat. Mommy memandikanku. Apakah aku tampan? " Tanya Ezra kepada Ryan.


"Betulkah? " Anna senang mendengar perkataan Ezra. Dia mencium pipi Ezra dan menatap Ryan yang sedang tersenyum pada anaknya.


"Ya, Tampan" Ryan berkata sambil mengangkat tangannya untuk menggendong Ezra. Anna mendekati Ryan dan memberikan Ezra pada Ryan.


"Aku mencintaimu Daddy" Setelah Anna menyerahkan Ezra di pelukan Ryan, Ezra berteriak di telinga ayahnya.


"Jangan Ezra... Kamu membuat telinga daddy mati rasa" Teriak Ryan juga sambil menutup telinganya.


"Tunggu... Ezra... Apakah itu nama anakku. Aku bahkan tidak tahu" Batin Anna. Hatinya tercekat mendengar nama itu.


"Kenapa sangat mirip dengan Erza? " Anna terus berfikir. Sekali lagi Anna ingat saudaranya dan matanya berlinang air mata. Anna menggigit bibirnya keras-keras karena iya ingin memaksa air matanya kembali.


"Aku... aku akan mandi dan kesini lagi" Anna berbicara sambil melihat ke bawah karena tidak ingin mereka melihat air matanya. Anna segera pergi ke kamar mandi. Segera setelah dia menutup pintu, air matanya tumpah. Anna menangis karena rasa sakit kehilangan saudaranya. Erza masih sangat kecil tapi dia gagal melindunginya. Anna menghela nafas dan menghapus air matanya sebelum mandi. Anna segera mandi dan keluar, dia melihat Ryan yang sedang memperhatikannya. Lagi-lagi Ryan sudah mandi dan memakai pakaiannya. Anna mengalihkan pandangan dari Ryan dan mengusap rambutnya. Ryan pun berdiri dan menghampiri Anna.


"Kenapa kamu menangis? " Ryan bertanya pada Anna sambil menariknya agar lebih dekat dengan Ryan. Anna menggigit bibir bawahnya karena tidak ingin menjawab.


"Katakan padaku. Mengapa kamu menangis? " Ryan memaksa Anna untuk menatapnya dan bertanya lagi. Mata Anna kembali menjadi basah saat dia menatap Ryan.


"Bukankah itu semua karena dia? " Batin Anna.


"Aku baru ingat adikku" Anna menghela nafas dan membuang muka dari Ryan.


"Lalu kenapa kamu menangis? " Tanya Ryan.


"Mengapa dia bertanya padaku kenapa. Mengapa dia bertingkah seperti dia tidak melakukan apa-apa dan tidak tahu apa-apa saja? " Batin Anna lagi. Anna benar-benar merasa marah tetapi dia tidak ingin berdebat dengan Ryan. Karena Ryan membiarkan Anna tinggal dengan anaknya sehingga Anna tidak mau membuat Ryan marah lagi.


"Tidak ada apa-apa... Ayo sarapan! " Ucap Anna. Dia menarik nafas panjang dan berbicara. Ryan menatap Anna sebentar dan mengangguk. Saat Anna keluar dari kamar, dia melihat seorang laki-laki yang sedang memeluk Ezra. "Mengapa ada seorang pria di sini? " Anna menatap lelaki itu dan mundur beberapa langkah karena tidak ingin laki-laki itu melihat dirinya.

__ADS_1


"Tenang. Dia ayahku" Anna mendengar suara Ryan di belakangnya dan dia menoleh ke arah Ryan. Anna segera meraih tangan Ryan dan kembali masuk ke kamar.


"Apakah... nenekmu tahu? " Anna bertanya kepada Ryan karena ingin tahu. Jika nenek Ryan tahu bahwa Anna di sini, dia pasti akan marah.


"Tahu apa? " Ryan bertanya pada Anna dengan tatapan serius dan Anna pun menggelengkan kepala.


"Jangan bilang padanya bahwa aku tinggal dengan anakku" Kata Anna pada Ryan karena Anna tidak ingin wanita tak berperasaan itu mengambil Ezra dari Anna lagi karena Ryan benar-benar berbeda dari dia dan membiarkan Anna tinggal dengan Ezra, tapi wanita itu tidak akan pernah.


"Kenapa. Apa yang terjadi. Apa yang dia lakukan padamu? " Ryan menarik bahu Anna dan bertanya.


"Apa yang dia lakukan padaku. Apakah dia tidak tahu? " Ucap Anna dalam hati.


"Dia..." Sebelum Anna selesai mengatakan apapun, Ezra memanggilnya.


"Mommy" Anna mendengar suara Ezra dan langsung menghampirinya.


"Ryan... aku akan menyiapkan sarapan" Anna meninggalkan kamar dan melihat Ezra yang sudah menunggunya.


"Aku lapar mom" Ezra cemberut sambil menunjukkan perut kecilnya dan Anna tersenyum karena tindakan Ezra.


"Ya, seperti peri" Ayah Ryan berkata ketika dia mendekati Ezra dan menggendongnya. Anna merasa malu karena apa yang ayah Ryan katakan. Anna menatap anaknya yang sedang cekikikan di gendongan ayah Ryan. Dia tersenyum pada Ayah Ryan dan pergi ke dapur.


"Mommy, apa yang terjadi dengan lehermu? " Saat sarapan, Ezra bertanya kepada Anna dan Anna tahu apa yang Ezra tanyakan.


"Sial... Kenapa aku tidak menutupi leherku? " Anna memakai jubah mandi tapi tapi sayangnya Anna tidak menyembunyikan ****** yang dibuat Ryan tadi malam .


"Aku... Tidak ada" Anna tertawa paksa dan menatap Ryan yang sudah melihat lehernya sambil menyeringai. Anna memalingkan muka dari Ryan karena ayahnya juga ada di sana. Anna merasa sangat malu.


"Apakah aku menggigitmu tadi malam saat tidur, karena aku menggigit daddy saat tidur? "Ezra bertanya dengan tatapan khawatir. Annapun merasa sedih. Dia jelas tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi Anna merasa senang dengan apa yang Ezra katakan. Ezra sudah pasti harus menggigit ayah mesumnya itu.


"Ya, kamu menggigitnya" Anna menatap Ryan yang baru saja berbicara.


"Apa-apaan Ryan ini. Apakah dia membuat Ezra semakin kesal? " Batin Anna.


"Benarkah. Maafkan aku mommy. Mommy terlihat sangat cantik dan aku tidak akan menggigitmu lagi. Bangunkan aku jika aku menggigitmu lagi" Ezra berbicara dengan suara yang sangat rendah dan sedih. Hati Anna sakit karena suara Ezra yang sedih. Anna menatap Ryan dan melihat dia tersenyum pada Anna dan Ezra, dan Anna merasa ingin menampar Ryan lagi.

__ADS_1


"Biarkan mommy menyuapimu sayang" Kata Anna sambil mengangguk dan mencoba bangkit dari kursi. Ryan membantu Ezra turun dari kursi, lalu Ezra menghampiri Anna dengan makanan dipiringnya. Anna membantu Ezra duduk di pangkuannya.


"Mommy... kau yang terbaik... Enak sekali.. aku suka" Begitu Anna memberinya sendok pertama, Ezra tertawa karena bahagia. Anna tersenyum dan menyeka cokelat di bibir Ezra. "Mommy... Apa yang biasa kita bilang... mmmm itu eeee..." Ezra seakan lupa sesuatu.


"Ya Tuhan. Anak ini sangat lucu" Batin Anna gemas.


"Lezat..." Sahut Anna, Anna tahu apa yang ingin Ezra katakan. Ezra mengangguk dan menatap Anna sambil menunjukkan giginya yang berisi cokelat.


"Masakan mommy enak" ucap Ezra sambil cekikikan.


"Tidak seperti Daddy. Dia tidak bisa membuat..." Ucap Ezra Terengah-engah, Anna tertawa karena apa yang dikatakan anaknya. Ezra sangat lucu, tersenyum dan tertawa.


"Bukankah kamu bilang daddy yang terbaik saat daddy membuatnya untukmu? " Ryan bertanya pada Ezra sambil mengangkat alisnya.


"Tapi aku menemukan bahwa mommy adalah yang terbaik, tapi daddy sangat baik" Kata Ezra dengan ekspresi khawatir karena Ezra tidak ingin mengecewakan daddynya.


"Oke" Ryan tersenyum pada Ezra dan berkata..


Setelah sarapan ayah Ryan keluar dari rumah dan berkata dia akan menunggu di luar untuk berangkat bersama. Sebenarnya ayah Ryan sangat lembut dan pria yang sangat baik, berbeda dengan Ryan.


"Aku harus membawa Ezra kembali hari ini. Kamu tinggal di sini, oke. Jangan kemana-mana. Tetap saja di rumah ini. Jika aku bisa, aku akan membawa Ezra malam ini" Ryan datang kepada Anna dan berkata. Anna bisa memahaminya tetapi Anna tidak ingin melepaskannya.


"Oke" Anna mengangguk dan tersenyum pada Ryan.


"Hati-hati" Ucap Anna.


"Aku akan menyuruh seseorang mengambil barang-barangmu dan aku akan mengirim pakaian untukmu. Jangan keluar! " Ryan berbicara sambil mencium kening Anna. Annapun mengangguk pada Ryan. Ryan mencium bibir Anna lagi, dia menghela nafas dan mencium Ryan kembali sambil melingkarkan lengan di leher Ryan.


"Baiklah. Aku akan membawa Ezra bersamaku sekarang. Hati-hati dan kamu memiliki segalanya di rumah ini, jangan keluar! " Ryan kembali berkata kepada Anna dan mencium keningnya. Kemudian Ryan keluar dari kamar dan Anna mengikutinya dari belakang.


"Mommy... Aku akan datang lagi, tunggu aku, aku sangat mencintaimu" Ezra berlari ke arah Anna dan memeluk kakinya sambil menatap Anna. Anna menggendong Ezra dan mencium pipinya.


"Baiklah sayang. Mommy akan menunggumu dan mommy sangat mencintaimu" Anna mencium kening Ezra dan menurunkannya. Ryan menggendong Ezra dan tersenyum pada Anna sebelum menuju lift.


"Ryan hati-hati" Anna tersenyum dan mencium pipi Ryan. Ryan mengangguk dan pergi dengan Ezra. Begitu mereka pergi, seluruh dunia Anna menjadi kosong kembali.

__ADS_1


"Urghhh... Aku bukan hanya merindukan anakku tapi juga aku merindukan ayahnya... Urghh" Gumam Anna sambil menutup pintu kembali masuk kedalam apartemen.


__ADS_2