
Anna segera turun dari ranjang lalu menuju ke kamar mandi. Saat berada di kamar mandi, tiba-tiba air mata Anna menetes. Entah apa yang Anna rasakan. Anna tidak rela melepaskan kepergian Ryan. Dia merasakan takut. Beberapa tahun yang lalu Ryan pernah tertembak karena sebuah misiseperti ini. Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Ryan kali ini. Anna tidak ingin kehilangan Ryan. Anna segera menepis perasaan takut itu. Namun tetap saja tidak bisa. Iya segera menyeka air matanya dan lalu mandi setelah itu mengenakan pakaiannya. Ryan akan pergi dan Anna tidak ingin merusak segalanya dengan menangis di pagi hari. Begitu selesai Anna segera keluar dari kamar mandi. Saat baru membuka pintu ia melihat Ryan yang sudah bangun. Terlihat Ryan yang sedang mengusap dahinya sambil duduk di tempat tidur. Ryan melihat Anna yang keluar dari kamar mandi sambil tersenyum.
" I love you Ryan" Ucap Anna saat sudah mendekat dan mencium pipi Ryan. Ryan pun terkekeh lalu melingkarkan kedua lengannya di pinggang Ana.
" Aku mencintaimu lebih dari apapun" Ryan Berkata sambil tersenyum. Anna memaksakan diri untuk tidak menangis. Dia mengalihkan pandangan dari tatapan Ryan lalu mengangguk.
" Bagaimana aku bisa tidur di sini sendirian selama 3 bulan tanpa Ryan setelah kepergiannya" batin Anna.
" Mariana Dengarkan Aku..." ucap Ryan sambil memegang kedua bahu Anna. ini adalah pertama kalinya Ryan memanggil Mariana kepada istrinya setelah 2 tahun berlalu.
" Aku akan kembali dalam waktu 3 bulan. Kamu jangan marah. berhati-hatilah sampai aku kembali dan Jaga dirimu baik-baik. Makanlah dengan benar. bila kamu merasa bosan Pergilah ke rumah mark atau ajaklah Amelia ke sini karena kris juga ikut dengan kami" Ryan berkata dengan penuh perhatian.
" Chris juga ikut? " tanya Anna dan Ryan pun mengangguk tanpa berdebat dengan Ryan.
" Aku akan tetap tinggal di sini sampai kamu kembali" Ucap Anna sambil berdiri. Iya pun tersenyum dan mengangguk mendengar jawaban istrinya. Iya pun ikut berdiri dan mencium kening Anna. Ryan menangkup wajah anak dengan kedua tangannya dan membuat anak menatap dirinya.
" Aku mencintaimu..." ucap Ryan. Dan Hal itu membuat Anna menggigit Bibir bawahnya dengan keras karena tidak ingin menangis.
__ADS_1
"Mengapa dia berkata seperti ini seolah dia akan pergi untuk selamanya" batin Anna.
" Ryan Kenapa kamu bertingkah seolah kamu tidak kembali lagi. tolong jangan seperti ini. aku juga sangat mencintaimu" ucap Anna sambil memeluk cream dengan erat. Anna bisa dengan jelas merasakan detak jantung Ryan yang berdebar sangat kencang. Anna sangat menyukai suara itu.
" Aku akan kembali lagi. Jadi lebih baik Kamu menjauh dari semua laki-laki lain, atau aku akan memutilasi mereka semua saat aku kembali nanti" Terdengar Ryan yang terkikik dalam pelukan Anna lalu tersenyum kepadanya.
" Aku akan mandi dulu kamu Tunggulah sebentar" ucap Ryan melepaskan pelukannya. sekolahnya Ryan masuk ke kamar mandi. Ana menunggu sebentar lalu keluar ke kamar dan segera menuju dapur. Iya akan membuat ayam pasta untuk suaminya. Saat Anna sudah selesai memasak ia melirik jam. Hatinya menegang saat jam sudah menunjukkan pukul 06 kurang. Hatinya terasa sesak. Hanya dalam waktu 30 menit lagi, Anna tidak akan bisa melihat Ryan dalam waktu tiga bulan.
Anna segera naik ke lantai atas dan membangunkan anak-anaknya. Pertama kali iya masuk ke kamar Ezra lalu membangun kan putranya.
"Raylie Bangunlah sayang... Daddy akan pergi ke suatu tempat. Katakanlah Jika kamu mencintainya Setelah itu kamu bisa tidur lagi" karena membangunkan putrinya. Raylie yang belum tahu apa-apa hanya tertawa pelan sambil memeluk Anna. Anna segera mengangkatnya dan membawanya ke kamar mandi untuk memandikan nya sebelum membawanya ke bawah.
Saat sudah selesai memandikan putrinya, Anna membawanya turun dengan menggendongnya menuruni tangga. Iya melihat Ryan yang sudah mengenakan pakaian militernya. Ryan terlihat sangat tampan dan sangat kuat. Anna tersenyum kepada suaminya karena lelakinya benar-benar sangat tampan. Anna tidak melihat Ezra karena putranya tersebut terhalang oleh tubuh suaminya.
" Daddy sangat keren, aku sangat menyukainya. kapan aku bisa menggunakan pakaian seperti itu?" Tiba-tiba Anna mendengar suara Ezra disamping Ryan. Anna menghela nafas karena dia benar-benar tidak ingin Ezra menggunakan pakaian seperti itu.
" Nanti ketika kamu sudah berusia 18 tahun" jawab Ryan sambil tersenyum dan menepuk pelan kepala Ezra lalu tersenyum kearah Anna.
__ADS_1
" Daddy... Aku menyukaimu" Raylie terlihat merentangkan tangan ke arah Ryan. Tatapan Ryan melembut ketika melihat putrinya. Dia menghampiri Anna lalu mengambil Raylie dari gendongan Anna.
"Aku lebih menyukaimu putri kecilku" Balas Ryan sambil mencium kening Raylie. Anna memperhatikan mereka sebentar. Dalam hati iya masih berharap supaya Ryan tidak pergi, Namun itu tidak mungkin.
"Ryan, sarapan" Ucap Anna. Dan Ryan menatap istrinya sambil tersenyum cerah. Anna sangat suka dengan senyum suaminya. Saat sudah berada di meja makan, Anna memperhatikan Ryan sarapan sambil menyuapi Raylie. Entah apa yang kini dirasakan oleh Anna. Perasaan itu sungguh sulit dijabarkan dengan kata-kata. Hatinya mulai bergetar hebat saat iya memandang ke arah jarum jam. Waktu sudah menunjukkan pukull 06.30 pagi. Tangan Anna bergetar. Terasa air matanya akan tertumpah. Ingin rasanya juga Anna meminta Ryan untuk tidak usah pergi, namun itu semua hanya dalam angan, Anna tak mampu berbuat banyak. Saat menoleh, iya melihat Ryan yang sedang memeluk Ezra dan Raylie. Begitu selesai, Ryan mendatangi Anna dan mencium keningnya.
"Tetap jaga diri. Aku mencintaimu" Ucap Ryan sambil memeluk Anna. Annapun mencengkeram kemeja militer Ryan dengan erat.
"Masih bisakah aku menhentikanmu, memintamu untuk tetap berada disini dan tidak usah pergi? " Anna bertanya untuk yang terkahir kalinya. Ryan menatap Anna dengan tersenyum. Dia menempelkan bibirnya ke bibir Anna. Anna pun segera melingkarkan lengannya ke leher Ryan sambil membalas ciuman suaminya. Hal yang paling menyebalkan dalam hidup Anna saat ini hanyalah rasa takut. Anna tidak tahu bagaimana caranya menghilangkan rasa takut dihatinya. Dia takut kehilangan suaminya.
"Aku akan menghubungimu setiap hari sayang, jangan marah" Ryan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Anna. Anna pun mengangguk dengan perlahan sambil tersenyum. Setelah itu dia mengantarkan Ryan berjalan keluar rumah. Karena diluar tim yang menjemput Ryan sudah datang.
"Ryan... Aku mencintaimu. Segeralah kembali. Aku tidak bisa hidup tanpamu" Ucap Anna pelan sambil mencium pipi Ryan.
"Aku juga. Aku tidak bisa hidup tanpamu" Ucap Ryan sambil mencium kening Anna. Perlahan-lahan Ryan mulai menjauh. Anna melihat suaminya pergi. Namun sebelum Ryan masuk ke dalam mobil jeep, iya kembali berhenti dan menatap Anna sambil tersenyum. Sangat indah. Anna belum pernah melihat senyum Ryan seindah ini. Ini adalah senyum indah Ryan yang pertama kali. Anna melambaikan tangannya saat Ryan sudah memasuki jeep itu. Ryan pun membalasnya dan juga tersenyum lagi. Anna tidak bisa menghentikan mereka karena mereka telah pergi. Perlahan jeep itu menghilang dari pandangan Anna.
"Kenapa mommy menangis? " Tanya Raylie dengan senyum manis di bibirnya. Anna membungkuk dan menatap putrinya. Saat itu juga, Raylie menyeka air mata yang menetes dari mata Anna. Iya ikut tersenyum karena senyum Raylie yang sangat manis.
__ADS_1