
"Kenapa? " Tanya Anna.
"Dia melihatmu dan aku tidak suka itu" Ryan hanya memberitahu Anna sambil menghela napas panjang.
“Jangan biarkan anakku menjadi sepertimu. Kamu idiot. Aku sudah selesai berbicara denganmu” Anna merasa tidak suka dengan tindakan Ryan. Ryan menghela nafas dan mengangguk karena dia tidak akan pernah bisa menang melawan wanita ini. Anna hanya mengontrol tapi jauh di lubuk hati Ryan, sangat menyukainya.
"Tunggu... Kita tidak membelikan kue untuk Ezra? " Anna menatap Ryan dengan wajah cemberut.
"Awshh dia sangat manis" Batin Ryan saat menatap Anna. Ryan sangat menyukai kata yang Anna sebutkan 'Kita'
"Aku sudah membeli kue untuknya. Ayo pergi sekarang. Ini sudah jam 8.30" Ryan berkata, Anna mengangguk senang pada Ryan.
Kemudian Ryan pergi ke apartemen dan Anna dengan cepat keluar dari mobil.
"Ryan. Cepatlah! " Anna tersenyum pada Ryan dan mengambil robot yang dia beli untuk Ezra. Ryan menghela nafas dan dengan cepat keluar dari mobil lalu berjalan menuju ke apartemen bersama Anna. Setelah mereka tiba di apartemen, pintu terbuka dan itu adalah Chris. Chris menatap Anna karena dia belum pernah melihat seorang wanita. Anna memandang Chris sebentar dan menatap Ryan.
"Chris Pergi! " Ryan mendorong Chris menjauh dan masuk ke dalam rumah.
"Sialan Ryan. Apa kamu mengusirku? " Chris berteriak saat lalu mengikuti Ryan dan Anna.
"Mommy... Kamu di sini" Ryan mendengar suara Ezra yang bahagia dan dia berlari ke arah Anna.
"Selamat ulang tahun sayangku. Mommy sangat mencintaimu" Bersamaan Dengan itu Anna memberikan hadiah itu kepada Ezra dan menggendong.
"Aku juga mencintaimu mommy" Balas Ezra.
"Apa-apaan ini. Apakah dia baru saja berbisik di telinga Anna. Tidak... Dia tidak pernah melakukan itu sebelumnya. Dia selalu berteriak di telingaku ketika dia mengatakan dia mencintai. Urgh" Batin Ryan.
"Mommy kamu sangat cantik. Tidak seperti paman Chris dan ayah. Aku suka melihatmu" Ezra berkata lalu mencium pipi Anna dan tersenyum malu-malu.
"Betulkah yang ku dengar ini. Dia bisa mengatakan hal buruk tentang Chris tapi tidak denganku. Aku tidak seburuk itu" Gumam Ryan.
"Mommymu perempuan Ezra. Jadi dia cantik dan tidak seperti kita" Ryan menghela nafas dan menjelaskan pada Ezra sambil cekikikan di atas gendongan Anna.
"Tapi dia yang tercantik di sini dan aku paling menyukainya" Begitu Ezra mengucapkan kata-kata itu, Anna kembali menatapku dan mengangkat alisnya.
"Persetan.. Wanita ini benar-benar sesuatu" Ucap Ryan dalam Hati.
"Ezra, apakah daddy sudah memandikanmu sayang? " Ryan menatap Anna yang sedang membelai rambut dan wajah Ezra. Dia menggendong Ezra sambil tersenyum pada anaknya dan itu membuat hati Ryan penuh dengan cinta untuk Anna dan putranya.
__ADS_1
"Paman Chris memandikan ku, tetapi dia tidak memberi ku makan mom. Aku lapar" Ezra cemberut dan meletakkan dagunya di bahu Anna dan tersenyum jahat pada Chris. Jelas, itu anak Ryan.
"Oke, biarkan mommy membuatkan sesuatu untukmu" Anna membawanya ke Dapur.
"Brengsek... Ryan, anakmu benar-benar raja iblis kecil sepertimu" Ryan mendengar suara Chris dan dia menatap Chris sambil menyeringai.
"Tentu saja" Ryan tersenyum padanya dan duduk di sofa.
"Pokoknya dia sangat cantik. Dia sangat cocok untukmu Ryan" Ryan menatap Chris yang tersenyum padanya dengan ekspresi jujur. Chris selalu menjadi teman yang baik untuk Ryan.
"Hmm. Memang" Kata Ryan sambil mengangguk pada Chris. Ryan duduk di sofa dan membuka kancing bajunya.
"Ryan. Tentang kematian Ezra, kita tidak bisa mengatakan hanya nenek yang ada di balik itu" Ucap Chris pelan.
"Apa... Maksud kamu apa? " Tanya Ryan pada Chris yang saat itu duduk di sebelahnya.
"Ada seseorang dengan status kuat di balik itu dan aku pikir mereka membunuh Erza untuk tujuan lain" Jelas Chris.
"Apa-apaan ini" ? Ryan sebenarnya juga merasakan sesuatu yang aneh dengan kematian Ezra, tetapi Ryan juga tidak mengerti siapa yang ingin membunuh seorang bocah lelaki berusia tujuh tahun itu.
"Apakah menurutmu nenek tahu tentang itu? " Chris bertanya lagi pada Ryan.
"Chris... Ingat apa yang dikatakan bibi Zeni hari itu tentang keluarga Anna? " Tanya Ryan pada Chris sambil mengangguk.
"Aku juga ingat itu dan ada apa dengan keluarganya? " Chris bertanya pada Ryan dengan tatapan bingung dan Ryan juga tidak mengerti itu.
"Dia wanita biasa kan? " Tanya Chris.
"Aku tidak tahu" Ryan menghela nafas dan melepas kemeja sepenuhnya.
"Kita akan menemukan ini dan aku pikir kamu harus memberi Anna lebih banyak perlindungan" Chris mengusulkan dan berbicara. Ryan mengangguk pada Chris.
"Persetan... Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi pada Anna. Aku akan membunuh setiap keparat yang berani menyentuhnya" Ucap Ryan pelan. Tiba-tiba suara Ezra membubarkan setiap fikirannya.
"Daddy, mommy sedang membuat sup yang enak. Mmmm" Tiba-tiba Ezra berlari ke arah Ryan dan melompat ke pangkuannya.
"Ughh anak ini" Gumam Ryan.
"Terima kasih daddy. Kamu membawa mommy kembali" Ezra berkata sambil mencium pipi Ryan dan juga mencium hidungnya.
__ADS_1
"Bukankah daddy sudah memberitahumu bahwa daddy akan membawa mommy kembali. Hmm? " Ryan mencium kening Ezra dan mencubit hidung kecilnya.
"Ya, aku mencintaimu daddy" Teriak Ezra.
"Kenapa kamu berteriak... Urghh. Ezra Jangan ulangi lgi... Kamu membuat telinga daddy seperti mati rasa" Teriak Ryan pada Ezra dan dia melompat turun dari pangkuan Ryan lalu berlari ke Chris.
"Aku mencintaimu juga paman Chris" Ezra berteriak di telinga Chris juga. Ryan merasa puas karena melihat itu. Telinga Chris juga mati rasa dan itu bagus.
"Urghh... Ezra. bocah nakal" Chris menutup telinganya dan berbicara. Kemudian Ezra kembali mendatangi Ryan dan melompat ke pangkuannya. Ryan segera menutup telinganya dengan tangan, Ezra mencoba melepaskan tangan Ryan dari telinganya.
"Anak ini benar-benar menyebalkan" Batin Ryan sedikit kesal.
"Daddy... Dengarkan aku" Teriak Ezra lagi. Ryan tidak bisa lagi dengan cara Ezra yang seperti ini. "Bocah ini benar-benar iblis kecil seperti yang dikatakan Chris" Ryan dengan cepat menutup mulut Ezra dengan telapak tangannya. Karena tangan satunya digunakan untuk menutupi telinganya sendiri, jadi apa yang dia lakukan benar-benar tidak berguna.
"Apa yang kamu lakukan padanya Ryan. Lepaskan anakku! " Begitu Ryan menutup mulut Ezra dan menyeringai padanya, Ryan mendengar suara Anna.
"Dia berteriak seperti anak nakal" Ryan menghela nafas dan menjelaskan pada Anna, tapi Anna menatap Ryan seolah dia ingin menampar Ryan kembali.
"Urghh... Ibu dan anak ini benar-benar menyebalkan" Gumam Ryan.
"Apa yang baru saja kamu katakan. Beraninya kamu? " Anna mengerutkan kening pada Ryan lalu datang dan mengambil Ezra dari daddynya. "Mommy aku sayang kamu" Dengan cepat Ezra berbisik di telinga Anna dan mencium wajahnya.
"Beraninya dia hanya berbisik di telinga mommynya dan berteriak pada kami. Urghh anak ini" Kata Ryan pelan sambil menatap Anna. Dan saat melihat senyum Anna, hati Ryan melunak karena Ezra benar-benar bahagia.
"Mommy lebih mencintaimu sayang" Anna tersenyum pada Ezra dan membalas mencium pipinya. Senyum itu membuat hati Ryan menjadi gila. Terasa tak karu-karuan.
"Sangat cantik" Gumam Ryan.
"Jangan berani berkata seperti itu lagi" Anna memperingatkan Ryan lalu membuang muka. "Mengapa wanita ini begitu galak sekali. Sialan Dia punya wajah polos tapi galak" Batin Ryan.
"Ayo pergi sayang" Dengan itu Anna mengambil langkah pergi tanpa melihat ke arah Ryan. Anna terlihat masih marah pada Ryan. Tiba-tiba Ryan mendengar tawa.
"****... Ryan... Dia mengendalikanmu" Ryan menatap Chris yang sedang tertawa.
"Bajingan" Balas Ryan. "Oke gigolo" Ryan menyeringai pada Chris, wajahnya menjadi gelap karena emosi.
"Aku akan menemukan wanita itu dan membuatnya membayar untuk tamparan dan kata itu" Chris menyeringai pada Ryan dan mengangkat alisnya.
"Percayalah, wanita dengan tampang lugu itu sebenarnya tidak lugu sama sekali” Kata Ryan pada Chris, karena Ryan punya contoh di rumahnya sekarang.
__ADS_1