Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Suamiku


__ADS_3


Ryan -



Ketika Ryan keluar dari dapur, Ryan melihat Anna yang duduk di samping Ezra sambil mengikat tali sepatu anaknya. Ryan memperhatikan Anna sebentar, Anna sangat cantik dengan gaun yang dia kenakan. Meskipun dia hanyalah wanita sederhana. Ryan berjalan ke arah Anna dan memberikan segelas jus apel kepada Ezra. Ryan tersenyum saat melihat Anna menatapnya sambil menggigit bibir bawah. Cantik sekali.


"Apa aku begitu tampan? " Ryan menggoda Anna sambil membungkuk lebih dekat padanya dan berbisik. Anna tersipu dan bangkit dari sofa.


"****... Dia sangat cantik" Batin Ryan. Tidak ada yang tahu bahwa dia wanita dengan status keluarga biasa jika mereka melihatnya seperti ini. Mengenakan rok bunga panjang tanpa riasan apa pun, dia seorang wanita yang sangat menarik. Ryan meraih pinggang Anna dan mencium lehernya yang terbuka.


"Mengapa pinggangnya sangat ramping... Urgh Wanita ini membuatku gila. Aku sangat menyukai cara dia memakai pakaian dan aku menyukai segalanya yang ada pada dirinya. Bagaimanapun dia milikku... Dia ibu dari anakku, jadi itu berarti dia milikku" Batin Ryan.


Setelah beberapa saat saat mereka memasuki hotel, semua orang yang hadir di sana melihat ke arah Ryan, Anna dan Ezra. Tiba-tiba Ryan merasakan emosi di dalam dirinya. Karena semua pria memandang Anna.


"Beraninya mereka melihat wanitaku" Batin Ryan. Dia melihat ekspresi terkejut dari wajah semua orang disana dan semua pria memandang Anna dengan kagum. Mata mereka menelusuri kaki Anna yang terbuka dan tubuh bagian atasnya.


"Bajingan... Sialan..." Ryan mengencangkan cengkeraman tangannya yang ada di pinggang dan menarik Anna ke arahnya, lalu mencium kening Anna karena dia ingin memberi tahu orang-orang itu bahwa Anna adalah milikku dan dia wanita Ryan Sanskara William.


Setelah apa yang Ryan lakukan, mereka semua melihatnya dengan wajah penuh rasa bersalah dan membuang muka. Ryan menyeringai kepada semuanya, karena seharusnya mereka tahu tempat mereka dan bagaimana bersikap.


"Kenapa aku melihat semua pria melihatmu. Aku tidak suka hal itu" Saat mereka memasuki lift, Ryan berbicara karena dia merasa kesal.


"Urgh berapa banyak pria yang melihat dia seperti itu di masa lalu. Sial..." Ryan merasa kesal karena tatapan kagum para lelaki terhadap Anna.


"Ya mom. Mereka melihatmu. Aku juga tidak menyukainya" Ezra berkata.


"Sial... Apakah dia juga memperhatikannya" Batin Ryan.

__ADS_1


"Aku akan mencongkel mata mereka jika mereka berani menatapmu lagi" Ryan berkata pada Anna. Anna menghela nafas dan melingkarkan tangannya di lengan Ryan.


"Jadilah baik dan membantu orang. Jangan perlakukan mereka seolah-olah mereka tidak berguna. Setiap orang memiliki kesulitannya masing-masing Ryan. Pahamilah. Caramu berbicara dengan orang tua itu sangat buruk. Dia lebih tua darimu dan kamu harus belajar untuk hormati bahkan jika dia pelayan hotel ini sementara kamu adalah pemiliknya. Jangan kasar" Ucap Anna. Detak jantung Ryan meningkat secara konyol karena ucapan Anna.


"Apakah ada wanita seperti dia di seluruh dunia ini. Sialan... Dia sangat baik yang selalu memikirkan orang lain dan selalu membantu. Mengapa wanita ini begitu polos. Bahkan kepolosannya bisa membuatnya kehilangan segalanya seperti yang terjadi empat tahun yang lalu"


"Dia menyuruhku untuk bersikap baik. Apakah dia tahu apa yang akan terjadi jika aku menjadi baik dan membantu orang. Dia masih tidak tahu betapa kejamnya dunia ini. Benar-benar bodoh seperti anak kecil. Apa aku pantas mendapatkan wanita seperti dia. Ketika datang hal-hal yang pernah aku lakukan di masa lalu ... Urgh ... Persetan. Aku bahkan tidak ingin memikirkan hal-hal itu. Aku harus melindunginya" Ryan memikirkan hal itu.


"Ryan... ayo" Ryan kembali sadar saat mendengar suara Anna. Dia melihat senyum di wajah Anna dan tiba-tiba Ryan teringat Erza. Hati Ryan menegang saat mengingat senyum Erza pada hari itu.


"Persetan..." Ryan memaksakan diri untuk melupakan hal-hal itu, lalu dia berjalan ke arah Anna dan mencium keningnya. Ryan melihat ekspresi Anna, Dia bertanya apa yang ingin Anna makan. Ekspresi wajah Anna berubah menjadi sangat sedih saat dia mengatakan dia ingin makan makanan pedas tapi dia menyembunyikannya dengan sangat baik. Mungkin makanan kesukaan Erza.


"Anna" Ryan menatap pramusaji yang baru saja memanggil Anna.


"Anna... aku... aku mencarimu kemana-mana". Begitu Anna melihat gadis itu, dia berdiri dari kursi dan memeluknya.


Setelah Ryan selesai memesan makanan, dia menatap Anna yang memiliki ekspresi khawatir di wajahnya.


"Anna tahukah kamu ada bajingan bernama Chris William. Dia memiliki wajah yang tampan tapi benar-benar brengsek. Aku kehilangan pekerjaan karena bajingan mesum itu. Playboy kaya. Aku akan pasti membuatnya menyesal atas apa yang dia lakukan" Tiba-tiba Ryan mendengar nama Chris dan dia menatap wanita yang menyalahkan Chris.


"Mengapa ada wanita yang mengutuk Chris seperti ini?" Batin Ryan sambil memperhatikan gadis didepannya.


"Apakah aku terlihat seperti pelacur yang bisa dengan mudah dia tiduri. Eww... Gigolo bodoh. Laki-laki William berpikir bahwa mereka dapat memiliki segalanya karena uang. Idiot" Gadis itu terus mengutuk Chris.


"Sial... Itu dia. Jadi Chris memberitahuku hari itu tentang dia" Ryan memandang gadis itu dan menemukan bahwa dia memiliki ciri-ciri seperti yang dikatakan Chris kepada dirinya. Rambut cokelat panjang dan mata cokelat. Ryan menahan tawanya, karena gadis itu berani menghina Chris William di depan umum. Kemudian tatapan Ryan tertuju pada Anna yang memiliki ekspresi gugup di wajahnya. Tentu saja Anna merasa gugup karena temannya benar-benar menyinggung keluarga William.


Ryan memperhatikan wajah cantik Anna sambil mengetuk meja. Anna perlahan menatap Ryan dan tersenyum paksa. Ryan mengangkat alisnya. Setelah teman Anna pergi, dia duduk di depan Ryan. Dia tahu Anna tidak ingin aku memberi tahu Chris tentang temannya. Ryan menyeringai pada Anna saat dia menatap dirinya.


"Ryan... Apa yang kamu inginkan? " Ryan merasakan kebahagiaan dalam hatinya karena Anna menebak dengan benar. Ryan sangat ingin sesuatu dari Anna dan dia akan mendapatkannya malam ini. Ryan melihat dada Anna dan perasaan senang menjalari tubuhnya saat dia mengingat betapa lembutnya dada itu.

__ADS_1


"Kamu cerdas Anna, aku tidak akan memberitahu Chris" Ryan tersenyum melihat ekspresi wajah Anna.


"Ryan... Kenapa kamu tidak mencari seseorang jika kamu menginginkannya? " Anna bertanya pada Anna sambil menatapnya dengan ekspresi aneh.


"Apakah dia ingin aku mencari wanita lain untuk teman tidur? " Batin Ryan.


"Ini aku dan tubuhku hanya menginginkanmu" Ryan berbicara jujur, karena setelah Ryan tidur dengan Anna, dia selalu ingin berhubungan. Tetapi setiap kali dia melihat tubuh wanita itu benar-benar membuatnya jijik. Ryan bahkan tidak ingin menyentuh wanita lain selain Anna. Ryan juga mencari Anna selama 4 tahun tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Ryan adalah pria pertama Anna dan Anna juga wanita pertama Ryan.


"Ya, kamu satu-satunya wanita itu" Ryan memperhatikan wajah Anna sebentar dan berbicara karena Ryan dapat dengan jelas menebak apa yang Anna pikirkan. Anna menatap Ryan dengan wajah terkejut dan menggigit bibir bawahnya dengan ekspresi malu-malu. Ryan tersenyum karena Anna sangat imut.


"Daddy mengajakku bermain? " Ezra mengangkat tangannya dan bertanya pada Ryan sambil tersenyum dengan matanya yang besar dan cerah. Anak ini sangat lucu.


"Ayo pergi" Ryan menggendong Ezra dan mencium keningnya sambil menatap Anna.


"Aku akan pergi ke kamar kecil dan menyusul kesana Ryan. Kamu bawa dia ke sana" Anna mencium pipi Ryan dan pipi Ezra sambil tersenyum dan Ryan mengangguk, tapi Ryan tidak ingin meninggalkan Anna sendirian di sini. Ryan menghela nafas dan membawa Ezra ke area bermain dan menunggu beberapa menit dan melihat Ezra bermain.


"Daddy akan mencari mommy dan segera kembali, jangan kemana-mana hanya boleh di sini dan bermain" Kata Ryan. Ezra mengangguk sambil melambai pada Ryan dan menunjukkan giginya. Ryan tersenyum dan meninggalkan area bermain, iya berjalan menuju kamar kecil dimana Anna pergi.


"Lebih baik kau menjauh darinya" Ryan mendengar sebuah suara. Ryan mengatupkan rahangnya saat dia mengenali suara itu.


"Apa yang dia lakukan di sini? " Gumam Ryan. Perasaan marah menjalari tubuh Ryan karena apa yang dia dengar. Dia berbicara dengan Rulianna.


"Tidak. Mengapa aku harus meninggalkan suamiku. Dan dia ayah dari anakku. Kenapa kamu menyuruhku untuk meninggalkannya. Tidak mungkin aku akan meninggalkan suamiku" Ucap Anna.


"Persetan... Anna... ? " Detak jantung Ryan menjadi sangat gila saat mendengar apa yang Anna katakan.


"Dia mengatakan bahwa aku suaminya? " Gumam Ryan. Tidak ada kata-kata di dunia ini yang mampu menggambarkan kebahagiaan di dalam diri Ryan.


"Tentu saja Anna benar. Aku suaminya. Akhirnya dia menerimaku meskipun itu tidak di depanku" Ryan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2