
"Ryan... apa... kita akan pulang malam ini? " Anna bertanya pada suaminya sambil mengatur napas karena aktivitas Ryan.
"Tidak, kita harus menghadiri beberapa acara setelah makan malam. Kita akan tinggal di sini malam ini. ughh..." Anna mendengar suaminya mengerang. Annapun mengangguk padanya.
"Ahhh... Ryan... lebih cepat" Anna mendesah karena sebuah kenikmatan yang dia rasakan. Anna meletakkan satu tangannya di kepala tempat tidur dan memiringkan kepalaku kesamping.
"Lebih cepat? Bukankah kamu memintaku untuk tidak melakukannya di sini, karena ada orng banyak di sini? Mmm? Kamu berubah pikiran karena aku pandai memberimu kesenangan? " Ryan tiba-tiba menghentikan gerakannya dan terkekeh.
"Ryan, bergeraklah..." Anna menggigit bibir bawahnya dan membuka mata untuk melihat laut dari jendela yang ada di di depannya.
"Baiklah tuan putri, terimalah ini jika engkau suka" Ryan mulai bergerak lebih cepat dengan suara erangan dan Anna menghela nafas lega. Dia mempercepat aksinya dari belakang sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang Anna. Akhirnya Ryan pun selesai. Dia perlahan menghentikan aksinya dan meletakkan tubuhnya di belakang tubuh Anna.
"Lihat, aku tidak akan bisa melakukan ini jika kita membawa Ezra ke sini" Ryan berbicara sambil mencium wajah dan kepala Anna. Anna menghela nafas karena kata-kata suaminya.
"Ayah yang hebat... Mesum" Anna memukul lengan Ryan dan menyuruh turun dari tubuhnya. Ryan duduk di atas tempat tidur. Anna mengikat rambutnya yang berantakan dan meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Sial... Anna, kamu membuat milikku mengeras lagi. Ayo" Ryan menarik Anna ke arahnya dan menyuruh duduk di perutnya.
"Apakah kamu belum cukup Ryan? Sudah tiga ronde?" Tanya Anna sambil menatap suaminya. Ryan tersenyum pada Anna dengan manis dan bergerak memutar kepalanya dengan cara yang lucu. Anna ingin diam tanpa tersenyum pada suaminya, tapi tidak bisa karena tindakannya yang lucu. Ryan benar-benar tahu bagaimana mendapatkan apa yang dia inginkan. Setelah itu Anna mulai bergerak lagi.
"Kamu terlihat sangat cantik Anna, aku beruntung memilikimu sebagai istriku" Anna mendengar suara Ryan, tapi tidak menanggapinya.
"Ahh... mmmh" Anna menahan desahannya sambil menggigit bibir bawahnya saat Ryan mulai meremas dua bukit kembarnya. Akhirnya setelah sekian lama, Ryan selesai juga. Dia membawa Anna ke kamar mandi. Ryan memandikan istrinya, dan setelah selesai membawa saya keluar dan menempatkan Anna di sofa. Ryan mencium kening Anna sambil senyum.
__ADS_1
"Aku sudah membelikanmu gaun, bersiaplah. Aku akan mandi lalu kesini lagi" Ryan kembali mencium pipi Anna, lalu mendekat ke lemari dan mengeluarkan sebuah kotak. Iya kembali ke Anna sambil meletakkan kotak itu disamping istrinya. Anna tersenyum lalu mengambil kotak itu ke pangkuan sambil membuka kotaknya. Anna berdiri dari sofa dan dengan cepat berganti pakaian dan mengenakan sandal hak rendah yang berada di kotak yang sama. Dia pergi ke depan cermin dan melihat gaun itu. "Benar-benar nyaman" Gumam Anna. Gaun dengan punggung terbuka panjang warna Burgundy dengan tali dan memiliki kerah persegi sederhana. Gaun itu dirancang ber bentuk hati di pinggangnya. Sangat sederhana dan Anna sangat menyukai pakaian seperti ini.
Kemudian Anna mengepang rambutnya dan menggunakan jepit rambut yang dia pakai sebelumnya. Membiarkan beberapa helai rambut jatuh ke bahunya dengan bebas.
Setelah selesai. Anna berjalan ke arah jendela dan melihat laut. Tiba-tiba dia teringat sesuatu yang membuat hatinya terasa sesak.
“Kak Anna, aku ingin menjadi nakhoda sebuah kapal besar. Sangat keren dan aku suka kapal” Anna masih ingat suara adiknya yang berbicara kepadanya sambil menunjuk sebuah kapal yang berada di tengah laut. Matanya berbinar dan dia benar-benar bahagia saat itu. Hati Anna masih terasa sakit saat mengingatnya. Anna masih belum bisa melupakan itu. Dan tidak akan melupakan Erza, karena adiknya selalu hidup di hatinya.
"Anna, apa yang kamu pikirkan?" Suara Ryan dari belakang lalu melingkarkan lengannya di pinggang Anna.
"Erza selalu ingin menjadi kapten kapal besar seperti ini. Aku baru ingat" Anna menahan air matanya dan berbicara.
"Maafkan aku. Semuanya salahku" Anna bisa dengan jelas merasakan bahwa Ryan merasa sangat bersalah atas kematian Erza. Tapi Ryan tidak melakukan apa-apa. Itu semua karena perbuatan wanita jahat itu.
"Ini bukan salahmu Ryan" Anna menoleh ke arah suaminya dan tersenyum sambil mencium pipinya. Tiba-tiba Anna melihat sesuatu yang mengejutkannya.
"Suamiku mengenakan kemeja berwarna, bukan hitam" Anna berbicara sambil tertawa. Ryan mengenakan kemeja berwarna yang sama dengan gaun Anna kenakan. Dia menertawakan suaminya. Terlihat wajah Ryan memerah.
"Tuan William, apakah Anda tersipu? " Anna meletakkan tangan di dada suaminya dan mendekat ke wajah Ryab sambil berbisik. Anna ingin tertawa melihat kekesalan di wajah suaminya. Dia sangat suka menggoda pria ini. Imut-imut sekali.
"Nyonya William... sebaiknya Anda tidak memprovokasi saya, oke?" Tiba-tiba wajah imut Ryan berubah dengan seringai mesum.
"Kamu selalu terlihat cantik tuan putriku" Dengan itu Ryan menempelkan bibirnya ke bibir Anna dan terkekeh. Anna melingkarkan tangannya di leher Ryan dan membalas ciumannya.
__ADS_1
Setelah itu mereka pergi ke ruang makan Dan sudah ada banyak orang di sana. Semua orang pun telah berganti pakaian yang nyaman. Saat mereka datang dan bergabung dengan kakek dan nenek Ryan. Nenek Grace mengerutkan kening pada Anna dengan tatapan penuh kebencian. Anna menghela nafas dan membuang muka karena Anna tidak punya waktu dengan semua omong kosongnya. Tak lama kemudian, Chris dan Amelia juga bergabung dengan mereka. Anna menatap Amelia dan melihat wajahnya yang merah karena malu. Mata Anna perlahan mendarat pada Chris yang terlihat sangat puas dengan Amelia.
"Orang-orang ini benar-benar mendapatkan apa yang mereka inginkan" Batin Anna.
"Ryan ayo main blackjack setelah makan malam" Anna melirik dua pria yang saling berhadapan dengan mata berbinar.
"Anna bisakah kita bicara? " Anna mendengar suara Amelia dan dia mengangguk pada sahabatnya dan berjalan menjauh dari Ryan dan Chris.
"Mau kemana?" Anna menoleh ke belakang dan melihat Ryan sedang menatap dirinya dengan tatapan khawatir. Anna tersenyum pada suaminya dan mengedipkan mata.
"Private room" Jawab Anna. Dia melihat Chris sedang menatap Amelia. Setelah itu iya keluar dengan Amelia.
" Ada apa?" Anna bertanya pada Amelia saat sahabatnya itu menatap dirinya dengan gugup dan tatapan yang aneh. Amelia menggigit bibir bawahnya dan mengalihkan pandangan dari Anna.
"Aku... aku tidur dengannya" Ucap Amelia gugup.
"Aku tahu itu. Aku jelas tahu itu dari pandangan pertama" Batin Anna.
"Amelia. Aku tidak tahu harus berkata apa tapi sejujurnya aku takut karena Chris... aku tidak tahu" Anna menghela nafas saat Amelia menatap dirinya dan meraih kedua tangannya.
"Ini adalah pertama kalinya Anna. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan mengapa aku melakukannya dengan dia" Matanya terlihat basah saat berbicara. Hati Anna sakit melihat sahabatnya, karena Amelia adalah wanita yang polos dan jujur. Anna benar-benar tidak ingin dia terluka oleh Chris.
"Ryan bilang Chris sangat menyukaimu" Kata Anna pada Amelia. Amelia memperhatikan Anna sebentar dan menggelengkan kepalanya. "Tidak Anna, aku tidak tahu. Bantu aku untuk mengambil keputusan dan melupakan apa yang terjadi di antara kita. Aku hanya berpikir bahwa itu adalah kesalahan. Kita tidak mungkin" Amelia menghela nafas berat saat berbicara dengan suara yang pelan. Anna tidak tahu harus berkata apa, tetapi dia melihat cara Chris memandang Amelia, matanya penuh cinta dan perhatian setiap kali dia memandang Amelia. Dan Chris bahkan membawanya ke acara gala amal bersamanya. Anna pernah mendengar Chris memiliki banyak wanita di sekitarnya, tetapi Anna juga pernah mendengar bahwa Chris tidak pernah bersana dengan seorang wanita di depan umum. Dia tidak pernah memiliki seorang wanita sebagai teman kencannya sebelumnya.
__ADS_1
"Aku pikir kamu hanya harus mendengarkan dia dan tinggal bersamanya. Baru kamu tahu bagaimana dia memperlakukanmy" Anna tidak ingin Amelia menyerah, jadi Anna mengatakan itu padanya. Tapi Amelia lagi mengglengkan kepalanya.
"Tidak Anna. Setelah berhubungan dia pergi ke kamar kecil dan aku melihat teleponnya di atas meja. Aku melihat banyak pemberitahuan pesan dari nomor yang tidak disimpan dan aku memeriksanya. Kamu tahu tentang apa pesan itu, 'bayi' 'cinta' dan beberapa gambar telanjang seorang wanita. Mungkin wanita itu yang mengiriminya pesan"Anna bisa melihat dengan jelas betapa terlukanya Amelia. Wanita mana yang suka melihat hal-hal seperti itu dari seorang pria yang mengabil keperawanannya.