
"Siapa orang yang kamu bantu?" Mark bertanya kepada nenek Grace sambil menatapnya tajam dan mengatupkan rahangnya.
"Kenapa kamu tidak bisa merasakan siapa orang yang berada di balik kejadian ini. Seperti kamu mencurigaiku dan ternyata semua itu adalah benar" Nenek berkata dengan nada mengejek kepada mark.
"Grace... lebih baik kamu mengatakan dengan jujur semuanya saat ini juga" Kakek berteriak kepada istrinya dan saat itu pula nenek Grace tersentak kaget.
"Pamanmu sendiri" Setelah beberapa saat akhirnya nenek Grace membuka mulut.
"Paman... Apakah kita punya paman?" Gumam Mark.
"Kami tidak pernah punya paman kenapa kamu harus berbohong" Mark berkata dengan suaranya yang terdengar cepat. Anna memperhatikan Mark yang semakin marah karena sikap dari nenek Grace. Tentu saja, karena nenek Grace bisa membuat orang lain kesal dengan mudah dan bahkan dia selalu melakukan hal-hal buruk di luar Nalar.
"Apakah kamu tidak tahu bahwa kakekmu telah menghamili seorang wanita. Oh ya aku lupa bagaimana kamu bisa tahu jika Kakek kamu sendiri pun tidak tahu dia menghamili orang" Nenek Grace Berkata sambil menyeringai ke arah Mark dan Anna.
"Bagaimana mungkin wanita ini bisa mengetahui segalanya. Dia bisa mengetahui segalanya dan dia juga selalu menyakiti orang lain" Batin Anna sambil menatap nenek Grace dan menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu" jawab Mark menggeleng sambil memandang kearah Ryan. Terlihat Ryan menghembuskan nafas kasar.
"Dia pernah menolongku suatu saat dan aku membalas budi dengan memberikan apa yang dia inginkan. Apakah itu salah? " Jawab nenek Grace sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa dia masih bisa tersenyum setelah apa yang pernah dilakukan?" Gumam Anna. Tiba-tiba iya merasakan emosi yang melonjak di dalam dirinya karena apa yang nenek Grace lakukan.
"benar-benar badjingan" ucap Ana. Dia merasa tidak percaya dengan sebuah kenyataan bahwa seorang wanita tua di depannya bertindak begitu kejam. Bukan hanya kepada seseorang yang sudah dewasa yang ia sakiti, bahkan kepada seorang anak yang tidak tahu apa-apa. Jika wanita itu benar-benar memiliki hati yang lembut, dia tidak akan membantu orang lain untuk melakukan tindak kejahatan. Saat itu Anna berusia anak-anak dan Erza Baru beberapa bulan dilahirkan. Nenek Grace benar-benar seorang wanita yang tidak memiliki hati, seperti pohon pisang. memiliki jantung tapi tak punya hatiπππ" Batin Anna.
"Jadi Ayahku juga dibunuh olehnya?" Tanya Mark dengan suara penuh emosi. Tiba-tiba tubuh Anna bergetar dengan hebat saat memikirkan ayahnya. Ayahnya adalah seorang lelaki yang sangat tampan. sayangnya, anak tidak bisa mengingat ayahnya dan tidak bisa mengingat kenangan bagaimana dia menghabiskan waktu bersama ayahnya ketika masih kecil dulu.
"Iya, memang yang membunuh ayahmu adalah dia. Karena sekarang kamu sudah mendapatkan informasi yang kamu cari, Pergilah dari sini" Nenek Grace bangkit dari sofa dan perlahan ingin pergi, namun suara Ryan menghentikannya.
"Dimana kita bisa menemukannya?" Tanya Ryan sambil mengerutkan kening kearah neneknya. Nenek Grace memperhatikan Ryan sebentar, Rian pun menunggu jawabannya namun hasilnya nihil, nenek Grace kepalanya.
" Aku tidak tahu" nenek Grace menjawab dengan tenang dan singkat sambil memandang ke arah Anna.
"Terus kenapa kamu tidak memberitahuku Kenapa kamu membunuh ibuku?" Ryan tiba-tiba bertanya, di saat yang sama nenek Grace terdiam. Tubuhnya terasa kaku. ia memperhatikan wajah cucunya itu. Terlihat nenek Grace terkejut karena Ryan sudah mengetahuinya.
"Aku tahu kamu yang menyuruh seseorang untuk membunuhnya. Bagaimana mungkin kamu bisa setega itu, padahal dia sedang mengandung cucumu sendiri" Ryan berkata dengan nada sedih. Nenek Grace memandang kearah cucunya dan terlihat wajah Ryan yang hancur karena kesedihan.
"Dia tidak pantas menjadi ibumu dan juga tidak pantas untuk menjadi istri dari ayahmu" Nenek Grace berkata dengan tenang tanpa mempedulikan Apa akibatnya. Dia telah membuat seseorang kehilangan ibunya sejak kecil.
"Jadi kau yang membunuhnya... itu yang sebenarnya ingin kamu sampaikan kepadaku. aku akan mengatakan ini kepada ayah, bahwa ibunya sendirilah yang membunuh wanitanya" Ryan berteriak kepada nenek Grace.
__ADS_1
"Tidak... kamu tidak boleh mengatakannya. Jika kamu berani mengatakan kepada ayahmu, aku akan membunuh istrimu yang sedang hamil ini. Bagaimanapun juga aku sangat membencinya. Jika aku tahu terlebih dahulu bahwa dia adalah Mariana, aku tidak akan membiarkan dia menjadi rahim sewaan mu, tidak akan pernah" nenek Grace berteriak seperti orang gila. Wajahnya terlihat memerah dan tangannya mengepal.
"Jadi benar kamu membunuhnya. Kamu membunuhnya di saat dia sedang hamil dan di saat dia tidak bisa melakukan apa-apa karena Reishan sedang tidak ada. Aku ingat saat itu Reishan sedang pergi karena ada urusan bisnis mendadak, dan setelah dia kembali dia hanya melihat mayat wanita yang dicintainya beserta bayi yang belum Iya lahirkan" ucap kakek dengan suara penuh rasa sakit dan kekecewaan.
"Kamu telah melakukan banyak hal buruk Grace. Aku harus memberimu penghargaan karena kamu telah melakukan hal buruk di belakangku tanpa kuketahui. Kamu harus mendapatkan apa yang pantas dan seharusnya kamu dapatkan. Wanita seperti kamu tidak pantas tidak ada di keluarga ini. Kamu adalah satu-satunya wanita jahat yang berada di keluarga William" ucap kakek. Lalu dengan cepat ia berdiri dari sofa untuk pergi dengan melewati nenek Grace. Namun tiba-tiba nenek terasa meraih tangan kakek.
"Aku memang wanita jahat, tapi aku mencintaimu. Kamu tahu itu. Lupakan saja semua yang pernah aku lakukan. Aku sudah tidak pernah lagi melakukan kesalahan terhadap mu" nenek Grace tersenyum dengan tanpa malu kepada kakek dan mencoba untuk memeluknya.
"Wanita menjijikan, jangan sentuh aku. Yang seharusnya aku lakukan adalah membunuhmu karena kamu membuatku kehilangan Carla" ucap kakek sambil mengibaskan tangan nenek dan berjalan ke lantai atas.
"Mark, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau kepadanya. Setelah itu kirim dia ke militer Selatan biarkan dia menjadi pelacur. dia benar-benar memuakkan setiap saat" terdengar suara kakek yang tidak jauh dari mereka. Dan di saat mendengar itu Anna merasa tubuhnya gemetar.
"militer Selatan? sebagai pelacur? dia akan menderita hingga ajal menemuinya jika ini benar-benar terjadi. Dia memang sudah tua namun tidak terlihat sama sekali, dab malah terlihat masih bugar. Militer Selatan adalah tempatnya nya para lelaki seperti binatang. Mereka akan melecehkan wanita yang berada di sana untuk bekerja maupun sebagai pelacur. hukuman terberat seorang wanita ialah mengirimnya ke militer Selatan" batin Ana. hanya memikirkan hal itu saja tubuhnya sudah bergetar.
"Kamu tidak bisa melakukan ini. Aku ini istrimu" nenek Grace berteriak dengan suara gemetar dan terlihat matanya berkaca-kaca.
" Lebih baik kamu memberitahuku di mana bajinan itu berada. Dan aku akan menyelamatkan hidupmu" Mark perlahan berjalan ke arah nenek Grace sambil berkata. Nenek Grace pun menggeleng dan menutupi wajah dengan Kedua telapak tangannya.
" Aku benar-benar tidak tahu" nenek Grace berkata dengan cepat dan menggeleng kan kepala.
__ADS_1
"baiklah... Pergilah ke militer Selatan dan Nikmatilah. Kamu membuatku kehilangan Seluruh keluargaku. Ayah dan ibuku kau bunuh. Aku kehilangan adik laki-lakiku dan sekarang Lihatlah ke arah adikku. Dia bahkan tidak bisa mengingat sama sekali tentang keluarganya. Dan juga Ibuku, dia meninggal karena rasa sakit hati yang dia terima setelah kehilangan semuanya. Kamu memang pantas untuk diperkosa oleh laki-laki menjijikkan seperti mereka. Setelah itu kamu akan mati karena kesakitan" Mark mencengkram dagu nenek graca yang mendesis kesakitan.
" Apa yang terjadi di sini?" Seorang laki-laki tiba-tiba datang dan bertanya.