
-Rulianna-
Saat Anna sedang membaca buku, iya mendengar ponselnya berdering. Anna mengira jika panggilan itu dari Amelia karena Ryan mengatakan Chris telah menemukan di mana Amelia. Anna meraih ponselnya dan melihat nomor baru. Tapi panggilan itu dari nomor yang tidak dikenal. Jadi, Anna mengabaikannya. Ponsel Anna terus berdering lebih dari tiga kali, Akhirnya Anna mengangkat panggilan itu. dan ingin tahu siapa yang menelepon.
"Halo" Anna menjawab panggilan itu dan mendengar ******* dari sebrang telpon.
"Rulianna, ini aku Natasha" Hati Anna menegang saat mendengar nama itu. Anna tidak tahu apa maksud natasha menghubunginya.
"Apa yang kamu inginkan?" Anna bertanya padanya dengan ketus karena merasa tidak suka.
"Aku ingin bertemu denganmu dan memberitahumu sesuatu yang penting" kata Natasha, tapi Anna merasa malas bertemu dengannya.
"maaf aku tidak mau" kata Anna singkat dan menunggu jawaban Natasha.
"Dengarkan aku Rulianna, ini sangat penting. Kita hanya bisa bertemu selama sepuluh menit. Datang saja tanpa Ryan" Suara Natasha terdengar serius dan Anna pun merasa takut. "Apa yang dia ingin beritahukan? "Batin Anna. Dia tidak ingin menemui wanita itu, tapi disisi lain, dirinya juga ingin mengetahuinya.
"Aku akan datang" kata Anna sambil bangkit dari tempat tidur.
"Baiklah, datanglah ke taman Westland. Aku akan ke sana dalam beberapa menit" Anna menutup telepon dan berjalan ke bawah. Saat Anna turun, dia mendengar Ryan sedang berbicara dengan Chris dengan telepon. Dan Anna tahu Chris sedang memberitahu Ryan bahwa Amelia hamil. Amelia memberi tahu Anna tentang kehamilannya setelah dia mengetahuinya, tetapi dia meminta Anna untuk merahasiakannya dari Ryan dan Chris.
"Ryan" Anna berjalan ke arah suaminya yang berkata sambil menoleh ke arahnya dengan tersenyum. Sesaat kemudian, Ryan menutup telepon dan mendekati Anna.
"Saat ini ditempat Chris sudah malam" Anna tersenyum pada suaminya dan mengangguk sambil melihat jam. Baru pukul lima sore ditempat Ryan.
__ADS_1
"Bagaimana perasaanmu, malaikatku?" Ryan menarik Anna mendekat dan mencium keningnya sambil mengelus perut buncit istrinya. Anna balas mencium pipi Ryan dan tersenyum padanya.
"Aku baik-baik saja" Anna menghela nafas dan berkata, Ryan mengangguk padanya.
"Mm. Ryan, bisakah aku keluar sebentar?" Anna bertanya kepada suaminya dan melihat ekspresi wajahnya yang berubah.
"Kemana?" Ryan bertanya pada Anna dengan ekspresi khawatir. Anna menepuk pipi suaminya dan tersenyum.
"Untuk mencari udara segar" Anna melingkarkan tangannya di lengan Ryan dan berkata. Tapi Ryan menatapnya dengan tatapan curiga.
"Aku akan mengantarmu. Kemana kamu ingin pergi?" Ucap Ryan sambil mengusap kening Anna.
"Tidak. Aku ingin pergi sendiri. Kamu jaga Ezra. Aku akan segera kembali" kata Anna sambil mengernyitkan keningnya. Dia menghela nafas dan tersenyum pada Ryan. Anna tidak akan membiarkan Ryan pergi mengantarkannya.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan, Anna sampai di taman Westland dan melihat Natasha sudah ada disana. Dia turun dari mobil dan berjalan ke arah Natasha. Terlihat Natasha yang terpaksa tersenyum padanya. Kemudian pandangannya tertuju ke perut Anna. Natasha tersenyum, tapi itu bukan senyum yang menyenangkan.
"Katakan padaku apa yang ingin kau katakan. Aku harus segera pulang" Anna berbicara sambil melihat ekspresi wajah Natasha. Natasha hanya mengangguk pada Anna dan mengajak dirinya ke Kedai kopi di samping taman. Saat mereka masuk dan duduk, dia memesan dua kopi hitam dan menatap Anna.
"Rulianna, aku ingin memberitahumu tentang sesuatu.Ini tentang Ryan" Detak jantung Anna bertambah cepat dengan emosi yang tidak stabil. Dia menatap Natasha dan melihat Natasha menatapnya dengan serius.
"Aku tahu, jika kamu akan berbohong, aku memperingatkanmu kali ini. Bahwa Ryan adalah suamiku dan aku tidak akan meninggalkannya" kata Anna karena tidak ingin mendengar kebohongan dari Natasha dan salah paham dengan Ryan.
"Rulianna, aku sudah menyerah untuk mendapatkan Ryan, dan aku akan menikah dalam beberapa bulan lagi, tapi sebelum itu aku ingin memberi tahu kamu ini" Natasha mengambil foto dari tasnya dan meletakkannya di atas meja.
__ADS_1
"Kamu tahu, Ryan memiliki seorang wanita yang dicintainya dan dia menghilang bertahun-tahun yang lalu. Mereka masih anak-anak tetapi keluarga mereka telah memutuskan pertunangan di antara Ryan dan gadis itu" Anna melihat gambar itu. Terlihat Ryan yang sedang tersenyum pada seorang gadis remaja. Tatapanya sangat lembut dan jelas bahwa Ryan peduli pada gadis itu. Hati Anna menegang saat melihat wajah lembut Ryan. Dia terlihat bahagia dalam foto itu. Kira-kira Ryan berusia tujuh belas atau enam belas tahun. Setelahnya pandangan Anna tertuju pada gadis itu. Dia tidak bisa melihat wajahnya secara utuh kecuali setengahnya karena foto itu terfokus pada Ryan. Dia memiliki rambut coklat muda dan sangat mirip dengan dirinya.
"Mengapa dia terlihat seperti aku ketika masih kecil? Apakah itu aku? Tidak, tentu saja bukan, karena aku tidak pernah memakai gaun mewah seperti itu dan aku tidak pernah tinggal di tempat seperti itu" Batin Anna sambil memperhatikan foto itu.
"Namanya Marianna Holland, nona muda dari keluarga Holland. Rulianna, dia sangat mirip denganmu. Aku melihatnya saat kami masih sekolah. Aku masih ingat Ryan selalu menatapnya bahkan jika Marianna mengabaikannya dan menggertaknya"
"Dia adalah gadis yang keras kepala dan selalu menggertak Ryan, tetapi Ryan tidak pernah marah atau berteriak padanya, dia hanya diam seperti tidak terjadi apa-apa sambil tersenyum pada Marianna"
"Ryan bukan orang yang bisa diganggu. Hanya Marianna yang tahu dan kamu tahu karakter Ryan, kan? " Hati Anna bergetar hebat saat mendengar kata-kata Natasha.
"Ryan menyukainya?" Batin Anna.
"Mengapa kamu mengatakan ini padaku?" Anna bertanya pada Natasha sambil menarik napas dalam-dalam. Natasha memperhatikan Anna beberapa saat lalu menghela nafas.
"Itu mengapa Ryan menikahimu dan membuatmu tetap bersamanya, karena kamu sangat mirip dengan Marianna. Dia mempercayaimu sebagai Marianna, bukan sebagai Rulianna"
"Setelah satu tahun Marianna menghilang, Ryan pergi ke kamp militer. Tahukah kamu bahwa Ryan memiliki foto Marianna? Dia adalah wanita yang Ryan cintai dan masih tetap dicintai"
"Jika Marianna ada saat ini, menurutmu Ryan akan bisa mencintai orang lain sebagai pengganti? Tidak... itu semua karena Marianna tidak ada" Anna mencengkeram gaunnya erat-erat dan memaksakan air matanya tidak menetes. Karena Ana tidak ingin menangis di depan Natasha. Anna tidak ingin percaya apa pun yang Natsha katakan.
"Kudengar Marianna akan kembali setelah bertahun-tahun hilang. Apa menurutmu Ryan tidak akan menemuinya jika dia tahu bahwa Marianna sudah kembali?" Natasha terus saja berkata.
Tidak... Ryan tidak bisa begitu saja pergi ke wanita lain seperti itu. Aku istrinya" Anna merasakan tidak nyaman dihatinya.
__ADS_1
"Rulianna, kamu hanya pengganti Marianna. Ryan melihat Marianna di dalam dirimu" Tangan Anna mulai gemetar dan dia merasa takut. Anna benar-benar takut kehilangan Ryan.