Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Siapa Marianna ?


__ADS_3

Ryan menghela napas panjang dan mulai mencium leher Anna sambil mengelus perutnya dengan lembut. Kedua tangannya pindah ke dada Anna. Dan Ryan mulai meremasnya dengan lembut.


"Mmhhh" Erangan kecil keluar dari mulut Anna saat dia merasakan tubuhnya ingin yang lebih.


"Aku tidak bisa melakukannya" Batin Anna. Dia dengan cepat mendorong tangan Ryan dan bangkit dari bathup. Lalu mengambil handuk dan melilitkan ke tubuhnya. Sebelumnya iya melirik Ryan yang menatap dirinya dengan ekspresi terkejut. Anna melihat Ryan dan melihat ekspresi terluka di wajahnya. Dan tanpa berhenti di sana lebih lama, Anna meninggalkan kamar mandi lalu keluar. Iya mengambil baju tidur dan langsung memakainya. Beberapa saat kemudian, Ryan keluar dari kamar mandi sambil melilitkan handuk di pinggangnya. Anna dengan cepat berjalan melewati suaminya untuk keluar kamar. Namun dengan cepat Ryan menangkap pergelangan tangan Anna dan menarik ke arahnya. Ryan lalu mengunci pintu.


"Aku harus melihat Ezra. Lepaskan" kata Anna saat cengkeraman Ryan di pergelangan tangannya semakin erat. Anna menatap suaminya, terlihat kemarahan dan rasa sakit dimatanya.


"Apa ada masalah? " Ryan bertanya pada Anna dengan nada tenang dan Anna memalingkan muka dari Ryan lalu mencoba melepaskan diri dari cengkeramannya.


"Jawab aku" ucap Ryan lagi sambil menyentuh pipi Anna dan membelainya. Anna tidak ingin menjawabnya. Dan sebenarnya dia tidak ingin bersikap seperti ini. Anna tidak bisa menyingkirkan hal-hal yang dikatakan Natasha dari pikirannya.


"JAWAB AKU RULIANNA" Kesabaran Ryan hilang saat dia berteriak pada istrinya dan melepaskan tangannya. Anna tersentak dan menatap Ryan dengan tatapan ketakutan. Anna perlahan mundur beberapa langkah dan matanya terlihat basah.


"Sial, apa yang baru saja kulakukan? Mengapa aku lupa jika Anna takut ketika aku berteriak padanya atau siapa pun" Gumam Ryan lirih.


"Sayang... Maafkan aku. Aku tidak bermaksud meneriakimu. Katakan padaku ada apa" Ryan perlahan berjalan ke arah Anna dan mencoba menyentuhnya, tetapi Anna menggelengkan kepalanya dan menyeka air mata dengan telapak tangannya.


"Aku.. aku.. tidak" Hati Ryan hancur berkeping-keping saat Anna mengambil napas berat dan mencoba untuk berbicara.


"Sial, dia takut. Apa yang aku lakukan? " Batin Ryan. Napas Anna menjadi lebih berat. Anna meletakkan tangan di dadanya dan mencoba menenangkan dirinya.


"Anna, biarkan aku memelukmu" Anna melangkah ke arah istrinya dan mencoba memeluknya. Tapi Anna mendorong Ryan menjauh dengan tatapan ketakutan.


"Persetan.. Apa yang baru saja kulakukan? " Ryan mendesah frustasi.


"Rulianna aku.. maafkan aku. Tolong" Mata Ryan memerah karena takut. Dia tidak ingin terjadi apa-apa pada istrinya. Tanpa mempedulikan apa pun, Ryan memeluk Anna dan dengan lembut membelai punggungnya. Iya mencium dahi Anna. Dan akhirnya Ryan lega karena nafas Anna terdengar normal kembali. Ryan menghela nafas dan menatap istrinya, saat itu Anna juga menatapnya.

__ADS_1


"Siapa Mariana? " Seluruh tubuh Ryan bergetar hebat ketika mendengar istrinya menyebutkan nama yang ingin dia sembunyikan darinya.


"Apakah dia menemukan sesuatu tentang identitas aslinya, atau dia bertemu Mark? Tidak. Aku tidak bisa kehilangan dia dan tidak akan mengembalikannya pada keluarga Holland. Mereka akan melawanku sampai mati jika mereka tahu nona muda mereka adalah istriku, dan aku menyembunyikannya dari mereka" Batin Ryan.


"Bagaimana.. Bagaimana kamu tahu?" Ryan bertanya dengan suara gemetar. Anna hanya mendorong Ryan menjauh sambil menatap mata suaminya.


"Aku tahu semuanya" Jawab Anna.


"Semuanya? Persetan.. Dia tahu bahwa dia adalah Marianna dan nona muda dari keluarga Holland? Bagaimana dia bisa menemukannya? " Ryan bergumam dalam hati.


"Apakah aku hanya pengganti, Ryan? " Tanya Anna.


"Apa pengganti? Apa yang dia bicarakan?" Ryan berkata dalam hati.


"Apa yang kamu bicarakan Rulianna? Aku tidak mengerti" Ryan kembali meraih pinggang istrinya dan memeluknya. Tapi Anna kembali mendorong Ryan menjauh.


"Kau menahanku karena aku mirip dengannya? Aku mirip Marianna? " Ucap Anna.


"Bicaralah Ryan" Ryan melihat air mata Anna mengalir dari matanya saat dia berbicara. Ryan menghela nafas dan menatap istrinya.


"Bagus jika dia berpikir bahwa dia terlihat mirip seperti Marianna. Jadi mudah untuk menjauhkannya dari Mark" Ryan berkata dalam Hati.


"Kamu terlihat seperti dia" kata Ryan saat dia mencoba menarik Anna ke arahnya lagi, tapi Anna menghindari sentuhan suaminya dan mundur beberapa langkah.


"Apa dia bagimu? " Tiba-tiba Anna bertanya pada Ryansambil menyeka air matanya.


"Tentu saja, aku mencintainya dan dia sudah menjadi istri dan ibu dari anakku.

__ADS_1


"Dia milikku dan aku mencintainya, Rulianna" Tiba-tiba Ryan merasa ingin menggoda Rulianna.


"Milikmu? Kau mencintainya?" Anna bertanya pada Ryan dengan mata penuh luka.


"Persetan apakah aku berlebihan melakukannya" Batin Ryan menyesal.


"Ryan, aku tinggal bersamamu selama berbulan-bulan dan tidur denganmu di ranjang yang sama, tapi kamu belum mengatakan kepadaku bahwa kamu mencintaiku. Tidak sekali pun. Tapi kamu malah mengatakan bahwa kamu mencintainya. Baiklah" Hati Ryan menegang karena suara patah dan ekspresi wajah Rulianna.


"Sial.. Kenapa aku melakukannya? Aku hanya ingin menggodanya" Batin Ryan.


"Rulianna.. A... Aku..." Ryan ingin mengatakan bahwa dia adalah Marianna dan dia adalah wanita yang Ryan cintai. Tapi Ryan tidak bisa


Karena jika Ryan memberi tahu Anna, Anna pasti akan pergi dan menemui Mark, karena Mark adalah satu-satunya keluarganya. Ryan menatap wajah Anna yang basah karena air mata sambil menatap Ryan. Anna menunggu Ryan untuk menyelesaikan apa yang ingin dikatakan Ryan. Tapi Ryan hanya menggelengkan kepala saat Anna tersenyum sangat menyakitkan dan meninggalkan ruangan.


"Sial... Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku ingin memberitahunya tapi aku tidak bisa. Mark akan menjadi gila jika Rulianna pergi dan menemuinya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Dia marah denganku karena apa yang aku katakan padanya" Gumam Ryan. Ryan segera mengganti celanaNya dan meninggalkan ruangan sambil meraih kemeja. Ketika Ryan berjalan ke bawah, dia melihat Anna yang sedang memeluk Ezra sambil tersenyum. Ryan melihat senyum istrinya, tapi itu bukan senyum seperti biasanya.


"Daddt" begitu Ezra melihatny, dia brteriak dan mengangkat tangannya. Ryan berjalan ke arah mereka dan menggendongnya. Dia menatap Anna yang sedang membuang muka.


"Putri kecil bergerak" kata Ezra gembira sambil melingkarkan tangannya di leher Ryan. Ryan menatap Istrinya lagi, tapi Anna masih membuang muka.


"Daddy, rasakan dia" Ezra mencium pipi Ryan dan tersenyum. Ryan menghela nafas karena dia tidak tahu apakah Anna akan mengizinkan menyentuhnya atau tidak. Ryan duduk di samping istrinya dan meletakkan Ezra di pangkuannya sambil meletakkan tangan di perut Anna. Ryab takut dan gugup karena tahu betapa berbahayanya Anna ketika marah.


"Bayinya bergerak.


"Apakah ini menyakitkan?" Ryan bertanya pada istrinnya, tapi Anna hanya berdiri dan lalu pergi.


"Mengapa dia tidak memberi tahuku, dan malah mengabaikanku seperti ini. Aku mencintainya. Semua ini sepenuhnya salahku. Seharusnya aku tidak perlu menggodanya seperti itu" Batin Ryan sambil memandang kepergian Anna.

__ADS_1


"Mommy marah sama daddy?" Ezra menatap Ryan dan bertanya dengan wajah khawatir.


"Tentu saja mommynya marah padaku" Batin Ryan.


__ADS_2