
Akhirnya setelah perdebatan panjang, Amelia merasa rilex dan percaya pada Chris. Chris marah, sangat marah pada Amelia, tetapi Chris sangat mencintai Amelia. Dan yang paling penting, Amelia sedang mengandung anaknya saat ini. Chris membelai wajah Amelia saat Amelia memeluknya dengan begitu erat. Sudah hampir lima bulan sejak terakhir kali Chris tidur di ranjang dengan Amelia. Chris mencium keningnya karena sangat bahagia karena dia akan menjadi seorang ayah.
"Apa kamu lapar Chris? " Amelia duduk di tempat tidur dan bertanya sambil mengikat rambutnya kuncir kuda. Cantik sekali.
"Hmm" Chris melingkarkan lengannya di pinggang Amelia dan sekali lagi menarik kembali mendekat lalu memeluknya erat-erat. Amelia tertawa pelan saat menempel di dada bidang Chris dan menatapnya.
"Aku akan membuat makan malam" Amelia mencium pipi Chris dan melepaskan tangan dari pinggangnya sambil tersenyum. Kemudian dia bangkit dari tempat tidur dan meninggalkan kamar. Chris tidak bisa menghentikan detak jantungnya yang begitu cepat. Chris menunggu sebentar dan mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Ryan.
"HALO, UNCLE CHRIS" Begitu panggilan itu dijawab, telinga Chris terasa panas.
"Ezra, jangan berteriak sayang, berikan teleponnya ke daddy" kata Chris sambil menghela nafas. Chris sangat menyayangi anak ini karena dia sangat lucu, tapi menyebalkan.
"Oke. Daddy... Chrisi Chris menelepon" Ucap Ezra.
"Apa-apaan ini? Chrisi Chris? Kapan dia memberikan nama panggilan untukku? " Gumam Chris.
"Ya" Chris mendengar suara Ryan. Dia menghela napas dalam-dalam sebelum berbicara.
“Amelia sedang hamil anakku lima bulan” ucap Chris dengan suara pelan karena gugup dan malu. Setelah Chris mengatakan itu, dia mendengar tawa Ryan.
"Kenapa orang ini malah tertawa? " Batin Ryan.
"Selamat, akhirnya. Sekarang kamu tidak perlu cemburu padaku" Chris tahu bajingan ini akan mengatakan sesuatu seperti itu. Chris menghela nafas.
"Aku tidak cemburu padamu" kata Chris saat Ryan tertawa.
"Lihat, Sekarang aku harus melindungi putriku dari anak laki-lakimu" Ryan berkata.
"Apa-apaan kamu ini. Tentu saja anakku akan menjadi lelaki tampan di masa depan dan para wanita akan melemparkan diri mereka kepadanya, tapi aku tidak akan membiarkan dia menjadi sepertiku" Ucap Chris.
“Sebaiknya kamu jauhkan putrimu dari putraku dan jangan biarkan dia jatuh cinta pada putraku” Chris terkekeh dan Ryan kembali tertawa.
"Akan aku lihat" kata Ryan. Dan Chris juga mendengar suara Anna. Chris tahu sebenarnya jika Amelia menghubungi Anna.
__ADS_1
Ryan menutup telepon setelah mengucapkan selamat malam dan Chris berjalan keluar dari kamar lalu pergi ke dapur. Dia melihat Amelia sedang membuat makanan.
"Biarkan aku yang melakukannya" Chris memeluk Amelia dan mencium lehernya dengan lembut. Amelia menatap dirinya dan menyeringai.
"Apakah kamu tahu cara memasak?" Amelia mendorong Chris menjauh dan tersenyum.
"Aku tahu Amelia, aku sendirian di rumahku dan terkadang aku juga memasak sendiri. Biarkan aku yang melakukannya" Chris dengan lembut melepaskan tangan Amelia yang menggenggam pisau.
"Pergilah lalu mandi. Aku akan memanggilmu setelah semuanya siap" Chris mencium dahi Amelia. Amelia tersenyum lalu keluar dari dapur. Chris segera memasak sup ayam dan keluar dari dapur untuk menemui Amelia karena Chris tidak mendengar apa pun.
"Amelia, ayo makan malam sudah siap" kata Chris, tapi dia masih tidak mendapat jawaban apapun. Tiba-tiba rasa takut menguasai Chris, Dia segera berlari ke kamar Amelia. Chris mendengar suara percikan air di dalam kamar kecil.
"Sial.. dia masih mandi? " Gumam Chris.
"Mel, kamu baik-baik saja?" Chris bertanya tapi masih tidak mendapat jawaban apapun.
"Aku masuk" Dengan itu Chris membuka pintu dan masuk ke kamar kecil lalu melihat Amelia menutupi mulut dan perutnya.
"A... Apa yang terjadi? " Chris mengambil handuk dan menutupi Amelia sebelum mengangkatnya. dia membawa Amelia keluar dari kamar mandi dan meletakkannya di tempat tidur.
"Sakit apa?" Chris gugup.
"Bayi ini banyak bergerak. Sakit..." Amelia berkata dengan terbata-bata.
"Sakit? Sampai seperti ini? " Chris meletakkan tangannya di perut Amelia dan merasakan bayinya yang bergerak.
"Apa yang telah terjadi? " Tanya Chris.
"Ahhh..." Amelia tiba-tiba berteriak sambil menancapkan kukunya ke paha Chris.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? "
"Haruskah aku membawamu ke rumah sakit. Aku tidak tahu. Apa yang harus aku lakukan sekarang Amelia?" Chris merasa kacau. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Chris membelai perut Amelia dengan lembut dan bayinya bergerak.
__ADS_1
"Sial, pria kecil ini sulit untuk dihadapi" Batin Chris.
"Dia akan berhenti sebentar lagi" Amelia menggelengkan kepalanya dan tersenyum di tengah rasa sakitnya. Chris mengangguk padanya dan menghela nafas.
"Kiddo, jangan bergerak" kata Chris sambil tersenyum pada Amelia.
"Begitukah caramu memanggilnya?" Amelia bertanya kepada Chris. Dan Chris menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Tentu saja tidak, akan memberinya nama yang bagus" Chris mencium kening Amelia dan membantunya bersandar di kepala ranjang. Dia mencium perut Amelia dan mengelusnya sebentar, dan akhirnya setelah beberapa menit si kecil menghentikan gerakannya.
"Terima kasih Tuhan" Ucap Chris.
"Akhirnya, ayo makan malam" Chris menghela nafas dan membopong Amelia dan berjalan menuju meja makan. Chris membantu Amelia duduk di kursi dan mengambilkan makanan untuknya.
"Woah, enak. Kamu harus masak setiap hari Chris" Amelia tersenyum pada Chris sambil mencicipi supnya.
"Dia sangat cantik" Batin Chris sambil memandangi Amelia.
"Apa pun yang kamu suka tuan putri" Chris menyeringai pada Amelia saat dia memalingkan muka dari Chris sambil tersipu. Sangat imut.
"Amelia, ayo pulang bersamaku besok?" Chris bertanya pada Amelia dan Amelia balas menatap Chris. Chris takut Amelia tidak mau. Chris takut jika Amelia tidak ingin tinggal atau pulang dengannya. Tapi Chris merasa lega karena Amelia mengangguk.
"Terima kasih" tanpa sengaja Chris tersenyum pada Amelia.
"Akhirnya aku punya keluarga. Aku tidak pernah merasa bahagia ini sebelumnya. Aku kehilangan segalanya setelah kematian orang tuaku dan aku selalu sendirian. Hanya Ryan dan ayahnya yang ada untukku, tapi sekarang aku memiliki keluarga. Dan aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi pada Amelia an putraku" Batin Chris.
Keesokan harinya Chris bangun di pagi hari dan menatap wanita yang sedang tidur nyenyak di sampingnya. Chris akan membawanya pulang hari ini. Dia memperhatikan wajah Amelia sebentar dan Chris sangat mengagumi kecantikan Amelia yang natural. Dia adalah wanita pertama yang menarik hati Chris. Chris mencium kening Amelia, dan pada saat yang sama Amelia membuka matanya dan tersenyum pada Chris.
"Ayo bersiap-siap" kata Chris sambil bangun dari tempat tidur. Amelia tiba-tiba menangkap tangan dan menatap Chris sambil menggigit bibirnya.
"Aku ingin pergi ke kedai kopi tempatku bekerja sebelum kita pergi dari sini. Mereka banyak membantuku" Amelia berkata.
"Persetan.. Dia bekerja di sebuah kedai kopi" Batin Chris tak menyangka. Chris tidak ingin berdebat dengan Amelia tentang pekerjaannya saat dia hamil. Chris hanya mengangguk pada Amelia dan mencium keningnya lagi.
__ADS_1
"Baiklah, bersiaplah" Chris tersenyum pada Amelia saat Amelia mencium pipinya dan bangkit dari tempat tidur.
"Akhirnya dia benar-benar milikku. Aku akan membuatnya menjalani kehidupan yang nyaman dan lebih baik" Janji Chris didalam hati.