
"Aku tau semua yang terjadi Anna. Maafkan aku" Amelia memeluk Anna kembali dan berkata dengan suaranya yang mulai terdengar parau karena menangis.
"Amelia apa yang terjadi dan kenapa kamu ada di sini? " Anna tiba-tiba bertanya saat ingat bahwa Amelia tinggal di kota yang berbeda.
"Ayah meninggal dan ibu menikah lagi dan kamu tahu, pria itu mencoba memperkosaku, jadi aku melarikan diri" Amelia menghela nafas panjang dan tersenyum pada Anna sambil menyembunyikan kesedihannya.
"Kapan kamu datang ke sini Mel? " Anna bertanya pada Amelia sambil memegang kedua tangannya.
"Beberapa bulan yang lalu" Amelia tersenyum dan mencubit pipi anna.
"Kamu menjadi sangat cantik" Amelia menatap Anna dan berkata sambil tersenyum padanya.
"Kamu juga cantik Amelia" Anna tersenyum dan berbicara dengan Amelia, Anna ingin tahu tentang pekerjaan sahabatnya.
"Kapan kamu mulai bekerja di sini, mel? " tanya Anna, ekspresi Amelia pun berubah.
"Apa yang terjadi denganmu? " Tanya Anna.
"Dua hari sebelum hari ini" Amelia menghela nafas dan tersenyum paksa.
"Apakah sesuatu terjadi padanya? " Batin Anna.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu sebelumnya. Kamu melakukan satu pekerjaan kan? " Tanya Anna. Lalu Amelia memalingkan muka dari Anna dan mengangguk. Entah kenapa Anna merasa takut karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada Amelia dan mengapa dia bertindak aneh setelah Anna menanyakan itu.
"Sesuatu terjadi An, jadi aku mengundurkan diri" Amelia menghela nafas dan berbicara dengan suara rendah.
"Apa... Apa yang terjadi. Apa ada yang menyakitimu? " Tanya Anna karena dia adalah teman baik Anna dan Anna tidak bisa membiarkannya. Anna menatap Anna dan melihat ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi marah.
"Anna, tahukah kamu ada bajingan bernama Chris. Chris William. Dia memiliki wajah yang tampan tapi benar-benar brengsek. Aku kehilangan pekerjaanku karena si brengsek mesum itu. Playboy kaya itu. Aku pasti akan membuatnya menyesal untuk apa yang dia lakukan" Anna membeku ketika Amelia mengatakan itu. Anna ingat bahwa dia juga datang ke sini karena dua William.
"Apakah aku terlihat seperti pelacur yang mudah di tiduri. Eww... Gigolo bodoh. Pria William berpikir bahwa mereka dapat memiliki segalanya karena uang. Idiot" Amelia terus menyalahkan Chris dan Anna perlahan menoleh dan menatap pria yang duduk di depannya. Ryan sudah menatap Anna sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Anna tersenyum paksa sambil mengangkat alisnya.
"Bibi tahukah dengan paman Chris. Jangan salahkan dia. Dia om ku" Anna mendengar suara kekanak-kanakan Ezra.
"Kenapa aku melupakan keduanya? " Batin Anna.
__ADS_1
"Rulianna ini...? " Amelia berhenti berbicara dan menatap Ezra dan kembali menatap Anna.
"Anakku" Anna menghela nafas sambil tersenyum.
"Apa... Anak... Lalu siapa diii..." Dengan itu Anna menatap Ryan dan matanya dipenuhi dengan tatapan yang tajam. Amelia meremas tangan Anna dan menatapnya.
"Ryan William... Apakah dia ada di sana sudah sejak tadi? " Amelia berbisik di telinga Anna dan Anna bisa dengan jelas merasakan jika Amelia ketakutan. Anna menghela nafas dan menganggukkan kepalanya.
"Apa yang harus aku lakukan Anna? " Mata Amelia berkaca-kaca karena ketakutan. Anna melihat ke arah Ryan yang sudah menyeringai padanya.
"Aku akan berbicara dengannya. Jangan khawatir" Anna menepuk bahu Amelia dan berkata.
"Mom. Siapa dia? " Ezra bertanya dengan wajah penasaran.
"Dia sahabat mommy" Jawab Anna tersenyum pada putranya. Ezra mengangguk sambil tersenyum dan menatap Amelia.
“Jadi dia tanteku? " Ezra bertanya sambil cekikikan. Anna menatap Amelia yang sedang tersenyum pada anakku.
“Ya... Dia tantemu" Jawab Anna, sedangkan Amelia menganggukkan kepalanya.
"Ada apa dengannya? " Batin Anna.
"Anna. Nanti aku akan menemuimu lagi, aku ingin bicara. Aku harus pergi sekarang" Setelah itu Amelia pergi dan Anna duduk di kursi lagi. "Mmm Ryan... Jangan... bilang..." Anna berbicara dan Ryan menyeringai padanya.
"Jangan apa? " Ryan memotong ucapan Anna sebelum dia bahkan bisa menebak apa yang Anna inginkan.
"Jangan bilang Chris oke. Dia sahabatku dan dia tidak bersalah" Anna menghela nafas saat mengatakan itu pada Ryan. Ryan balas dengan menyeringai pada Anna. Dan Anna tahu Ryan sedang memikirkan sesuatu.
"Dia menyinggung keluarga William. Benar kan? " Ryan bertanya pada Anna sambil tersenyum cerah. Pria ini sangat pintar dan licik.
"Ryan... Apa yang kamu inginkan? " Anna bertanya kepada Ryan karena dia sudah tahu apa yang Ryan pikirkan.
"Amelia benar. Laki-laki William benar-benar urgh..." Anna berkata dalam hati.
"Kamu cerdas Rulianna. Biarkan aku melakukannya dan aku tidak akan memberitahu Chris" Jawab Ryan.
__ADS_1
"Aku tahu... Aku tahu dia menginginkan itu. Dasar mesum. Kenapa aku harus tinggal dengan pria ini dan Kenapa aku bahkan melahirkan seorang anak untuknya? ” Batin Anna lagi.
"Ryan... Kenapa kamu tidak mencari seseorang jika kamu menginginkan itu? " Anna bertanya pada Anna karena dia bisa mendapatkan wanita mana pun yang dia inginkan tetapi jauh di lubuk hati Anna, tidak ingin Ryan pergi ke wanita lain.
"Urghh... Kenapa diriku sendiri mengkhianati hatiku" Anna merasakan hal yang tak biasa dia rasakan.
"Hal itu membuatku jijik dan tubuhku hanya menginginkanmu" Ryan berbicara dengan nada serius dan menghela nafas.
"Apa maksudnya. Aku tidak percaya bahwa aku satu-satunya wanita yang dia tiduri" Batin Anna.
"Ya, kamu satu-satunya wanita itu" Ryan tiba-tiba berbicara dan seluruh tubuh Anna terasa membeku.
"Bagaimana dia bisa tahu apa yang aku pikirkan. Ini bukan pertama kalinya dia menebak sesuatu dengan benar. Apakah dia seorang pembaca pikiran atau bagaimana? " Batin Anna.
"Tunggu, apakah dia baru saja mengatakan bahwa aku satu-satunya wanita. Jadi itu berarti dia tidak pernah tidur dengan wanita sebelumnya? " Anna berkata dalam hati sambil menatap Ryan. Tiba-tiba hatinya merasa kebahagiaan menghampirinya. Anna menunduk dari tatapan Ryan.
Setelah makan malam Ryan membawa Ezra ke area anak-anak untuk bermain dan Anna pergi ke kamar kecil. Saat Anna sedang mencuci muka, dia merasakan kehadiran seseorang di belakangnya. Anna melihat orang itu melalui cermin. Dan setelah Anna melihat orang itu, hatinya menjadi takut kehilangan seseorang yang dia sukai dan ingin tinggal bersama.
"Halo Rulianna" Anna mendengar suara orang tersebut saat dia berbalik menghadapnya. Anna tidak perlu takut kehilangan Ryan dan Ezra. "Mereka milikku" Batin Anna.
"Tunggu... Kapan aku menjadi seperti Ryan? Sifat posesifnya juga ada padaku sekarang. Urghh " Batin Anna.
"Hei" Anna hanya tersenyum pada wanita itu dan menyapa.
"Saya Natasha" Wanita itu menyeringai pada Anna dan berkata. Anna melihat Natasha yang cantik dengan gaun mewahnya. Anna hanya mengangguk pada Natasha dan berbalik untuk pergi, tapi Natasha menghentikannya.
"Rulianna, izinkan aku memperingatkanmu. Ryan milikku dan aku wanita yang akan dia nikahi. Kau hanya wanita murahan yang pernah menjadi rahim sewaannya" Ucap Natasha. Hati Anna hancur berkeping-keping saat dia mendengar kata-kata Natasha yang menyakitkan, tapi Anna tetap tenang dan menatap Natasha lagi lalu keluar dari toilet.
"Dia milikku dan hanya aku yang memiliki kualifikasi untuk menjadi wanita dan istrinya. Pelacur sepertimu tidak pantas untuknya" Anna memaksakan air matanya kembali karena kata-kata Natasha terasa seperti seseorang sedang menikam hatinya dengan pisau tajam.
"Jadi? " Anna balas menatap Natasha dan bertanya. Wajah Natasha menjadi gelap karena marah.
"Apakah aku harus peduli. Dan aku tidak akan takut pada wanita seperti kamu" Ucap Anna lagi.
"Lebih baik kau menjauh darinya" Natasha berkata sambil mengepalkan tinjunya. Anna memperhatikan Natasha sebentar dan tersenyum.
__ADS_1
"Tidak. Kenapa aku harus meninggalkan laki-lakiku. Dan dia adalah ayah dari anakku, apa alasan kamu menyuruhku untuk meninggalkannya? Tidak mungkin aku akan meninggalkan laki-lakiku. Ucap Anna tak merasa takut.