Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Pernikahan


__ADS_3

Setelah sarapan Ryan membawa Anna dan Ezra ke apartemennya. Anna merasa ingin tertawa karena Ryan mengendarai mobil tanpa mengenakan baju. Ezra menertawakannya, tapi Anna merasa itu salahnya karena iya memakai baju Ryan. Saat mereka telah sampai, Anna masuk ke kamar dan menyisir rambutnya.


"Anna... aku akan keluar sebentar, aku akan segera kembali. Nanti akan ada seseorang yang kesini membawakan gaun untukmu "  Ryan masuk ke kamar dan berbicara sambil meraih pinggang Anna dan mencium keningnya.


"Kenapa harus gaun. Tidak perlu Ryan" Kata Anna sambil menatap Ryan.


"Kenapa kamu selalu memikirkan  hal-hal kecil? " Tanya Anna.


"Kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi ke sana hanya dengan gaun sederhana itu?" Ryan mengerutkan kening pada Anna dan menggigit bibir Anna.


"Dasar mesum" Gumam Anna.


"Tunggulah disini... Aku akan segera datang" Ryan mencium kening Anna lagi dan keluar dari kamar. Perlahan Anna mengikutinya dari belakang dan melihat kepergian Ryan.


"Jaga mommymu tuan muda kecil. Daddy akan segera datang" Ryan membungkuk dan mencium kening Ezra yang tersenyum.


"OKAY DADDY... I LOVE YOU" Teriak Ezra di telinga Ryan dan Ryan dengan cepat menutupi telinganya.


"Jangan... Dasar anak nakal" Teriak Ryan sambil masuk ke dalam lift. Ryan menatap Anna dan tersenyum manis. Detak jantung Anna berpacu dengan cepat saat Ryan tersenyum padanya.


Setelah menunggu selama lima belas menit, Anna mendengar bel berbunyi. Anna menghela nafas lega karena Ryan sudah kembali. Dia segera berjalan kedepan dan membuka pintu. Tapi iya terkejut karena melihat siapa yang datang.


"AMELIA... Mel ini kamu? " Anna memeluk sahabatnya dengan perasaan terharu.


"Bagaimana kamu bisa datang ke sini? " Tanya Anna.


"Anna aku bawakan bajumu. Ayo kita siapkan" Ucap Amelia.


"Masuk. Bagaimana kamu bisa membawa gaun itu? " Tanya Anna dengan nada bingung. Amelia menghela nafas panjang dan tersenyum.


"Tuan Williammu memintaku untuk pergi ke alamat ini dan memberikan ini kepada istrinya, lalu membantunya berpakaian" Amelia tersenyum dan mengedipkan mata ke arah Anna.


"Betulkah... Ryan memintanya untuk datang kesini. Apa dia mencoba membuatku jatuh cinta padanya. Urgh... menyebalkan..." Batin Anna.


"Bagus mom" Anna mendengar suara kekanak-kanakan Ezra, dan Anna menoleh ke belakang melihat Ezra sedang menatap Amelia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Halo sayang"  Amelia tersenyum pada Ezra yang berlari ke kamar lagi.


"Kenapa dia, apakah dia malu? " Gumam Anna. 


"Anna, mandilah, setelah itu datanglah kemari. Aku akan menunggu di sini. Ryan bilang kalian harus ada di sana jam sembilan pagi" Kata Amelia menatap Anna sambil tersenyum. Anna mengangguk pada Amelia dan pergi untuk segera mandi. Setelah Anna selesai, dia meminta Amelia untuk masuk ke kamarnya. Ameliapun datang dengan membawa satu kotak besar yang dia bawa sebelumnya.


"Apakah ini gaun yang dipilih Ryan untukku? " Tanya Anna.


"Ayo pakai ini" Amelia membuka kotaknya dan mengeluarkan gaun itu. Detak jantung Anna meningkat lebih cepat saat melihat gaun yang diambil Amelia dari kotak. Begitu indah. Gaun panjang kombinasi pink muda dan emas bercorak bunga mawar. Anna tidak tahu bagaimana menggambarkannya. Sangat indah,  menawan dan elegan.


"Cantik sekali" Kata Amelia sambil menghampiri Anna dan membantu Anna memakai pakaiannya. Setelah Anna selesai mengenakan gaun itu, dia pergi ke depan cermin dan melihat dirinya sendiri dari pantulan kaca. Anna tersenyum pada dirinya sendiri karena perubahan di dirinya. Kerah V gaun itu menunjukkan lembah di antara kedua bukit kembar Anna dan hampir mencapai beberapa inci di atas pinggangnya. Gaun tanpa lengan, tetapi dua tali sederhana ada di sana. Sangat indah, gaun itu terbuat dari kain sedikit tipis dan tubuh bagian atasnya dirancang dengan bunga-bunga yang indah pula, gaun itu mencapai ujung kaki Anna.


"Tahukah kamu Anna... Gaun ini dirancang oleh Nyonya Haley. Tidak heran mengapa gaun ini sangat bagus" Anna menatap Amelia begitu dia berbicara. 


"Nyonya Haley. Bukankah dia wanita yang mendesain gaun paling mahal di negara ini. Berapa banyak uang yang dia habiskan untuk gaun ini?" Respon Anna begitu mendengar ucapan Amelia. 


"Ngomong-ngomong Ryan William adalah pemegang saham utama itu" Anna tersedak saat Amelia mengatakan itu. 


"Apa. Dia bahkan tertarik pada perusahaan gaun pengantin? " Anna merasa tak percaya  "Anna... Sudah hampir jam setengah sembilan, pakailah sepatu hak tinggimu dan biarkan aku memperbaiki rambutmu" Anna menghela nafas dan mengenakan sepatu hak warna emas corak mawar yang Ryan kirimkan padanya.


"Sayang... Apakah kamu mandi sendirian? "  Tanya Anna saat Ezra mengalihkan pandangan dari matanya.


"Kenapa Ezra tidak memanggil mommy sayang? " Anna menghentikan aktivitasnya dan menghampiri Ezra yang menatapnya sambil menggigit bibirnya. 


"Mom, aku bisa mandi sendiri. Daddy mengajariku" Ezra berbicara dengan suara lucu sambil menatap Anna dengan matanya yang cerah. 


"Bagaimana mommy bisa menyalahkan anak kecil seperti ini. Baiklah sayang. Kalau begitu maukah kamu menunggu mommy. Mommy akan mengganti pakaianmu setelah selesai dengan semua ini" Anna membungkuk dan mencium dahi Ezra, Ezra pun mengangguk pada Mommynya. 


"Bolehkah aku menunggu di sini dan melihatmu mom? "Tanya Ezra. Anna tersenyum dengan apa yang Ezra katakan. 


"Tentu saja boleh pangeran kecilku" Anna mencium kening Ezra dan membiarkan Amelia merapikan rambutnya. Amelia memperbaiki rambut Anna yang berantakan dan mengikatnya dengan pita untuk sementara. Anna menatap Ezra yang sedang duduk di tempat tidur.


"Apakah kamu memiliki alat make up di sini Anna? " Amelia bertanya sambil menatap Anna melalui cermin. Anna menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, Amelia hanya tersenyum. 


"Mom, jangan pakai make up. Daddy tidak suka” Tiba-tiba Ezra melompat turun dari tempat tidur dan berlari ke arah Anna. Anna mengangguk pada putranya dan menepuk kepalanya. 

__ADS_1


"Semuanya sudah selesai" Kata Amelia sambil tersenyum dan membantu Anna berdiri.Iya Anna melihat dirinya melalui cermin. Sangat cantik.


"Mommy cantik banget. I love you so much" Ezra memeluk kaki Anna dan berkata sambil menatapnya. 


"Mommy juga sayang kamu. Ayo ganti baju. Apa Daddy nyuruh kamu pakai sesuatu yang special? " Tanya Anna pada Ezra, karena Anna tahu bagaimana Ryan mengbuah anaknya menjadi tampan seperti dia.


"Ada di lemari" Jawab Ezra. Anna mengangguk dan mengambil apa yang dikatakan Ezra.


"Mel, kamu ikut aku kan? " Anna bertanya pada Amelia sebelum pergi ke kamar Ezra. Sahabatnya itu tersenyum dan mengangguk. 


"Aku mengambil gaun di sini dan aku akan memakainya sekarang" Kata Amelia. Anna mengangguk dan meninggalkan ruangan bersama Ezra. Dia pergi ke kamar Ezra dan mengeluarkan baju yang Ryan siapkan untuk anaknya. Anna melihat setelan hitam.


"Dia juga memakai warna hitam dan memberi anaknya baju warna hitam juga" Anna menghela nafas dan segera membantu Ezra untuk mengganti baju lalu menyisir rambutnya seperti sisir Ryan. 


"Anak momy sangat tampan" Anna mencium pipi Ezra dan tersenyum. Ezra terlihat Imut-imut sekali. 


"Rulianna. Kamu siap? " Tanya Ryan. Anna menoleh ke belakang dan melihat Ryan yang baru saja memasuki ruangan. 


"Kapan dia datang. Aku bahkan tidak mendengarnya" Gumam Anna. Ryan sudah mengenakan pakaiannya dan seperti biasa, Warna hitam dan tidak ada sedikit warna di setelannya. Anna melihat Ryan menatap Anna dari kepala sampai kaki. Tiba-tiba Ryan mendekat pada Anna dan menarik pinggang Anna. 


"Kau sangat cantik nyonya William" Ryan mulai mencium leher Anna. 


"Apa kamu baru saja memanggilku Ny. William? " Tanya Anna. Tiba-tiba suara Ezra mengagetkan mereka.


"Daddy... Pergi... pergi... Jangan gigit mommy" Ucap Ezra.


"Apakah pria ini baru saja melakukannya di depan putranya? " Batin Anna. Dia segera mendorong Ryan menjauh dan menatap Ezra yang sedang mengerutkan kening pada Ryan.


"Daddy membuat mommy jelek... Jangan digigit" Anna menghela nafas saat mendengar suara Ezra. Ryan mengangkat alisnya dan menatap Ezra, kemudian mengangkat putranya lalu melemparkannya ke udara. 


"Apa-apaan Ryan ini. Hentikan itu" Teriak Anna saat melihat apa yang baru saja Ryan lakukan pada anaknya. 


"Tidak mom. Aku suka kalau daddy melakukannya" Anna tersenyum saat mendengar tawa Ezra. Anna takut karena Ryan baru saja melemparkan anaknya terlalu tinggi.  Akhirnya Ryan menghentikannya dan menurunkan Ezra sambil menatap Anna. 


"Anna beberapa orang penting akan datang hari ini. Jangan takut, tetaplah bersamaku" Ryan berbicara dengan tatapan serius. Anna memperhatikannya sebentar dan mengangguk, tetapi hatinya sangat gugup. Ryan mengeluarkan sesuatu berwarna merah muda dari sakunya dan memberikannya kepada Ezra.

__ADS_1


"Pakailah ini pahlawan kecil daddy" Ryan mencium dahi Ezra dan berkata. Ezra dengan cepat memakainya.


__ADS_2