Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Rumah Baru


__ADS_3

Ryan menunggu di kantor sebentar lagi untuk memeriksa jadwal rapat. Dan saat melihat jam, sudah hampir pukul enam. Ryan bergegas mengambil jasnya dan keluar dari perusahaan untuk pulang. Ryan melajukan mobilnya ke apartemen, Begitu sampai, iya masuk dan berjalan menuju kamar Ezra karena iya mendengar suara Anna dan Ezra.


"Daddy... Daddy sudah kembali" Ezra berlari ke arah Ryan dan mengangkat tangannya. Ryan tersenyum dan dengan cepat mengangkat Ezra dan mencium keningnya. Iya juga berjalan ke arah Anna dan mencium keningnya pula.


"Ayo berangkat. Kita harus pergi ke suatu tempat juga" Ryan ingin membawa mereka ke rumah barunya.


"Kemana? " Anna menatap Ryan dan bertanya dengan ekspresi imut. Ryan menggelengkan kepala dan tersenyum, Anna menggigit bibir bawahnya. Imut-imut sekali.


Ketika Ryan mengemudi, dia merasa Anna sedang melihat dirinya, tetapi Ryan tidak balas melihatnya karena Ryan tidak ingin melihat ekspresi sedih Anna. Tapi sepertinya tatapan Anna dipenuhi dengan cinta dan perhatian. Ryan tetap tidak ingin menatap Anna. Ryan tahu pikiran Anna serta kekhawatirannya.


Setelah makan malam. Ryan meminta Anna untuk menunggu di mobil dengan Ezra. Sedangkan dirinya akan membeli camilan. Sebenarnya Ezra meminta Ryan untuk dibelikan camilan sejak mereka mulai makan malam. Ezra bahkan menginginkan begitu banyak. Setelah kembali, Ryan membeli seplastik besar makanan ringan lalu masuk ke mobil.


"Terima kasih daddy" teriak Ezra begitu Ryan masuk ke dalam mobil. Telinga Ryan serasa berdengung.


"Jangan berteriak di telinga daddy sayang, tidak baik" Anna mengerutkan kening pada Ezra dengan menasihati sambil menatapnya. Lalu bergantian menatap Ryan.


"Maaf daddy" Rasanya seperti sesuatu yang langka. Ryan tidak percaya dengan kenyataan jika Ezra berbisik di telinganya. Ryan tersenyum pada Ezra dan membelai rambutnya, Ezra tersenyum sambil memeluk Anna dengan erat.


"Kita mau kemana Ryan? " Anna bertanya lagi. Ryan melihat wajah Anna yang ekspresi penasarannya. Ryan tersenyum pada Anna tanpa mengatakan apapun, lalu mobil melaju menuju ke mansion. Saat mereka tiba di mansion, Anna terlihat terkejut. Ryan turun dan berlari kecil memutari mobil lalu membukakan pintu untuk Anna. Dia mengambil Ezra dari Anna lalu menyuruh keluar dari mobil.


"Di mana ini Ryan? " Anna melingkarkan tangannya di lengan Ryan dan bertanya sambil menatap Ryan.


"Rumah baru kita. Mulai sekarang kita akan tinggal di sini" Anna memperhatikan Ryan.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan apartemennya? " Anna bertanya dengan tatapan khawatir. Ryan menghela napas karena tahu Anna berpikir bahwa dirinya membuang-buang uang.


"Terlalu kecil untuk ditinggali Anna. Bahkan tidak ada taman" Jawab Ryan. Anna menghela nafas dan tersenyum pada Ryan sambil mengangguk. Ryan menghela nafas lega karena wanita ini sangat sulit untuk ditebak.


"Bagus sekali" Anna berkata sambil mencium pipi Ryan. Ryan mengangguk pada Anna dan Ezra yang masih sibuk dengan paket mainan barunya.


"Ezra... lihat" Ryan mencium kening Ezra dan berkata sambil melihat sekeliling.


"Daddy... Bagus sekali... Kita akan tinggal di sini? " Ezra bertanya sambil mencium daddynya. Ryan mengangguk dan membalas mencium pipi anaknya. Ryan mengajak mereka memasuki rumah bersama.


"Selamat datang tuan muda dan nona muda. Tuan muda kecil juga ada di sini" Pak Herman adalah kepala pelayan mansion ini. Dia merawat mansion itu dengan baik. Ryan mengangguk padanya dan memasuki rumah sambil melirik Anna. Dia melihat sekelilingnya dengan kagum. Ryan yakin Anna belum pernah ke tempat seperti ini sebelumnya, tapi Justru hati Ryan merasakan sakit karena Anna tidak pernah menjadi bagian dari kehidupan keluarganya yang sebenarnya. Ryan menghela nafas dan memperhatikan setiap ekspresi Anna. Ryan bisa merasakan Anna yang bahagia, tetapi dia bukan tipe wanita yang menyukai hal seperti ini. Yang Anna inginkan hanyalah cinta. "Tuan muda, haruskah saya menyiapkan makan malam? " Pak Herman bertanya sambil tersenyum pada Ryan.


"Tidak, kami sudah makan malam" Jawa Ryan. Setelahnya iya melihat jam, ternyata sudah jam 10 malam.


“Ezra, sudah waktunya tidur” Ryan berkata. Lalu Ryan meraih pinggang Anna mengajaknya masuk ke kamar Ezra.


"Aduh... Aku tidak punya baju untuk Anna di sini. Hanya ada untuk Ezra" Ryan membawa Ezra keluar dari kamar dan memakaikan baju piyama lalu meletakkannya di tempat tidur. Ezra sudah sangat mengantuk. Ryan mencium kening Ezra. Dan terlihat Anna masuk ke kamar.


"Astaga" Batin Ryan. Ryan memperhatikan Anna yang datang dan duduk di sampingnya. Ryan menjelajahi seluruh tubuh Anna, Anna terlihat sangat seksi dan cantik dengan kemeja hitam Ryan. Kaki putih dan jenjang yang terlihat. Ryan menelan salivanya saat melihat kecantikan Anna.


"Selamat malam sayang. Mommy sangat mencintaimu" Anna membungkuk lebih dekat ke Ezra dan mencium keningnya. Aliran darah Ryan seakan berhenti saat kedua bukit kembar itu menekan paha bawahnya. Karena Anna harus melangkahi Ryan untuk bisa mencium Ezra. Ryan menenangkan diri dan menatap Ezra, ternyata dia sudah tidur. Tiba-tiba Anna berdiri dan meninggalkan ruangan.


"Apa-apaan ini? Dia bahkan tidak menatapku. Urghh wanita ini" Gumam Ryan. Dengan cepat iya berlari keluar ruangan bahkan tanpa mempedulikan kaosnya yang belum dipakai.

__ADS_1


Ryan pergi ke kamar utama dan melihat Anna sedang menyisir rambut panjangnya yang mencapai paha atasnya. Tiba-tiba, Ryan teringat hari pertama dia melihat Anna dengan rambutnya yang mencapai pinggang, tapi lihatlah Anna sekarang.


"Aku sangat menyukai rambut panjangnya karena sangat sulit untuk menemukan wanita dengan rambut panjang yang alami seperti ini" Gumam Ryan pelan. Dia perlahan berjalan ke arah Anna dan memeluknya dari belakang, Anna terdengar tertawa kecil di pelukan Ryan. Ryan terkekeh dan membalikkan Anna menghadap padanya.


"Merayuku? Mm?" Ryan melingkarkan tangan ke pinggang Anna dan menempelkan tubuhnya. Dia perlahan melingkarkan tangannya di leherku dan tersenyum.


"Aku tidak menyukai pria yang sudah menikah" Ucap Anna berbisik.


"Sialan... Apa kamu benar-benar merayuku dengan bicara dan bertingkah seperti ini? " Balas Ryan. Kemudian Anna menggerakkan jari-jarinya ke belakang kepala Ryan dan tersenyum cerah.


"Dan aku menyukai wanita yang sudah menikah" Dengan itu Ryan mengangkat Anna dan melemparkannya ke tempat tidur lalu naik ke atasnya. Ryan mendengar tawa manis Anna yang membenamkan wajahnya ke bantal. Ryan tersenyum dan mulai menggelitik Anna. Dan Anna mulai tertawa keras.


"Ryan. hentikan. Dasar bodoh" Ryan tertawa karena ekspresi wajah Anna yang imut. Wajah Anna memerah. Ryan akhirnya menghentikan tindakannya saat Anna dengan keras menampar bahunya.


"Brengsek. Kenapa kamu begitu menyebalkan?" Ucap Anna. Ryan tersenyum pada Anna karena kebiasaannya yang tidak pernah pudar. Ryan melihat senyum Anna. Itu adalah hal terindah yang pernah Ryan lihat. Ryan bahagia sekali. Ryan mencium kening Anna dan bersandar di sampingnya saat. Tiba-tiba Ryan membalikkan tubuh Anna menghadap dirinya. Sedangkan Anna menatap Ryan dengan senyum malu-malu. Iya lalu mencium pipi Ryan. Ryan yang mendapat ciuman dari Anna tersenyum dan meletakkan tangannya di wajah Anna. Mengusap bibir Anna dengan ibu jari. Begitu indah dan sangat menggoda. Anna mendekati Ryan dan membenamkan wajahnya di dada sang suami.


"Bagaimana kamu bisa membuat pinggangmu seramping ini? " Ryan bertanya pada Anna sambil mengelus pinggangnya. Anna menatap Ryan dan tersenyum.


"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku melakukan beberapa pekerjaan paruh waktu. Aku juga merawat seorang gadis kecil, sebagai pengasuhnya setiap hari aku harus berlatih menari balet dengannya" Anna menggerakkan jarinya ke seluruh dada Ryan. Iya berbicara sambil tersenyum. Hati Ryan terasa sesak karena kehidupan Anna sebelumnya.


“Kalau begitu katakan padaku tuan muda, bagaimana kamu bisa mengimbangi tubuh panas yang memiliki stamina tak terbatas ini” Ryan tertawa terbahak-bahak karena apa yang Anna katakan. Anna bahkan mengerutkan kening pada Ryan saat berbicara. Ryan tidak bisa menahan tawa karena sikap Anna yang imut dan kekanak-kanakan.


"Kau menyukai tubuhku? " Ryan menggoda Anna. Anna menggigit bibir bawahnya sambil tersipu.

__ADS_1


"Aku harus menyukai tubuh suamiku" Anna mencubit perut Ryan dengan lembut dan menggerakkan jari-jarinya menyentuh dada bidang Ryan dengan cara yang lucu.


"Ryan. Apa ini? Apa yang terjadi?" Tanya Anna khawatir.


__ADS_2