
Sudah tiga minggu, namun Ryan tidak datang dengan Ezra. Setelah Ryan pergi hari itu, dia mengirim barang-barang dan pakaian Anna agar dia tinggal di sini, jadi Anna menunggu, tapi Ryan tidak pernah muncul. Anna tidak tahu apa yang salah dengannya atau apa yang terjadi pada Ryan dan Ezra. Ryan bahkan tidak memberi Anna nomor ponselnya. Anna hanya sabar menunggu tapi tetap saja Ryan tidak datang, seperti tiga tahun lalu. Anna hanya menertawakan diri sendiri karena dia percaya pada Ryan dan tetap menunggu. Anna bahkan tidak bisa melihat anaknya.
"Aku harus pergi dari sini. Mengapa aku harus menunggu di sini jika dia tidak datang, mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya, tapi selama tiga minggu, Itu tidak mungkin. Dia hanya menahanku di sini. Urghh... Jangan pikirkan itu" Ucap Anna pada diri sendiri. Anna pun bersiap-siap dan meninggalkan apartemen.
Ketika Anna keluar dari gedung, dia berjalan menuju jalan karena iya ingin naik taksi dan pulang tetapi sebelum Anna menemukan taxi, sebuah mobil berhenti di depannya dan seorang pria keluar dari mobil itu
"Nona Taradevi. Nyonya kami ingin bertemu dengan Anda, silakan masuk ke dalam mobil" Pria itu berbicara kepada Anna dengan sopan, tapi Anna tidak ingin masuk ke dalam mobil itu karena Anna tidak mengenal nyonyanya.
"Maaf" Anna berkata lalu berbalik untuk pergi. saat Anna akan melangkah, iya mendengar pintu mobil terbuka tapi Anna tidak peduli.
"Rulianna. Sudah hampir empat tahun" Anna mendengar suara seorang wanita, Anna pun langsung mengenalinya.
"Jadi dia nyonyanya" Gumam Anna sambil tersenyum dingin dan berbalik menghadap wanita tua itu. Anna menatap nenek itu, dan dia tersenyum kepada Anna.
"Dasar penjahat" Batin Anna.
"Kamu terlihat cantik Rulianna. Pantas perhatian cucuku tersita olehmu" Nenek itu menyeringai pada Anna sambil melihat kepala sampai ujung kaki Anna.
"Jadi Nyonya William, Anda memuji saya karena menarik perhatian cucu Anda? " Anna tersenyum pada nenek itu dan melihat wajahnya yang terlihat menahan emosi.
"Kamu pikir wanita kotor sepertimu bisa menjadi pasangan tuan muda dari keluarga William? " Ucap wanita tua itu bertanya sambil berjalan ke arah Anna.
"Lalu mengapa kamu tidak menjelaskan kepada cucumu bahwa aku kotor? " Anna bertanya pada saat nenek itu berhenti tepat di depannya "Ruliana. Kamu tahu, Ryan hanya bermain-main denganmu dan tidak akan pernah serius denganmu. Apakah kamu jatuh cinta padanya? " Wanita tua itu bertanya.
"Apakah aku mencintainya. Tidak... Seharusnya aku tidak mencintainya" Batin Anna sambil menatap nenek Ryan. tetapi hatinya terasa sakit karena apa yang nenek Ryan katakan.
"Apakah dia benar-benar mempermainkanku? " Ucap Anna dalam hati.
__ADS_1
"Kamu sudah jatuh cinta padanya. Kasihan sekali Rulianna, Ryan sudah mendapatkan calon istrinya dan dia sudah siap untuk pernikahannya. Kamu tahu, dia membawa seorang ibu dengan status yang baik untuk Ezra, Bukan wanita rendahan sepertimu yang pantas menjadi ibu Ezra" Nenek Ryan berkata dengan sadis. Hati Anna hancur berkeping-keping saat mendengar kata-kata yang berbisa itu.
"Benarkah, bukankah dia bilang, mari kita hidup bersama" Anna masih menutup mulutnya dan berbicara dalam hati.
"Lihat... Ezra dengan ibu barunya dan Ryan dengan calon istrinya" Anna melihat tab yang nenek tunjukkan padanya dan melihat seorang wanita. Dia menggendong Ezra. Dan Anna bisa melihat dengan jelas bahwa Ezra bahagia. Hati Anna menegang dan matanya tertuju pada Ryan yang sedang tersenyum. Rasanya Anna ingin menangis, tapi dia tidak akan pernah menangis di depan wanita jahat itu.
"Jadi dia punya waktu untuk bersama wanita lain dan dia punya waktu untuk membiarkan Ezra bertemu dengannya. Hebat" Anna tetap berkata dalam hati karena tak ingin nenek Ryan tahu bahwa hatinya hancur.
"Kecewa... Oh ya, sakit melihat putramu sendiri menerima wanita lain sebagai ibunya. Maafkan aku Rulianna. Kamu banyak menderita saat melahirkannya, tetapi apakah yang kamu dapatkan? " Nenek Ryan berkata sambil mengubah emosinya.
"Tentu saja tidak Nyonya Willian. Anda tahu, saya mendapatkan apa yang saya inginkan. Bahkan jika Ryan membawa wanita lain sebagai ibu Ezra. Saya yakin, anak saya akan selalu mengingat wajah ibu kandungnya. Dan dia adalah darah daging saya, sehingga tidak ada yang bisa mengubahnya. Selamat tinggal" Setelah itu Anna berbalik dan pergi.
"Jadi begitu... Itu sebabnya dia tidak datang atau membawa Ezra kepadaku. Aku sungguh bodoh. Mengapa aku percaya orang itu? " Anna bergumam sambil mencari taxi, begitu mendapatkan, iya naik taksi dan pulang kerumah lamanya.
Anna menghela nafas saat melihat rumah lamanya.
"Ini masih rumahku dan tidak akan pernah berubah. Orang yang dulu tinggal di rumah ini sudah pergi tapi kenangan masih ada di sini bersamaku kan? " Anna menghela nafas dan masuk ke dalam rumah lalu mengunci pintu. Dia pergi ke kamar Erza dan berbaring di tempat tidur Erza. Tiba-tiba Anna teringat tentang buku catatan Erza, iyapun mengeluarkannya dari tas, karena Anna selalu membawanya ke mana pun dia pergi. Anna perlahan membukanya dan membaca lagi catatan yang Erza tulis untuknya. Anna tidak bisa menahan tangisnya. Karena dia tidak bisa menemuinya selama berbulan-bulan.
"Akulah yang bersalah. Bukan siapa-siapa hanya aku" Anna menghela nafas dan memutuskan untuk pergi minggu depan setelah ulang tahun kematian keempat Erza, dan Anna tidak akan pernah datang ke sini lagi. Anna yakin anaknya akan tumbuh sehat dan bahagia.
"Tinggal di sini hanya akan membuatku menderita dan aku bukan siapa-siapa lagi" Gumam Anna sambil mengusap matanya.
- Ryan -
Ryan tidak bisa menemui Anna selama tiga minggu. Ezra terus menangis dan memintanya untuk membawanya ke mommynya, tapi Ryan tidak bisa karena neneknya. Nenek bertingkah aneh dan dia meragukan Ryan. Ryan pun dapat dengan jelas merasakan perubahan sikap nenek, ingin mencari tahupun tidak bisa karena Ryan sangat sibuk dengan pekerjaannya. Ryan tahu bahwa nenek menyuruh seseorang untuk mengikuti dan mengintai ke manapun dia pergi, sehingga Ryan tidak pergi kepada Anna.
"Persetan... nenek sangat menyebalkan" Ryan mengumpat dalam hati. Iya meminta Chris untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi empat tahun lalu. Ryan ingin tahu apa yang neneknya lakukan pada Anna dan mengapa dia takut pada nenek. Anna tidak ingin nenek tahu jika dia tinggal bersama Ryan.
__ADS_1
"Daddy..." Ryan mendengar suara Erza, Ryan pun menatap putranya. Ezra terlihat sedang dalam suasana hati yang tidak bahagia.
"Ya" Kata Ryan saat Ezra masuk ke ruang belajar dan naik ke pangkuannya.
"Kapan aku bisa melihat mommy, aku merindukannya" Mata Ezra terlihat basah saat dia berbicara kepada Ryan. Ryan menghela nafas dan mengelus kepala Ezra.
"Segera sayang. Kita akan pergi dan menemuinya segera" Ryan mencium kening Ezra.
"Daddy. benarkah yang dikatakan nenek itu? " Tanya Ezra.
"Kata Nenek. Apa? " Batin Ryan.
"Apa yang nenek katakan? " Ryan bertanya pada Ezra dan Ezra berpaling dari Ryan.
"Apa-apaan ini, apa yang nenek katakan pada anakku? " Ryan memandang Ezra sedih.
"Dia bilang Daddy akan menikahi tante Natasha, dan dia akan menjadi mommyku" Ezra mengatakan. Darah Ryan mendidih karena marah.
"Beraninya nenek berkata kepada Ezra setelah aku dengan jelas mengatakan padanya bahwa aku tidak akan peduli pada Natasha. Huuh. wanita itu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan wanitaku" Geram Ryan dalam hati karena tak ingin di dengarkan anaknya.
"Tidak... Wanita itu tidak akan pernah menjadi mommymu. Kamu hanya memiliki satu Mommy dan kamu mengenalnya" Kata Ryan, Ezra pun mengangguk dengan senyuman yang manis.
"Aku harus berbicara dengan nenek dan bertanya apa masalahnya" Gumam Ryan.
"Baiklah Ezra, Sudah waktunya untuk tidur. Ayo kita pergi tidur dan melihat mommymu besok" Ryan mencium kepala Ezra dan bangkit dari kursi sambil menggendong Ezra menuju ke kamarnya. Ryan menunggu sampai Ezra tertidur dan kemudian pergi menemui nenek.
"Nenek" Ryan berbicara, nenek dan kakek menatapnya. Rayn tidak tahu apakah kakek tahu tentang perubahan sikap nenek. Untuk apa Ryan berfikir seperti itu, lagian dia tidak akan peduli.
__ADS_1
"Iya Ryan" Nenek tersenyum manis pada Ryan. Ryan merasa jijik dengan senyuman itu.
"Apakah nenek memberi tahu Ezra bahwa Natasha akan menjadi mommynya dan aku akan menikahinya? " Ryan bertanya langsung pada nenek dan wajah nenek berubah menjadi pucat.