Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Pria-pria Menyebalkan


__ADS_3

"Ryan, mau kemana? Lalu... Maksudnya... beberapa hari?" Anna berdiri dari tempat tidur dan bertanya pada suaminya. Ryan memperhatikan Anna sebentar dan menghela nafas.


"Aku akan pergi dengan Mark. Aku akan segera kembali? " Ryan melingkarkan tangannya yang kekar di pinggang Anna dan mencium keningnya.


"Ryan kemana?" Anna bertanya lagi kepada suaminya karena dia penasaran dan ingin tahu ke mana tepatnya Ryan akan pergi.


"Akan kuberitahu kalau aku sudah kembali Anna" jawab Ryan. Anna hanya mengangguk saja karena dia tidak ingin berdebat dengan suaminya pagi-pagi seperti ini.


"Apakah kamu membawa pakaian Ezra?" Anna bertanya pada suaminya saat Ryan menurunkan Ezra.


"Iya, aku hanya mengambil beberapa pakaiannya saja" Anna mengangguk pada Ryan dan membawa Ezra ke kamar mandi. Anna memandikan putranya dan mengambil hoodie serta celana pendek untuknya lalu mendandaninya.


"Sayang. tunggulah disini sama daddy, mommy akan mandi. Nanti kesini lagi" Anna mencium pipi Ezra dan pergi ke kamar kecil.


Setelah Anna selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi dan melihat Gwen ada di sana. "Marianna, kamu tidak punya pakaian kan? Aku tadi tanya sama Ryan, dan dia bilang dia lupa membawa pakaian untukmu. Dia akan mengambilkanya sebelum pergi. Jadi kamu pakai ini dulu untuk sementara. Aku memakai ini ketika hamil Myles" Ucap Gwen. Anna melihat baju di tangannya dan mengangguk pada Gwen. Setelah itu Gwen keluar dari kamar. Anna memakai daster panjang yang Gwen berikan kepadanya. Anna memperhatikan baju yang dia pakai, begitu lucu dengan gambar bebek kecil.


"Lihat, baju itu sangat cocok untukmu" Ucap Gwen. Anna tersenyum pada Gwen yang baru saja mendekat ke arahnya dan melingkarkan lengannya di lengan Anna sambil membantu memakai baju itu.


"Ini bajunya lucu" kata Anna sambil menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. "Kakakmu ingin aku memakai gaun yang lucu. Karena dia percaya putranya akan menjadi anak yang polos dan imut. Tapi lihat putranya." Gwen menghela napas dalam-dalam dan tersenyum pada Anna.


"Myles lucu... aku menyukainya" kata Anna lagi sambil mengangguk pada Gwen.


"Ya... dia memang lucu, tapi hal yang dia lakukan sama sekali tidak lucu" Anna tertawa karena apa yang Gwen katakan. Saat mereka memasuki ruang makan, Anna melihat Ezra dan Myles yang saling memandang sambil mengerutkan kening. Sama seperti daddy mereka.


"kamu di sini? Aku tidak menyukainya" Ezra menatap Anna dan berkata dengan cepat. Anna menatap putranya dan menghela nafas.


"Dia saudaramu, sayang. Jadilah anak yang baik dan memperlakukan satu sama lain dengan baik juga, oke?" Anna berkata dan Ezra memperhatikan dirinya sebentar dan melihat ke arah Myles.


"Mengapa dia menjadi kakakku mom?" Ezra kembali bertanya pada Anna dengan sedikit cemberut.

__ADS_1


"Itu karena dia anak pamanmu, daddynya Myles adalah kakak mommy" Anna berjalan ke arah putranya dan mencium pipinya. Dia menunggu sebentar dan kembali menatap Myles lagi.


"Baik mom" ucap Ezra sambil mengangguk. "Myles tidak boleh berkelahi atau bertengkar dengan adikmu, oke?" Anna mendengar suara Gwen yang sedang menasihati Myles.


"Tidak. Aku tidak akan melakukannya" kata Myles sambil tersenyum.


Anna mendekat ke Myles dan mencium pipinya lalu masuk ke dapur bersama Gwen.


"Gwen, apa kamu tahu kemana mereka akan pergi?" Anna bertanya pada Gwen. Gwen hanya menggelengkan kepalanya dengan ekspresi khawatir.


"Jadi kamu juga tidak tahu apa-apa? " Tanya Anna.


"Dia tidak memberitahuku apa-apa. Baru saja aku diberitahu kalau dia akan pergi dengan Ryan dan Chris untuk mengurus sesuatu yang penting" Jawab Gwen. Dia menghela nafas dan berbicara.


"Chris juga akan pergi? Mengapa mereka tidak bisa memberi tahu kami sebelum pergi? " Gumam Anna.


"Aku juga tidak tahu Mari apa yang akan mereka lakukan. Mark tidak memberitahuku apa-apa" Gwen berkata lagi.


"Gwen bagaimana perasaanmu? Ada perasaan tidak nyaman?" Anna mengarahkan jari ke perut Gwen dan bertanya. Dia tersenyum dan meletakkan tangannya di perut Gwen lalu membelainya dengan lembut.


"Mual. Aku harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan ini. Karena aku merasa sudah dua bulan atau bahkan lebih" Gwen memberitahu Anna. Anna pun tersenyum padanya dan mengangguk. karena memang lebih baik jika Gwen pergi ke rumah sakit dan memeriksakannya.


"anaknya laki-laki?" Anna bertanya pada Gwen yang tersenyum cerah padanya.


"Aku sudah punya anak laki-laki. Aku ingin seorang anak gadis agar aku bisa santai di masa depan" Jawab Gwen, Anna tertawa keras karena apa yang Gwen katakan. Anna juga setuju dengan pemikiran iparnya itu.


"Jadi kapan kamu berencana untuk memberitahuku jika kamu hamil?" Gwen dan Anna sama-sama terkesiap saat mendengar suara Mark. Saat mereka berbalik badan, mereka melihat Mark yang sudah berdiri di pintu sambil menatap Gwen. Tatapannya tertuju pada Anna dan dengan cepat pindah ke Gwen lagi.


"Apakah dia marah karena Gwen tidak memberitahunya? " Anna melihat ekspresi wajah berbahaya Mark dan menghela nafas. Anna menatap Gwen dan mendapati Gwen yang sudah menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"Sudah dua bulan? Oke bagus" Setelah itu Mark berbalik dan pergi.


"Dia benar-benar marah" Batin Anna.


"Gwen, kurasa Mark marah" kata Anna kepada Gwen yang menatapnya sambil tersenyum.


"Abaikan saja dia. Dia selalu seperti itu. Ketika amarahnya hilang dia akan kembali dan mengatakan bahwa dia bahagia dan dia mencintai kami" kata Gwen sambil tersenyum. Anna mengangguk padanya karena dia begitu yakin dengan sikap Mark.


"Laki-laki benar-benar menyebalkan. Percayalah padaku" Mark kembali memberitahu Anna sambil tertawa pelan, dan Anna pun mengangguk setuju padanya.


Saat Mereka membawa makanan ke ruang makan. Anna melihat ke arah Mark yang sedang melihat ke arah Gwen, tapi begitu Gwen menatapnya, Mark membuang muka dengan gaya dramatis.


"Jadi Myles, apakah kamu tahu bahwa mommymu sedang mengandung adik perempuan atau laki-lakimu?" Saat sarapan, Mark bertanya pada Myles sambil melihat semua orang yang sedang sarapan.


"Aku tahu Daddy. Bukankah aku mencoba memberitahumu tentang hal itu? Kamu sangat bodoh dan mengabaikanku. Aku bahkan menunjuk perut mommy. Kamu sangat buruk dan tidak mengerti" Jawab Myles santai.


"Bagaimana dia tahu? " Batin Anna. Dia melihat ke arah Myles dan mendapati Myles mengangkat alisnya ke arah Mark. Mark memperhatikan putranya sebentar dan mengatupkan bibirnya lalu melanjutkan makan. Anna melihat Ryan dan melihat dia tanpa malu-malu menyeringai pada Mark. Anna merasa ingin tertawa karena wajah suaminya.


Setelah sarapan, Ryan mendatangi Anna dan mencium kening istrinya.


"Paman Herman akan mengirimkan pakaianmu. Jaga dirimu. Aku akan segera kembali. Aku mencintaimu" Seluruh tubuh Anna membeku ketika dia mendengar Ryan mengatakan bahwa dia mencintai dirinya. Ini pertama kalinya Ryan mengatakan itu padaku. Anna menatap suaminya dan mengangguk sambil tersenyum.


"Aku juga mencintaimu" Anna mencium pipi Ryan yang tersenyum padanya dan menghela nafas lega.


"Akhirnya..." Ryan tersenyum pada Anna dan mencubit pipinya dengan lembut.


"Ayo pergi" Mark mendatangi mereka dan menyela sambil memelototi Ryan. Ryan mengangguk padanya dan mencium kening Anna lalu berjalan keluar bersama Mark. Anna menatap Mark dan mendapati dia sedang menatap Gwen.


"Jaga dirimu" Setelah itu Mark langsung pergi.

__ADS_1


"Orang ini masih marah" Batin Anna. Gwen mengangguk pada suaminya dan melambai sambil tersenyum.


"Mereka pergi, tetapi hatiku mengatakan jika mereka akan melakukan sesuatu" Batin Anna. Anna merasakan takut. Dia tahu pria seperti apa Ryan. Dan Mark, dia tidak berbeda dengan Ryan.


__ADS_2