Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Jangan Penah Mengabari Kami


__ADS_3

Ryan mendengarkan cerita ayahnya sambil tersenyum. Dia berfikir sifat ibunya sama seperti sifat Anna. Suka memukul dan selalu mengabaikan. Ryan sangat senang disaat melihat ayahnya tersenyum seperti ini. Karena ayahnya sangat jarang terlihat senyum sebahagia ini. Tapi hati Ryan terasa sesak saat mengingat bahwa ibu dan adiknya telah pergi sudah lama sekali. Wanita seperti dia harus menemui ajal sebelum waktunya. Ryan tidak pernah memiliki seorang ibu yang menyayanginya dan semua itu Karena ulah neneknya. Neneknyapun juga bisa saja menyakiti istrinya.


"Ryan, bawa istrimu pulang. Jangan biarkan dia tinggal di tempat menyebalkan seperti ini. Ini bisa mempengaruhi kesehatannya" Ayah Ryan berkata. Ryan pun hanya mengangguk pelan kepada ayahnya.


"Ayah, Ezra bilang dia merindukanmu" Ayah Ryan menatap putranya dan tersenyum begitu mendengar nama Ezra.


"Baiklah aku juga merindukannya. Aku akan mengunjungi kalian beberapa hari lagi" Ayah Ryan berkata. Ryan yang sudah berada di depan pintu mengangguk sebelum ia keluar dari kamar ayahnya. Hati Ryab kembali merasakan sakit ketika dia melihat bagaimana ayahnya memandang foto ibunya. Iya Pun perlahan keluar dari kamar ayahnya.


Di saat Ryan turun melalui tangga, dia melihat neneknya yang sedang menangis tersedu-sedu sambil melangkah dan menutupi wajah dengan telapak tangannya. Tetapi Ryan menepis rasa kasihan itu. Neneknya terlalu kejam terhadap semua orang. Bahkan Erza pun harus meregang nyawa karena ulahnya. Dia adalah seseorang yang berada dibalik setiap musibah yang menimpa keluarga Holland, dirinya sendiri dan juga ayahnya. Dia bukan hanya membunuh ibu dan calon adik laki-laki Ryan yang belum lahir. Namun dia juga mengarang cerita dan berbohong kepada Ryan tentang istrinya. Dan tanpa alasan yang pasti Ryan percaya itu sehingga dia membenci Ruliana. Ryan bahkan menyakiti Ruliana karena kebohongan dari wanita tua di depannya itu.


" Ryan... Nenek mohon... Jangan kirim nenek ke militer Selatan. Nenek mengakui jika nenek memang salah" Nenek Ryan menatap cucunya dan mendekat kearah Ryan dengan wajah memelas dan deraian air mata yang mengalir di pipinya. Wajah nenek Ryan menjadi merah padam karena terlalu lama menangis. Dia adalah nenek Ryan yang pernah sangat dicintainya ketika Ryan masih kecil. Dia sangat baik dan sangat menyayangi Ryan. Namun siapa yang menyangka Jika dia adalah orang yang membuat Ryan kehilangan ibu dan calon adiknya.


"Tidak... Aku tidak akan memaafkannya. Aku tidak akan pernah bisa memaafkannya. Tidak akan pernah" Ryan bergumam dalam hati.


"Katakan kepadaku, kenapa kamu membunuh Ibuku disaat kamu tahu bahwa dia sedang hamil. Kenapa? Seandainya kamu tidak membunuhnya aku tidak akan pernah merasa kesepian di masa kecilku. Aku bisa bermain dengannya" Ryan berkata dengan suara serak dan tiba-tiba matanya merah. Iya teringat disaat dia kecil dia sangat menginginkan seorang adik perempuan. Ryan begitu iri dengan Mark karena Mark selalu melindungi Ruliana. Dia sangat menyayangi Ruliana. Tetapi Ryan tidak pernah memiliki kesempatan untuk punya adik seperti Mark. Dan itu semua karena ulah neneknya.


"Dia hanyalah Wanita Biasa Ryan. Dia memang cantik dan cerdas seperti yang ayahmu katakan. Namun dia tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi Nyonya muda dari keluarga William. Dia hanyalah Putri seorang pelayan. Dia sangat kotor" Ucap nenek Ryan dengan penuh percaya diri. Ryan yang mendengar itupun darahnya tiba-tiba mendidih amarah menguasainya dan emosi memuncak di ubun-ubunnya.

__ADS_1


"Jadi hanya karena ibuku adalah seorang putri pelayan, ****** tua ini membunuhnya?" batin Ryan.


"Tidakkah kamu merasakan bahwa anaknya juga kotor setelah tidur dengannya. Bahkan aku juga berada di rahimnya selama 9 bulan berarti aku juga kotor. Iya Ibuku... Dasar ******. Putri pelayan ataupun bukan kamu tidak perlu membunuhnya. Sekarang Lihatlah akibatnya. Karena ulahmu Ayahku menjalani kehidupan seperti mayat hidup. Hanya kehampaan yang ada di dalam hatinya. Dia hanyalah seorang pria yang selalu berdiam diri, itulah yang aku ingat Dan ini semua karena ulahmu. Karena ketamakanmu. Kamu yang menyebabkan semuanya"


"Sekarang pergilah dari kehidupan kami Dan jadilah seorang pelacur. Di sana kamu akan menemui wanita rendahan dan wanita kotor seperti yang kamu katakan" Ryan berteriak karena ia ingin melampiaskan seluruh Rasa Sakit nya. Dan jauh di lubuk hatinya ia sangat bahagia. Wanita tua ini adalah alasan mengapa Anna menangis, serta ibunya pun juga harus menderita karenanya.


"Wanita seperti kamu ini harus menderita seumur hidupmu" Ucap Ryan. Setelah itu Rian mengeluarkan ponselnya dan akan menghubungi seseorang. Sebelum dia berhasil menghubungi seseorang, dua orang lelaki berseragam militer Selatan datang.


"Mohon maaf tuan William, Jika kami mengganggu Anda. Kami mendapatkan telepon dari tuan besar bahwa kami harus menjemput seseorang dan membawanya ke militer Selatan" Ucap seseorang diantara mereka berdua sambil menatap kearah Ryan.


"Bawa dia dan jangan sampai dia melarikan diri. Satu lagi, jangan menghubungi kami tentang sesuatu yang berkaitan dengannya, bahkan jika dia meninggal" Setelah berkata itu Ryan pergi keluar rumah ia melihat Anna yang sedang duduk di sudut taman mansion sambil memegangi perutnya. Ryan pun perlahan mendekati istrinya. Iya melihat Anna yang sedang membelai perutnya dengan satu tangan sementara tangan yang satunya memegang pinggang bagian belakang. Iya terlihat sangat sulit dengan keadaan seperti itu.


"Anna ayo pulang" Ryan menghampiri Anna dan berkata dan anak pun memandang suaminya dengan tersenyum.


"Ryan kenapa kita tidak membawa pulang biji bunga matahari dan lalu menanamnya di rumah?" Anna berkata dengan cemberut. Tiba-tiba yang merasa ingin tertawa karena tingkah Anna.


"Kenapa dia tiba-tiba suka bunga... Oh iya aku lupa Dia sedang hamil anak perempuan, yang sudah pasti dia akan menyukai bunga" Batin Ryan.

__ADS_1


"Oke aku akan membawakan bunga itu untukmu" Anna tertawa pelan dan terdengar juga sangat bahagia. Setelah mendapatkan apa yang istrinya inginkan, Ryan membuka pintu mobil dan membiarkan Anna masuk. Tiba-tiba bibi berjalan ke arah mereka.


"Nona muda, saya membuat kan ini untuk anda" Tiba-tiba bibi berlari ke arah Ryan dan Anna sambil membawa 1 botol besar jus anggur. Jus anggur buatan Bibi adalah yang paling terbaik. Terlihat sangat menyukainya dari tidak pernah berubah. Sekarang istri dan anaknya sangat menyukai jus anggur dan ataupun buahnya.


"Terima kasih bibi, Aku akan segera berkunjung ke sini kembali" Ruliana dengan cepat mengambil jus anggur itu dari tangan bibi sebelum Ryan dapat menggapainya.


"Apakah dia berpikir aku akan mengambilnya" gumam Ryan dalam hati. Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil dan pergi.


"Saat sedang mengendarai mobil, Ryan memandang ke arah Anna yang sedang menikmati pemandangan yang indah. Anna terlihat sangat cantik. Dan sebentar lagi Rian akan memiliki anak versi kecil.


"Anna... Kamu ingin makan sesuatu?" Tanya Ryan kepada istrinya. Dan dengan cepat Anna mengangguk. Ekspresinya terlihat sangat bahagia. Ryan tahu istrinya itu selalu merasakan lapar sejak mulai hamil.


"Apa yang ingin kamu makan?" Tanya Ryan sambil memperhatikan istrinya dan tersenyum.


"Aku mau makan ramen" Jawab Anna dengan ekspresi lucu. Ryan merasa ingin tertawa dengan tingkah Anna.


"Oke..." Dengan itu Ryan membawa Anna ke sebuah restoran. Setelah menemukan sebuah restoran Jepang, mereka pun pun turun. Ryan dengan cepat turun lalu membuka pintu untuk Anna. Mereka pun masuk ke dalam restaurant.

__ADS_1


__ADS_2