
~Chris~
Setelah Chris menemukan tempat tinggal Amelia, dia kehilangan kewarasannya. Chris sangat marah pada Amelia, dia ingin pergi menemui Amelia dan menyeret lalu mengurungnya, jadi Amelia tidak akan meninggalkannya lagi. Setelah mengirim pesan ke Ryan. Chris masuk ke mobil dan pergi ke tempat dimana Amelia tinggal.
Chris mengemudi selama lebih dari enam jam dan kesabaran kesabarannya semakin buruk. "Sial... Kenapa aku tidak naik pesawat saja untuk datang ke sini... Sial..." Chris menenangkan diri karena dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada Amelia jika dia melanjutkan amarahnya seperti ini.
Setelah beberapa jam mengemudi, Chris akhirnya sampai di apartemen Amelia. Dia memarkir mobilnya di parkiran dan pergi ke apartemen yang Amelia tempati.
"Persetan... Pintunya dikunci" Chris mengetuk pintu itu sebentar dan tidak mendapat jawaban.
"Brengsek... Amelia buka pintunya" Chris menendang pintu karena sangat marah.
"Kurasa dia sedang tidak di rumah" Gumam Chris.
"Halo, siapa kamu? Tidak bisakah kamu tutup mulutmu? Dia tidak ada di sini. Bodoh" Emosi Chris semakin besar saat mendengar suara dan kata-kata itu. Dia menatap wanita setengah telanjang yang baru saja meneriaki dirinya.
"Sayang, ayolah. Itu tidak cukup" Chris mendengar suara berat seorang pria dan Chris tahu apa yang terjadi di dalam apartemen mereka.
"Di mana dia? " Chris bertanya tanpa peduli tentang apa yang dilakukan mereka. Wanita itu tiba-tiba melihat Chris dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kemudian ekspresinya berubah.
__ADS_1
"Apakah Anda Chris William?" Dengan suara kaget wanita itu bertanya pada Chris. Tanpa menjawab pertanyaannya, Chris membuang muka.
"Hei, saya minta maaf karena berbicara seperti itu kepada Anda, Tuan William. Mengapa Anda mencari Amelia? " Wanita bertanya pada Chris dengan suara menggoda dan tindakannya juga menunjukkan itu.
Tanpa peduli dengan apapun, Chris berlalu pergi dan memasuki lift. Dia pergi untuk meminta kunci cadangan dari penjaga gedung dan mereka hanya menggelengkan kepala. Hanya satu pilihan yang Chris miliki. Yaitu adalah mendobrak pintu sialan itu. Chris kembali ke mobilnya dan pergi ke toko peralatan.
"Aku ingin sesuatu yang bisa memecahkan kunci pintu" kata Chris sambil memperhatikan wajah kasir.
"Kenapa dia menatapku seolah aku adalah pencuri... Sialan? " Batin Chris.
"Aku menginginkannya karena aku kehilangan kunci apartemenku" keluh Chris. Tak lama kemudian kasir itu mengangguk pada Chris dan memberikan apa yang Chris inginkan. Setelah Chris mendapatkannya, dia membayar dan langsung berlari menuju mobil lalu pergi ke apartemen Amelia lagi. Chris melanggar peraturan apartemen itu, dengan merusak kunci lalu masuk. Chris melihat waktu dan sudah hampir jam empat sore. dia berjalan memasuki apartemen Amelia dan akhirnya berhenti di depan pintu sebuah kamar. Chris mengambil napas dalam-dalam dan membuka pintu dan memasuki ruangan. Hatinya menjadi dingin saat melihat gambar di meja rias Amelia. Dia mengambil sebuah foto dan melihat wanita cantik di dalamnya dengan seorang pria paruh baya. Mereka memiliki mata yang sama dan rambut yang sama. Itu adalah ayah Amelia. Chris menatapnya sebentar dan melihat sebuah arsip di meja rias. Dia mengambil file itu dan duduk di tempat tidur. Setelah Chris membuka file itu, seluruh tubuhnya seperti mati rasa.
"Bagaimana mungkin? Jadi bayi dalam kandungannya itu milikku" Gumam Chris. Dia menarik napas dalam-dalam dan mencoba menenangkan diri karena dia seperti kehilangan kendali dirinya sendiri. Chris melihat hasil USG. Sebuah gambar bayi di dalam perut Amelia. Amelia telah memeriksakan kehamilannya sebulan yang lalu dan dia hamil empat bulan.
"Aku tidak menggunakan pengaman apapun saat itu, dan dia masih perawan. Sudah pasti anak itu milikku" Gumam Chris. Tiba-tiba kebahagiaan menjalari hatinya.
"Aku akan menjadi seorang ayah" Ucapnya lagi. Chris sangat senang dan semua perasaan marah terhadap Amelia hilang begitu saja karena bayi dalam kandungan Amelia. Chris senang Amelia menjaga bayinya.
"Amelia bisa saja menggugurkannya, tetapi dia tetap membesarkan bayi dalam kandungannya, padahal aku tidak ada di sana untuknya selama lima bulan penuh ini" Gumam Chris. Dia mengambil kotak rokok dan korek api dari sakunya dan menyalakan sebatang rokok, tetapi sebelum menghisap rokok itu, dia teringat bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah dan dia tidak boleh merokok lagi. Chris menghela nafas, berjalan menuju jendela kamar Amelia dan membuang rokok dari jendela lalu melihat ke bawah. Di luar sudah hujan dengan lebat. "Kenapa aku tidak menyadari bahwa hujan? " Gumam Chris.
__ADS_1
"Amelia akan segera datang" Dengan itu Chris berjalan keluar dari kamar Amelia dan pergi ke ruang tamu lalu aku duduk di sofa. Hujan semakin deras dan akhirnya pintu terbuka. Hati Chris menegang saat mendengar suara yang dia rindukan selama hampir lima bulan.
"Sayang, ibu sangat lelah. Jadilah anak yang baik dan jangan bergerak terus, oke? Ibu sangat mencintaimu" Tiba-tiba amarah menguasai Chris karena Amelia menyebut dirinya ibu dan membuat anak itu menjauh dari ayahnya.
Setelah Amelia menyalakan lampu dan melihat Chris, wajahnya terlihat terkejut dan ketakutan. "Oh dia takut sekarang" Batin Chris sambil memandang Amelia.
"A.. Kenapa kamu di sini?" Amelia mundur beberapa langkah dan berbicara dengan suara gemetar. Chris bangkit dari sofa dan berjalan ke arahnya dan aku menatap wajahnya. Begitu indah. Lalu mata Chris tertuju pada perut Amelia. Anak Chris tumbuh di dalam rahimnya.
"Mengapa aku di sini? Apakah kamu tidak senang melihatku?" Chris menyeringai pada Amelia, disaat yang sama, Amelia menutupi perutnya dengan wajahnya terlihat ketakutan.
"Apakah dia berpikir bahwa aku akan menyakiti darah dagingku sendiri? " Batin Chris. Tanpa mempedulikan ketakutan Amelia, Chris berjalan ke arahnya dan berhenti beberapa cm darinya.
"Bayi siapa?" Chris bertanya karena dia ingin mendengar dari Amelia bahwa bayi itu milikku. "Pacarku" Amelia memperhatikan Chris sebentar dan berkata sambil memalingkan muka darinya. Wanita ini benar-benar sesuatu. Chris tahu Amelia akan berbohong.
"Benarkah? Jadi di mana dia? " Chris meraih dagu Amelia dan membuatnya menatap dirinya. Chris merasa ingin menertawakan Amelia, tapi dia merasa amarahnya tertahan.
"Dia bekerja. Pergilah sebelum dia datang" Chris mendorong Amelia ke dinding dan mulai mencium lehernya. Chris sangat merindukan ini. Perlahan Chris meletakkan tangannya di perut Amelia. Jantung Chris mulai berdetak sangat cepat saat dia membelai perut wanitanya.
"Lihat. Dia senang merasakan kedatangan ayahnya" kata Chris sambil mencium leher Amelia dan tulang selangkanya. Chris sangat merindukan kehangatan ini, dia hanya bisa merasakannya dua kali hari itu.
__ADS_1
"Sial, aku merindukan ini" Batin Chris