Rahim Bayaran Sang Milyarder

Rahim Bayaran Sang Milyarder
Kediaman Keluarga William


__ADS_3

" Ryan tidak apa-apa apa, Lupakan semua yang pernah terjadi dan Lupakanlah masa lalu" Anna Berkata sambil menghela nafas panjang. Dia pun juga terluka, tapi dia tidak ingin hidup dengan masa lalu yang kelam. Iya tak akan membiarkan masa lalu menghancurkan hidupnya kembali. Karena dia benar-benar tidak dapat melupakan semuanya setelah kepergian adiknya Erza. Namun setelah menghabiskan waktu bersama Ryan dan Ezra, perlahan ia mampu melupakan semua kenangan pahit tentang Erza. Tapi walaupun seperti itu, Erza tetaplah berada di hatinya, selamanya.


" Mark, nanti pergilah ke sana dan untuk mendatanginya. Kita harus meminta penjelasan dari nya. Aku dengar dia akan pergi berlibur dengan kakek" Ryan tiba-tiba menatap Mark sambil berkata. Mark diam sebentar dan setelahnya ia mengangguk.


" oke" ucap mark.


Setelah sarapan Anna meminta kepada Gwen untuk menjaga Ezra selama dirinya pergi. Dan Gwen pun dengan senang hati mengatakan dia akan merawat Ezra, keponakannya. Anna dan Ryan pun berangkat menuju ke kediaman William. Di saat mereka telah sampai di rumah William, mobil perlahan berbelok dan berhenti di halaman rumah. Ini adalah pertama kalinya Anna mendatangi rumah itu. Ryan dengan cepat keluar dari mobil dan menuju ke pintu samping untuk membantu istrinya turun. Setelah itu mereka memasuki rumah berdua. Mark tidak bersama dengan mereka karena dia harus menyelesaikan suatu urusan yang penting. Dan dia akan menyusul nanti.


"Tuan muda, Ya Tuhan akhirnya aku bisa melihatmu lagi" Seorang wanita yang sudah berumur mendatangi dan menyapa Ryan terlihat di wajahnya raut wajah bahagia, air matanya pun juga ikut menetes Karena kebahagiaan itu. Sesaat kemudian pandangannya tertuju kepada Anna, senyumnya terlihat lebih sumringah. Dia terlihat lebih bahagia.


" Nona muda yang sangat cantik, Selamat datang di rumah William" Wanita itu berkata dengan jujur. Dan Anna pun bisa dengan jelas merasakan bahwa Wanita itu sangat senang bertemu dengan dirinya. Anna membalas tersenyum kepadanya dan mengangguk, tiba-tiba pandangan wanita didepannya tertuju kepada perutnya lagi.


" Nona muda sedang hamil?" Tanya wanita itu sambil tersenyum dan berlinang air mata.


" Nenek ada disini?" Ryan bertanya dengan ekspresi yang berubah. Wanita itu lahan mengangguk kepada Ryan, lalu membawa Anna dan Ryan masuk ke dalam rumah. Saat mereka memasuki rumah, mereka melihat nenek Ryan yang sedang membaca koran sambil duduk di sofa yang besar. Nenek Ryan melihat kearah cucunya, dan dia sangat terkejut melihat Ryan. Sesaat kemudian tatapannya tertuju kepada Anna dan perutnya. Sorot matanya yang menyimpan kebencian terhadap Anna, seperti biasa Ana tak menghiraukan itu.


"Bukan dia yang seharusnya membenciku. Tapi aku yang seharusnya Membenci wanita brengsek ini?" Batin Anna.


"Mengapa wanita murahan ini ada disini?" Nenek Ryan membuang koran yang dipegangnya lalu berdiri.


" Siapa yang murahan. kamu adalah wanita murahan di sini. Dia adalah Nyonya muda dari keluarga William" Ryan menyeringai kepada neneknya sambil melingkarkan lengannya di tubuh Anna.


"Kamu membuat ****** kecil ini hamil lagi, tidak heran mengapa otakmu mati" Nenek Ryan Berkata sambil memandang ke arah perut Anna dengan ekspresi wajah jijik. Hati Ana menegang saat melihat ekspresi wajah wanita tua di depannya.

__ADS_1


"Bukannya aku sedang mengandung cucunya sendiri, kenapa dia menatapku seperti itu?" Batin Ana.


"Kamu yang badjingan di sini. Jika kamu berani mengatakan 1 kata lagi pun, aku akan memotong lidah kotormu itu" Suara Ryan terdengar sangat marah, rahangnya terkatup dengan keras, dia benar-benar kesal dengan apa yang telah diperbuat oleh neneknya sendiri.


"Dimana kakek? " Ryan bertanya kepada seorang wanita tua yang menyambutnya tadi.


"Tuan besar ada di ruang kerjanya" Sebelum menjawab pertanyaan Ryan, wanita itu memperhatikannya sebentar.


"Katakan padanya bahwa aku ada di sini ingin membicarakan suatu hal yang sangat penting" Wanita tua tadi mengangguk setelah itu ia naik ke lantai atas. Setelah itu Ryan membawa Anna ke sofa dan membantunya untuk duduk. Lalu dia pun duduk di sebelah Anna. Nenek Ryan yang memperhatikan Anna dan Ryan dengan wajah yang di tekuk.


" Ryan beraninya kamu bertingkah seperti ini di depan orang tuamu" Nenek Rian Berkata sambil menatap Anna dan mengepalkan tinjunya.


"Diamlah wanita tua, dasar wanita tidak tahu diri, wanita sepertimu bahkan tidak pantas berada di keluarga ini" Ucap Ryan dengan nada kesal sambil menyandarkan punggungnya di sofa dan membelai perut Anna. Ryan benar-benar marah.


"Jjangan berdiri tetaplah duduk, aku tahu istrinya sedang hamil jangan membuatnya Terlalu Lelah" Ucap kakek Ryan. Setelahnya ia pun duduk di samping Anna.


"Bagaimana kabarmu cucu menantuku" Kakek Ryan bertanya kepada Anna sambil tersenyum.


"Baik" jawab Anna singkat. Dan Kakek pun mengangguk kepada Anna.


"Oh iya kakek, aku lupa untuk memberi tahu mu, namanya bukan Ruliana, tapi Mariana Holland. Kakek ingatkan dengan dia?" Ryan Berkata sambil menatap kearah neneknya. Anna tahu Bagaimana reaksi nenek Ryan. Dia terlihat terkejut dan menegang.


" Omong kosong macam apa yang kamu bicarakan Ryan. Bagaimana mungkin seorang wanita seperti dia menjadi Nona muda dari keluarga Holland?" Nenek Ryan berkata dengan cepat dengan ekspresi yang sangat menjengkelkan.

__ADS_1


"Mengapa begitu sulit untuk percaya bahwa dia masih hidup dan kamu tidak sengaja menjadikannya rahim sewaanku?" Seringai jahat muncul di wajah Ryan saat dia mengatakan itu kepada neneknya. Tiba-tiba kakek Ryan menatap istrinya dengan penuh tanya.


" Ryan Apa yang kamu bicarakan" nenek Grace berkata seolah dia tidak tahu apa-apa. dia merasa tidak bersalah.


"Dasar iblis betina" batin Anna.


"Nenek Grace, sebenarnya kamu tahu apa yang sedang kami bicarakan. Kamu pun juga membantu seseorang untuk menghancurkan keluarga Holland, sialan" Ryan berteriak kepada neneknya dengan mata yang memerah.


"Ryan..." Anna meraih tangan suaminya dan menghentikan apa yang akan dia lakukan sebelum Ryan benar-benar kehilangan kendali atas emosi yang sudah memuncak.


"Sebenarnya ada apa ini Grace?" Tanya kakek Ryan dengan nada teman, ucapan kakek Ryan mampu membuat tubuh nenek Grace menggigil dan gemetar ketakutan. Dan jauh di lubuk hati Anna yang paling dalam, dia merasa bahagia. Karena wanita jahat seperti nenek Grace Memang Pantas mendapatkan balasan dari apa yang telah dia lakukan.


"Aku... Aku... Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan" Jawab nenek Grace sambil duduk di samping kakek. Tiba-tiba pandangannya tertuju kepada Anna. Dan tidak lama kemudian nenek Grace menatap Ryan.


"Kamu tahu semuanya... Semuanya. Tentang penculikan Mariana dan juga Erza. Saat itu Mariana masih kecil dan Erza masih bayi" Kata Rian. Neneknya pun menunduk.


"Dan dan satu lagi, apa yang terjadi kepada ibuku di saat dia masih hamil 4 bulan saat itu?" Ryan berkata dengan nada terluka, sangat terluka atas apa yang telah neneknya lakukan terhadap ibunya. Bahkan Ryan pun tidak memiliki kesempatan untuk bisa bertemu atau melihat ibunya.


"Tariana meninggal karena kecelakaan kan" ucap kakek Ryan sedikit bingung.


"Tidak... Dia meninggal karena dibunuh" Ryan menggelengkan kepalanya sambil berkata dan menatap tajam kearah neneknya.


" wanita ini jelas membuatmu menggila Ryan. Cepatlah ceraikan dia sesegera mungkin" Ucap nenek Ryan dengan suara penuh kebencian terhadap Anna.

__ADS_1


"Apa salah ku terhadapmu sejak dulu, sehingga kamu tega menghancurkan hidupku dan keluargaku?" Anna berkata dengan suara gemetar karena amarah yang memuncak di dalam dirinya saat melihat nenek Ryan menyeringai kepadanya. Namun dengan cepat ia mengendalikan emosinya agar tidak mempengaruhi kesehatan dirinya dan bayi di dalam kandungan nya.


__ADS_2