
Melihat para leader itu belum juga selesai membuat Hendry menguap sangat mengantuk disamping Afia. "Fia, aku mengantuk sekali, bisakah aku tidur di bahu mu ini tunggu mereka keluar?".
"Kamu tidak tidur semalam sampai ngantuk seperti ini?".
"Mmmm, semalam aku tidak bisa tidur karna kepikiran kamu terus, aku takut kalau ayah mu melakukan kekerasan yang akan membuat mu terluka. Dan untungnya kamu baik-baik saja hhooaamm" jawab Hendry menguap kembali sampai membuat Afia tersenyum gemas melihat wajah Hendry yang sangat menggemaskan.
"Kalau gitu kamu bisa tidur, kemarilah".
"Terima kasih Fia" dengan senang hati Hendry langsung menyandarkan kepala di bahu Afia yang mungil. Namun bukannya tidur, Hendry malah terpengaruh oleh aroma leher jenjang Afia yang sangat seksi di kedua matanya sampai membuat juniornya menegang. "Ah sial, ternyata sudah hampir 1 bulan lebih aku tidak memberikan junior ku makan. Apa yang harus aku lakukan? sepertinya malam ini aku harus memberinya jatah sebelum aku mendapatkan Afia yang seutuhnya" ucap Hendry dalam hati sambil mengalihkan arah padangan matanya kearah dua gundukan Afia yang sangat menonjol indah pada tempatnya.
"Kamu benar-benar sudah tidur Hend?".
"Belum".
"Tidurlah, kalau mereka sudah selesai aku akan membangunkan mu".
"Mmmmm" Hendry pun segera memejamkan kedua matanya, tetapi ia malah asik membayangkan Afia berada diatas ranjangnya dengan tubuh tampa busana. Namun Hendry yang sudah lama tidak membuang, ia langsung merasakan sebuah cairan bening bercucuran dari juniornya. Dengan mata membulat, Hendry pun segera menutupnya dengan jaket yang ia kenakan.
"Ada apa Hend?".
"Hahahah, tidak. Aku ke kamar mandi dulu" jawab Hendry bergegas meninggalkan Afia yang sedang melihatnya dengan wajah tanda tanya.
"Ada apa dengannya? apa dia baik-baik saja?" gumam Afia berpikir. Sambil menunggu Hendry kembali, tidak lama kemudian para leader itu langsung keluar dari ruangan tersebut.
"Afia? sedang apa kamu pagi-pagi seperti ini sudah berada di kantor?" tanya Dimas sang SPV melihatnya seorang diri. "Ini masih jam 10 pagi kurang".
"Iya pak, tadi Afia terlambat masuk sekolah. dari pada diluar, sebaiknya Afia langsung kemari saja".
"Oh, kalau gitu kamu masuk pagi ini saja Fia. Ketepatan lawan jam kamu di lantai 30 sedang tidak enak badan, kamu bisa menggantinya pagi ini?".
"Terus di jam siang siapa pak?".
"Teman mu yang satunya lagi, inikah hari sabtu, jadi karyawan disana jam 2 nanti sudah pada pulang".
"Tapi dia disini bersama Afia pak, itu dia sudah datang" tunjuk Afia kearah Hendry berjalan kearah mereka. "Hend, kemarilah".
"Kenapa Fia?" tanyanya melihat Afia dan sang SPV.
"Itu Hend, kata bapak ini dilantai ruangan kita lagi kosong. jadi bapak ini meminta aku kesana".
"Terus?".
"Aku akan bekerja pagi ini, bisakah kamu sendiri nanti siang?".
__ADS_1
"Terserah kamu saja, tapi aku akan ikut bersama mu".
"Tidak usah Hend, kamu disini saja. Tadi bukankah kamu bilang kalau kamu sangat mengantuk sekali?".
"Gara-gara itu aku akan ikut bersama mu kelantai atas, aku ingin tidur disana".
"Kamu mau tidur dimana Hend? disana tidak ada tempat tidur. Kamu ada-ada saja deh, pak saya akan bekerja pagi ini".
"Ya sudah, kamu bisa langsung naik saja kelantai atas. Bisakah bapak percayakan sama kamu tampa pengawasan dari bapak?".
"Bisa pak" angguk Afia.
"Ya sudah, bapak tinggal dulu".
"Iya pak".
Seperginya Dimas, Afia melirik Hendry yang masih berdiri disampingnya, lalu memberikan lontongnya tadi ditangan Hendry. "Kamu disini saja yah, jangan kemana-mana, nanti aku akan membantu mu. Aku ganti pakaian dulu" Afia langsung memasuki ruang ganti wanita yang berada di samping ruangan mereka. Kemudian Hendry melihat kanton kresek tersebut sambil mencari tong sampah di sekitarnya, namun seketika ia tersadar kalau saja dia membuangnya Afia pasti akan tau, jadi lebih baik ia menunggu afia naik.
Setelah Afia selesai, ia menghampiri Hendry yang masih berdiri di posisinya tadi. "Hend, aku naik dulu yah. Aku titip tas ini ok" senyum Afia memasuki lift tempat ia bekerja.
Melihat itu, Hendry segera membuang kantong tersebut di tong sampah dan memasuki ruangan mereka, disana ia tidak melihat satu orang pun yang tertinggal. "Lebih baik aku tidur saja, aku sangat mengantuk sekali" Hendry membaringkan tubuhnya diatas kursi panjang dan segera memejamkan kedua matanya.
.
"Tidak tau, kenapa dia tidur disi...
"Dia teman aku" potong Afia yang baru masuk melihat Hendry masih terlelap dalam tidurnya. "Hehehe, sorry yah. Dia sangat mengantuk sekali sampai dia tertidur disini".
"Cepat bangun dia, kami mau makan".
"Iya, aku akan membangunkan dia. Tunggu sebentar yah" dengan lembut Afia menyuruhnya bangun. "Hend, ayo bangun. Ini sudah jam 12" namun bukannya bangun, Afia malah mendengar suara dengkuran halus dari dalam mulut Hendry membuat ia tidak tega.
"Ayo buruan bangunkan dia, kita sudah sangat lapar" desak mereka.
"Maaf, bisakah kalian duduk ditempat lain saja. Aku tidak tega membangunkannya".
"Tidak mau tau, cepat bangunkan dia. Kalau tidak aku akan membangunkannya dengan air ini".
"Eh jangan, aku akan membangunkannya".
"Ayo buruan".
"Mmmmm" angguk Afia kembali membangunkan Hendry yang masih terlelap dalam tidurnya. "Hendry, ayo bangun Hend".
__ADS_1
Tetapi mereka yang sudah lama menunggu membuat salah satu diantaranya memukul meja menggunakan botol akua besar hingga suara itu sampai di kedua telinga Hendry. "Ah, kenapa ribut sekali?" kesalnya membuka mata.
"Yah, siapa menyuruh mu tidur disini? ayo bangun" jawabnya marah.
Kemudian Hendry melihat Afia berada disampingnya, "Kamu sudah datang?".
"Mmmm, ayo bangun, mereka mau makan".
"Maaf, aku sangat mengantuk sampai aku tidak mendengar mereka sudah datang".
"Tidak apa-apa" angguk Afia membawanya keluar dari sana. Lalu Afia melihat kedua mata Hendry yang sangat memerah khas bangun tidur yang masih belum puas. "Kamu masih ngantuk? kalau kamu masih ngantuk kamu boleh tidur lagi, tapi tunggu jam istirahat selesai".
"Jam berapa sekarang?".
"Jam 12:20 menit".
"Ck, masih lama sekali. Aku cuci muka dulu".
"Mmmmm, sambil menunggu mu keluar kamu mau makan apa? aku akan membelinya untuk mu".
"Tidak usah, aku masih kenyang".
"Kamu yakin belum lapar?".
"Mmmm" angguk Hendry memasuki kamar mandi, lalu membasuh wajahnya tampa memperdulikan mereka yang sedang merokok disana.
"Anak baru yah?" tanya salah orang tersebut.
"Mmmmm" gumam Hendry.
"Kamu punya rokok? kalau kamu punya tolong berikan sebungkus rokok kepada kami sebagai tanda pengenal".
"Aku tidak punya rokok, uang makan saja aku harus meminjam kepada mereka".
"Mereka siapa?" tanyanya berjalan mendekati Hendry. "Aku tidak percaya kalau kamu tidak punya rokok atau uang".
"Aku masih pelajar, kenapa kamu tidak mempercayai ku?".
"Karna aku tidak percaya, apalagi dengan tampang seperti ini. Cepat berikan, kalau tida..
"Kalau tidak apa?" potong Hendry menatapnya sinis.
"Wah, kamu berani melihat ku seperti itu? wah, wah, kamu benar-benar tidak tau siapa kami?".
__ADS_1
"Tidak, dan aku tidak mau tau siapa kalian. Kalau kalian semua masih ingin bekerja disini, jangan pernah menganggu ku. Kalau tidak, aku akan membuat kalian angkat kaki dari sini" ucap Hendry langsung meninggalkan mereka dengan wajah sangat marah hendak ingin memukulnya.