
selamat membaca ...
.
.
.
.
.
enjoy
.
.-----------------------.-------------------.
sesampainya di rumah radit langsung masuk karna di dalam masih ada chacha dan abi
radit" asslamualaikum
"walaikumsalam" bersamaan
fani" kamu bawa apa itu sayang
radit" ooo ini , Ini ada salah satu kariyawan sedang mencoba berdagang dan meberiku sempel sambal sebanyak ini (tertawa)
fani" wah baik banget kariyawan kamu, sini aku taruh di meja makan
radit meberikan sambal itu fani
radit" ya sudah aku mandi dulu ...
fani" iya ... kami tunggu dinmeja makan ya sayang
radit " iya ... ...
ssetelah selesai mandi radit bergegas turun menuju meja makan untuk bergabung besama yang lain
fani" ini sih rika gak kesini lagi ya ?
chacha mau mejawab namun kedahuluan dengan radit
radit" tadi dia di jemput dimas dan langsung di ajak pulang kerumah abi
fani menatap curiga pada suaminya,
" sejak kapan radit meperhatikan dimas dan rika" batin fani
mereka mulai makan radit hanya makan menggunakan sambal itu saja tidak ada yang lain
fani memperhatikan sang suami yang sangat berubah dalam hal makan nya
biasnya radit tidak begitu suka dengan samabal karna itu pedas , namun kini radit memakan samabal itu seolah olah sambal itu adalah kesenang nya
bukan hanya fani bu mia dan chacha pun merasa heran untuk itu
setelah selesai makan abi dan chacha berpamitan untuk pulang
setelah kepergian abi dan chacha fani bertanya pada suaminya tentang hal aneh yang iya rasakan pada diri suaminya
fani" kamu kenapa jadi suka sambel sih, Kamu ngidam ya
radit" hah ! ngidam? enggak lah ... aku bias biasa aja,aku lagi mencoba hal baru aja,ternyata makan sambal juga gak buruk buruk banget
fani" kenapa baru sekarang ?
radit" karna aku mau jadi papa, masa iya mau jadi papa tapi masih takut makan pedas, bisa di ketawain sama anak (tertawa)
fani hanya senyum menaggapi perkataan suaminya
fani masih menyimpan kexurigaan pada sang suami ... karna iya merasa seperti ada yang di tutupi dari nya
chacha sedang berbincang dengan rika karna abi sudah tidur begitupun rara
chacha" mba kasian ri sama mas mu, dia harus bohongin mba soal ngidam biar mba gak khawatir
rika" (tersenyum) ya nama nya suami mba pasti gak mau liat istrinya sedih apa lagi samapai banyak fikiran
chacha" tapi mba kasian ri liatnya
sebenar nya chacha tahu jika abi berbohong pada nya, karna chacha tahu setiap hari ada saja yang menelponya hanya untuk menanyakan makan nya atau dengan alasan yang lain ...
rika" ya gak apa apa mba, dari pada mba yang ngidam bisa berantakan isi rumah (tertawa)
chacha" ada ada aja kamu ri,
ke esokan pagi seperti biasa abi dengan rutinitas baru nya sebagai ayah yang sedang ngidam itu
sementara radit dia masih belum jujur juga pada sang istri jika iya mengalami ngidam yang parah dan tak bisa makan apa pun kecuali sambal buatan rika
__ADS_1
pagi itu dimas menjeput rika untu mengantarnya ke toko
dimas" kamu udah siap ?
rika"udah kok kak, gimana sambalnya apa kakek juga suka...
dimas bingung hatus menjawab apa
dan dia harus berbohong lagi
dimas" enak banget, kakek suka kok... apa lagi kakek pecinta pedas
rika" alhamdulilah jadi seneng dengernya
"maaf sayang aku jadi bohong sama kamu, eh tapi radit emang kakek,kakek nya rara,yah gak banyak banyak amat lah bohongnya"
rika melambaikan tagan nya di depan wajah dimas,karna dimas di ajak bicara malah melamun
rika" ih kak dimas di ajak ngobrol kok malah bengong sih
dimas" ah, apa,kenapa?
rika" tuh kan gak fokus,ada apa sih kak ?
dimas" ooo gak ada apa apa (tersenyum), cuma ke inget sama kerjaan yang kemarin
rika" ya sudah ayo kita berangkat aku udah kesiangan ini
dimas" iya sayang ...
dimas dan rika pergi menuju toko
radit selalu membawa bekal untuk iya makan, karna memang iya tak bisa makan apa apa selain sambal itu
sudah dua minggu dan sambal buatan rika sudah habis ...
radit menghubungi dimas
radit* halo dim, sambal gue udah abis
dimas* astafirloh sebanyak itu udah abis,lo apain dit, lo cemilin apa...
(mengeleng kepala tak percaya)
radit*ya elah... ya gue makan makan lag dim , tolong lagi ini mah bilang ke rika untuk buat lagi
dimas* (menarik nafas),iya iya bapak ngidam,
dimas sedang berfikir keras untuk mencari alasan apa lagi ...
dimas pergi ke toko roti untuk meminta rika membuat kan sambal itu lagi
sepanjang perjalanan dimas memikirkan alasannya
"yude" gumam dimas
iya menghubungi asistennya itu untuk menyusulnya ke toko roti dan membantu nya untuk membuat alasan
dimas" sayang,kamu lagi apa sih disini (meperhatikan rika yang sedang duduk di tempat istirahat kariyawan)
rika" kak dimas, kenapa siang siang gini ke sini
dimas"kenapa gak boleh, (menatap rika)
rika" bukan begitu kak, biasanya kan kamu sibuk di kantor
dimas" (mengenggam tangan rika) aku sibuk untuk kita sayang ... jangan marah ya
rika" aku enggak marah kak, aku malah seneng itu artinya, kamu bertanggung jawab
dimas berniat mencium rika samapai ada suara yang membuatnya membatalkan niatnya itu
"hem hem"
yude" maaf pak bukan maksud saya mengganggu
dimas" yude kapan kamu tiba (embulatkan mataya kesal)
yude yang mendapat tatapan itu sadar jika iya melakukan kesalahan
yude" sa... saya baru tiba pak
rika melihat wajah takut yude mencoba membantu
rika" ada apa pak yude kamari, ada perlu sama kak dimas ya ...
yude"(tersenyum) em ... i... iya bu
rika" jangan panggil saya ibu pak, cukup panggil saya rika saja
yude" ii... iya ri...rika
__ADS_1
dimas" sayang istrinya yude lagi ngidam kemarin aku bawa sambal kamu ke kantor dan dia ma, jadi aku kasih semua deh sambal aku, iya kan de
yude" iya pak
dimas" jadi kamu bisa kan buatin buat aku lagi ...
rika" ooo istri pak yude sadang hamil juga ... (menatap dimas) iya aku buatin lagi sekalian buat istrinya pak yude ya
dimas tersenyum melihat rika
rika masuk ke toko untuk mengambil tasnya
dimas" (berbisik), thanks de,udah mau bantu
yude",sama sama pak
dimas" tapi lain kali kalau datang beri kabar jangan asal nyelonong aja
yude" maaf kan saya pak
rika" ya sudah ayo kita berangkat kak ...
mereka menuju pasar untuk membeli bahan dan kali ini rika membeli banyak sekali
setelah selesai rika langsung pulang ke rumah bersama yude dan dimas
sesampai nya di rumah dimas terkejut karna iya melihat fani disana
fani" ya ampun keponakan aunti ini dari mana sih bawa belanjaan nya banyak bener
rika" dari pasar aunti beli bahan untuk buat sambal
fani" sebanyak ini kamu mau hajatan ri
rika"(tertawa) enggak kok aunti ini untuk kak dimas sama istri asistennya, yang sedang ngidam itu
fani" oooo begitu ...
rika mulai mengolah semua bahan dan fani ikut membantu
sambalnya sudah hampir matang
fani melihat dan mencium aromanya sama persisi sama sambal yang di bawa radit dan yang selalu dimakan suaminya itu
fani" ri apa ini samabal resepnya umum
rika" tidak ini resep dari nenek ku aunti, ada apa, apa aunti ingin samabal ini juga
fani" ah tidak aunti hanya bertanya saja
setelah selesai rika memasukan sambal sambal itu ke wadah dan memberikan nya pada dimas dan yude
setelah selsai dimas dan yude pulang dari rumah abi
dimas menuju kantor radit untuk menyerahkan sambal itu
dimas" nih... jangan cepet cepet abisinnya, buat gue banyak dosa aja lo
radit" kenapa?
dimas" bohong lah apa lagi
radit" gak apa apa sih dim gue repotin
setelah selesai dimas kembali ke kantornya
tak terasa waktu sudah menunjukan pukul luma sore itu artinya sudah waktunya pulang kantor
radit pulang dengan perasaan bahagia karna iya bisa makan dengan tenang tanpa memuntahkan nya
radit" assalamualikum sayang,ibu aku pulang
fani keluar untuk menyambut suaminya
fani melihay kotak sambal yang di bawa radit sama persisi dengan kotak yang di gunakan rika
fani" kamu bawa apa yang ?
radit" aku bawa sambal lagi sayang,aku suka sama sambal ini
fani" (tersenyum) ooo gitu ya sudah aku simpan sini
fani merasa sakit hati karna suaminya tak mau jujur padanya fani tahu jika ada yang di sembunyikan suaminya itu
"aku harus bertanya pada rika dia pasti tahu, dia pasti ikut dalam hal ini,(dengan perasaan marah )" dalam hati fani
______________________________
tbc
next ya semua ...
__ADS_1
jangan lupa vote dan like,komen,dan sarannya buat novel ini ya