Really My Husband

Really My Husband
#RMH 104


__ADS_3

selamat membaca ...


.


.


.


.


.


enjoy


.


.-----------------------.-------------------.


sesampainya di rumah radit langsung masuk karna di dalam masih ada chacha dan abi


radit" asslamualaikum


"walaikumsalam" bersamaan


fani" kamu bawa apa itu sayang


radit" ooo ini , Ini ada salah satu kariyawan sedang mencoba berdagang dan meberiku sempel sambal sebanyak ini (tertawa)


fani" wah baik banget kariyawan kamu, sini aku taruh di meja makan


radit meberikan sambal itu fani


radit" ya sudah aku mandi dulu ...


fani" iya ... kami tunggu dinmeja makan ya sayang


radit " iya ... ...


ssetelah selesai mandi radit bergegas turun menuju meja makan untuk bergabung besama yang lain


fani" ini sih rika gak kesini lagi ya ?


chacha mau mejawab namun kedahuluan dengan radit


radit" tadi dia di jemput dimas dan langsung di ajak pulang kerumah abi


fani menatap curiga pada suaminya,


" sejak kapan radit meperhatikan dimas dan rika" batin fani


mereka mulai makan radit hanya makan menggunakan sambal itu saja tidak ada yang lain


fani memperhatikan sang suami yang sangat berubah dalam hal makan nya


biasnya radit tidak begitu suka dengan samabal karna itu pedas , namun kini radit memakan samabal itu seolah olah sambal itu adalah kesenang nya


bukan hanya fani bu mia dan chacha pun merasa heran untuk itu


setelah selesai makan abi dan chacha berpamitan untuk pulang


setelah kepergian abi dan chacha fani bertanya pada suaminya tentang hal aneh yang iya rasakan pada diri suaminya


fani" kamu kenapa jadi suka sambel sih, Kamu ngidam ya


radit" hah ! ngidam? enggak lah ... aku bias biasa aja,aku lagi mencoba hal baru aja,ternyata makan sambal juga gak buruk buruk banget


fani" kenapa baru sekarang ?


radit" karna aku mau jadi papa, masa iya mau jadi papa tapi masih takut makan pedas, bisa di ketawain sama anak (tertawa)


fani hanya senyum menaggapi perkataan suaminya


fani masih menyimpan kexurigaan pada sang suami ... karna iya merasa seperti ada yang di tutupi dari nya


chacha sedang berbincang dengan rika karna abi sudah tidur begitupun rara


chacha" mba kasian ri sama mas mu, dia harus bohongin mba soal ngidam biar mba gak khawatir


rika" (tersenyum) ya nama nya suami mba pasti gak mau liat istrinya sedih apa lagi samapai banyak fikiran


chacha" tapi mba kasian ri liatnya


sebenar nya chacha tahu jika abi berbohong pada nya, karna chacha tahu setiap hari ada saja yang menelponya hanya untuk menanyakan makan nya atau dengan alasan yang lain ...


rika" ya gak apa apa mba, dari pada mba yang ngidam bisa berantakan isi rumah (tertawa)


chacha" ada ada aja kamu ri,


ke esokan pagi seperti biasa abi dengan rutinitas baru nya sebagai ayah yang sedang ngidam itu


sementara radit dia masih belum jujur juga pada sang istri jika iya mengalami ngidam yang parah dan tak bisa makan apa pun kecuali sambal buatan rika

__ADS_1


pagi itu dimas menjeput rika untu mengantarnya ke toko


dimas" kamu udah siap ?


rika"udah kok kak, gimana sambalnya apa kakek juga suka...


dimas bingung hatus menjawab apa


dan dia harus berbohong lagi


dimas" enak banget, kakek suka kok... apa lagi kakek pecinta pedas


rika" alhamdulilah jadi seneng dengernya


"maaf sayang aku jadi bohong sama kamu, eh tapi radit emang kakek,kakek nya rara,yah gak banyak banyak amat lah bohongnya"


rika melambaikan tagan nya di depan wajah dimas,karna dimas di ajak bicara malah melamun


rika" ih kak dimas di ajak ngobrol kok malah bengong sih


dimas" ah, apa,kenapa?


rika" tuh kan gak fokus,ada apa sih kak ?


dimas" ooo gak ada apa apa (tersenyum), cuma ke inget sama kerjaan yang kemarin


rika" ya sudah ayo kita berangkat aku udah kesiangan ini


dimas" iya sayang ...


dimas dan rika pergi menuju toko


radit selalu membawa bekal untuk iya makan, karna memang iya tak bisa makan apa apa selain sambal itu


sudah dua minggu dan sambal buatan rika sudah habis ...


radit menghubungi dimas


radit* halo dim, sambal gue udah abis


dimas* astafirloh sebanyak itu udah abis,lo apain dit, lo cemilin apa...


(mengeleng kepala tak percaya)


radit*ya elah... ya gue makan makan lag dim , tolong lagi ini mah bilang ke rika untuk buat lagi


dimas* (menarik nafas),iya iya bapak ngidam,


dimas sedang berfikir keras untuk mencari alasan apa lagi ...


dimas pergi ke toko roti untuk meminta rika membuat kan sambal itu lagi


sepanjang perjalanan dimas memikirkan alasannya


"yude" gumam dimas


iya menghubungi asistennya itu untuk menyusulnya ke toko roti dan membantu nya untuk membuat alasan


dimas" sayang,kamu lagi apa sih disini (meperhatikan rika yang sedang duduk di tempat istirahat kariyawan)


rika" kak dimas, kenapa siang siang gini ke sini


dimas"kenapa gak boleh, (menatap rika)


rika" bukan begitu kak, biasanya kan kamu sibuk di kantor


dimas" (mengenggam tangan rika) aku sibuk untuk kita sayang ... jangan marah ya


rika" aku enggak marah kak, aku malah seneng itu artinya, kamu bertanggung jawab


dimas berniat mencium rika samapai ada suara yang membuatnya membatalkan niatnya itu


"hem hem"


yude" maaf pak bukan maksud saya mengganggu


dimas" yude kapan kamu tiba (embulatkan mataya kesal)


yude yang mendapat tatapan itu sadar jika iya melakukan kesalahan


yude" sa... saya baru tiba pak


rika melihat wajah takut yude mencoba membantu


rika" ada apa pak yude kamari, ada perlu sama kak dimas ya ...


yude"(tersenyum) em ... i... iya bu


rika" jangan panggil saya ibu pak, cukup panggil saya rika saja


yude" ii... iya ri...rika

__ADS_1


dimas" sayang istrinya yude lagi ngidam kemarin aku bawa sambal kamu ke kantor dan dia ma, jadi aku kasih semua deh sambal aku, iya kan de


yude" iya pak


dimas" jadi kamu bisa kan buatin buat aku lagi ...


rika" ooo istri pak yude sadang hamil juga ... (menatap dimas) iya aku buatin lagi sekalian buat istrinya pak yude ya


dimas tersenyum melihat rika


rika masuk ke toko untuk mengambil tasnya


dimas" (berbisik), thanks de,udah mau bantu


yude",sama sama pak


dimas" tapi lain kali kalau datang beri kabar jangan asal nyelonong aja


yude" maaf kan saya pak


rika" ya sudah ayo kita berangkat kak ...


mereka menuju pasar untuk membeli bahan dan kali ini rika membeli banyak sekali


setelah selesai rika langsung pulang ke rumah bersama yude dan dimas


sesampai nya di rumah dimas terkejut karna iya melihat fani disana


fani" ya ampun keponakan aunti ini dari mana sih bawa belanjaan nya banyak bener


rika" dari pasar aunti beli bahan untuk buat sambal


fani" sebanyak ini kamu mau hajatan ri


rika"(tertawa) enggak kok aunti ini untuk kak dimas sama istri asistennya, yang sedang ngidam itu


fani" oooo begitu ...


rika mulai mengolah semua bahan dan fani ikut membantu


sambalnya sudah hampir matang


fani melihat dan mencium aromanya sama persisi sama sambal yang di bawa radit dan yang selalu dimakan suaminya itu


fani" ri apa ini samabal resepnya umum


rika" tidak ini resep dari nenek ku aunti, ada apa, apa aunti ingin samabal ini juga


fani" ah tidak aunti hanya bertanya saja


setelah selesai rika memasukan sambal sambal itu ke wadah dan memberikan nya pada dimas dan yude


setelah selsai dimas dan yude pulang dari rumah abi


dimas menuju kantor radit untuk menyerahkan sambal itu


dimas" nih... jangan cepet cepet abisinnya, buat gue banyak dosa aja lo


radit" kenapa?


dimas" bohong lah apa lagi


radit" gak apa apa sih dim gue repotin


setelah selesai dimas kembali ke kantornya


tak terasa waktu sudah menunjukan pukul luma sore itu artinya sudah waktunya pulang kantor


radit pulang dengan perasaan bahagia karna iya bisa makan dengan tenang tanpa memuntahkan nya


radit" assalamualikum sayang,ibu aku pulang


fani keluar untuk menyambut suaminya


fani melihay kotak sambal yang di bawa radit sama persisi dengan kotak yang di gunakan rika


fani" kamu bawa apa yang ?


radit" aku bawa sambal lagi sayang,aku suka sama sambal ini


fani" (tersenyum) ooo gitu ya sudah aku simpan sini


fani merasa sakit hati karna suaminya tak mau jujur padanya fani tahu jika ada yang di sembunyikan suaminya itu


"aku harus bertanya pada rika dia pasti tahu, dia pasti ikut dalam hal ini,(dengan perasaan marah )" dalam hati fani


______________________________


tbc


next ya semua ...

__ADS_1


jangan lupa vote dan like,komen,dan sarannya buat novel ini ya


__ADS_2