
selamat membaca ...
.
.
.
.
happy reading
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
terkadang karna rasa simpati terhadap seseorang kita tidak bisa membedakan mana itu rasa cinta atau rasa kasihan...
atau malah kita akan jatuh cinta karna rasa kasihan ...
bukan kah itu menyakit kan
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
chacha masih menatap om nya dengan tajam
sampai akhirnya iya memeluk omnya dengan rasa bahagia
chacha" dasar om bodoh, kenapa baru sekarang (sambil memeluk)
radit" maaf om terlalu egois buka
chacha" sangat...
abi" maaf sebenarnya ada apa ini (bingung)
chacha" om radit akan menikahi fani
abi" apa!! kamu serius ?
radit" im seriuosly bro
abi" berarti tidak sia sia rencana kita sayang,selamat bro
radit" rencana ? tunggu tunggu rencana apa ini?
chacha" aku minta sama mas abi buat pundahin fani ke kantor om
radit" jadi itu semua sudah di atur
chacha" iya (tersenyum),
radit" kalian tahu aku berfikir jika menantu ku ini sudah mulai perhitungan kau tahu
abi" (tertawa) kau sangat jahat ayah mertua
radit" tutup mulut mu bro dan jangan sebut aku seperti itu, ngomong ngomong itu siapa ?
(menunjuk rika)
chacha" oo iya sampai lupa.. kenalin om ini rika adim sepupu mas abi
rika memperkenal kan diri nya
rika" kenalkan om saya rika
radit" saya rasa kamu cukup panggil saya kakak saja jangan om, saya merasa seperti tua sekali
abi" hey sadar diri bro, kau bahkan sudah punya cucu (menunjuk rara yanh sibuk dengan apel di tangan nya) kasihan fani dia masih muda sudah di panggil oma oleh rara ( tertawa)
radit" allah sungguh menguji ku degan itu, kenapa aku harus mempunyai keponakan yang hampir seumuran degan ku
chacha" dasar kalian ya, ya sudah om cepat makan karna kami mau ke toko dan sebentar lagi ibu datang
radit merasa lega sudah meberi tahu keponakan nya itu dan sesi berikut nya adalah memberitahu ibu nya itu
tak lama ibu mia tiba di rumah sakit dan di sambut ceriya dengan rara
rara" nekyut...
bumia" ya ampun cucu nya nenek
loh gadis manis ini siapa?,
rika" kenalin bu saya rika adik sepupu nya mas abi
__ADS_1
bumia" ya ampun ayu tenan bi adik sepupu iki (tersenyum) walau pun tomboy begini
rika hanya tersenyum saja mendengar ucapan bumia
cahcha" ibu ibu chacha punya berita hangat
bumia" apa itu nduk
chacha" om radit mau menikahi fani
bumia" ya ampun gusti, dit kamu kenapa gak bilang dari kemaren maren toh
radit" (tersenyum),orang baru ngelamar nya semalem bu
bumia" haduh berarti ibu nanti telpon dek nini dulu (heboh bumia)
radit" gak usah bu biar nanti kita langsung aja kesana
chacha" ya ampun om aku gentel banget sih
setelah selesai merayakan kebahagian mereka berpamit tan untuk pergi ke toko roti
sepanjang perjalanan rika banyak tersenyum karna merasa mempunyai keluarga baru yang menerima nya dengan senang hati
bahkan rika masih bisa merasakan bagai mana bumia mengelus kepala nya dengan cinta yang tak pernah iya dapat kan dari sang ibu
sesampai nya di toko seperti biasa rara melakunkan aktifitas absennya itu
chacha mengenal kan rika pada setiap orang yang ada di toko dan rika cepat sekali akrab dengan mereka
chacha tidak melihat keberadaan dimas sedari tadi
chacha" pak dimas kemana?
paklukman" dia belum datang cha, bapak fikir dia udah kasih kabar ke kamu
chacha" ya udah deh biar chacha telpon aja
abi berpamitan karna iya ada janji dengan jack untuk mengurus peroyek baru mereka
abi" bun, papa pergi dulu nanti sore papa jemput ya
chacha" iya pa, hati hati
abi mencium sekilas bibir chacha
abi" ya ampun bun kita di dalam ruangan mana ada yang liat
ya sudah papa pergi dulu
cahcah mengantar abi
abi" rara papa pergi dulu ya, rara disini jangan nakal ya
rara" iya pa...
abi pun pergi meninggalkan toko roti
chacha masih asik mengotak atik ponselnya berusaha menghubungi sahabat nya yang sedang patah hati itu
setelah beberapa kali mencoba baru lah iya mendapat jawabapan dari dimas
chacha* dimas kamu dimana?
dimas* lagi di gym cha (terengah engah)
chacha* kamu gak ke toko hari ini
dimas* ketoko tapi mungkin siang
chacha* cepat lah kemari aku punya berita bahagia untuk kita
dimas* berita bahagia ?
chacha* iya makanya kamu cepat kemari
dimas* iya bawel
chacha* dimas, fighting... saranghe dimas
dimas*(tersenyum) heh bucin lo
dimas memutuskan panggilan
__ADS_1
iya merasa sedikit terhibur oleh sahabat nya itu
sekitar pukul dua siang dimas baru tiba di toko roti namun iya tidak masuk ke dapur melainkan langsung keruangan chacha
dimas" cha
chacha" dimas (memeluk)
dimas" ada apa ini, lo girang amat,
chacha" dimas kamu tahu om radit dan fani akan menikah
dimas" what!! are you sriuos ? (melepaskan pelukan)
chacha" hem...
dimas" ooo god , gak sia sia perjuangan si curut
chacha" iya dim,
dimas" tapi kenapa si fani belum kasih tahu kita
chacha" mungkin nanti dim, pokonya kita pura pura gak tahu aja dulu
dimas" iya iya
sedang asik mengobrol rika masuk
rika" kak chacha di panggil bulia
dimas dan chacha menoleh ke sumber suara
rika pun terkejut melihat wajah dimas
rika" lo... ? (menunjuk dimas)
dimas" oo cewek aneh
chacha" kalian saling kenal
" enggak" berbarengan
chacha" terus
rika" dia yang buat jidat rika memar mba
dimas" enak aja gue kan gak sengaja
plak
kepala dimas di pukul oleh chacha
dimas" au cha sakit main pukul aja
chacha" kamu inu ya dari dulu gak berubah, udah tahu salah bukan nya minta maaf malah kayak gitu, minta maaf cepet
dimas" ah elah cha gue tuh gak sengaja
chacha" minta maaf dimas ?(mmemelotot kan mata)
dimas" iya iya, gue minta maaf
rika" iya sudah aku maafin
dimas" sebentar lo ngapain kesini dan lo kok bisa kenal chacha
chacha" dia adik sepupu abi dim
dimas" jadi lo adik sepupu abi
memperhatikan dari atas ke bawah
rika memang tomboy, dia selalu berpenampilan cuek tidak selayak nya wanita namun yang masih membuat nya terlihat wanita adalah rambutnya yang iya biar kan panjang nya karna itu adalah permintaan abi
dimas menatap tidak suka pada rika sebalik nya rika pun melakukan hal yang sama
chacha merasa iya sedang dalam suasan peperangan besar di dekat kedua orang itu
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
tbc
next guys
__ADS_1
jangan lupa ya kasih jejak kalian setelah membaca cerita nya ...
terimaksih semua