Really My Husband

Really My Husband
#RMH 71


__ADS_3

heppy reading ...


.


.


.


.


.


enjoy...


.


.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


hari ini radit di perbolehka pulang karna iya sudah lebih baik


fani membantu radit membereskan barang barang yang akan di bawa pulang dan mengurus administrasi kepulangan radit


fani sangat terganggu dengan radit pasal nya iya selalu menempel pada fani


membuat fani susah bergerak mengurus barang barang radit


fani" ya ampun kamu ini , lepas dulu (mencoba melepaskan tangan radit yang melingkar sempurna di perut fani) aku nya ke susahan loh


radit" enggak, aku masih kangen sama kamu, soal nya kamu kemarin gak kesini (semakin mengeratkan pelukanya)


fani" ya ampun kamu ini, nanti abi sama chacha keburu udah dateng aku malah belum selesai


dengan susah payah fani membujuk radit akhirnya ... radit menuruti kemaun fani


dengan gerakan cepat fani telah selesai mengemas barang barang radit tinggal menunggu abi dan chacha menjemput


radit kembali memeluk fani dan kini tidak menuai perotes dari calon istrinya itu


radit" sayang aku datang ke rumah kamu minggu depan ya


fani"(terkejut) ya ampun cepet banget ...


radit" aku tidak mau lama lama sayang


fani" baik lah aku akan memberi tahu mama sama papa dan bang fano


radit" terimakasih sayang...


radit menatap fani dengan tajam ...


kemudian radit mulai mendekat kan wajah mereka


fani yang melihat itu langsung menutup matanya ...


radit tersenyum melihat fani yang menutup matanya


bukan nya mencium radit malah membisikan sesuatu di telinga fani


radit" karna hal ini aku ingin cepat cepat menikahi kamu, aku takut tidak bisa menahan nya sayang


sektika itu fani membuka matanya dan pipi nya terasa panas dan sudah pasti pipinya merona


radit langsung menjauhkan tubuhnya dari fani ... dan mengacak rambut fani dengan gemas


tak lama lama abi dan chacha tiba di rumah sakit


chacha" kalian tidak melakukan apa apa kan (menatap curiga)


karna chacha melihat pipi fani yang nasih merona itu


radit" tidak, memang nya kami akan melakukan apa di rumah sakit


chacha" cihh baik lah, aku percaya


mereka sudah berada di mobil dan menuju ke rumah


di sana sudah banyak yang menunggu mereka


sesampai nya dirumah mama nini langsung menyambut calon memantynya ...


tantenini" ya ampun radit, kamu udah baikan kan, gak ada yang sakit lagi kan (mama nini bertanya bertubi tubi)


fani menatap ibu nya tajam karna iya merasa ibu nya sangat berlebihan


radit" enggak ada kok ma, radit sudah lebih baik


tantenini" ya sudah hayuk masuk, jangan di luar aja


chacha tertawa geli melihat tante nini bersikap berlebiha pada om nya itu


semua orang datang karna tante ninu mengundang nya

__ADS_1


sampai samapai bang fano yang sedang bekerja saja di suruh datang oleh tante nini


rika,ratna dan chacha sedang menata meja makan untuk mereka bersantap siang bersama


setelah selesai mereka makan bersama namun tidak di meja makan melainkan di ruang keluarga


sedang asik menikmati santap siang mama nini memberi saran yang sangat mengejutkan buat fani dan yang lain


tantenini" radit kamu sama fani nya nikah nya minggu depan aja ya (dengan santai)


fani langsung tersedak sedang kan radit hanya tersenyum saja mendengar perkataan mama nini


fano" mama buru buru amat mau nikahin fani,bukanya tanya dulu sama mereka (fano menjawab pertanyaan mama nya )


tantenini" (tertawa) soal nya mama takut radit berubah fikiran lagi (terkekeh)


perkataan mama nini sontak membuat semua orang tertawa


kecuali rika yang tahu apa apa


setelah usai satu persatu berpamitan pulang tersisa


dimas,chacha,abi,radit dan rika


karna fani sudah di bawa pulang oleh mama nya, karna kata mama nini biar kengen kalau jarang ketemu


radit di minta oleh bumia untuk beristirahat agar iya benar benar sehat


sementata rika iya mengajak rara bermain di taman belakang


dimas sedang menonton kartun di ruang keluarga


semntara abi dan chacha sedang berada di kamar


abi" bun


chacha" apa pa


abi" bun kamu keberatan gak kalau kita, mengajak rika tinggal bersama kita


chacha menatap suaminya itu


chacha" maksud nya ?


abi" gini bun, papa tahu rika di luar sana itu bekerja serabutan dan tak punya pekerjaan tetap, dan dia juga tidak punya tempat tinggal yang lain


chacha" jadi mas mau nya gimana?


abi" tapi kalau kamu gak setuju juga gak apa apa bun


chacha" maksud nya? (bingung)


padahal chacha bertanya begitu bermaksud ingin mengetahui rencana abi untuk rika


abi" bunda gak setujukan kalau rika tinggal sama kita


chacha"( tertawa, chacha berjalan mendekati sang suami) yang gak setuju itu siapa pa, bunda itu nanya papa punya rencana apa buat rika


abi" ooo, papa kira bunda gak setuju


chacha" bunda malah senang pa, bunda jadi ngerasain punya adik


abi memeluk istrinya dan mencium sekilas bibir chacha


abi" papa mau memperkerjakan nya di kantor bun


chacha" kalau itu bunda gak setuju pa


abi" kenap?


chacha" karna bunda rasa rika tidak nyaman dengan itu


abi" jadi mau kita beri pekerjaan apa


chacha" di toko roti, karna bunda melihat rika sangat suka di sana


abi" baik lah bun


sementra di taman belakang rika sedang duduk di pinggir kolam berenang ... iya tak lagi bermain dengan rara, karna rara sudah di bawa masuk oleh bumia


rika sedang melamun memimikirkan


nasib hidupnya ke depannya ...


"apa ada pria yang mau menikahi ku, begumam


rika melihat pantulan diri nya di air iya melihat wjahnya yang tak cantik,terkesan kucel dan berpakaiyan seperti laki laki


rika sudah berniat untuk pergi besok dari kediaman abi


karna iya sudah merasa tidak enak jika berlama lama di sana


walau chacha menerimanya dengan baik dan semua keluarga chacha pun melakukan hal itu

__ADS_1


rika merasa berat ingin pergi namun iya harus pergi karna takut iya merepotkan kakak sepupunya itu


rika bangun dari duduk nya dan berniat pergi namun sayang nya iya tergelincir dan jatuh ke dalam kolam brenang


byurrr


rika tidak bisa berenang dan iya bertriak trriak meminta bantuan


dimas melihat rika yang sedang kesulitan itu berlari dan langsung melompat ke kolam berenang


semua penghuni rumah yang mendengar teriakan rika sontak berlari menuju ke sumber suara


dimas yang sudah masuk ke dalam kolam langsung memeluk rika dan membawa nya ke tepian


rika di sabut oleh abi dan mebaringkan nya di pingiran kolam


chacha" rika kamu baik baik saja (khawatir)


rika masih diam karna iya masih merasa takut


abi" rika kamu gak apa apa kan


chacha tahu jika rika sedang ke takutan langsung memeluk rika


chacha" sudah tidak apa apa rika kamu sudah baik baik saja, jangan takut kami disini


rika langsung menangis di pelukan chacha


bumia datang dengan mebawa handuk untuk mengeringkan tubuh rika dan dimas


abi" dim makasih udah nolongi adik gue


dimas" gak masalah,


dimas menatap tak suka pada rika iya merasa rika itu selalu saja membawa kesusahan untuk nya


dimas berpamitan pulang karna iya malas berlama lama lagi,


apa lagi berada di dekat rika membuatnya semakin waspada


abi dan chacha juga berpamitan untuk untuk pulang


bumia" hati hati ya ... rika kamu jangan lupa makan sup nya biar hangat agar kamu gak demam


rika" iya bu pasti rika makan, maaf sudah mebuat susah semuanya


radit" kami gak susah kok ri, kami malah senang kamu ada disini


rika" termakasih bu,kak


chacha" bu chacha pulang dulu


ibu awasin om radit ya jangan di bolehin beduan sama fani (menatap om nya )


bumia" iya nduk ... kamu tenang aja nanti radit tak rantein kalau ada fani


chacha" bagus bu


radit" apa sih kalian ini ... (tertawa)


radit sudah tahu jika fani menceritakan semuanya ke keponakan nya itu ... dan radit malah sangat senang jika ke ponakan nya itu mulai mewaspadai nya, menurut radit sikap waspada chacha malah mengemaskan untuknya


setelah selesai berpamitan mereka pulang ke kediaman mereka


saat makan malam abi memberi tahu pada adik sepupunya itu


rencana yang iya buat bersam sang istri pada rika


rika" mba, kalau rika disini dan bekerja di toko roti mba, rika malah akan semakin nyusahin kalian


chacha" mba gak merasa kamu susahin ri, mba malah seneng mba jadi punya temen kalau di rumah


rika" tapi mba, mas


chacha" gak ada tapi, jika kamu mengaggap mba sebagai, saudara kamu harus setuju dan tidak ada penolakan


abi yang melihat istrinya berakting seperti itu rasanya ingin tertawa


rika benar benar ke habisan kata kata di buat chacha dan mau tidak mau


dia menyetujui kemauan chacha itu


____________________________________


tbc


maaf ya semua kalau ke panjangan ceritanya


semoga kalian pada suka ...


jangan lupa setelah baca ceritanya kasih like,komen,favorit, dan saran kalian ya buat aku


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2