Really My Husband

Really My Husband
#RMH 137


__ADS_3

selamat membaca ...


.


.


.


.


.


enjoy read ...


----------------------------------------------------------------


hubungan Dimas dengan keluarga ibunya sudah mulai membaik dan Rossi sudah di ceraikan oleh Vero dan di beri apa yang iya inginkan ... sementara anak anaknya memilih tinggal bersama Vero


kini usia pernikahan Dimas dan Rika sudah tiga bulan


sementara cha-cha dan Abi sudah tidak sabar menunggu kelahiran putra mereka ...


Rara" nda Yaya mau ini (menunjuk bantal untuk adiknya)


cha-cha" (tertawa) ya ampun kakak itu kan buat adik bayi, kalau buat kakak udah gak muat ...


Rara" emang adik bayi itu keciy ya nda


cha-cha"(tertawa) iya sayang, adik bayi itu seperti ini (menunjukan sebuah foto bayi)


Rara"(tertawa) demes ...


cha-cha" kakak kakak bunda yang gemes liat kamu kak


Rara" nda adik Yaya yaki yaki ya


cha-cha" iya, kenapa kak?


Rara" belalti papa enggak gangguin Yaya lagi, bial papa main cama adik aja


cahcha" kenapa Rara gak suka papa gangguin Rara


Rara" enggak papa nakay ... cuka tium Yaya


cha-cha" (tertawa) ya Allah kak bunda gemes banget sama kamu, (mencium gemas pipi gembul Rara)


Rara" nda auty Ika mana ?


cha-cha" aunty Rika lagi sibuk kakak, jadi aunty Rika belum bisa main sama kakak


Rara" Yaya yindu auty


cha-cha" iya iya kita telpon saja bagaimana


Rara" hemm (bahagia)


cha-cha memvideo call Rika


Rika* assalamualaikum kakak gembul bunda nya juga jadi gembul sekarang (tertawa)


cha-cha* kamu ya, awas aja kamu kalau hamil juga begini (tertawa) nih ponakan mu rindu katanya


Rika* ampun ampun doro (tertawa) aduh mana mana ponakan aunty itu


Rara* auty Tapan main kecini, Yaya mau main cama auty


Rika" aunty belum bisa kesana kak, aunty lagi sedikit sibuk ... mba perkiraan melahirkan nya kapan


cha-cha* tanggal sembilan ini ri tapi kata dokter bisa maju bisa mundur


Rika* aduh gak sabar mau lihat adiknya kakak


cha-cha* kakak nya lagi ngambek aunty ... katanya aunty gak sayang kakak


Rara sedang berkomat Kamit membelakangi cha-cha, karena kesal pada Rika yang tidak mengajaknya mengobrol


Rika* yah kakak ngambek ya, ya sudah deh, aunty sama om Dimas gak jadi kesana ... padahal tadi aunty mau menginap tapi Kakak nya ngambek gak jadi deh


Rara yang mendengar jika Rika akan menginap langsung mengambil ponsel dari tangan bunda nya itu


Rara* auty mau inep cini ,


Rika* iya, tapi kan kakak tadi lagi ngambek


jadi gak jadi deh aunty menginapnya


Rara*(tersenyum) gak gak kakak gak ambek Agi auty ... auty inep ya


Rika* benar kakak gak ngambek lagi


Rara menganggukkan kepalanya ...


Rika* ya sudah nanti aunty dan om Dimas menginap di sana ya kak, Kaka masak yang enak buat aunty ya


Rara* auty Yaya gak bica macak ... Yaya macih keciy


Rika" (tertawa) oooo iya aunty lupa ...


Rara" auty ini Yoh


Rika* ya sudah kak, aunty kerja lagi ya, kakak jaga bunda sama adik jangan nakal ya kak, kasih hp nya ke bunda kak


Rara memberikan ponselnya pada cha-cha dan iya berlari mencari Oma ya untuk memberi tahu jika Rika dan Dimas akan bermalam di rumah itu

__ADS_1


Rika* mana sih gembul nya mba


cha-cha* lagi cari bunda mau kasih tahu kamu mau menginap


Rika* (tertawa) gemes deh sama sih kakak, ya udah ya mba aku kerja lagi, nanti sore aku kasih laporannya ya mba


cha-cha*iya ri, kamu benar mau menginap


rika*iya mba, kan papa telpon suruh tidur di rumah


cha-cha* ya ampun papa masih aja ya protektif sama kamu


Rika* begitulah papa mba, ya sudah mba kau mau layanan pembeli dulu


cha-cha* iya ri , assalamualaikum


Rika* wa'alaikumsalam mba


panggilan video berakhir Rika kembali bekerja


cha-cha berjalan menuju kamar bunda nya ... untuk memberitahu jika Rika akan menginap


cha-cha" Bun ...


bunda ria " iya sayang ...


cha-cha" Rika malam ini mau menginap Bun


bunda ria" iya Cha ini kakak gembul ini udah kasih tahu ... ( mencubit gemas pipi Rara)


ini pasti di suruh papa deh


cha-cha" loh kok bunda tahu


bunda ria" tahu dong, papa itu belum bisa lepasin anak gadisnya padahal anaknya udah punya suami ... (menggeleng gelengan kepala)


cha-cha" (tersenyum) papa masih takut kalau Rika lupa sama papa nya ya Bun


bunda ria" iya takut bener papa itu, kasian Dimas jadi bolak balik minep sini terus


cha-cha" Dimas mah suka Bun , apa lagi bunda sayang banget sama dia


bunda ria" bunda mah sayang sama semua anak bunda, gak ada yang gak sayang ...


kamu udah makan Cha


cha-cha" udah Bun tadi,


cha-cha dan bunda ria asik berbincang sementara di kantor ke tiga pria dewasa itu tengah asik membahas soal pekerjaan mereka ...


Radit" jadi yang pergi ke malang siapa bi


Abi" Hendrik dit, gue gak mungkin kan pergi ... kalau cha-cha melahirkan gimana


Radit" iya juga ya (tertawa)


dimas" sudah dit, laporannya bakal gue kirim besok


Abi menatap Dimas dengan perasaan tidak enak karena ulah ayahnya yang selalu memaksa Dimas dan Rika untuk berkunjung atau bermalam di rumah


Abi" dim, gue ngerasa gak enak sama Lo


dimas" gak enak, gak enak kenapa Bi?


Abi" gara gara papa Lo harus bolak balik ke rumah


dimas" santai bi, gue juga seneng kok


Radit" papa posesif banget ya bi sama Rika,


Abi" banget dit, gue kadang sampai iri


Radit" (tertawa) Abimanyu ternyata bisa iri juga ya ...


dimas" Fani Giman dit, banyak ngeluh gak si curut itu


Radit" bejibun dim, tapi gue nikmatin aja dim, namanya ibu hamil pasti lah rewel mah, untung masih ada ibu yang bisa bantu gue


dimas" kira kira nasib gue gimana ya kalau Rika hamil, semoga kagak kayak kalian ya


"semoga lebih parah" berbarengan Abi dan Radit


dimas" wah parah Lo berdua doain yang bagus kek malah begitu


Radit" biar Lo rasain penderitaan kita ngidam dim


Abi" biar Lo rasain di ketawain dim


dimas" gila jahat bener kalian ini ... ya Allah jangan dengerin doa mereka ya Allah pura pura gak denger aja


Radit dan Abi tertawa melihat tingkah Dimas


***


malam sudah tiba Rika dan Dimas sudah berada di kediaman bunda ria


tak lama dari kedatangan mereka


Bu Mia, Fani,Radit, dan mama Nini juga datang


untuk melihat cha-cha yang sebentar lagi melahirkan


Rika" ibu (memeluk) Rika kangen udah lama gak ke temu ibu, ibu sih jalan jalan terus sama mama

__ADS_1


Bu Mia" ibu juga kangen ri, ya namanya gak ada kerjaan ri, ya jalan jalan aja


Tante Nini" iya kan sebentar lagi ngurus cucu jadi sebelum ada cucunya, para nenek ini seneng seneng dulu (tertawa)


cha-cha" tumben ma mau ngaku kalau sudah nenek nenek (tertawa)


Tante Nini" ya mau gimana Cha, emang kenyataannya begitu, ri gimana kamu udah ngisi belum? mama juga udah gak sabar nih liat anak kamu sama Dimas


Fani" iya ri, aunty penasaran anak kamu kayak Dimas gak ya, eh tapi jangan deh kasian anak kamu kalau mirip bapaknya (tertawa)


dimas" gak di sini ,gak di kantor di bully aja ... ya Allah apa salah hamba ya Allah


Abi" banyak ... (tertawa)


Rika" doain aja ya ma, semoga cepat nyusul (tersenyum)


bunda ria" makanya Dimas usahanya yang banyak, jangan diam aja gercep dong


dimas" kalau itu mah gak usah di ajarin Bun, udah di lakuin ... tapi Allah belum kasih aja


papa Yusuf" Hem Hem , (melihat ke arah Dimas)


bunda ria" ih papa , lucu wong anak nya udah nikah kok (mencubit lengan)


papa Yusuf" ya emang udah nikah, tapi kan tetep anak papa


Abi" Abi juga anak papa, kok gak di posesifin


papa Yusuf" kamu mah beda , laki laki


Tante Nini" aduh mas Yusuf, kayak gak pernah muda aja deh (tertawa)


setelah melewati perbincangan hangat dan seru, Fani,Radit dan kedua nenek itu berpamitan pulang ...


Radit" Cha om pulang dulu, jaga kondisi kamu jangan kelelahan, kalau ada apa apa langsung kasih kabar


cha-cha" iya om, chacah paham,


Fani" ponakan aunty,aunty pulang dulu ya, jangan nakal nakal sama bunda


cha-cha" hati hati juga ya omcan Fani, hati hati di jalan


Rika" hati hati adik bayi,(mengelus perut Fani)


Fani" semoga ceper nyusul (mengelus perut Rika)


setelah selesai berpamitan mereka langsung pergi meninggalkan kediaman bunda ria


cha-cha menuju ke kamar nya dan melihat sang suami masih sibuk menatap laptop


cha-cha" pa udah malam istirahat, nanti kamu sakit kalau kerja terus


Abi" sedikit lagi Bun, papa mau mengirim ini ke Hendrik


cha-cha" papa ... ayo tidur bunda udah mengantuk


Abi" tidur lah duluan Bun,


cha-cha" enggak mau, bunda mau di peluk papa


Abi menarik nafas panjang karena memang akhir akhir ini artinya itu sangat manja sekali


Abi" sebentar Bun papa kirim dulu ke Hendrik


setelah selesai mengirim pekerjaannya Abi langsung berbaring di tempat tidur tak lupa memeluk istrinya yang kini semakin berisi


cha-cha" gak kerasa ya pa, sebentar lagi, kita kedatangan buah hati kita


Abi menganggukkan kepalanya


cha-cha" jika di ingat ingat dari dulu hingga sekarang, perjalanan kita sangat panjang dan penuh dengan ujian, aku ingat saat kita awal menikah, dimana kamu tidak menyukai ku, tapi kini kita saling mencintai, menyayangi dan saling membutuhkan satu sama lain


Abi" dulu papa benar benar buta Bun, sampai sampai tak bisa melihat hal baik di depan mata, tapi karena bunda papa bisa melihat semua itu, dan menjadi orang yang lebih baik lagi, terimakasih bunda,


Abi mempererat pelukannya namun jagoan kecil di dalam perut cha-cha seakan akan tak suka jika papa memeluk bundanya


Abi" ya Allah Bun, lihat anak kita menendang,


Abi dan chacha melihat ke arah perut cha-cha yang bergerak gerak


Abi" iya iya, papa gak peluk bunda nya kok, kamu ya, masih di dalam saja sudah seperti kakak gembul mu itu, lebih sayang bunda dari pada papa


cha-cha tertawa melihat tingkah merajuk suaminya itu


cha-cha" ya Allah pa, bunda nya gemes... sama anak sendiri juga cemburu ... inget pa udah tua ...


cup


Abi mencium sekilas bibir cha-cha


Abi" makasih Bun


akhirnya mereka tertidur dengan perasan yang bahagia dan terbuai oleh mimpi indah mereka ...



TBC



next


__ADS_1


jangan lupa budayakan komen,dan like ya


dan jangan lupa vote buat cerita ini ya


__ADS_2