
selamat membaca ...
.
.
.
.
.
enjoy read ...
----------------------------------------------------------------
hubungan Dimas dengan keluarga ibunya sudah mulai membaik dan Rossi sudah di ceraikan oleh Vero dan di beri apa yang iya inginkan ... sementara anak anaknya memilih tinggal bersama Vero
kini usia pernikahan Dimas dan Rika sudah tiga bulan
sementara cha-cha dan Abi sudah tidak sabar menunggu kelahiran putra mereka ...
Rara" nda Yaya mau ini (menunjuk bantal untuk adiknya)
cha-cha" (tertawa) ya ampun kakak itu kan buat adik bayi, kalau buat kakak udah gak muat ...
Rara" emang adik bayi itu keciy ya nda
cha-cha"(tertawa) iya sayang, adik bayi itu seperti ini (menunjukan sebuah foto bayi)
Rara"(tertawa) demes ...
cha-cha" kakak kakak bunda yang gemes liat kamu kak
Rara" nda adik Yaya yaki yaki ya
cha-cha" iya, kenapa kak?
Rara" belalti papa enggak gangguin Yaya lagi, bial papa main cama adik aja
cahcha" kenapa Rara gak suka papa gangguin Rara
Rara" enggak papa nakay ... cuka tium Yaya
cha-cha" (tertawa) ya Allah kak bunda gemes banget sama kamu, (mencium gemas pipi gembul Rara)
Rara" nda auty Ika mana ?
cha-cha" aunty Rika lagi sibuk kakak, jadi aunty Rika belum bisa main sama kakak
Rara" Yaya yindu auty
cha-cha" iya iya kita telpon saja bagaimana
Rara" hemm (bahagia)
cha-cha memvideo call Rika
Rika* assalamualaikum kakak gembul bunda nya juga jadi gembul sekarang (tertawa)
cha-cha* kamu ya, awas aja kamu kalau hamil juga begini (tertawa) nih ponakan mu rindu katanya
Rika* ampun ampun doro (tertawa) aduh mana mana ponakan aunty itu
Rara* auty Tapan main kecini, Yaya mau main cama auty
Rika" aunty belum bisa kesana kak, aunty lagi sedikit sibuk ... mba perkiraan melahirkan nya kapan
cha-cha* tanggal sembilan ini ri tapi kata dokter bisa maju bisa mundur
Rika* aduh gak sabar mau lihat adiknya kakak
cha-cha* kakak nya lagi ngambek aunty ... katanya aunty gak sayang kakak
Rara sedang berkomat Kamit membelakangi cha-cha, karena kesal pada Rika yang tidak mengajaknya mengobrol
Rika* yah kakak ngambek ya, ya sudah deh, aunty sama om Dimas gak jadi kesana ... padahal tadi aunty mau menginap tapi Kakak nya ngambek gak jadi deh
Rara yang mendengar jika Rika akan menginap langsung mengambil ponsel dari tangan bunda nya itu
Rara* auty mau inep cini ,
Rika* iya, tapi kan kakak tadi lagi ngambek
jadi gak jadi deh aunty menginapnya
Rara*(tersenyum) gak gak kakak gak ambek Agi auty ... auty inep ya
Rika* benar kakak gak ngambek lagi
Rara menganggukkan kepalanya ...
Rika* ya sudah nanti aunty dan om Dimas menginap di sana ya kak, Kaka masak yang enak buat aunty ya
Rara* auty Yaya gak bica macak ... Yaya macih keciy
Rika" (tertawa) oooo iya aunty lupa ...
Rara" auty ini Yoh
Rika* ya sudah kak, aunty kerja lagi ya, kakak jaga bunda sama adik jangan nakal ya kak, kasih hp nya ke bunda kak
Rara memberikan ponselnya pada cha-cha dan iya berlari mencari Oma ya untuk memberi tahu jika Rika dan Dimas akan bermalam di rumah itu
__ADS_1
Rika* mana sih gembul nya mba
cha-cha* lagi cari bunda mau kasih tahu kamu mau menginap
Rika* (tertawa) gemes deh sama sih kakak, ya udah ya mba aku kerja lagi, nanti sore aku kasih laporannya ya mba
cha-cha*iya ri, kamu benar mau menginap
rika*iya mba, kan papa telpon suruh tidur di rumah
cha-cha* ya ampun papa masih aja ya protektif sama kamu
Rika* begitulah papa mba, ya sudah mba kau mau layanan pembeli dulu
cha-cha* iya ri , assalamualaikum
Rika* wa'alaikumsalam mba
panggilan video berakhir Rika kembali bekerja
cha-cha berjalan menuju kamar bunda nya ... untuk memberitahu jika Rika akan menginap
cha-cha" Bun ...
bunda ria " iya sayang ...
cha-cha" Rika malam ini mau menginap Bun
bunda ria" iya Cha ini kakak gembul ini udah kasih tahu ... ( mencubit gemas pipi Rara)
ini pasti di suruh papa deh
cha-cha" loh kok bunda tahu
bunda ria" tahu dong, papa itu belum bisa lepasin anak gadisnya padahal anaknya udah punya suami ... (menggeleng gelengan kepala)
cha-cha" (tersenyum) papa masih takut kalau Rika lupa sama papa nya ya Bun
bunda ria" iya takut bener papa itu, kasian Dimas jadi bolak balik minep sini terus
cha-cha" Dimas mah suka Bun , apa lagi bunda sayang banget sama dia
bunda ria" bunda mah sayang sama semua anak bunda, gak ada yang gak sayang ...
kamu udah makan Cha
cha-cha" udah Bun tadi,
cha-cha dan bunda ria asik berbincang sementara di kantor ke tiga pria dewasa itu tengah asik membahas soal pekerjaan mereka ...
Radit" jadi yang pergi ke malang siapa bi
Abi" Hendrik dit, gue gak mungkin kan pergi ... kalau cha-cha melahirkan gimana
Radit" iya juga ya (tertawa)
dimas" sudah dit, laporannya bakal gue kirim besok
Abi menatap Dimas dengan perasaan tidak enak karena ulah ayahnya yang selalu memaksa Dimas dan Rika untuk berkunjung atau bermalam di rumah
Abi" dim, gue ngerasa gak enak sama Lo
dimas" gak enak, gak enak kenapa Bi?
Abi" gara gara papa Lo harus bolak balik ke rumah
dimas" santai bi, gue juga seneng kok
Radit" papa posesif banget ya bi sama Rika,
Abi" banget dit, gue kadang sampai iri
Radit" (tertawa) Abimanyu ternyata bisa iri juga ya ...
dimas" Fani Giman dit, banyak ngeluh gak si curut itu
Radit" bejibun dim, tapi gue nikmatin aja dim, namanya ibu hamil pasti lah rewel mah, untung masih ada ibu yang bisa bantu gue
dimas" kira kira nasib gue gimana ya kalau Rika hamil, semoga kagak kayak kalian ya
"semoga lebih parah" berbarengan Abi dan Radit
dimas" wah parah Lo berdua doain yang bagus kek malah begitu
Radit" biar Lo rasain penderitaan kita ngidam dim
Abi" biar Lo rasain di ketawain dim
dimas" gila jahat bener kalian ini ... ya Allah jangan dengerin doa mereka ya Allah pura pura gak denger aja
Radit dan Abi tertawa melihat tingkah Dimas
***
malam sudah tiba Rika dan Dimas sudah berada di kediaman bunda ria
tak lama dari kedatangan mereka
Bu Mia, Fani,Radit, dan mama Nini juga datang
untuk melihat cha-cha yang sebentar lagi melahirkan
Rika" ibu (memeluk) Rika kangen udah lama gak ke temu ibu, ibu sih jalan jalan terus sama mama
__ADS_1
Bu Mia" ibu juga kangen ri, ya namanya gak ada kerjaan ri, ya jalan jalan aja
Tante Nini" iya kan sebentar lagi ngurus cucu jadi sebelum ada cucunya, para nenek ini seneng seneng dulu (tertawa)
cha-cha" tumben ma mau ngaku kalau sudah nenek nenek (tertawa)
Tante Nini" ya mau gimana Cha, emang kenyataannya begitu, ri gimana kamu udah ngisi belum? mama juga udah gak sabar nih liat anak kamu sama Dimas
Fani" iya ri, aunty penasaran anak kamu kayak Dimas gak ya, eh tapi jangan deh kasian anak kamu kalau mirip bapaknya (tertawa)
dimas" gak di sini ,gak di kantor di bully aja ... ya Allah apa salah hamba ya Allah
Abi" banyak ... (tertawa)
Rika" doain aja ya ma, semoga cepat nyusul (tersenyum)
bunda ria" makanya Dimas usahanya yang banyak, jangan diam aja gercep dong
dimas" kalau itu mah gak usah di ajarin Bun, udah di lakuin ... tapi Allah belum kasih aja
papa Yusuf" Hem Hem , (melihat ke arah Dimas)
bunda ria" ih papa , lucu wong anak nya udah nikah kok (mencubit lengan)
papa Yusuf" ya emang udah nikah, tapi kan tetep anak papa
Abi" Abi juga anak papa, kok gak di posesifin
papa Yusuf" kamu mah beda , laki laki
Tante Nini" aduh mas Yusuf, kayak gak pernah muda aja deh (tertawa)
setelah melewati perbincangan hangat dan seru, Fani,Radit dan kedua nenek itu berpamitan pulang ...
Radit" Cha om pulang dulu, jaga kondisi kamu jangan kelelahan, kalau ada apa apa langsung kasih kabar
cha-cha" iya om, chacah paham,
Fani" ponakan aunty,aunty pulang dulu ya, jangan nakal nakal sama bunda
cha-cha" hati hati juga ya omcan Fani, hati hati di jalan
Rika" hati hati adik bayi,(mengelus perut Fani)
Fani" semoga ceper nyusul (mengelus perut Rika)
setelah selesai berpamitan mereka langsung pergi meninggalkan kediaman bunda ria
cha-cha menuju ke kamar nya dan melihat sang suami masih sibuk menatap laptop
cha-cha" pa udah malam istirahat, nanti kamu sakit kalau kerja terus
Abi" sedikit lagi Bun, papa mau mengirim ini ke Hendrik
cha-cha" papa ... ayo tidur bunda udah mengantuk
Abi" tidur lah duluan Bun,
cha-cha" enggak mau, bunda mau di peluk papa
Abi menarik nafas panjang karena memang akhir akhir ini artinya itu sangat manja sekali
Abi" sebentar Bun papa kirim dulu ke Hendrik
setelah selesai mengirim pekerjaannya Abi langsung berbaring di tempat tidur tak lupa memeluk istrinya yang kini semakin berisi
cha-cha" gak kerasa ya pa, sebentar lagi, kita kedatangan buah hati kita
Abi menganggukkan kepalanya
cha-cha" jika di ingat ingat dari dulu hingga sekarang, perjalanan kita sangat panjang dan penuh dengan ujian, aku ingat saat kita awal menikah, dimana kamu tidak menyukai ku, tapi kini kita saling mencintai, menyayangi dan saling membutuhkan satu sama lain
Abi" dulu papa benar benar buta Bun, sampai sampai tak bisa melihat hal baik di depan mata, tapi karena bunda papa bisa melihat semua itu, dan menjadi orang yang lebih baik lagi, terimakasih bunda,
Abi mempererat pelukannya namun jagoan kecil di dalam perut cha-cha seakan akan tak suka jika papa memeluk bundanya
Abi" ya Allah Bun, lihat anak kita menendang,
Abi dan chacha melihat ke arah perut cha-cha yang bergerak gerak
Abi" iya iya, papa gak peluk bunda nya kok, kamu ya, masih di dalam saja sudah seperti kakak gembul mu itu, lebih sayang bunda dari pada papa
cha-cha tertawa melihat tingkah merajuk suaminya itu
cha-cha" ya Allah pa, bunda nya gemes... sama anak sendiri juga cemburu ... inget pa udah tua ...
cup
Abi mencium sekilas bibir cha-cha
Abi" makasih Bun
akhirnya mereka tertidur dengan perasan yang bahagia dan terbuai oleh mimpi indah mereka ...
TBC
next
__ADS_1
jangan lupa budayakan komen,dan like ya
dan jangan lupa vote buat cerita ini ya