
selamat membaca
.
.
.
.
.
.
enjoy
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Vero berjalan menuju kamar anak anaknya iya ingin memberi tahu jika iya dan Rossi akan berpisah ... karena dia sudah tidak tahan melihat kelakuan istrinya itu yang semakin menjadi jadi
tok tok tok
Vero" boleh ayah masuk ?
Bianca" masuk lah yah
Vero masuk ke dalam kamar putrinya
Vero" Bia kamu sudah pulang ?
Bianca" iya yah, bia lagi gak ada kegiatan lagi ...
Vero" adik mu mana bisa?
Bianca " Vava sedang di kamar mandi yah ada apa yah?
Vero menatap putri sulungnya ....
Vero" nanti tunggu adik mu datang, ayah akan memberi tahu
Bianca hanya menganggukkan kepalanya saja
tak menunggu lama Deva keluar dari kamar mandi ...
Deva" ayah ...
Vero" (tersenyum) kemari nak, duduk disini (menepuk tempat kosong di sebelahnya )
Deva pun mengikuti perintah ayah nya itu
Vero menatap kedua putrinya ....
Vero" tidak terasa putri putri ayah sudah dewasa sekarang,
kedua anaknya masih menatap ayah nya dengan bertanya tanya ....
Vero" bia,Vava ayah ingin memberi tahu sesuatu ... dan ayah harap kalian bisa mengerti situasi ayah
Bianca" ada apa yah ?
Vero" bia,Vava ayah dan mama mu akan berpisah
perkataan Vero membuat Deva terkejut sementara bia dia tahu jika hal ini akan terjadi jika ayahnya memiliki keberanian
Deva" kenapa yah, kenapa? apa gara gara masalah ini, jika iya Deva minta maaf yah, karena Deva kak Dimas jadi marah
Vero menatap putri bungsunya yang mulai menangis
Vero" nak, bukan hanya masalah hari ini saja tapi masih banyak kesalahan mama kalian yang membuat ayah harus melakukan hal ini
Bianca" bia paham yah, bia mendukung apa pun keputusan ayah
Deva" kakak kenapa bicara seperti itu, kenapa kak ?
Bianca menatap adik nya, Bianca tahu jika adiknya ini belum paham dengan situasi yang terjadi, karena memang dari dulu Bianca selalu menutup nutupi kejelekan ibunya dari adiknya itu, karena Bianca takut jika adiknya akan membenci ibunya itu
Vero memilih pergi karena iya tidak kuat jika harus melihat anak nya menangis , iya takut jika tekat nya akan goyah hanya kerena bujukan putrinya
Bianca masih menatap punggung ayah nya yang makin menghilang dari pandangannya
Bianca" Deva dengar kakak, sudah jangan menangis lagi,
Deva" kenapa kak, kenapa mama dan ayah harus berpisah , tidak bisa kah di bicarakan secara baik biak
Bianca"(menghela nafas) va, kamu belum mengerti hal ini, jika kamu mengerti kamu akan menyetujui nya juga va
Deva" kata kan kak apa yang tidak Vava mengerti,apa, jangan buat Deva seperti orang bodoh seperti ini
Bianca menatap adiknya ... yang sudah berlinang air mata itu
Bianca " baik kakak akan menceritakannya pada mu, tapi kakak mohon jangan pernah benci siapa pun setelah kakak menceritakan ini
Deva mengangguk kan kepalanya ...
Bianca menceritakan yang sebenarnya pada adiknya bagaimana sifat mama mereka yang sebenarnya, dan apa yang telah di lakukan eyang mereka pada Tante Tiwi dan Dimas
Deva" kenapa Deva tidak tahu hal itu kak, dan kenapa mama dan eyang harus seperti itu,
Bianca" harta va, semua itu karena harta, mama takut jika iya tak bisa menghidupi anak anaknya dan iya takut jika kita menjadi susah va, tapi mama salah dengan cara nya yang seperti itu
__ADS_1
Deva menatap kakak nya yang sekarang menangis,
Bianca" mama salah va, tidak seharusnya iya melakukan hal bodoh semacam itu, kak Dimas bahkan iya tidak tahu apa apa
Deva" jadi kak Dimas tidak tahu, jika mama dan eyang yang membunuh papa dan mamanya (Deva sangat terkejut)
Bianca" sudahlah va,jaga rahasia ini, jangan beritahu kak Dimas, jika dia tahu aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada mama
Vero masih duduk berdiam diri di ruang kerjanya , iya mengingat kejadian yang menimpah adiknya
flashback
pagi itu Tiwi mendapat kabar dari sang kakak jika orang tua mereka jatuh sakit ... setelah mendapat kabar itu Tiwi membangunkan suaminya
Tiwi" mas,mas bangun,
Riyan" ada apa sayang ?
Tiwi" mas, mama sakit pa,tadi kak Vero telpon aku ...
Riyan" sakit apa ?
Tiwi" belum tahu mas, kak Vero gak kasih tahu tadi
Riyan" ya sudah kita kesana,kita lihat mama ya
Tiwi" iya mas,
Tiwi beranjak dari tempat tidur, dan menjalankan tugasnya sebagai seorang, menantu,istri, serta sebagai ibu
setelah semuanya selesai Tiwi menyiapkan perlengkapan. sekolah anaknya ...
dimas" ma hari ini Dimas malas sekolah , Dimas mau di rumah aja (merengek)
Tiwi" no no, kamu tidak sakit, dan kamu tidak ada alasan untuk tidak sekolah,
dimas" mama, badan Dimas panas nih (sambil memegang dahinya)
Tiwi"(tertawa) sakit ya, kalau begitu mama bilang papa, jika Dimas sakit dan liburan kita di batalkan saja ya,
dimas" enggak mah enggak dimas sehat, Dimas sekolah, tapi jangan batalin liburan kita
Tiwi tertawa melihat tingkah putranya yang sangat menggemaskan itu ... dimas kecil sangat senang jika di ajak liburan oleh orang tuanya ... maka dari itu iya akan melakukan apa saja asal di ajak pergi berlibur
setelah selesai Tiwi dan Riyan mengantar Dimas ke sekolah ... tidak tahu kenapa Riyan sangat sedih mengantar anaknya sekolah seolah olah ini adalah hal terakhir yang mereka lakukan bersama anaknya
Riyan" Dimas, sekolah yang baik, jadi anak pintar, biar bisa bantu kakek,jangan cengeng karena kamu anak laki laki, jangan pernah menangis, ingat mama sama papa selalu ada buat kamu
dimas" iya pa, Dimas tahu ... (tersenyum)
dimas turun dari mobil dan menemui teman teman nya cha-cha dan Fani
Tiwi" takut kenapa? apa kamu mempunyai masalah
Riyan" tidak, aku hanya takut saja tapi aku tidak tahu kenapa ...
Tiwi" sudah lah pa,mungkin itu hanya perasaan mu saja ... ayo kita pergi pa
Riyan melakukan mobil nya ke tempat mertuanya
setiba nya disana seperti biasa hanya Vero dan putrinya saja yang menyambut mereka
Tiwi masuk ke dalam kamar ibunya dan mendapati ibunya sedang tertidur
Tiwi" ma, ini Tiwi ma, mama sakit apa, maaf kan Tiwi baru tahu kalau mama sakit (Tiwi bergumam pelan )
Tiwi keluar karena sang mama masih tertidur
saat keluar Tiwi bertemu ibunya Rossi
yang seperti tuan rumah
ibu Rossi" eh ada anak durhaka disini, mau apa kau kemari, mau mengemis harta
Tiwi sungguh kesal dengan ucapan ibu mertua kakak nya itu
Tiwi" maaf Tante saya tidak ada urusan dengan anda
ibu Rossi" heh, jangan harap kamu bisa menyingkirkan posisi Rossi dan anak anaknya karena kamu sudah tidak di anggap disini
Tiwi berlalu meninggalkan wanita itu, iya sungguh kesal,dan marah namun iya tak mau membuat keributan karena mama nya sedang sakit
Tiwi melihat Rossi di dapur ... membuat kan mereka minuman, padahal tidak pernah pernah nya kakak iparnya itu melakukan hal itu
Tiwi" mba Rossi sedang apa ? (sedikit curiga)
Rossi" yang kau lihat apa ? apa mata mu tidak bisa melihat
Tiwi" bukan begitu sangat langka sekali melihat mba melakukan hal ini
Rossi" kalau tidak karena kakak mu aku tidak mau melakukan ini
Rossi meninggalkan Tiwi dengan nampan minuman itu
Tiwi membawa minuman itu ke depan untuk di suguhkan pada suaminya ...
Rossi sangat senang melihat Tiwi dan Riyan meminum minuman. yang iya buat kerena iya sudah memasukan obat yang membuat orang yang meminum akan kehilangan kesadaran dalam waktu sejam ...
mereka berbincang bincang setelah itu Tiwi dan Riyan berpamitan untuk pulang
__ADS_1
saat di perjalanan Riyan merasa sangat pusing di kepalanya ... namun iya mencoba menepis rasa itu
Tiwi pun merasakan hal yang sama namun iya tak memperlihatkan nya
sampai Riyan benar benar kehilangan kesadaran dan mereka mengalami kecelakaan itu ...
Vero mendapat telpon dari kakek Nugroho
Vero" halo om, ada apa ?
kakek"Vero .... Tiwi dan Riyan kecelakaan mereka berada di rumah sakit sekarang
Vero sangat terkejut dan segera pergi ke rumah sakit ... sementara Rossi dan ibunya sangat senang mendengar hal itu
ibu Rossi" akhirnya dua penghalang kita sudah lenyap, bagus nak, kau harus singkirkan orang orang yang menghalangi jalan mu ...
Rossi" apa ini tidak apa apa, aku takut jika ada yang tahu
ibu Rossi" tenang saja tidak akan ada yang tahu, mereka akan menganggap ini sebuah kecelakaan
Rossi" lalu anak itu bagaimana ?
ibu Rossi" tenang lah dia hanya anak kecil mudah menyingkirkannya
mereka tidak tahu jika Bianca berada di kamar itu dan mendengar semua percakapan mereka
di rumah sakit kakek Nugroho menemui putranya karena anaknya meminta untuk bertemu dengan nya
Riyan" dad, Riyan titip Dimas, Riyan minta jaga dia baik baik dad, didik Dimas seperti Daddy mendidik Riyan dad, dad sampaikan permintaan maaf Riyan pada Dimas, karena tidak bisa mengajaknya liburan dan
Riyan menjeda kata katanya karena rasa sakit di kepalanya
Riyan" dan bilang pada Dimas maaf kan papa nya yang tak bisa mendampinginya sampai iya menjadi anak yang sukses
sekali lagi maafkan Riyan dad
tiiiiiitttt
mesin itu berbunyi menandakan jika sang pasien sudah tidak ada lagi ...
Nugroho sangat hancur melihat putranya pergi dengan cepat, dan iya membayangkan bagai mana nasib cucunya ...
sementara Tiwi dia sudah lebih dulu pergi saat dalam perjalanan ke rumah sakit
Vero memberi tahu pada orang tuanya ... namun... sungguh di luar dugaan orang tuanya bahkan seperti tidak mau tahu ...
Vero benar benar tidak habis pikir dengan orang tuanya bahkan adiknya sudah tiada pun masih bersikap seperti itu
Vero memaksa orang tuanya untuk datang ke pemakaman adiknya ...
sesampainya di sana pun orang tuanya masih keras hati bahkan menolak Dimas dengan terang terangan
setelah seminggu kepergian adiknya Vero melihat anak sulungnya yang selalu murung, dan melamun ... Vero takut terjadi sesuatu pada sang anak dan membawa nya ke dokter
sampai dokter menyarankan jika anaknya harus dibawa kesiakiater ...
Vero melakukan yang di perintahkan dokter ...
Vero sangat terkejut mendengar penjelasan dari dokter dan melihat hasil rekaman percakapan antara anaknya dan dokter itu
Vero bertanya pada anaknya itu
Vero" bia apa benar yang kamu kata kan pada dokter
Bianca hanya menganggukkan kepalanya ...
Vero sungguh marah dan sedih mengetahui faktanya jika istri dan mertuanya yang menyebab kan adiknya pergi
sesampainya di rumah Vero menemui istrinya namun iya tidak bisa marah karena iya tak mau anak anaknya melihat
Vero" kau keterlaluan Ros, kau menghilangkan nyawa seseorang tapi kau bersikap biasa saja
kau sungguh bukan manusia ...
Rossi" apa yang kau bicarakan , menghilangkan nyawa siapa ? (kesal)
Vero" jangan berpura pura ros, aku sudah tahu semuanya, kebusukan mu dan ibu mu ...
Rossi terkejut mendengar perkataan Vero
Rossi" apa yang kau tahu hah,
Vero menjelaskan semuanya pada Rossi dan Rossi pun merasa takut
Rossi" mohon maaf kan aku maaf kan aku ... aku sungguh menyesal (bersujud di kaki Vero)
Vero hanya diam dan tak menggubris perkataan Rossi
Vero ingin berpisah dengan Rossi namun iya masih memikirkan anak anaknya
sejak saat itu Vero tak pernah tidur dengan Rossi berbicara pun jika ada keperluan saja
flashback off
****************************************
TBC
Hay Hay guys ... maaf ya aku baru up soalnya soalnya kemarin aku menikmati liburan ku yang hanya sehari hehehe
__ADS_1
kita lanjut lagi guys