
enjoy your reading ....
.
.
.
.
.
let's read
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
cerita sedikit tentang rika boleh ya...
rika wanita yang bernama lengkap tarika ansara ...
adalah sepupu yang berasal dari adik tiri bunda ria
ayah rika meninggal saat dia masih dalam kandungan
ibu nya rika sangat membenci rika karna menurutnya rika adalah anak pembawa sial
sedari kecil rika hidup bersama nenek nya atau lebih tepat nya ibu dari bundaria dan ayah nya
rika tak pernah meresakan kasih sayang dari ibu nya bahkan keluarga yang lain pun ikut ikut mebenci dirinya ...
sejak kecil rika tidak punya teman bahkan sepupu yang lain pun tak mau bermain bersama
hanya abi yang mau mengajak nya bermain dan menggap jika dirinya ada
saat menginjak usia smp sang nenek meninggal dunia dan rika tidak punya siapa siapa lagi
sang ibu kembali jika iya membutuhkan uang saja dan meminta ke pada para saudara
rika samapai sma tinggak bersama bunda ria dan keluaraga nya ...
setelah lulus rika melanjut kan kuliah dan kembali ke rumah sang nenek namun apa daya tanpa sepengetahuan bundaria rumah itu sudah di jual oleh adik sepupu nenek nya
akhirnya rika memilih berhenti kuliah dan mencari pekerjaan apa saja yang penting halal dan menghasil kan duit
abi dan bunda nya tidak tahu akan nasib rika, samapai mereka tahu dari salah satu teman kampus rika yang mengenal abi
abi mencari adik nya itu dan mengajak nya untuk tinggal bersama
namun rika menolak dia tak ingin merepotkan siapa pun
rika berpenampilan seperti tomboy karna iya tak ingin ada yang menganggunya ... padahal aslinya iya sangat penakut ... jika di bentak saja iya akan menangis
rika adalah anak yang baik,perhatian, dan gemar mempelajari sesuatu
namun iya harus pura pura kuat agar tak di remeh kan ...
sekian cerita rika
kita lanjut lagi ya
_______________________________
rika masih menangis sepanjang perjalanan, hal itu membuat dimas semakin geram padanya
dimas" apa lo tidak bisa berhenti menagis (mebetak)
sekarang bukan hanya air mata tapi tubuh rika mulai bergetar karna rasa takut nya
dimas" lo ini bener bener menyusah kan ya ...(geram dimas)
rika semakin merasa takut
mereka sudah tiba di toko tapi rika belum juga berhenti menangis
tapi iya berusaha untuk keluar dari mobil
tangan rika tak sengaja terjepit tapi dimas tak memperhatikan itu
"bakal kena marah lagi gue, gara gara tuh anak" gumam dimas
rika masuk ke toko dan melihat sosok chacha dan langsung menghambur ke pelukan chacha
chacha terkejut melihat rika yang menangis
chacha" rika kamu kenapa, kamu di apain sama dimas ,bilang ke mba
rika masih diam dan mempererat pelukan nya
chacha melihat dimas memasuki toko
chacha" dimas kamu apain rika hah (kesal)
__ADS_1
belum dimas menjawab tapi rika menjawab lebih dulu
rika" kak dimas gak apa apa in rika mba,
chacha" terus kamu kenapa?
rika memperlihat kan jari jarinya
rika" terjempit pintu ...
chacha terkejut dan langsung membawa rika ke dalam ruangan nya dan meminta bulia mengambil kan es batu
bukan hanya chacha yang terkejut dimas pun merasa terkejut
karna rika tidak mengadu
"kapan anak itu terjepit pintu dan itu seperti nya parah" dalam hati dimas
setelah selesai mengobati tangan rika chacha meminta rika untuk istirahat karna sebentar lagi toko juga akan tutup
namun rika tidak mau iya masih mebantu mebersih kan toko ... walau ke susahan karna hanya mengenakan satu tangan
dimas memperhatikan rika dari jauh ...
"apa yang gue lakuin sih kenapa gue jadi benci banget sama itu anak" dalam hati dimas
rika membawa nampan napan kosong untuk di susun di belakang
saat berjalan rika hampir saja terjatuh dimas yang melihat itu mau menghampiri namun rika bisa menahannya dan kembali berjalan
dan dimas kembali ke tempat nya
setelah selsai mereka menutup toko
abi melihat tangan adik nya terbalut perban bertanya tanya
abi" ri itu tangan kamu kenapa?
rika" ah... ini em tadi kejepit pintu mas, rika kurang hati hati
abi" ya ampun bun kita ke rumah sakit dulu ya ... kita obati rika
chacha" bunda juga dari tadi udah bilang begitu tapi rika nya tidak mau
abi" kamu harus mau kita kerumah sakit sekarang
abi melajukan mobilnya menuju rumah sakit
sementara di tempat lain dimas sedang merasa bersalah ...
dimas tidak tahu kenapa iya merasa membenci rika ...
kakek nya dimas memperhatika cucunya itu
kakek" dimas kamu kenapa?
dimas" gak apa apa kek,dimas cuma lagi cari angin aja
kakek" dimas ... kakek tahu kamu punya masalah (memegang bahu cucunya)
dimas"(menarik nafas) kek kalau ada orang terus orang itu benci sama orang itu tapi dia gak tahu dia benci kenapa kira kira gimana?
kakek"(tertawa) kalau menurut kakek,mungkin ada salah paham saja, atau karna iya terlalu cinta
dimas" hah apa ? cinta? (tertawa) kakek lucu sekali
kakek" dim kalau benci seseorang itu jangan terlalu nanti kalau kamu suka malah berabe (tertawa),
dimas" ngobrol sama kakek mah susah ...
dimas pergi meninggalkan kakek nya
ke esokan pagi nya chacha melarang rika untuk bekerja
namun rika membatah perintah chacha
dan tetap ikut ke toko
akhirnya mau tidak mau chacha terima itu
sesampai nya di toko rika mulai mengerjakan tugasnya ...
setelah selesai iya membantu bulia
bulia meminta rika untuk membuang sampah
bulia" ri tolong ibu ya bunagin sampah bekas kulit telur itu
rika" iya bu
ruka berjalan menuju tempat pebunagan
rika berpapasan dengan dimas ...
seperti memiliki terauma rika langsung berlari saat meliht dimas
__ADS_1
hal itu membuat dimas terheran ...
rika sudah membuang sampah nya dan masuk kedalam dapur
iya melihat dimas disana
bulia" ri sini katanya mau ibu ajarin buat donat ... ( bulia memanggil rika)
namun rika tanpa menoleh ke arah bulia dan dimas
rika" em ... rika masih ada kerjaan di depan bu (langsung meninggalkan dapur)
bulia" eh alah kenapa si rika, kesambet ya... perasaan tadi semngat banget minta di ajarin buat donat
dimas merasa jika rika menghindari diri nya
rika sedang melayani pembeli dan berbincang sedikit dengan pembeli itu
dimas masih memperhatikan rika
dimas menghampiri rika yang sedang berbicara dengan pelanggan
tiba tiba seprti mempunyai reflek yang cepat rika langsung mebalikan tubuh nya dan berjalan ke arah dapur
dimas sedikit kesal dengan sikap rika
waktu istirahat sudah tiba
chacha pergi ke kantor abi karna ada urusan
jadi yang tersisa di toko haya mereka berempat
pak lukma, bulia dan dimas makan siang bersama sementara rika dia lebih memilih menjaga toko agar iya tak harus makan dengan dimas
setelah yang lain selesai baru lah rika menggunakan waktu istirahat nya
sedang duduk tiba tiba dimas menarik tangan rika dan mengajak nya kegudang
rika mulai merasa takut pada dimas dan mata nya mulai berkaca kaca
rika" ma... maaf k...kak dimas rika gak bakal dekat dekat kakak
rika mulai menagis dan tubuhnya mulai bergetar
dimas yang melihat itu sontak terkejut dan melepaskan pegangan nya pada rika
dimas" lo kenapa nangis sih, gue kan gak apa apain lo
rika" maaf kak rika gak bakal dekat dekat kakak, rika mohon jangan marahin rika,... (sambil sesegukan)
dimas benar benar merasa bersalah sekarang ...
"ya allah apakah anak ini trauma" batin dimas
sedang kalut dengan fikiran nya tiba tiba dimas di kejutkan oleh rika
"aaaaa"
rika" kecowa ... (langsung memeluk dimas)
dimas yang terkejut hanya diam saja membiar kan rika memeluk nya
rika" hus hus kecowa pergi pergi jangan deket deket aku gak takut sama kamu hus hus
dimas" gak takut terus ini ngapin
rika yanga sadar jika iya memeluk dimas langsung mejauh dari dimas
dan menundukan kepalanya
rika" ma... ma... maaf kak
dimas melihat jika rika mulai kembali menagis
dimas" pleas jangan nangis oke gue gak bakak marahin lo
rika hanya diam saja
dimas menarik tangan rika dan mengajak nya keluar
dimas" udah gak usah nangis (kesal)
dimas meninggal kan rika yang masih menangis
dengan beribu ribu pertanyaan di kepalanya ... yang iya tahu iya akan mendapat kan nya dari siapa dan mengapa anak itu bisa trauma hanya karna di bentak saja
_________________________________
tbc
jangan lupa setelah selesai membaca kasih aku
like,komen,favorit dan saran nya ya semua
terimakasih
__ADS_1