
happy reading
.
.
.
.
.
😘😘😘😘
.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
pagi harinya kedua pasang sejoli ini terbagun dengan mood bahagia
radit" pagi sayang (mengecup kening)
fani" selamat pagi sayang
radit" sayang
fani" em...
radit"ayo bangun dan bersiap mama sama papa pasti udah nungguin kita
fani" ooo astaga aku kesiangan (duduk dan mebiarkan asetnya tak tertutup)
radit" sayang kamu sengaja ya mau goda aku
fani melirik tubuhnya yang tak mengunakan apa pun
fani langsung menarik selimut menutupi tubuh bagian atas nya
radit" gak usah di tutup yang, aku udah tahu bahkan udah ngerasain
(tertawa),
fani sangat malu mendengar ucapan sang suami
radit" sayang apa kamu masih merasa sakit di situ (radit melirik kebawah)
fani" sedikit ...
radit" maaf sayang aku janji nanti malam aku akan lebih pelan agar kamu tidak sakit
"what ... nanti malam" dalam hati fani
fani" (malu malu),ih kamu ini udah sana mandi...
radit" morning kiss nya mana
fani mencium sekilas bibir radit
dan radit pun beranjak namun tak ke arah kamar mandi melainkan mangendong istrinya untuk mandi bersama
ternyata tak menunggu waktu malam
radit dan fani membuat keributan di dalam kamar mandi
dan tubuh mereka basah entah itu keringat atau air
tidak ada yang tahu, hanya mereka saja yang tahu
selesai mandi mereka turun untuk sarapan
tantenini" aduh pengaten baru ... jam segini baru bangun, abis tempur ya tadi malam
mereka hanya tersenyum saja
omtoriq" mama ini malu tuh mereka
tantenini" (tertawa) jadi honeymoon nya kemana nih
radit" ke turki mah ...
tantenini" ke turki mama ikut ya ...
fani" ih mama apa apa an sih mau ikut
tantenini" ya elah pengantin baru gak mau di ganggu bener ... mau fokus bikin cucu mama ya (tertawa)
fani" ih mama ini, mama pergu honeymoon juga sana sama papa
mereka mengawali pagi hari dengan canda dan tawa
di kediaman chacha
bumia sedang bermain bersama rara
chacha dan abi memmutuskan untuk menginap karna mereka tahu kalau ibu nya akan merasa ke sepian untuk bebrapa hari ini sebelum om nya kembali
entah kenapa kata kata bu mia kemarin membuat chacha merasa tidak tenang dan gelisah
abi melihat kegekisahan di wajah sang istri dan iya tak tahu kenapa
abi" bun, apa kamu memeliki maslah
__ADS_1
chacha" enggak pa...
abi" tapi kenapa bunda gelisah
chacha" pa kemarin,ibu bilang ke aku dan om radit,jika dia sudah siap untuk di panggil allah, tapi aku belum siap untuk itu
abi tahu ke khawatiran istrinya itu
abi" sayang (memeluk dari belakang) bukan kah semua orang akan pergi menghadap ke pada sang pencipta, bukan kah kita sebagai manusia siap tidak siap harus siap menghadapi itu ... sayang ibu berkata seprti itu bukan untuk membuat mu cemas atau sedih, ibu berkata seperti itu karna ingin melihat kalian tegar saat beliau tak ada, mungkin ibu merasa jika kalian sudah bisa mejalani hidup kalian
chacha mulai menangis
abi" sayang soal rezki,jodoh,maut kita tidak ada yang tahu, yang kita tahu hanya sebagai manusia menjalanka hidup sebaik mungkin dan mencari bekal ke akhirat sebnayak banyak nya ,mumpung ibu masih bersama kita, kita lakukan yang terbaik untuk membahagia kan nya,kamu jangan terlalu bersedih kasian ibu jika melihat mu seperti ini
chacha mebalikan tubuhnya dan mengeratkan pelukan nya pada sang suami
chacha merasa yang di bilang suamu nya benar, dia sebisa mungkin harus membahagia kan ibunya itu
chacha" terimakasih sayang, aku sungguh beruntung memiliki suamu seperti mu
abi" aku yang lebih beruntung memeliki istri seperti mu
hari ini toko roti tidak buka ... namun di toko itu ada perempuan yang sedang asik menguleni adonan donat yang baru iya pelajari
wanita itu adalah rika ... pagi pagi sekali rika meminta izin pada chacha jika iya mau me toko untuk belajar membuat donat
chacha sangat senang melihat adik nya yang mau belajar itu
rika" mba gak apa apa kan rika belajar di toko
chacha" gak apa apa ri mba malah seneng kamu mau belajar
rika" makasih mba
chacha" jangan pergi dulu ri, sarapan dulu (bertriak karna rika sudah berlari)
rika" iya mba
bumia melihat rika persis seperti chacha dulu yang selalu semangat saat belajar sesuatu
setelah sarapan rika langsung buru buru pergi ke toko ... rika lebih memilih jalan kaki dari pada di antar oleh abi
karna memang toko tak seberapa jauh dari rumah bu mua jika berjalan kaki hanya setengah jam
rika mulai membentuk donat pertamanya dengan cetakan agar rapih
rika menunggu adonan nya mengembang ...
sambil menunggu rika mebersih kan toko, menyapu,mengelap debu,dan lain lain
dimas dalam perjalanan menuju rumah bumia untuk bertemu chacha
sesampainya disana dimas meminta kunci toko karna iya mau menyelesaikan loporan yang iya kerjakan
di sana ada rika
dimas" ada rika? ngapain dia di sana kan toko tutup
chacha" dia lagi belajar buat donat dim, (terkekeh) masih penasaran dia karna kemarin gagal buat nya
dimas" ya sudah gue pergi, eh cha lo ngasih gue izin kan seminggu ke depan buat gak ketoko
chacha" iya ,emang ada apa sih dim
dimas" kakek minta gue ngecek laporan perusahaan kakek,yang kata kakek kacau balau
chacha" ya sudah, kamu bantu kakek dulu, kakek lebih butuh kamu
dimas" thanks cha, gue pergi dulu, biar cepet selsai tugas gue
chacha" hati hati dim, titip rika ya
dimas" iya
dimas berjalan menuju toko sesampai inya disana dimas langsung masuk lewat pintu belakang dan tak melihat rika di dapur,dia hanya melihat adonan yang sedang di tutup kain saja
"kemana anak itu" gumam dimas
dimas masuk dan mencari rika
saat dimas melangkah iya melihat rika sedang berjongkok di samping meja
dimas" rika, ngapain di situ
rika melihat ke arah dimas
rika" kak dimas, ini rika lagi bersihin lantai ada bekas tepung tumpah,
dimas" ooo kirain kamu ngapain
rika" kak dimas ngapain ke seni, kan toko libur
dimas" mau ngerjain laporan, karna seminggu ke depan gue izin
rika" mau kemana kak ?
dimas" mau cari calon istri (sambil tertawa)
rika mendengar itu merasa sedih entah kenapa
dimas pergi meninggal kan rika masuk ke dalam runagan chacha
__ADS_1
rika masih sibuk membuat donat nya
rika mulai memperoses semua adonan nya itu mulai memanggang donat nya
tak perlu menunggu donat pertama rika sudah jadi dengan warna yang cantik dan mengembang sempurna
"akhirnya aku bisa juga membuat nya " gumam rika
rika sangat senang melihat donat nya itu ...
diam diam dimas memandangi rika yang sedang tersenyum manis itu
dimas masuk ke dalam dapur
dimas" gimana ri donat nya berhasil
rika" (tersenyum) iya kak, tapi gak tau rasanya ...
dimas" sini biar gue coba
dimas mencicip satu donat rika
rika menatap dimas penuh harap
rika" gimana rasa nya kak ... ?
dimas" em... enak (tersenyum),
rika" benarkah ...
dimas" iya
rika langsung memeluk dimas sangking bahagianya karna beberapa kali gagal akhirnya iya berhasil
rika" em maaf kak (melepas pelukanya)
dimas menarik kembali rika kedalam pelukannya dan hal itu membuat rika terkejut
dimas" selamat udah bisa buat donat
rika" em... i...iya kak
dimas melepas pelukannya
dimas" ri tolong buatin kopi ya (tersenyum),
rika" iya kak
dimas kembali ke ruangan sambik mencoba menetralkan degup jantungnya seakan akan sedang melompat lompat
"hey tidak bisakah bekerja sama untuk tidak berdetak begitu cepat" (mengelus elus dada nya)
dimas selesai mengerjakan laporannya
sedari tadi iya tak mendengar suara rika, atau melihat nya setelah mengantar kopi rika tidak ada suaranya lagi
dimas melangkah kan kaki nya keluar runagan
iya mencari rika,dimas melihat rika sedang tertidur di kursi ... dengan sangat pulas,
dimas ingin membangun kan nya namun iya tidak tega ... akhirnya dimas menggendong rika dan memasukan ke dalam mobil
setelah itu baru dimas menutup pintu
tak lupa iya mebawa kotak yang berisi donat milik rika
dimas melajukan mobilnya ke arah rumah bumia untuk mengantar rika pulang
sesampai nya di sana dimas masih menatap rika
rika yang merasa tidurnya di perhatikan langsung membuka matanya ...
rika" loh kita udah sampe ya ... ya ampun maaf kak aku ketiduran tadi, eh tapi kok aku bisa di dalam mobil
dimas" (tertawa) lo tidur nya pules banget ri, jadi gak tega bagunin nya, jadi gue angkut aja deh
rika" emang rika barang di angkut angkut,sekali lagi terimakasih kak,
dimas" iya dah sana turun
rika hendak turun namun sebelum turun rika teringat sesuatu
rika" ya allah kak rika lupa bawa donat nya (menepuk jidad)
dimas" (tertawa melihat tingkah rika) itu udah gue bawain menujuk ke bangku belakang
rika mengambil kotak kotak itu
rika" ini buat kak dimas sama kakek nya kak dimas ... (memberikan sekotak donat)
setelah memberikan donat rika langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah
dimas sangat terpana pada senyuman rika yang begitu mempesona
*****************************
tbc
jangan bosen bosen ya semuanya untuk baca cerita aku ...
jangan lupa setelah membaca tinggal kan jejak kilian,terus coret coret di kolom komentar,atau jadiin critaini favorit juga boleh
__ADS_1
terimakasih semua