
selamat membaca ...
.
.
.
.
let's read guys
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
setelah selesai denga urusan baim baru lah abi meberi tahu istrinya
tentang semua yang terjadi dari awal hingga akhir
chacha benar benar terkejut mendengar cerita sang suami, dan merasa kasihan terhadap teman ya itu ...
chacha" pa, kasihan baim ya... berarti aku masih beruntung ya pa
abi" ya begitu lah bun,
chacha" pa boleh gak kapan kapan kita jengukin baim ?
abi" boleh sayang tapi gak sekarang ya, aku masih sedikit takut
chacha" (tersenyum) makasih pa,
ooo iya ngomong ngomong fani berani juga ya (tertawa) tapi untung fani gak apa apa
abi" kamu tahu sayang kata hendrik, radit sangat khawatir saat fani jatuh pingsan karna biusan abi
chacha" benarkah (merasa tidak percaya)
abi" benar sayang brandon dan hendrik saja sampai samapai me goda nya, namun radit sangat jual mahal,
chacha" heh... om ku harus di beru pelajaran sepertinya
abi" maksud mu bun
chacha" nanti aku kasih tahu ya pa
abi" bun... udah lama deh kayak nya kita gak usaha
chacha" usaha?
abi" adik rara ... udah seminggu lebih papa libur bun (manja)
chacha pasrah saja dengan sikap suami nya yang sudah libur selama seminggu karna urusan baim
malam ini pun me jadi pelampiasan nya ... hingga chacha benar benar tidak bisa berkutik di buatnya
dan mereka baru tertidur jam empat subuh ...
yang sudah di pastikan mereka akan terlambat bangun
ke esokan paginya chacha terbangun karna sinar matahari yang masuk dari cela hordeng
chacha membuka matanya dan merasakan tanga suami nya yang melingkar sempurna di perut polosnya ...
chacha mlihat jam dan jam menunjukan pukul sepuluh pagi
chacha terkejut dan buru buru membangun kan abi
chacha" mas ... mas bangun kita udah kesiangan, inj udah jam sepuluh
abi mebuka matanya...
abi" aku masih ngantuk sayang,
aku tak akan bekerja
chacha" iiihh mas bangun walau kamu gak mau kerja, kamu harus bangun, ini sudah sangat siang
abi" baik lah bunda,(mengubah posisi menjadi duduk)
chacha" udah sana mandi duluan
abi" emm, gak mau, mandi berdua baru mau
chacha" ih mandi sana pa
abi langsung mengendong istrinya memasuki kamar mandi,
__ADS_1
yang harus nya mandi hanya tiga puluh menit kini menjadi sejam karna kedua suami ini memiliki ritual lain selain mandi
setelah usai merea turun dan menghampiri sanga buah hati
rara denga girang berlari ke arah orang tuanya
chacha" uuuhhh anak bunda udah wangi banget sih, (mengecup pipi )
rara" nda toto ,
chacha" ooo rara mau ke toko,
rara hanya mengangguk
chacha" gimana pa, boleh gak kita ketoko hari ini
abi" papa mrasa dejavu bun (tertawa sambil mengingat saat pertama kali chacha meminta izin ya membawa rara ke toko) tentu boleh sayang (mengecup kening rara)
meraka bertiga pergi ke toko
sesampai nya di toko seperti biasa rara melakukan rutunitasnya
chacha sedang sibuk menghubungi fani, namun fani tak menjawab panggilan nya
abi melihat istri nya seperti sedang cemas
abi" ada apa sayang
cahcha" ini sayang fani di telpon gak di angkat angkat
abi" mungkin sibuk
chacha" dia sibuk apa jika semua kerjaan kamu di hendel kak hendrik
abi" iya juga, bagaimana kita kekantor saja menemui nya
chacha" ya baikalah, tapi mas ganti baju dulu masa mau ke kantor pakai baju seperti itu
abi" iya sayang ... rara kita tinggal ?
chacha" ya kita bawa lah papa sayang
abi" kalau begitu papa ganti baju dulu
abi mengambil baju cadangan yang berada di mobil nya
dan ini adalah pertama kalinya chacha mengunjungi kantor suami nya
sesampai nya disana mereka di sambut oleh satpam
satpam" selamat pagi pak, dan ibu
abi" pagi ... ayo sayang
saat memasuki lobi semua mata tertuju pada mereka, apa lagi chacha merasa seperti iya menjadi pusat perhatian
semua kariyawan menyambut mereka dengan senyum
dan para kariyawan seakan akan sudah me henal chacha ...
setahu chacha abi dan dia menikah tidak di publis , dan iya tak pernah ke kantor abi
chacha" mas, kenapa kariyawan disini seperti sudah mengenak ku (bebisik)
abi" kau lihat saja nanti
chacha mengerutkan alisnya ...
mereka memasuki lift khus
sesampai nya di lantai yang di tuju mereka keluar dari lift
saat keluar chacha terkejut, melihat lorong di dapannya
dimana banyak foto yang tergantung foto dirinya yang bahkan iya tak tahu kapan foto itu di ambil
chacha" mas ini,?
abi" iya sayang bagaimana menurutmu ,
chacha" pantas para kariyawan mengenak ku, dan kapan foto ini di ambil dan aku tak pernah merasa mengambil foto ini
menunjuk ke sebuah foto dimana dirinya dan rara sedang bermain dan tertawa lepas sekali
abi" itu ... aku mengambil nya saat kau dan rara bermain di taman belakang
__ADS_1
chacha" ya ampun sayang kau mau menjadi kan ku bahan olok olokan kariyawan mu
abi" maksudmu?
chacha" kenapa kau taruh foto ku sebanyak ini di lorong ini
abi" kau tidak suka
chacha" bukan tidak suka, tapi apa kata kariyawan mu, pa ini tempat kerja bukan nya galeri seni
abi" baiklah aku akan menyuruh hendrik memlepas kan foto foto ini
chacha" lagi pula apa kamu gak takut jika kariyawan mu jatuh hati pada ku
abi berfikir sejenak
abi" (berteriak) hendrikk!!!
hendrik yang terkejut mendengar suara bosnya di ujung lorong langsung berlari
hendrik" ada apa pak ?
abi" lepas kan semua foto foto ini dan simpan di rumah,
hendrik" baik pak
chacha" kak, apa fani ada
hendrik" maaf nyonya jangan panggil saya seperti itu
chacha" tidak mau, kak hendrik saya bertanya apakah fani ada
abi melirik ke arah hendrik
hendrik" ada,
chacha" terimakasih ...
chacha membawa rara meninggak kan suami dan asistennya
chacha melihat fani yang sedang melamun seperti memikirkan sesuatu yang sangat mendalam
chacha memanggil sahabat nya itu
chacha" fani,fan,fani!!!
fani terkejut medengar sahabat nya itu bertriak
fani" astaga chacha kamu buat jantung aku mau copot tahu
chacha" ya kamu di panggil gak dengar
fani" kamu ngapain kesini
chacha" kamu tahu aku hampir lapor polisi aku kira kamu ilang atau di culik orang (kesal), aku nelpon kamu udah mau puluhan kali tapi kamu gak jawab
fani melihat ponsel nya ...
fani" maaf ...
chacha" fan aku mau ngomong sama kamu penting dan tentang masa depan kamu
fani" maksudnya
chacha menjelaskan semua rencananya ke pada fani dan membuat fani sedikit tidak setuju jika harus melibatkan orang lain
fani" enggak enggak cha ... iya kalau berhasil kalau gagal malu cha
chacha" fani percaya sama aku, oke
fani hanya bisa pasrah dengan rencana yang di buat oleh teman nya itu
____________________________________
tbc
next
jangan lupa kasih aku like ...
kasih komen juga boleh...
jadiin favorit harus (sedikit makasa)😊😊
kasih keritik dan saran juga boleh banget ya zayeng ...
__ADS_1
terimakasih