Really My Husband

Really My Husband
#RMH 62


__ADS_3

selamat membaca ...


.


.


.


.


let's read guys


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


setelah selesai denga urusan baim baru lah abi meberi tahu istrinya


tentang semua yang terjadi dari awal hingga akhir


chacha benar benar terkejut mendengar cerita sang suami, dan merasa kasihan terhadap teman ya itu ...


chacha" pa, kasihan baim ya... berarti aku masih beruntung ya pa


abi" ya begitu lah bun,


chacha" pa boleh gak kapan kapan kita jengukin baim ?


abi" boleh sayang tapi gak sekarang ya, aku masih sedikit takut


chacha" (tersenyum) makasih pa,


ooo iya ngomong ngomong fani berani juga ya (tertawa) tapi untung fani gak apa apa


abi" kamu tahu sayang kata hendrik, radit sangat khawatir saat fani jatuh pingsan karna biusan abi


chacha" benarkah (merasa tidak percaya)


abi" benar sayang brandon dan hendrik saja sampai samapai me goda nya, namun radit sangat jual mahal,


chacha" heh... om ku harus di beru pelajaran sepertinya


abi" maksud mu bun


chacha" nanti aku kasih tahu ya pa


abi" bun... udah lama deh kayak nya kita gak usaha


chacha" usaha?


abi" adik rara ... udah seminggu lebih papa libur bun (manja)


chacha pasrah saja dengan sikap suami nya yang sudah libur selama seminggu karna urusan baim


malam ini pun me jadi pelampiasan nya ... hingga chacha benar benar tidak bisa berkutik di buatnya


dan mereka baru tertidur jam empat subuh ...


yang sudah di pastikan mereka akan terlambat bangun


ke esokan paginya chacha terbangun karna sinar matahari yang masuk dari cela hordeng


chacha membuka matanya dan merasakan tanga suami nya yang melingkar sempurna di perut polosnya ...


chacha mlihat jam dan jam menunjukan pukul sepuluh pagi


chacha terkejut dan buru buru membangun kan abi


chacha" mas ... mas bangun kita udah kesiangan, inj udah jam sepuluh


abi mebuka matanya...


abi" aku masih ngantuk sayang,


aku tak akan bekerja


chacha" iiihh mas bangun walau kamu gak mau kerja, kamu harus bangun, ini sudah sangat siang


abi" baik lah bunda,(mengubah posisi menjadi duduk)


chacha" udah sana mandi duluan


abi" emm, gak mau, mandi berdua baru mau


chacha" ih mandi sana pa


abi langsung mengendong istrinya memasuki kamar mandi,

__ADS_1


yang harus nya mandi hanya tiga puluh menit kini menjadi sejam karna kedua suami ini memiliki ritual lain selain mandi


setelah usai merea turun dan menghampiri sanga buah hati


rara denga girang berlari ke arah orang tuanya


chacha" uuuhhh anak bunda udah wangi banget sih, (mengecup pipi )


rara" nda toto ,


chacha" ooo rara mau ke toko,


rara hanya mengangguk


chacha" gimana pa, boleh gak kita ketoko hari ini


abi" papa mrasa dejavu bun (tertawa sambil mengingat saat pertama kali chacha meminta izin ya membawa rara ke toko) tentu boleh sayang (mengecup kening rara)


meraka bertiga pergi ke toko


sesampai nya di toko seperti biasa rara melakukan rutunitasnya


chacha sedang sibuk menghubungi fani, namun fani tak menjawab panggilan nya


abi melihat istri nya seperti sedang cemas


abi" ada apa sayang


cahcha" ini sayang fani di telpon gak di angkat angkat


abi" mungkin sibuk


chacha" dia sibuk apa jika semua kerjaan kamu di hendel kak hendrik


abi" iya juga, bagaimana kita kekantor saja menemui nya


chacha" ya baikalah, tapi mas ganti baju dulu masa mau ke kantor pakai baju seperti itu


abi" iya sayang ... rara kita tinggal ?


chacha" ya kita bawa lah papa sayang


abi" kalau begitu papa ganti baju dulu


abi mengambil baju cadangan yang berada di mobil nya


dan ini adalah pertama kalinya chacha mengunjungi kantor suami nya


sesampai nya disana mereka di sambut oleh satpam


satpam" selamat pagi pak, dan ibu


abi" pagi ... ayo sayang


saat memasuki lobi semua mata tertuju pada mereka, apa lagi chacha merasa seperti iya menjadi pusat perhatian


semua kariyawan menyambut mereka dengan senyum


dan para kariyawan seakan akan sudah me henal chacha ...


setahu chacha abi dan dia menikah tidak di publis , dan iya tak pernah ke kantor abi


chacha" mas, kenapa kariyawan disini seperti sudah mengenak ku (bebisik)


abi" kau lihat saja nanti


chacha mengerutkan alisnya ...


mereka memasuki lift khus


sesampai nya di lantai yang di tuju mereka keluar dari lift


saat keluar chacha terkejut, melihat lorong di dapannya


dimana banyak foto yang tergantung foto dirinya yang bahkan iya tak tahu kapan foto itu di ambil


chacha" mas ini,?


abi" iya sayang bagaimana menurutmu ,


chacha" pantas para kariyawan mengenak ku, dan kapan foto ini di ambil dan aku tak pernah merasa mengambil foto ini


menunjuk ke sebuah foto dimana dirinya dan rara sedang bermain dan tertawa lepas sekali


abi" itu ... aku mengambil nya saat kau dan rara bermain di taman belakang

__ADS_1


chacha" ya ampun sayang kau mau menjadi kan ku bahan olok olokan kariyawan mu


abi" maksudmu?


chacha" kenapa kau taruh foto ku sebanyak ini di lorong ini


abi" kau tidak suka


chacha" bukan tidak suka, tapi apa kata kariyawan mu, pa ini tempat kerja bukan nya galeri seni


abi" baiklah aku akan menyuruh hendrik memlepas kan foto foto ini


chacha" lagi pula apa kamu gak takut jika kariyawan mu jatuh hati pada ku


abi berfikir sejenak


abi" (berteriak) hendrikk!!!


hendrik yang terkejut mendengar suara bosnya di ujung lorong langsung berlari


hendrik" ada apa pak ?


abi" lepas kan semua foto foto ini dan simpan di rumah,


hendrik" baik pak


chacha" kak, apa fani ada


hendrik" maaf nyonya jangan panggil saya seperti itu


chacha" tidak mau, kak hendrik saya bertanya apakah fani ada


abi melirik ke arah hendrik


hendrik" ada,


chacha" terimakasih ...


chacha membawa rara meninggak kan suami dan asistennya


chacha melihat fani yang sedang melamun seperti memikirkan sesuatu yang sangat mendalam


chacha memanggil sahabat nya itu


chacha" fani,fan,fani!!!


fani terkejut medengar sahabat nya itu bertriak


fani" astaga chacha kamu buat jantung aku mau copot tahu


chacha" ya kamu di panggil gak dengar


fani" kamu ngapain kesini


chacha" kamu tahu aku hampir lapor polisi aku kira kamu ilang atau di culik orang (kesal), aku nelpon kamu udah mau puluhan kali tapi kamu gak jawab


fani melihat ponsel nya ...


fani" maaf ...


chacha" fan aku mau ngomong sama kamu penting dan tentang masa depan kamu


fani" maksudnya


chacha menjelaskan semua rencananya ke pada fani dan membuat fani sedikit tidak setuju jika harus melibatkan orang lain


fani" enggak enggak cha ... iya kalau berhasil kalau gagal malu cha


chacha" fani percaya sama aku, oke


fani hanya bisa pasrah dengan rencana yang di buat oleh teman nya itu


____________________________________


tbc


next


jangan lupa kasih aku like ...


kasih komen juga boleh...


jadiin favorit harus (sedikit makasa)😊😊


kasih keritik dan saran juga boleh banget ya zayeng ...

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2