Really My Husband

Really My Husband
#RMH 83


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


enjoy


.


.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


sudah dua hari dimas tak bersemangat untuk ke kantor dan sudah dua hari juga iya selalu uring uringan,


sampai sampai asistennya pun jadi tempat pelampiasan marah nya


rossi sudah di pecat,dan tidak di beri pesangon sepeserpun,


karna dimas benar benar marah pada nya


karna ulahnya dia sekarang menjauh dari rika


karna merasa frustasi akhirnya dimas menelpon abi untuk meminta bantuan


dimas* abi gue butuh bantuan lo


abi* batuan apa dim ?


dimas*masalah perusahaan kakek,


abi* ooo, baik lah,gue kirim asisten gue, gue jamain gak sampai satu kali dua puluh empat jam masalah lo kelar


dimas* gue sangat berharap


panggilan berakhir dimas menunggu ke datangan hendrik yang akan membantunya


sementara di toko roti rika sudah mulai bekerja walau masih harus terpincang pincang


iya memaksa kan diri agar iya tidak hanya berdiam diri dan mengingat dimas saja di rumah


dan yang pasti lepas dari protektif nya bumia


rika bekerja seperti biasa dan kini iya mulai membantu bu lia mambuat adonan kue


rika" ibu adonan nya sudah jadi


bulia"(melihat) ya sudah kamu kasih ke bapak


rika" siap bu


rika sangat senang karna iya sekarang bisa membuat kue salah satu makanan favoritnya


di meja kecil dekat dapur rika melihat foto pegawai toko kue


dan iya melihat dimas yang masih seperti ataya


rika" ibu ini kak dimas ya (menunjum ke sebuah foto)


bulia" iya itu dimas , itu foto waktu pertama kita baru buka toko ini


rika" rika heran sama kak dimas, kakek nya punya perusahaan tapi kenapa dia lebih milih kerja di sini


bulia" karna dia lebih nyaman bekerja seperti ini,ri


dimas itu bukan tipe yang hanya duduk diam di belakang meja saja


tapi dia lebih suka bekerja yang kesana kemari seperti disini


rika" ooo,toko ini punya mba chacha sendiri atau ada inves dari yang lain


bulia" pemodal nya chacha dan dimas tapi yang menjalan kan dan mengatur itu ibu sama bapak sebenar nya sama bu mia juga tapi bumia udah mulai sakit sakit tan jadi tinggal ibu sama bapak


rika" ooo begitu


bulia" eh alah kok kita malah ngobrol, ayok buat kue nya pesanan kita banyak loh


rika hanya tertawa saja ...


chacha sedang video call dengan fani yang sedang berbulan madu iya memberi kabar jika mereka akan tiba di tanah air dua hari lagi


chacha* ya ampun aunti,kamu kok jadi hitam sih


fani* di sini lumayan panas cha


chacha* panas, panas ngapin nih (tertawa)


fani* panas semuanya cha, (tertawa) ibu baik baik ajakan cha


chacha* ibu baik kok, malah yang gak baik si rika


fani* kenapa sama ponakan gue yang polos itu


chacha*kaki nya kena air panas


fani* kok bisa ? dimana ?


chacha* di kantor kakek, dia pergi mengantar kue dan disuruh buat kopi tapi sekertarisny dimas malah nyonggol rika


fani* emang sialan rossi itu, belum pernah gue kasih boncabe selangkanga nya itu


chacha* eh buset sadis bener

__ADS_1


fani dan chacha asik mengobrol membahas ini dan itu


setelah selesai vc dengan fani


ponsel chacha berdering lagi dan itu panggilan dari kakek dimas


chacha*hallo kek, ada yang bisa chacha bantu


kakek* cha kakek kepingin banget makan kelapertaart buatan lia, kalian buat gak hari ini


chacha* buat kek, mau berap kek


kakek* minta lima ya cha, tapi kakek minta tolong di antar,


chacha* ya kek nanti pak lukman yang akan antar


kakek* jangan lukman cha yang antar, kakek mau rika saja yang antar


chacha* tapi kek kaki nya belum sembuh total


kakek* nanti supir kakek yang jemput


chacha* ooo, ya sudah kek


panggilan berakhir


" aneh , kenapa gak suruh supir nya aja yang ambil, kenapa rika yang harus kesana " fikir chacha ... yang merasa aneh itu


setelah selesai chacha meminta rika untuk pergi bersama sopir kakek


sepanjang perjalanan rika hanya diam tidak banyak bicara


dia pun sebenarnya takut untuk kembali ke kantor itu, iya takut jika pacar dimas semakin tidak suka pada nya


tak terasa mereka sudah sampai sopir itu membukakan pintu untuk rika yang membuat rika risih


rika berjalan menuju liff , semua mata tertuju pada rika dan mulai berdesas desus tentang diri nya


rika pura pura tidak dengar dan langsung saja naik


sebenar nya iya tidak tahu dimana ruangan kakek,tapi karna iya enggan untuk bertanya dan iya takut orang akan mencemooh nya


akhirnya dia menaiki lantai dimana runagan dimas berada


liff terus naik samapai akhirnya berhenti menandakan jika iya sudah sampai


rika berjalan dengan harapan jika iya tidak harus bertemu dimas atau kekasih nya itu


namun iya melihat meja sekerttaris itu kosong


akhirnya mau tidak mau iya harus masuk ke dalam ruangan dimas


tok tok tok


dimas" masuk


rika membuka pintu itu


rika"(menarik nafas) kak dimas ruangan kakek dimana ya, rika mau mengantar kue


dimas" ruangan kakek?


" bukannya kakek tidak ke kantor hari ini"


rika" kak dimas dimana ?


dimas" tapi ri, kakek hari ini tidak kekantor


rika" nah terus rika harus kasih ke siapa


belum sempat menjawab ponsel dimasberdering


dimas* iya hallo kek


kakek* apa rika ada bersama mu,


dimas* eem


kakek* bawa dia ke rumah untuk membawa kue itu,dan manfaatkan waktu mu sebaik mungkin


dimas mencerna perkataan kakek nya


dimas* tentu kek, kakek yang terbaik


dimas mematikan panggilan itu


dimas" ri kata kakek kita harus antar kue nya ke rumah


rika" ke rumah, kak dimas aja ya yang bawa, rika biar pulang ke toko aja


dimas" ri ini kakek yang minta


rika" ya sudah


dimas dan rika turun menuju ke lobi seprti ke datangan nya tadi semua orang mulai mendesas desus, apa lagi sekarang iya berjalan bersama dimas


rika berjalan menundukan kepala saja, dan berjalan di belakang dimas, sampai samapi iya tidak melihat jika dimas berhenti dan rika menumbur bahu dimas


rika" aduh, maaf kak dimas


dimas" (menarik dan menggenggam tangan rika) ayo kita jalan


kini jatung rika seperti sedang marathon karna detak nya lebih cepat dari biasanya


sesampai nya di mobil rika berfikir jika dimas akan melepaskan pegangan nya itu namun iya salah dimas malah memegang kembali tangan rika dan hal itu membuat rika merasa panas dingin


rika hanya sekali sekali melirik dimas dan tak berani berkata apa pun

__ADS_1


ponsel dimas berbunyi mendakan sebuah pesan masuk


dimas" ri bukain pesan nya


rika hanya menurut saja


rika melihat layar ponsel dimas ada foto nya dan dimas saat prewed radit dan fani


rika" kak pasword nya apa


dimas" ulang tahun kamu (dengan santai)


rika" kok ulang tahun aku


dimas" udah bahas nya nanti lihat dulu siapa yang mengirim pesan


rika membuka aplikasi WA itu


rika membaca kan pesan dari hendrik yang mengatakan jika maslah nya sudah beres dan orang orang yang di curigai sudah iya email


dimas menepikan mobil nya di sebuah taman lalu diams turun dan mebukakan pintu untuk rika


rika" kakek disini kak


dimas tak menjawab dia mengandeng tangan rika kembali dan mengajak rika mengitari taman


dimas menyuruh rika untuk duduk dan dimas pergi untuk membeli minum


sedang duduk menunggu dimas , rika bertemu dengan temen SMA nya yang sama seperti siska suka membully nya


dian" lo rika kan, si anak cupu itu


rika hanya diam


dian"eh cupu, lo berubah ya sekarang, jadi makin bersih


rika" terimakasih


dian" haha makasih tapi tetep aja lo cupu, ooo iya kenalin nih pacar gue kariyawan di perusahaan besar,


rika hanya melirik sekilas orang itu


dian"(menarik dagu rika) eh cupu kalau di ajak ngomong liat orangnya eh gue lupa lo pasti sirik kan liat pacar gue yang hebat ini


dimas melihat dari kejauhan jika rika dalam maslah dan cepat cepat berlari


dimas" lepasin tangan lo (menarik tangan dian)


dian" siapa lo berani bener


pacar dian langsung terkejut melihat big bos nya ada disini


pacardian" pak dimas, kok bapak disini (menunduk takut)


rika melihat itu langsung memanfaat kan situasi


rika" sayang kamu jangan kasar kasar dong sama temen aku,


dimas" kamu gak apa apa ?


rika" enggak kok sayang, ooo jadi pacar kamu yang hebat ini anak buah calon suami aku ya dian, wah kebetulan sekali ya


dimas bagai mimpi mendengar rika berkata seprti itu


dian langsung diam dan malu untuk menjawab dan memelih pergi


rika" samapai jumpa lagi dian (melambaikan tangan)


huff makasih kak udah bantu aku (melepaskan tangan dari pinggang dimas)


dimas langsung menarik rika ke dalam pelukannya


dimas" bukan begitu cara berterimakasih


rika menatap mata dimas dan kini wajah mereka sangat dekat


rika" kak lepasin bayak orang


padahal taman itu sedang sepi


cup


dimas melumat bibir rika yang selalu mengoda iman nya itu


rika terkejut dengan yang di lakukan dimas


rika mulai memejam kan matanya ...


dimas semakin memperdalam ciuman nya


setelah itu iya berhenti dan menempelkan keningnya


dimas" I love you rika, mau kah kau mejadi istri ku, menjadi ibu dari anak anak ku


rika masih terdiam dan masih mengatur nafasnya


dimas mencium sekilas bibir rika


dimas kamu gak perlu jawab sekarang,aku akan kasih waktu untuk kamu


dimas mengandeng tangan rika dan mengajak nya melanjutkan perjalanan ke rumah kakek


_______________________________


tbc


jangan lupa ya setalah baca tinggalkan jejak kalian ...

__ADS_1


coret coret di kolom komenter juga boleh kok


terimakasih


__ADS_2