
selamat membaca
.
.
.
.
enjoy
.
.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
sudah dua hari dimas tak bersemangat untuk ke kantor dan sudah dua hari juga iya selalu uring uringan,
sampai sampai asistennya pun jadi tempat pelampiasan marah nya
rossi sudah di pecat,dan tidak di beri pesangon sepeserpun,
karna dimas benar benar marah pada nya
karna ulahnya dia sekarang menjauh dari rika
karna merasa frustasi akhirnya dimas menelpon abi untuk meminta bantuan
dimas* abi gue butuh bantuan lo
abi* batuan apa dim ?
dimas*masalah perusahaan kakek,
abi* ooo, baik lah,gue kirim asisten gue, gue jamain gak sampai satu kali dua puluh empat jam masalah lo kelar
dimas* gue sangat berharap
panggilan berakhir dimas menunggu ke datangan hendrik yang akan membantunya
sementara di toko roti rika sudah mulai bekerja walau masih harus terpincang pincang
iya memaksa kan diri agar iya tidak hanya berdiam diri dan mengingat dimas saja di rumah
dan yang pasti lepas dari protektif nya bumia
rika bekerja seperti biasa dan kini iya mulai membantu bu lia mambuat adonan kue
rika" ibu adonan nya sudah jadi
bulia"(melihat) ya sudah kamu kasih ke bapak
rika" siap bu
rika sangat senang karna iya sekarang bisa membuat kue salah satu makanan favoritnya
di meja kecil dekat dapur rika melihat foto pegawai toko kue
dan iya melihat dimas yang masih seperti ataya
rika" ibu ini kak dimas ya (menunjum ke sebuah foto)
bulia" iya itu dimas , itu foto waktu pertama kita baru buka toko ini
rika" rika heran sama kak dimas, kakek nya punya perusahaan tapi kenapa dia lebih milih kerja di sini
bulia" karna dia lebih nyaman bekerja seperti ini,ri
dimas itu bukan tipe yang hanya duduk diam di belakang meja saja
tapi dia lebih suka bekerja yang kesana kemari seperti disini
rika" ooo,toko ini punya mba chacha sendiri atau ada inves dari yang lain
bulia" pemodal nya chacha dan dimas tapi yang menjalan kan dan mengatur itu ibu sama bapak sebenar nya sama bu mia juga tapi bumia udah mulai sakit sakit tan jadi tinggal ibu sama bapak
rika" ooo begitu
bulia" eh alah kok kita malah ngobrol, ayok buat kue nya pesanan kita banyak loh
rika hanya tertawa saja ...
chacha sedang video call dengan fani yang sedang berbulan madu iya memberi kabar jika mereka akan tiba di tanah air dua hari lagi
chacha* ya ampun aunti,kamu kok jadi hitam sih
fani* di sini lumayan panas cha
chacha* panas, panas ngapin nih (tertawa)
fani* panas semuanya cha, (tertawa) ibu baik baik ajakan cha
chacha* ibu baik kok, malah yang gak baik si rika
fani* kenapa sama ponakan gue yang polos itu
chacha*kaki nya kena air panas
fani* kok bisa ? dimana ?
chacha* di kantor kakek, dia pergi mengantar kue dan disuruh buat kopi tapi sekertarisny dimas malah nyonggol rika
fani* emang sialan rossi itu, belum pernah gue kasih boncabe selangkanga nya itu
chacha* eh buset sadis bener
__ADS_1
fani dan chacha asik mengobrol membahas ini dan itu
setelah selesai vc dengan fani
ponsel chacha berdering lagi dan itu panggilan dari kakek dimas
chacha*hallo kek, ada yang bisa chacha bantu
kakek* cha kakek kepingin banget makan kelapertaart buatan lia, kalian buat gak hari ini
chacha* buat kek, mau berap kek
kakek* minta lima ya cha, tapi kakek minta tolong di antar,
chacha* ya kek nanti pak lukman yang akan antar
kakek* jangan lukman cha yang antar, kakek mau rika saja yang antar
chacha* tapi kek kaki nya belum sembuh total
kakek* nanti supir kakek yang jemput
chacha* ooo, ya sudah kek
panggilan berakhir
" aneh , kenapa gak suruh supir nya aja yang ambil, kenapa rika yang harus kesana " fikir chacha ... yang merasa aneh itu
setelah selesai chacha meminta rika untuk pergi bersama sopir kakek
sepanjang perjalanan rika hanya diam tidak banyak bicara
dia pun sebenarnya takut untuk kembali ke kantor itu, iya takut jika pacar dimas semakin tidak suka pada nya
tak terasa mereka sudah sampai sopir itu membukakan pintu untuk rika yang membuat rika risih
rika berjalan menuju liff , semua mata tertuju pada rika dan mulai berdesas desus tentang diri nya
rika pura pura tidak dengar dan langsung saja naik
sebenar nya iya tidak tahu dimana ruangan kakek,tapi karna iya enggan untuk bertanya dan iya takut orang akan mencemooh nya
akhirnya dia menaiki lantai dimana runagan dimas berada
liff terus naik samapai akhirnya berhenti menandakan jika iya sudah sampai
rika berjalan dengan harapan jika iya tidak harus bertemu dimas atau kekasih nya itu
namun iya melihat meja sekerttaris itu kosong
akhirnya mau tidak mau iya harus masuk ke dalam ruangan dimas
tok tok tok
dimas" masuk
rika membuka pintu itu
rika"(menarik nafas) kak dimas ruangan kakek dimana ya, rika mau mengantar kue
dimas" ruangan kakek?
" bukannya kakek tidak ke kantor hari ini"
rika" kak dimas dimana ?
dimas" tapi ri, kakek hari ini tidak kekantor
rika" nah terus rika harus kasih ke siapa
belum sempat menjawab ponsel dimasberdering
dimas* iya hallo kek
kakek* apa rika ada bersama mu,
dimas* eem
kakek* bawa dia ke rumah untuk membawa kue itu,dan manfaatkan waktu mu sebaik mungkin
dimas mencerna perkataan kakek nya
dimas* tentu kek, kakek yang terbaik
dimas mematikan panggilan itu
dimas" ri kata kakek kita harus antar kue nya ke rumah
rika" ke rumah, kak dimas aja ya yang bawa, rika biar pulang ke toko aja
dimas" ri ini kakek yang minta
rika" ya sudah
dimas dan rika turun menuju ke lobi seprti ke datangan nya tadi semua orang mulai mendesas desus, apa lagi sekarang iya berjalan bersama dimas
rika berjalan menundukan kepala saja, dan berjalan di belakang dimas, sampai samapi iya tidak melihat jika dimas berhenti dan rika menumbur bahu dimas
rika" aduh, maaf kak dimas
dimas" (menarik dan menggenggam tangan rika) ayo kita jalan
kini jatung rika seperti sedang marathon karna detak nya lebih cepat dari biasanya
sesampai nya di mobil rika berfikir jika dimas akan melepaskan pegangan nya itu namun iya salah dimas malah memegang kembali tangan rika dan hal itu membuat rika merasa panas dingin
rika hanya sekali sekali melirik dimas dan tak berani berkata apa pun
__ADS_1
ponsel dimas berbunyi mendakan sebuah pesan masuk
dimas" ri bukain pesan nya
rika hanya menurut saja
rika melihat layar ponsel dimas ada foto nya dan dimas saat prewed radit dan fani
rika" kak pasword nya apa
dimas" ulang tahun kamu (dengan santai)
rika" kok ulang tahun aku
dimas" udah bahas nya nanti lihat dulu siapa yang mengirim pesan
rika membuka aplikasi WA itu
rika membaca kan pesan dari hendrik yang mengatakan jika maslah nya sudah beres dan orang orang yang di curigai sudah iya email
dimas menepikan mobil nya di sebuah taman lalu diams turun dan mebukakan pintu untuk rika
rika" kakek disini kak
dimas tak menjawab dia mengandeng tangan rika kembali dan mengajak rika mengitari taman
dimas menyuruh rika untuk duduk dan dimas pergi untuk membeli minum
sedang duduk menunggu dimas , rika bertemu dengan temen SMA nya yang sama seperti siska suka membully nya
dian" lo rika kan, si anak cupu itu
rika hanya diam
dian"eh cupu, lo berubah ya sekarang, jadi makin bersih
rika" terimakasih
dian" haha makasih tapi tetep aja lo cupu, ooo iya kenalin nih pacar gue kariyawan di perusahaan besar,
rika hanya melirik sekilas orang itu
dian"(menarik dagu rika) eh cupu kalau di ajak ngomong liat orangnya eh gue lupa lo pasti sirik kan liat pacar gue yang hebat ini
dimas melihat dari kejauhan jika rika dalam maslah dan cepat cepat berlari
dimas" lepasin tangan lo (menarik tangan dian)
dian" siapa lo berani bener
pacar dian langsung terkejut melihat big bos nya ada disini
pacardian" pak dimas, kok bapak disini (menunduk takut)
rika melihat itu langsung memanfaat kan situasi
rika" sayang kamu jangan kasar kasar dong sama temen aku,
dimas" kamu gak apa apa ?
rika" enggak kok sayang, ooo jadi pacar kamu yang hebat ini anak buah calon suami aku ya dian, wah kebetulan sekali ya
dimas bagai mimpi mendengar rika berkata seprti itu
dian langsung diam dan malu untuk menjawab dan memelih pergi
rika" samapai jumpa lagi dian (melambaikan tangan)
huff makasih kak udah bantu aku (melepaskan tangan dari pinggang dimas)
dimas langsung menarik rika ke dalam pelukannya
dimas" bukan begitu cara berterimakasih
rika menatap mata dimas dan kini wajah mereka sangat dekat
rika" kak lepasin bayak orang
padahal taman itu sedang sepi
cup
dimas melumat bibir rika yang selalu mengoda iman nya itu
rika terkejut dengan yang di lakukan dimas
rika mulai memejam kan matanya ...
dimas semakin memperdalam ciuman nya
setelah itu iya berhenti dan menempelkan keningnya
dimas" I love you rika, mau kah kau mejadi istri ku, menjadi ibu dari anak anak ku
rika masih terdiam dan masih mengatur nafasnya
dimas mencium sekilas bibir rika
dimas kamu gak perlu jawab sekarang,aku akan kasih waktu untuk kamu
dimas mengandeng tangan rika dan mengajak nya melanjutkan perjalanan ke rumah kakek
_______________________________
tbc
jangan lupa ya setalah baca tinggalkan jejak kalian ...
__ADS_1
coret coret di kolom komenter juga boleh kok
terimakasih