Really My Husband

Really My Husband
#RMH 15


__ADS_3

heppy reading guys ...


enjoyy


____________________________________________________________________________


"bagai mana kalau pak abi menikahi keponakan saya saja "


kata kata itu membuat chacha seperti tersambar petir di siang bolong


chacha" om radit (berkacakaca)


radit" (terkejut) chacha ...


chacha langsung keluar dari ruangan tersebut dan berlari ... iya tak mau melihat om nya dan ingin menenang kan fikiran nya


fani yang berada di luar sontak kaget melihat chacha yang keluar menangis dan berlari begitu saja


fani mengira terjadi sesuatu terjadi di dalam fani melihat radit pun ikut berlari


tak lama abi keluar dari ruangan itu


fani memberanikan diri untuk bertanya apa yang terjadi


fani" maaf pak ... apa saya boleh tahu apa yang terjadi di dalam tadi ?


abi" (menarik nafas) pak radit meminta saya menikahi kepknakan nya ..


fani" (terkejut) apa!!! menikah ...


abi"(bingung) kenapa kau berteriak seperti itu ...


abi memang tidak tahu tentang kedekatan fani terhadap radit dan chacha


fani" maaf pak saya hanya terkejut saja ... apa bapak mau menikah dengan wanita itu ? (penasaran)


abi" tak tahu fan ... saya tak ingin menikah karna bisnis dan saya tak akan menghianati almarhumah istri saya


fani" hemmm ...


" heh menghianati ... sayang sekali anda tidak tahu wanita macam apa istri anda pak " dalam hati fani


chacha sudah melaju dengan mobil nya meninggal kan kantor tersebut


radit terus saja menelfon namun chacha tak merespon nya ...


radit ke toko kue


radit" dimas apa ada chacha? (ter engah engah)


dimas" tidak ... bukan kah dia pergi ke kantor mu ...


radit" ooo ya tuhan ... kemana dia


dimas" ada apa sebenar nya ...


radit " (beranjak pergi) nanti ku beritahu jika chacha menelpon atau kemari segera hubungi aku


dimas hanya mengangguk, karna iya merasa bingung ... dan iya tahu pasti ada yang tidak beres


dimas menghubungi fani


dimas* fan ... ada apa sebenar nya ini

__ADS_1


fani* bisa salam dulu gak sih lu kalau nelpon


dimas* iya iya assalamualaikum fani


fani* walaikumsalam ... nah gitu dong


dimas* udah deh fan gak usah main main ada apa ini ... tadi radit ke mari dan muka nya panik banget


fani* chacha gak di sana ...


dimas* iya ... ada apa sebenernya


fani* kemana chacah ... di rumah juga gak ada ... ya udah dim kita ketemuan di kafe biasa entar gue kasih tau cerita nya


fani meutuskan panggilan telponnya


dimas bergegas pergi dan tak lupa berpamitan pada semua orang di toko roti


dimas menuju ke tempat yang sudah iya sepakati bersama fani


setibanya di sana diamas melihat fani sedang duduk bersama radit


dimas" jadi ada apa ini (menarik kursi dan duduk)


radit langasung mejelaskan semuanya pada dimas


radit" aku yakin chacha pasti salah faham ... aku sangat takut terjadi sesuatu pada nya ...


fani" baik lah kita berpencar saja ... kita kunjungi tempat yang biasa chacha kunjungi bila ada yang bertemu langsung berikabar pada yang lain bagai mana


dimas" setuju ... ayo bergegas .. keburu sore


mereka pergi berpencar untuk mencari chacha


abi berada di rumah nya ... dan iya ingin menanyakan hal ini pada ibu nya


abi" bunda ... boleh abi tanya sesuatu ?


bundaria" ada apa nak?


abi" bun jika abi menikah lagi ... namun tidak karna cinta karna yang lain ... bagai mana ?


bundaria" maksud mu ? bunda kurang faham ?


abi" begini bun jika abi menikah ... hanya demi bisnis dan demi rara apakah itu salah


bundaria" jika itu demi anak mu bunda merasa tak salah jika si wanita mau menerima karna bunda rasa ... cinta itu akan tumbuh seiring waktu


jika karna bisnis bunda tak setuju ... bunda sangat sangat tidak setuju


abi hanya diam menanggapi perkataan bunda nya


bundaria" bi apakah kamu akan menikah lagi ?


abi" tidak bun abi hanya meminta pendapat dari bunda saja


bundaria" begitukah ...


abi" hemm ... rara di mana bun ?


bundaria" sedang mandi dengan ningsih


abi masih berfikir tentang perkataan radit

__ADS_1


sementara di tempat lain ketiga orang itu masih sibuk mencari seseorang kesana ke mari


namun nihil ...


tak terasa hari mulai gelap ... namun mereka belum menemukan keberadaan chacha


radit berfikir keras kemana kira kira krponakan nya tersebut ...


sedang berfikir ponsel radit berbunyi


fani calling


radit segera mengangkat nya


radit* apa ada kabar dari chacha fan


fani* belum ... aku masih mencari


radit mendengar suara gemericik air dari tempat fani menelpon radit lamgsung mengingat satu tempatv


radit* fan aku tahu di mana chacah ... kau dan dimas pulang lah ke rumah dan temani bu mia


fani*baik lah


panggilan sudah terputus


radit langsung melajukan mobil nya ... menuju ke satu tempat yang menjadi harapan terakhirnya


radit melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi


sekitar tiga puluh menit radit sampai di sebuah danau yang menjadi favorit keluarga mereka dulu


radit turun dari mobil nya dan berlari menuju tepian danau yang terdapat bangku berbaris


radit" itu dia (bernafas lega)


radit berjalan menuju chacha yang sedang melamun


radit" bodoh ... (memeluk) kenapa kau pergi begitu saja ... tak mau mendengar penjelasan om dulu


chacha"(menangis) om jahat sama chacha ... om mau jual chacha sama bos nya fani ...


radit" ya allah cha bukan begitu maksud om ... ayo kita pulang om akan jelaskan semua nya


chacha" om gak akan jual chacha kan (terisak)


radit" (tersenyum) tidak ... ayo pulang kau tidak takut kah disini sendirian ...


chacha" takut ... makanya chacha gak berani begerak


radit"(tertawa) ayo pulang


radot benar benar merasa lega sudah menemukan harta berharga nya masih selamat ...


radit benar benar merasa sangat takut tadi ... karna iya tak sanggup kehilangan lagi


next semuanya ...


jangan lupa ya tinggalin jejak kalian di bawah ya


maaf jika masih ada typo ya semuanya


sekali lagi terimaksih 💗💗💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2