Really My Husband

Really My Husband
#RMH147


__ADS_3

enjoy


.


.


.


.


----------------------------------------------------------


waktu menunjukan pukul empat subuh tapi operasi Rika belum juga selesai


Dimas sungguh tidak tenang di buat nya ... karena iya harus memilih anak anak nya Dimas terpaksa melakukan itu karena permintaan istri nya, kini Dimas hanya bisa berdoa sebanyak banyak nya dan berharap agar Tuhan mengabulkan doa doa nya ...


suara adzan subuh sudah berkumandang dengan sigap Dimas pergi menunaikan ibadah solat subuh, agar iya bisa cepat kembali menunggu istrinya


setelah melaksanakan solat Dimas berdoa dengan khusyuk dan meminta semua yang terbaik untuk keluarga kecilnya ...


setelah selesai Dimas kembali ke tampar itu dan masih melihat lampu di atas pintu ruang operasi itu masih menyala dan itu artinya operasi itu masih berlanjut


bunda ria" nak, kamu minum ini dulu, biar lebih segar (memberi teh hangat )


dimas" terimakasih Bun, tapi Dimas tidak haus Bun


Bu Mia" dim, minum lah dulu,kamu butuh tenaga...


Abi" dim, jika kamu lemah bagaimana Rika akan kuat di dalam sana


dimas menatap Abi,


"Abi benar aku harus kuat di sini, istri ku juga sedang berusaha di dalam sana" batin Dimas


dimas mengambil gelas berisi air teh tersebut kemudian meminum nya dengan cepat


pak Lukman" pelan pelan dim, itu masih panas


kakek Nugroho sungguh sedih melihat cucu nya yang sungguh sulit sekali untuk merasakan kebahagian ...


kakek" dim,kakek memberi tahu Oma dan opa mu, mereka akan segera datang mungkin sebentar lagi


dimas hanya menatap kakek nya dengan mata penuh kesedihan


jam enam tepat, terdengar suara tangisan bayi yang sangat kencang dari dalam ruangan itu


sontak semua orang langsung berdiri di depan pintu


setelah itu terdengar suara tangisan yang ke dua lebih lemah namun masih bisa di dengar


bunda ria" dim jagoan mu sudah lahir ke dunia ini


dimas memeluk bunda ria ...


dimas" Rika bun, Dimas masih menunggu Rika


papa Yusuf" sabar lah, kita semua juga menunggu nya,


setengah jam berlalu tapi tak ada satupun orang keluar dari ruangan itu,untuk sekedar memberi tahu,mereka yang menunggu dengan harap harap cemas

__ADS_1


Oma,opa,serta om vero sudah datang dan ikut bergabung dengan yang lain


om Vero berdiri di samping Dimas iya melihat keponakannya yang lelah, dan sedih itu


iya sungguh tidak tega melihat pemandangan itu


tak lama seorang suster keluar dengan mendorong tempat tidur bayi


suster" bapak Dimas?


dimas langsung mendekat ke suster tersebut


dimas" saya sus, ini anak saya sus ?


suster" iya pak ini anak anak anda... mereka sangat tampan dan wajahnya mirip sekali dengan istri anda


dimas" Hay Jogan Daddy selamat datang nak, kita tunggu mommy ya nak


suster" baik lah pak saya akan mengurus anak anak anda , setelah itu kami akan memanggil anda kembali


dimas" iya sus


suster itu berlalu membawa baby twins


dimas masih menunggu di depan pintu kamar operasi itu Rika tak kunjung keluar, dan suster yang tadi pun tidak memberi tahu kondisi Rika


"kode biru, kode biru" ruang bersalin kode biru " suara yang tidak tahu dari mana, yang memberi tanda jika di ruangan Rika ada seseorang yang dalam posisi sekarat


tak lama para suster dan dokter berhamburan masuk ke dalam ruangan itu


dimas menghentika salah seorang perawat untuk menanyakan yang terjadi


dimas" permisi apa yang sedang terjadi di dalam?


dimas" apa kah itu istri saya


suster" maaf pak saya tidak tahu


suster itu berlari menuju ruangan itu


dimas langsung terjatuh karena lemas iya tidak bis membayangkan jika itu adlah istrinya. ..


bunda ria pun sudah jatuh pingsan karena memang di dalam ruangan itu hanya ada Rika yang mereka tahu


semua orang kini berlinang air mata Abi dengan sigap membawa bunda nya untuk ke IGD agar mendapat pertolongan


"sayang aku mohon bertahan lah, demi aku dan anak anak kita, kami masih butuh kamu jangan tinggalkan kami " dalam hati Dimas


kakek" dim ayo bangun nak, jangan seperti ini, kita tidak tahu apa yang terjadi, ayolah dim, (meneteskan air mata)


dimas" kek Rika,dia gak boleh ninggalin Dimas dan anak anak kek, kami masih butuh dia kek, Rika gak boleh pergi kek


opa" nak bangun lah, kita tunggu istrimu tapi jangan di situ nak


Radit membantu Dimas untuk berdiri dan mendudukkan Dimas di kursi


dimas" dit gue mau masuk dit, gue mau lihat Rika dit, gue mau liat dia


memaksa untuk bangun

__ADS_1


Radit" jangan macam macam Dimas, duduk lah disini dan tunggu kabar dari pihak rumah sakit


dimas" istri gue lagi sekarat dit mana bisa gue tenang (berteriak)


dengan refleknya Radit menampar Dimas


plak ...


dimas langsung terdiam mendapat tamparan dari Radit


Radit" diam di sini dan jangan buat keributan, kita tunggu disini


dimas kembali menangis


seorang dokter keluar dengan wajah yang tidak ceria


dokter" pak Dimas


dimas langsung berdiri menghampiri dokter itu


dokter" maaf kan kami pak ... (menarik nafas)


ibu Rika


dimas " enggak dok istri saya gak mungkin pergi dok,istri saya baik baik saja kan dok,dok tolong katakan dok, Rika !!


brug


dimas jatuh dan tak sadarkan diri semua orang langsung membawa Dimas menuju IGD


*************


tiga bulan kemudian


pagi itu di hari Minggu yang cerah Dimas sudah bersiap siap


dimas" pagi jagoan jagoan daddy, hari kalian Daddy tinggal dulu ya, kalian jangan nakal oke


setelah berpamitan dengan kedua jagoannya Dimas langsung pergi menuju ke suatu tempat


dimas memasuki sebuah gerbang dan membawa mobilnya masuk lebih dalam lagi ke halaman luas itu


setelah sampai Dimas berhenti dan turun dari mobilnya menuju sebuah gundukan tanah yang di tumbuhi rumput yang rapih


dimas"(menarik nafas) selamat pagi mommy aku datang lagi, tapi aku tidak membawa mereka,


dimas meneteskan air mata melihat gundukan itu


dimas" mommy kamu yang tenang disana, aku akan menjaga mereka dengan baik, mommy aku merindukan mu


dimas memeluk batu nisan itu dengan rasa rindu yang teramat dalam


_________________________________________


TBC


kita lanjut lagi nanti ya


jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen nya ya

__ADS_1


kalo pada nangis jangan salahin aku ya hehehe


terimakasih


__ADS_2