
enjoy
.
.
.
.
----------------------------------------------------------
waktu menunjukan pukul empat subuh tapi operasi Rika belum juga selesai
Dimas sungguh tidak tenang di buat nya ... karena iya harus memilih anak anak nya Dimas terpaksa melakukan itu karena permintaan istri nya, kini Dimas hanya bisa berdoa sebanyak banyak nya dan berharap agar Tuhan mengabulkan doa doa nya ...
suara adzan subuh sudah berkumandang dengan sigap Dimas pergi menunaikan ibadah solat subuh, agar iya bisa cepat kembali menunggu istrinya
setelah melaksanakan solat Dimas berdoa dengan khusyuk dan meminta semua yang terbaik untuk keluarga kecilnya ...
setelah selesai Dimas kembali ke tampar itu dan masih melihat lampu di atas pintu ruang operasi itu masih menyala dan itu artinya operasi itu masih berlanjut
bunda ria" nak, kamu minum ini dulu, biar lebih segar (memberi teh hangat )
dimas" terimakasih Bun, tapi Dimas tidak haus Bun
Bu Mia" dim, minum lah dulu,kamu butuh tenaga...
Abi" dim, jika kamu lemah bagaimana Rika akan kuat di dalam sana
dimas menatap Abi,
"Abi benar aku harus kuat di sini, istri ku juga sedang berusaha di dalam sana" batin Dimas
dimas mengambil gelas berisi air teh tersebut kemudian meminum nya dengan cepat
pak Lukman" pelan pelan dim, itu masih panas
kakek Nugroho sungguh sedih melihat cucu nya yang sungguh sulit sekali untuk merasakan kebahagian ...
kakek" dim,kakek memberi tahu Oma dan opa mu, mereka akan segera datang mungkin sebentar lagi
dimas hanya menatap kakek nya dengan mata penuh kesedihan
jam enam tepat, terdengar suara tangisan bayi yang sangat kencang dari dalam ruangan itu
sontak semua orang langsung berdiri di depan pintu
setelah itu terdengar suara tangisan yang ke dua lebih lemah namun masih bisa di dengar
bunda ria" dim jagoan mu sudah lahir ke dunia ini
dimas memeluk bunda ria ...
dimas" Rika bun, Dimas masih menunggu Rika
papa Yusuf" sabar lah, kita semua juga menunggu nya,
setengah jam berlalu tapi tak ada satupun orang keluar dari ruangan itu,untuk sekedar memberi tahu,mereka yang menunggu dengan harap harap cemas
__ADS_1
Oma,opa,serta om vero sudah datang dan ikut bergabung dengan yang lain
om Vero berdiri di samping Dimas iya melihat keponakannya yang lelah, dan sedih itu
iya sungguh tidak tega melihat pemandangan itu
tak lama seorang suster keluar dengan mendorong tempat tidur bayi
suster" bapak Dimas?
dimas langsung mendekat ke suster tersebut
dimas" saya sus, ini anak saya sus ?
suster" iya pak ini anak anak anda... mereka sangat tampan dan wajahnya mirip sekali dengan istri anda
dimas" Hay Jogan Daddy selamat datang nak, kita tunggu mommy ya nak
suster" baik lah pak saya akan mengurus anak anak anda , setelah itu kami akan memanggil anda kembali
dimas" iya sus
suster itu berlalu membawa baby twins
dimas masih menunggu di depan pintu kamar operasi itu Rika tak kunjung keluar, dan suster yang tadi pun tidak memberi tahu kondisi Rika
"kode biru, kode biru" ruang bersalin kode biru " suara yang tidak tahu dari mana, yang memberi tanda jika di ruangan Rika ada seseorang yang dalam posisi sekarat
tak lama para suster dan dokter berhamburan masuk ke dalam ruangan itu
dimas menghentika salah seorang perawat untuk menanyakan yang terjadi
dimas" permisi apa yang sedang terjadi di dalam?
dimas" apa kah itu istri saya
suster" maaf pak saya tidak tahu
suster itu berlari menuju ruangan itu
dimas langsung terjatuh karena lemas iya tidak bis membayangkan jika itu adlah istrinya. ..
bunda ria pun sudah jatuh pingsan karena memang di dalam ruangan itu hanya ada Rika yang mereka tahu
semua orang kini berlinang air mata Abi dengan sigap membawa bunda nya untuk ke IGD agar mendapat pertolongan
"sayang aku mohon bertahan lah, demi aku dan anak anak kita, kami masih butuh kamu jangan tinggalkan kami " dalam hati Dimas
kakek" dim ayo bangun nak, jangan seperti ini, kita tidak tahu apa yang terjadi, ayolah dim, (meneteskan air mata)
dimas" kek Rika,dia gak boleh ninggalin Dimas dan anak anak kek, kami masih butuh dia kek, Rika gak boleh pergi kek
opa" nak bangun lah, kita tunggu istrimu tapi jangan di situ nak
Radit membantu Dimas untuk berdiri dan mendudukkan Dimas di kursi
dimas" dit gue mau masuk dit, gue mau lihat Rika dit, gue mau liat dia
memaksa untuk bangun
__ADS_1
Radit" jangan macam macam Dimas, duduk lah disini dan tunggu kabar dari pihak rumah sakit
dimas" istri gue lagi sekarat dit mana bisa gue tenang (berteriak)
dengan refleknya Radit menampar Dimas
plak ...
dimas langsung terdiam mendapat tamparan dari Radit
Radit" diam di sini dan jangan buat keributan, kita tunggu disini
dimas kembali menangis
seorang dokter keluar dengan wajah yang tidak ceria
dokter" pak Dimas
dimas langsung berdiri menghampiri dokter itu
dokter" maaf kan kami pak ... (menarik nafas)
ibu Rika
dimas " enggak dok istri saya gak mungkin pergi dok,istri saya baik baik saja kan dok,dok tolong katakan dok, Rika !!
brug
dimas jatuh dan tak sadarkan diri semua orang langsung membawa Dimas menuju IGD
*************
tiga bulan kemudian
pagi itu di hari Minggu yang cerah Dimas sudah bersiap siap
dimas" pagi jagoan jagoan daddy, hari kalian Daddy tinggal dulu ya, kalian jangan nakal oke
setelah berpamitan dengan kedua jagoannya Dimas langsung pergi menuju ke suatu tempat
dimas memasuki sebuah gerbang dan membawa mobilnya masuk lebih dalam lagi ke halaman luas itu
setelah sampai Dimas berhenti dan turun dari mobilnya menuju sebuah gundukan tanah yang di tumbuhi rumput yang rapih
dimas"(menarik nafas) selamat pagi mommy aku datang lagi, tapi aku tidak membawa mereka,
dimas meneteskan air mata melihat gundukan itu
dimas" mommy kamu yang tenang disana, aku akan menjaga mereka dengan baik, mommy aku merindukan mu
dimas memeluk batu nisan itu dengan rasa rindu yang teramat dalam
_________________________________________
TBC
kita lanjut lagi nanti ya
jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen nya ya
__ADS_1
kalo pada nangis jangan salahin aku ya hehehe
terimakasih