Really My Husband

Really My Husband
#RMH 126


__ADS_3

happy reading


.


.


.


.


let's read


.


_________________________________________


hari ini adalah hari kepindahan Abi dan keluarga nya ke rumah bunda ria ...


semua keluarga berkumpul di rumah bunda ria ...


yang wanita di rumah bunda ria membuat makanan dan cemilan


sedangkan para pria asik mengobrol bersama hanya satu keluarga yang kurang yaitu kakek Nugroho yang belum pulang dari Paris berlibur


Rara yang bertubuh gembul itu sangat menarik perhatian sekali karena ulah nya tepung terigu jadi banyak berserakan ...


hal itu mengundang banyak tawa dari semuanya


Rika" Rara aunty jadi ikutan kotor nih ... ( pura pura marah dan mengerucutkan bibir )


Rara tertawa melihat Rika yang sedang cemberut


Rara" auti yucu ... (tertawa)


cha-cha" kakak kok bikin bunda gemes sih sayang ... (mencubit hidung Rara)


Fani" uluh uluh bocah gembul ini udah di panggil kakak ya sekarang ...


Rika" kakak Rara mau punya adik perempuan apa laki laki


Rara menaikan alisnya dan berfikir


Rara" Lati Lati Yaya mau adik Lati Lati biak bica main cama papa ... bial papa Ndak gaguin Yaya cama bunda


Fani" emang papa suka gangguin Rara ...


Rara" iya ... (sambil mengangguk anggukan kepalanya )


bunda ria " udah udah cepet masak nya sebentar lagi makan siang loh ...


"iya Bun" serempak


saat makan siang pak Lukman,Bu Lia, dan ataya tiba


mereka datang terlambat karena membantu anaknya itu mengurus beasiswanya ...


karena sebelah lagi ataya akan pergi menempuh pendidikan nya di luar negri


Rara sangat senang karena bisa bertemu ataya ... om favorit nya


Rara langsung berlari dan memeluk ataya


ataya" ya ampun Ra kamu makin gembul sih (menciumi pipi Rara dengan gemas )


Rara terkekeh karena ulah taya


dimas" ya ampun si gembul itu ya kalau udah ketemu taya ... senengnya bukan main


Abi" gak tahu ... Sampek sama papa nya aja kadang gak mau kalau udah sama taya


Radit" itu artinya Lo pada kalah ganteng dari taya (tertawa)

__ADS_1


dimas" ya Lo juga ...


Rika" ini kenapa pembahasan isinya iri dan dengki sama taya ya


cha-cha" tahu ini para bapak bapak iri kok sama anak kecil


Abi" bukan iri sayang ... cuma heran aja sama Rara bisa Deket banget sama taya


Bu Lia" gimana gak Deket bi, kalau sama taya di ajakin beli eskrim, coklat,di ajak keliling keliling anak kecil mana yang gak suka


(tertawa)


dimas"(tertawa) jangan kan Rara , ini nih (memegang pipi Rika) udah gede aja di ajakin begitu seneng


Rika" ih apa sih kamu nih


Abi" berarti Rika masih sama kayak Rara gitu maksud Lo dim


Rika" OOO jadi aku masih anak anak gitu ... (menatap Dimas)


dimas" bukan gitu sayang, maksud aku tuh bukan hanya anak kecil tapi orang dewasa juga suka


Rika" bohong, bilang aja kalau aku masih kayak anak kecil


dimas menatap Abi sambil berkomat Kamit menyalahkan Abi


dimas" jangan ngambek dong sayang, nanti cantik nya luntur


Radit" fix malam ini Dimas tidur diluar cuy


semua tertawa mendengar kata kata Radit ...


setelah selesai makan siang mereka kembali berbincang ... dan setelah itu mereka berpamitan pulang ...


bunda ria dan papa Yusuf sangat senang karena kini rumahnya sangat ramai bahkan kini maid mereka bertambah banyak dan semakin membuat rumah semakin ramai


bunda ria" aduh bunda seneng banget loh kalau rumah ramai gini ... apa lagi cucu Oma yang cantik ini ada di sini


bukan Dimas atau Rika yang menjawab melainkan bunda ria


bunda ria" gak bisa dong pa, kalau Dimas sama Rika disini kasian mas Nugroho dong ... kita gak boleh egois pa (menatap suaminya itu)


Rika" papa tenang aja Rika bakal sering sering main kesini kok ...


Yusuf" janji ya ,


Abi" Rika aja di suruh disini giliran Abi malah di suruh punya rumah sendiri


Yusuf" kamu mah beda ... kamu kan laki laki


Abi" iya deh iya ... yang anak kesayangan papa mah


Rika" kakak Rara sama adik bayi jangan kayak papa nya ya tukang ngambek (tertawa)


cha-cha" tenang aunty kita mah gak suka ngambek (tertawa)


Yusuf" Dimas ingat ya, jika rika mau kesini di bolehin ya


dimas" iya pa, tenang saja ...


cha-cha melihat betapa sayangnya papa Yusuf ke Rika, cha-cha jadi ingin tahu ... kenapa papa mertuanya itu bahkan suaminya sangat menyayangi Rika


hari sudah malam bahkan mereka sudah makan malam bersama ...


cha-cha dan Abi sedang berada di dalam kamar ... sedang kan Rara memilih untuk tidur bersama Rika ...


cha-cha" pa, bunda boleh tanya sesuatu gak sih ?


Abi" apa itu Bun?


cha-cha" kenapa papa begitu menyayangi Rika ... kalau kamu aku sudah tahu

__ADS_1


Abi" memang nya salah Bun?


cha-cha" bukan begitu pa, aku hanya penasaran saja,karena papa sangat protektif sama Rika


Abi"(tersenyum) itu karena papa tak ingin kehilangan anak perempuannya lagi Bun...


cha-cha" anak perempuan? memang kamu punya kakak atau adik perempuan pa?


Abi" dulu saat usia ku delapan tahu bunda melahirkan bayi perempuan ... saat itu papa sangat bahagia karena iya merasa keluarga nya sudah lengkap, tapi suatu hari adik ku itu mengalami kejang namun tidak sempat di bawa ke rumah sakit dia sudah pergi ... papa sangat menyesal karena tidak bisa menyelamatkan adikku itu, bahkan papa hampir mengalami depresi ... dan saat papa benar benar terpuruk Rika datang dalam kehidupan kami dan dengan ke hadiran Rika papa kembali seperti sedia kala... maka dari itu papa sangat menyayangi Rika


cha-cha" jadi kamu dulu punya adik pa,aku baru tahu, kenapa tidak pernah cerita


Abi" karena kami tidak ingin mengingatkan hal itu pada papa Bun, jadi kami hampir hampir tidak pernah membicarakan nya


cha-cha" aku paham pa, ya sudah lah pa, bunda mau tidur ...(langsung memeluk Abi)


Abi" (tertawa) haduh bunda manja banget sih ... (mengeratkan pelukan) tapi ngomong ngomong Rara ganggu Dimas sama Rika gak ya Bun ...


cha-cha" (tertawa) biar saja pa,biar Dimas pusing ...


Abi tertawa mendengar perkataan istrinya itu


sementara di kamar Dimas dan riak Dimas sedang kesal karena Rara tidak memperbolehkan Dimas untuk mendekati rika


dimas" Rara boleh ya om bobok di sebelah aunty kita sebelah sebelahan


Rara" gak boyeh aunty tuma Puna Yaya


dimas" bee gimana ini ... terus aku tidur dimana?


Rika" ya tunggu Rara bobo baru kamu bisa tidur (tertawa)


dimas" kamu jahat banget sih bee masa suaminya di ketawain sih ...


dimas memaksa berbaring di sebelah Rika dan memeluk Rika


Rara yang melihat itu langsung berusaha melepaskan tangan Dimas dari perut Rika


Rara" om Imas yepas, gak boyeh peyuk peyuk


(kesal)


Rara menarik narik tangan Dimas namun iya tak bisa melepaskan nya


dan hal itu membuat nya kesal lalu Rara menangis karena merasa kesal


Rara" huaaaa om Imas nakai huaaa ...


dimas" lah kok nangis Ra, iya iya om lepas udah udah diem jangan nangis


Rara melihat Dimas melepas kan pelukan dan pergi menuju sofa langsung berhenti menangis kini hanya tinggal usapkan saja


Rara melirik Dimas dengan kesal ... sambil kembali memeluk Rika


dimas" ya ampun Ra, om punya salah apa coba, sampai begitu menatap nya ...


Rika hanya bisa tertawa saja menyaksikan adegan konyol Dimas dengan Rara


"gak kakeknya, anaknya,sekarang cucu nya ganggu Mulu, baru bisa mesra mesraan udah ada yang menganggu ... kakek cepat lah pulang dan selamat kan cucu mu ini "


batin Dimas yang masih menatap Rara yang sangat posesif memeluk Rika itu


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


TBC


jangan lupa setelah membaca kasih like,komen,dan vote kalian buat cerita ini


btw author mau ingetin lagi, karena ini akhir tahun dan banyak kegiatan di tempat author kerja, jadi author mohon pengertian kalian ya ...


aku ucapkan banyak banyak terimakasih

__ADS_1


sayang kalian semua 🥰🥰🥰


__ADS_2