Really My Husband

Really My Husband
#RMH 23


__ADS_3

selamat membaca semua nya


happy reading guys ...


______________________________________


chacha dan para pegawai toko sedang sibuk sibuk nya hari ini karna banyak pesanan dan banyak pula pengunjung di toko ...


mereka hampir ke walahan bila tidak dapat bantuan dari fani dan bu mia


hari semakin sore ... mereka semua bersiap siap di rumah chacha karna malam ini akan ada acara lamaran untuk chacha


ya malam yang di tunggu tunggu sudah tiba di mana keluarga abi akan datang untuk melamar chacha


semua sedang bersiapa siap dari menata ruangan,makanan,serta yang lain nya yang di butuh kan


pertemuan tersebut di lakukan setelah solat isya


chacha benar benar merasa lelah karna seharian di toko roti dan sekarang hatus melakukan semua persiapan ini


bumia" cha kamu cantik nak pakai baju itu ...


chacha" ibu bisa aja ... (tersenyum)


bumia" kamu gugup cha ?


chacha" sedikit bu ...


bumia" kamu mau minum nak


chacha" gak usah bu ...


semua sudah siap ... chacha pun sudah di dandani cantik oleh fani


fani" huh ... udah dua kali ya cha lo di lamar (cemberut)


chacha" terus kenapa ?


fani" om radit kapan ngelamar gue nya coba


chacha" (tertawa) usaha kamu kurang keras fan


fani" aaaelah kurang apa coba gue ini


dimas" kurang urat malu lu tuh fan


fani" resek lo ... (melempar bantal)


tak lama rombongan dari abimanyu sudah tiba ...


semua menyambut kedatangan keluarga abi


tak perlu lama acara mulai semua menyimak semua acara yang berlangsung


chacha sedang menunggu di kamar bumia karna iya tidak boleh keluar sebelum di panggil


fani masuk ke kamar dengan membawa rara


fani" itu lihat rara bunda mu


chacha" ya ampun sayang nya bunda ... sini sini (mengulurkan tangan)


fani" cha lihat anak ini begitu ceria saat melihat mu ... pantas pak abi menyukai mu anak nya saja tergila gila pada mu


chacha hanya tersenyum

__ADS_1


tak lama chacha di panggil namun rara tak mau di lepas dari gendongan chacha


akhir nya chacha keluar dengan mengendong rara


chacha sudah berada di tempat acara


abi memakai kan cincin dan kalung pada chacha


setelah itu acara selesai ... mereka mengobrol


abi mengajak chacha untuk bicara


abi" ada yang ingin saya beri tahu


chacha" apa ? (ketus)


abi" saya mau ... pernikahan kita tidak ada yang tahu dan orang kantor saya yang tahu hanya sekertaris dan asisten saya saja .... jadi ingat jika bertemu di luar bersikap lah biasa


chacha:(merasa ingin menangis sekarang namun iya harus tetap tegar ... karna kehidupan nya kedepan akan seperti ini ) baik lah saya mengerti


abi" jangan pernah berharap saya mencintai kamu ,,, saya hanya akan tanggung jawab saja pada mu ... ingat itu karna tidak ada yang bisa mengganti posisi mendiang istri saya


chacha benar benar tidak tahan mendengar perkataan abi ...


chacha berjalan menjauhi abi tanpa memeberi respon pada perkataan abi


rombongan abi sudah meninggal kan kediaman chacha


setelah semua selesai chacha masuk ke dalam kamar nya dan masuk kekamar mandi ...


chacha benar benar ingin menagis


iya melepaskan semua kesal,sedih,dan ketidak berdayaan nya setelah puas menangis chacha keluar dan menaik ke ranjang untuk tidur karna iya merasa lelah sekali


sebelum tidur chacha melihat ponsel nya


* besok saya titip rara ... kamu bisa


"mas abi" gumam chacha


* iya mas saya bisa


*baik lah saya bawa chacha kerumah kamu jam enam ya


karna saya akan mengantar bunda dan ayah ke bandara


*iya mas ...


pesan berakhir


setelah itu chacha tertidur


ke esokan haru chacha terbangun pukul empat pagi


chacha bangun pagu karna iya akan menyiap kan nasitim untuk rara dan memasak sarapan untuk mereka


bumia" lah nduk jam segini udah bangun


chacha" iya bu chacha mau siapin makann untuk rara karna iya akan di titip kan


bimia" benarkah anak mengemaskan itu akan ke mari


chacha" iya bu...


bumia" ya udah ... ibu bantu ya

__ADS_1


chacha mengangguk saja


setelah usai solat subuh chacha tak sabar menunggu rara


chacha bolak balik di depan pintu ruang tamu yang membuay radit risih


radit" cha kamu tuh duduk aja bisa kan gak perlu mondar mandir


chacha" ih om ini chacha tuh gak sabar nunggu nya


radit" gak sabar nunggu siapa abi apa rara nya


chacha" ih om ini .... ya rara lah


radit" yakin rara ... bukan papa nya


chacha" udah deh om gak usah godain chacha ... mending om siap siap buay kerja


tak lama orang yang di nanti nanti tiba


abi' maaf mengganggu kamu ya ... (menyerah kan rara)


chacha" tidak apa apa mas ... rara sama sekali gak ngerepotin saya malah suka


abi" baik lah saya pergi dulu ...


chacha" gak mampir dan sarapan dulu mas


abi" tidak terimaksih (langsung berlalu)


chacha hanya menatap punggu abi samapi iya menghilang


"papa kamu memang nyebelin apa cuma sama bunda doang nyebelin nya " berbicara pada rara yang sedang terlelap


sekitar pukul tujuh chacha dan rara pergi ketoko dengan di antar oleh radit


kebetulan hari ini fani ikut mobil radit karna mobil nya rusak dan fino tak bisa mengantar


sepanjang perjalanan fanj terus berusaha mengambil perhatian dari radit


namun tak dapat respon apa pun


melihat hal itu membuat chacha hanya bisa terkekeh geli saja


sementara rara duduk dengan tenang di pangkuan bunda nya ...


sesampai nya di toko roti mereka di sambut dengan semua kariyawan


semua oranv menyanyangi rara dan hal itu membuat rara cepat sekali akrab dengan mereka


chacha sedang memperhatikan rara yang sedang mencoba untuk merambat di dinding ... karna iya ingin brjalan di usia nya sembilan bulan ... dan membuat chacha merasa seperti ibu sungguhan yang merasa senang saat melihat buah hati nya melakuakan hal menakjubkan


" tidak tahu mengapa aku jatuh cinta sekali dengan anak ini" dalam hati


next semua ...


tidak bosan aku ingetin ya tolong dukung aku


dengan cara


menekan tombol favorit,like,beri aku komen dan saran juga ya


terimakasih


maaf jika menemukan typo ...

__ADS_1


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2