Really My Husband

Really My Husband
#RMH 20


__ADS_3

" cha bos fani setuju menikah dengan mu "


kata kata itu membuat chacah terkejut bukan main ...


chacha" benar kah om (menatap kosong)


radit" iya cha ... apakah kau menerimanya


chacha" (berusaha tersenyum) chacha siap om


radit mendekati chacha dan memeluk nya


radit" cha ... jika kau tak ingin melakukanya om tak memaksa mu


chacha" om chacha sudah bilang bukan chacha sudah siap ...


sedang mencoba menahan tangis nya tiba tiba saja


fani,dumas,bumia dan yang lain masuk


" kejutan ... selamat ulang tabun " beeamai ramai


semua menatap heran ke arah radit dan chacha


bumia" ada apa ini dit


radit" radit udah kasih tahu chacah bu


bumia berjalan mendekati keduanya dan memelum mereka


dan hal itu membuat yang lain semakin terheran heran


dimas" maaf permisi ... apa yang terjadi sebenar nya dan lilin di sini akan segera habis


radit melihat ke arah fani yang membawa kue yang di beri lilin angka tiga puluh satu tahun


radit mendekat dan meniup lilin itu ...


chacha masih dalam pelukan bu mia


fani maaf sebenar nya ada apa ini


radit angkat bicara


radit" chacha akan menikah .... dengan bos mu fan


fani dan yang lainya terkejut ... hingga fani menjatuh kan kue nya


fani" kamu bercanda kan ...


radit menggelengkan kepala


dimas" lo serius kan bro


radit" saya serius dan sedang tidak bercanda


semua orang terdiam ... dengan fikiran masing masing


bulia mendekati chacha dan ikut memeluk nya


bulia" nduk kamu anak yang baik ... kamu perduli orang lain ... sampai sampai kamu korban kan diri kamu


semua orang berfikir kalau bos fani adalah laki laki gendut,buncit,jelek dan berambut propesor


semua berfikir seperti itu kecuali fani dan radit


setelah kejadian yang mengejut kan itu mereka semua bekerja di toko dengan diam dan berfikir masing masing

__ADS_1


chacha" selamat datang di toko kue sekar ... eh bunda ... mana rara nya bun


bundaria" rara di rumah cha ... bunda kesini mau pesen kue buat malam minggu bisa


chacha" ooo bisa bun ... mau pesen kue apa aja bun


bundaria" bunda mau kue jajanan pasar gitu cha bisa


chacha" bisa kok bun... mau ada acara apa bun


bundaria" papa nya rara bakal bawa calon mama baru buat rara


chacha" ooo ...(kemarin adalah hari terakhirku bertemu anak itu rupanya)


mau di antar jam berapa bun


bundaria" jam limaan aja cha ... padahal bunda pingin nya kamu yang jadi bunda nya rara


chacha" (tertawa) bunda ada ada aja ...


bundaria" malam minggu kamu datang ya ...


chacha" maaf bun aku gak bisa ... aku ada acara keluarga


bundaria" yah ... (kecewa) jadi yang antar kue juga bukan kamu ...


chacha" maaf ya bun ... bukan bun paling chacha pake ojek ...


bundaria" ya sudah bunda pulang dulu cha ...


chacha" iya bun


hari ini berakhir sangat cepat untuk chacha ... dan snagat melelah kan bukan hanya tenaga tapi fikiran juga


chacha pulang kerumah lebih cepat karna iya ingin beristirahat lebih cepat


chacha" iya bu


chacha makan namun hanya suara piring nya saja yang terdengar ...


chacha sudah selesai dan mau naik ke kamar nya


radit" cha ...


chacha" (tersenyum) om chacha capek banget hari ini ... chacha istirahat duluan ya


radit hanya bisa menarik nafas nya iya tahu bahwa chacha sedang merasa sedih


ke esokan hari nya bunda ria sangat sibuk menata rumahnya


di bantu oleh fani karna hari ini hari libur namun fani di minta bantuan nya


sementara di toko tak kalah sibuk karna banyak pesanan


tak terasa hari sudah sore chacha mengecek semua pengiriman dan memastikan semua kiriman nya samapai


setelah selesai dengan itu semua chacha akan pulang namun iya di kejutkan oleh para pegawai nya


yang sudah berpakaian rapi dan wangi


chacha" maaf tuan tuan dan nyonya nyonya kalian mau ke mana ?


paklukman" kami akan ikut dengan kamu cha


chacha" ikut ? ikut kemana?


bulia" ikut kamu ke ke rumah calon mu lah ... kata nya keluarga mu di undang bukan ... kami kan keluarga mu

__ADS_1


chacha" (berkaca kaca) kalian ...


ataya" jangan sedih ya kak ... kalau dia berani macam macam ... tenang saja aku siap menghajar nya


dimas" lah bocah ... sok berani lo ..


chacha" sudah sudah ... ayo kita pergi nanti kita terlambat


mereka semua pergi menuju rumah chacha


setelah menunaikan solat magrib mereka semua bergegas pergi ... termasuk fani


chacha merasakan jantungnya seperti sedang berlari lari kencang sekali


sekitar empat puluh lima menit mereka sampai


radit" ayo kita turun ...


mereka turun ... dan para karyawan toko pun ikut turun dari mobil dimas


dimas" aku tidak asing dengan tempat ini


chacha" benar kah ...


dimas" iya (dimas terus berfikir )


mereka semua masuk ke dalam perkarangan rumah itu


saat di depan pintu radit memencet bel


" tunggu sebentar " ningsih membuka pintu nya


ningsih" silahkan masuk semuanya


setelah mempersilahkan masuk ningsih memberitahu tuan dan nyonya nya


ningsih" bu tamu nya rame


bundaria" benarkah sih


ningsih" iya bu


bundaria" ua sudah kamu buat minun biar saya panggil bapak dan abi dulu


tak perlu menunggu lama bunda ria dan keluarga memasuki ruang tamu


bundaria" loh chacha


chacha" bunda ... jadi ini


dimas" benar ini rumah bunda ria


chacha" jadi bos nya fani itu ...


abi" saya ...


bundaria" jadi ibu baru rara


abi" chacha


ada sedikit rasa lega di hati chacha dan bunda ria ... dan untuk pegawai toko karna calon nya chacha tak seperti bayangan mereka


next semuanya ...


jangan lupa tekan tobol


favorit,like,jangan lupa beri komen dan saran nya ya semua

__ADS_1


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞😁


__ADS_2