Really My Husband

Really My Husband
#RMH 59


__ADS_3

happy reading


.


.


.


.


.


enjoy...


∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆


chacha sedang bersiap siap untuk pergi ke namsan tower ...


iya tidak sabar mengunjungi menara yang sangat populer itu


abi memperhatikan istri nya yang sangat bersemangat itu ...


dan membuat nya sedikit ragu untuk pergi


abi" sayang ... apa kau merasa biak baik saja untuk pergi ...


chacha" tentu ... kenapa tidak ...


abi" sayang ... apa kau tak merasa sakit jika berjalan


chacha sedikit malu dengan pertanyaan abi ... dan pipinya mulai merona


chacha" sedikit ... tapi aku tak mau melewatkan sedikit pun ke sempatan ku saat disini ... dan banyak tempat yang ingin aku lihat


abi" tapi ... apa kau merasa nyaman


chacha" selama ada mas ... aku akan nyaman (sambil tersenyum)


abi" baik lah sayang kita akan pergi


setelah usai mereka segera bergegas pergi ... denga chacha yang menahan sakit luar biasa sebenarnya ... namun iya tak mau membuat suami nya merasa sia sia mengajak nya ke korea


setelah sampai di sana chacha langsung mengabadikan momen mereka ... lalu memasang gembok cinta yang sangat popuper itu ...


lalu mereka pergi ke destinasi wisata korea lainnya ...


sementara abi dan chacha bersenang senang lain halnya dengan radit dan fani yang terus saja di ikuti oleh orang


hendrik dan brand sudah bersiap bersama anak buah yang lain ...


hendrik meminta radit dan fani berjalan jalan di taman yang lumayan sepi ... agar memancing orang tersebut keluar...


radit" apa kau yakin akan ini drik ...


hendrik" tentu ...karna yang bisa memancing orang itu keluar hanya nyonya ...


radit" tapi apakah fani akan baik baik saja ...


brand" tenang lah bro ... kekasih mu akan baik baik saja, kami bukan pekerja kaleng kaleng tapi kami sudah pro (sambil tertawa)


radit" baik lah aku percaya pada kalian dan kau ... (menunjuk brand) dia bukan kekasih ku ...


berjalan meninggalkan hendrik dan brand


fani mendengar hal itu dan merasa sangat sedih ...


"bukan kekasih.... sadar lah fan sadar " batin fani ...


setelah semua rencana sudah usai sekarang adalah pertunjukan nya ...


fani dan radit berjalan ... dengan santai di taman itu


dan seperti dugaan baim mengikuti mereka hingga kemari


radit mendapat kode untuk meninggal kan fani

__ADS_1


radit berjalan ketempat lain dan meninggal kan fani sendri


saat radit pergi fani merasa benar benar takut ... apa lagi mendengar kata kata dimas ... semakin membuat nya ingin lari


baim berjalan mendekati fani ... dengan saputangan yang sudah di beri bius


baim semakin dekat ...


semakin dekat dan semakin membuat jantung fani ingin terlepas


baim mengayunkan tanga kearah hidung fani ... dan


bruggg


fani pingsan dan baim pun jatuh pingsan


anak buah brand menembakan bius tepat di leher baim


radit langsung mengjampiri fani yang tak sadarkan diri ...


lalu mereka membawa fani ke rumah sakit sementara baim di bawa ke markas mereka untuk di introgasi


hendrik dan brand menemani radit yang panik setenga mati menunggu fani sadar


brand" kau bilang bukan kekasih mu ... tapi lihat kau panik seolah olah kau suami nya (tertawa)


hendrik hanya terkekeh saja mendengar perkataan temen nya


radit" diam kau ... dia memang bukan ke kasih ku ...aku hanya takut jika orang tuanya marah pada ku ..


brand" baik baik lah tuan ...


fani sudah sadar dan iya mendengar semua perkataan radit


hendrik" hey fan ... apa kau baik baik saja ...


radit langsung mendekati fani


radit" apa kau baik baik saja


hendrik" emm ... dia masih tidur sekarang


fani" syukur lah ...


radit" fani aku bertanya apa kau baik baik saja


fani" em... kak hendrik bisa antar aku pulang ... aku sangat lelah


hendrik melirik ke arah brand dan radit


hendrik" ba...baiklah


fani di antar oleh hendrik ... sepanjang perjalanan fani hanya diam tak mengucap kan sepatakata pun ...


hendrik" fani... fani... fani (menggerakan bahu)


fani" ooo iya kak(terkejut) ada apa


hendrik" kau sudah sampai


fani" ooo iya kak (tersenyum kaku)


terimaksih kak


hendrik" fan jika kau butuh teman bicara aku siap ...


fani"(tersenyum) ooo iya kak ... terimakasih banyak kak


hendrik pergi meninggal kan rumah fani


hendrik menelpon abi


hendrik* hallo pak ... kami punya kabar baik


abi* apa itu

__ADS_1


hendrik* dalang semua ini sudah kami aman kan ...


abi* baik lah terimakasih ... trus berikabar pada ku ... dan kirim semua data tentang orang itu


hendrik* baik lah pak ...


panggilan di akhiri


chacha" siapa mas ...


abi" ooo hendrik ... iya menanyakan soal peerjaan


chacha" ooo ... mas ayo kita pulang aku sudah sagat lelah


abi" baik lah permaisuri ku ...


abi dan chacha kembali ke hotel


sesampai nya di hotel chacha langsung membersih kan diri agar iya bisa beristirahat ...


abi" bun ... apa kah kau lelah ...


chacha" tidak terlalu ...


abi" bun ... em ... em ... buat adik buat rara yuk


abi langsung menyerang chacha tanpa mapun malam itu


hanya kiringat dan seperei kusut lah yang menjadi saksi kedua kekasih yang memadu kasih itu ...


sementara fani sedang bersedih ...


di kamar nya dengan perasaan


yang hancur


fani ingin sekali menelpon sahabat nya ... namun iya tak mau menganggh sahabat nya yang sedang bebulan madu itu


akhirnya fani menelpon seseorang orang yang mungkin bisa mebantunya dan menghiburnya ..


fani" hallo ... dimana (sambil sesegukan)


dimas" fan .... lo baik baik aja kan ? lo nangis ?


fani" dim bisa ajak gue jalan jalan malem gak ...


dimas melirik arlojinya


dimas" fani ini sudah malam banget ...


fani" dim dim ayolah hiks hiks ...


dimas" oke oke ... gue jemput lo


fani" makasih dim


fani bersiap siap dan berpamitan pada orang taunya ...


fani menunggu dimas dengan air mata yang terus mengalir ...


"andai chacha disini" gumam fani


fani merasa kan sakit hati yang teramat sakit untuk nya ...


___________________________________


tbc


next guys ...


jangan lupa kasih like,komen,favorit dan saran nya buat aku ya


seoga kalian suka ceritanya ya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2