Really My Husband

Really My Husband
#RMH 66


__ADS_3

selamat membaca guys ...


.


.


.


.


.


enjoy


.


.


-----------------------------------------------------


pagi pagi sekali radit sudah terbangun dari tidur nya ... iya merasa kepala nya sangat pusing ...


radit pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


setelah selesai iya turun ke bawah dan melihat bu mia sedang membuat sarapan


radit" selamat pagi bu ...


bumia" pagi dit, tunggu sebentar lagi ya sarapan nya siap


radit" iya bu


tak perlu menunggu lama sarapan sudah siap di susun di atas meja ...


bumia" dit kamu sakit ya ...


radit" enggak kok bu, aku baik baik saja


bumia" tapi kamu pucet banget loh dit


radit" enggak kok bu, aku baik baik aja


bumia" hari ini gak usah ke kantor dulu dit ... ibu takut kamu kenapa napa


radit" (tersenyum) radit gak apa apa kok bu ... ibu tenang saja


seusai sarapan radit bergegas pergi menuju kantor nya ...


radit merasa kepala pusing dan badan seperti kedinginan


hari ini dia tidak bisa libur karna hari ini dia harus mengadakan rapat dengan para investor ...


sesampai nya di kantor radit melihat masih sangat sepi ...


iya bergegas menuju ke ruangan nya iya melihat fani sudah berada di meja nya sedang mengerjakan sesuatu


radit" pagi fani


fani"(terkejut) pa... pagi pak


radit"(menarik nafas) apa yang sedang kau kerjakan sepagi ini


fani" em... saya sedang mempersiapkan materi rapat hari ini pak


radit merasa risih sekali dengan sebutan pak yang di gunakan fani untuk memanggil nya


radit" bisa tidak, tidak usah memanggil aku bapak fan


fani diam seolah olah sedang mengerjakan tugasnya


radit meninggal kan fani karna merasa tak di respon ...


waktu rapat tiba semua investor telah tiba termasuk abi,


radit memulai rapat ... radit merasa nya kepala nya semakin pusing

__ADS_1


fani melihat ada yang tidak beres pada radit ... namun iya mencoba mengabaikan hal itu


radit menyelesaikan rapat dengan baik , semua orang sudah pergi tinggal radit dan fani saja di dalam rungan itu


fani" pak saya akan menyelesaikan laporan hasil rapat dan langsung mengirim semua nya pada anda


radit diam tak menanggapi


fani" pak, apa bapak baik baik saja


pak ...(fani memanggil radit dan mendekat)


radit" sudah saya bilang jangan panggil saya bapak jika kita hanya berdua saya tidak suka (membentak)


fani langsung terkejut karna tak pernah iya melihat radit semarah itu apa lagi ke pada nya


fani mulai berkaca kaca


radit melihat hal itu, menjadi merasa bersalah


radit" maaf kan aku fan, bukan maksudku untuk membentak mu aku hanya


fani" jangan mendekat aku (merasa takut )


radit" maaf kan aku fan, aku benar benar


brug...


seketika radit jatuh tepat di pelukan fani ...


dari rasa takut berubah panik ...


fani" radit,radit bangun ada apa dengan mu


namun tak ada jawaban dari radit


fani memegang pipi radit dan suhu badan radit sungguh tinggi


fani" oooo astaga dia sakit


fani* hallo cepat ke ruang rapat sekarang ...


asisten* baik ...


tak menunggu lama asisten radit tiba dan melihat fani yang sudah tidak kuat menahan berat radit


fani" cepat bantu aku jangan diam saja ... (berteriak)


asisten itu membantu membawa radit menuju mobil untuk di bawa ke rumah sakit


sesampainya di rumah sakit radit langsung mendapat perawatan oleh dokter ...


fani menunggu dengan sangat cemas bahkan iya lupa untuk menghubungi sahabat nya untuk memberitahu kabar tentang om nya


seorang dokter keluar


dokter" keluarga bapak radit


fani" saya dok , bagai mana keadaan nya


dokter" suami anda hanya kelelahan dan tensi nya rendah nyonya


fani" apa sekarang iya baik baik saja


dokter" suami anda sudah baik baik saja ... kami akan memindahkanya ke ruang rawat silahkan anda mengurusnya nyonya


fani" baik ...


langsung mengurus semua nya agar radit cepat di pindahkan


sepanjang perjalanan iya baru mencerna kata kata dokter tadi


" ooo astaga aku bukan istrinya" batin fani


fani duduk di bangku tepat sebelah brangkar radit

__ADS_1


dan memperhatika wajah tampan radit yang selalu hadir di mimpi nya setiap malam ...


radit mengigau dan memangil nama seseorang yang membuat fani sedikit terkejut ...


fani berusaha menenag kan radit dengan cara mengelus rambut dan juga memegang tangan radit


karna terlalu lelah fani pun ikut tertidur


senja sudah menampakan warnanya dan kedua orang itu belum juga terbangun


samapai tidak menyadari ada yang datang ke ruangan itu


dimas" ya ampun mereka mesra sekali ya


chacha" diam kamu dim ...


abi" sudah bangunkan saja mereka kasian fani pasti badan nya sakit tidur begitu


cahcha" kamu benar mas


chacha mendekati keduanya dan membangunkan fani


chacha" fan ... fan bangun udah sore (berbisik)


fani membuka mata dan terkejut melihat sosok sahabat nya tepat di depan mukanya


fani" ooo astaga cha kamu ngagetin aku


chacha" kenapa kau tidak memberitahu aku soal ini (berbisik)


fani" maaf aku lupa, kau tahu bukan jika aku panik seperti apa ...


chacha" baik lah nyonya radit aku mengerti


fani" apa apaansih cha


chacha" kau tahu... semua orang di rumah sakit inu mengetahui nya seprti itu


fani" maksud mu...


chacha" semua perawat di sini ngegibahin kamu (tertawa)


dimas" apa radit masih hidup


" dimas" berbarengan


dimas" aku hanya bertanya saja , karna iya tak membuka matanya juga dari tadi


fani" benar juga ... (mendekat)


chacha" om,om bangun ini chacha


radit mulai membuka matanya


radit" chacha,(melihat di seklikingnya) om dimana, fani,dimas,abi


radit mencoba mengingat yang terjadi


radit" fani maaf kan aku atas kejadian tadi aku tidak bermaksud


fani" aku tahu kau bersikap seperti itu karna kau sedang tidak enak badan bukan


radit hanya tersenyum ...padahal bukan hanya karna iya sedang sakit namun ada hal yang lain yang bahkan iya sendiri tidak tahu ... akan hal itu ...


"apa yang harus aku lakukan , berilah petunjuk mu ya allah " batin radit sambil menatap fani yang sedang tertawa


-------------------------------------------------------


tbc


next guys


jagan lupa ya tinggalkan jejak kalian


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2