
selamat membaca guys ...
.
.
.
.
.
enjoy
.
.
-----------------------------------------------------
pagi pagi sekali radit sudah terbangun dari tidur nya ... iya merasa kepala nya sangat pusing ...
radit pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri
setelah selesai iya turun ke bawah dan melihat bu mia sedang membuat sarapan
radit" selamat pagi bu ...
bumia" pagi dit, tunggu sebentar lagi ya sarapan nya siap
radit" iya bu
tak perlu menunggu lama sarapan sudah siap di susun di atas meja ...
bumia" dit kamu sakit ya ...
radit" enggak kok bu, aku baik baik saja
bumia" tapi kamu pucet banget loh dit
radit" enggak kok bu, aku baik baik aja
bumia" hari ini gak usah ke kantor dulu dit ... ibu takut kamu kenapa napa
radit" (tersenyum) radit gak apa apa kok bu ... ibu tenang saja
seusai sarapan radit bergegas pergi menuju kantor nya ...
radit merasa kepala pusing dan badan seperti kedinginan
hari ini dia tidak bisa libur karna hari ini dia harus mengadakan rapat dengan para investor ...
sesampai nya di kantor radit melihat masih sangat sepi ...
iya bergegas menuju ke ruangan nya iya melihat fani sudah berada di meja nya sedang mengerjakan sesuatu
radit" pagi fani
fani"(terkejut) pa... pagi pak
radit"(menarik nafas) apa yang sedang kau kerjakan sepagi ini
fani" em... saya sedang mempersiapkan materi rapat hari ini pak
radit merasa risih sekali dengan sebutan pak yang di gunakan fani untuk memanggil nya
radit" bisa tidak, tidak usah memanggil aku bapak fan
fani diam seolah olah sedang mengerjakan tugasnya
radit meninggal kan fani karna merasa tak di respon ...
waktu rapat tiba semua investor telah tiba termasuk abi,
radit memulai rapat ... radit merasa nya kepala nya semakin pusing
__ADS_1
fani melihat ada yang tidak beres pada radit ... namun iya mencoba mengabaikan hal itu
radit menyelesaikan rapat dengan baik , semua orang sudah pergi tinggal radit dan fani saja di dalam rungan itu
fani" pak saya akan menyelesaikan laporan hasil rapat dan langsung mengirim semua nya pada anda
radit diam tak menanggapi
fani" pak, apa bapak baik baik saja
pak ...(fani memanggil radit dan mendekat)
radit" sudah saya bilang jangan panggil saya bapak jika kita hanya berdua saya tidak suka (membentak)
fani langsung terkejut karna tak pernah iya melihat radit semarah itu apa lagi ke pada nya
fani mulai berkaca kaca
radit melihat hal itu, menjadi merasa bersalah
radit" maaf kan aku fan, bukan maksudku untuk membentak mu aku hanya
fani" jangan mendekat aku (merasa takut )
radit" maaf kan aku fan, aku benar benar
brug...
seketika radit jatuh tepat di pelukan fani ...
dari rasa takut berubah panik ...
fani" radit,radit bangun ada apa dengan mu
namun tak ada jawaban dari radit
fani memegang pipi radit dan suhu badan radit sungguh tinggi
fani" oooo astaga dia sakit
fani* hallo cepat ke ruang rapat sekarang ...
asisten* baik ...
tak menunggu lama asisten radit tiba dan melihat fani yang sudah tidak kuat menahan berat radit
fani" cepat bantu aku jangan diam saja ... (berteriak)
asisten itu membantu membawa radit menuju mobil untuk di bawa ke rumah sakit
sesampainya di rumah sakit radit langsung mendapat perawatan oleh dokter ...
fani menunggu dengan sangat cemas bahkan iya lupa untuk menghubungi sahabat nya untuk memberitahu kabar tentang om nya
seorang dokter keluar
dokter" keluarga bapak radit
fani" saya dok , bagai mana keadaan nya
dokter" suami anda hanya kelelahan dan tensi nya rendah nyonya
fani" apa sekarang iya baik baik saja
dokter" suami anda sudah baik baik saja ... kami akan memindahkanya ke ruang rawat silahkan anda mengurusnya nyonya
fani" baik ...
langsung mengurus semua nya agar radit cepat di pindahkan
sepanjang perjalanan iya baru mencerna kata kata dokter tadi
" ooo astaga aku bukan istrinya" batin fani
fani duduk di bangku tepat sebelah brangkar radit
__ADS_1
dan memperhatika wajah tampan radit yang selalu hadir di mimpi nya setiap malam ...
radit mengigau dan memangil nama seseorang yang membuat fani sedikit terkejut ...
fani berusaha menenag kan radit dengan cara mengelus rambut dan juga memegang tangan radit
karna terlalu lelah fani pun ikut tertidur
senja sudah menampakan warnanya dan kedua orang itu belum juga terbangun
samapai tidak menyadari ada yang datang ke ruangan itu
dimas" ya ampun mereka mesra sekali ya
chacha" diam kamu dim ...
abi" sudah bangunkan saja mereka kasian fani pasti badan nya sakit tidur begitu
cahcha" kamu benar mas
chacha mendekati keduanya dan membangunkan fani
chacha" fan ... fan bangun udah sore (berbisik)
fani membuka mata dan terkejut melihat sosok sahabat nya tepat di depan mukanya
fani" ooo astaga cha kamu ngagetin aku
chacha" kenapa kau tidak memberitahu aku soal ini (berbisik)
fani" maaf aku lupa, kau tahu bukan jika aku panik seperti apa ...
chacha" baik lah nyonya radit aku mengerti
fani" apa apaansih cha
chacha" kau tahu... semua orang di rumah sakit inu mengetahui nya seprti itu
fani" maksud mu...
chacha" semua perawat di sini ngegibahin kamu (tertawa)
dimas" apa radit masih hidup
" dimas" berbarengan
dimas" aku hanya bertanya saja , karna iya tak membuka matanya juga dari tadi
fani" benar juga ... (mendekat)
chacha" om,om bangun ini chacha
radit mulai membuka matanya
radit" chacha,(melihat di seklikingnya) om dimana, fani,dimas,abi
radit mencoba mengingat yang terjadi
radit" fani maaf kan aku atas kejadian tadi aku tidak bermaksud
fani" aku tahu kau bersikap seperti itu karna kau sedang tidak enak badan bukan
radit hanya tersenyum ...padahal bukan hanya karna iya sedang sakit namun ada hal yang lain yang bahkan iya sendiri tidak tahu ... akan hal itu ...
"apa yang harus aku lakukan , berilah petunjuk mu ya allah " batin radit sambil menatap fani yang sedang tertawa
-------------------------------------------------------
tbc
next guys
jagan lupa ya tinggalkan jejak kalian
terimakasih
__ADS_1