Really My Husband

Really My Husband
#RMH 149


__ADS_3

enjoy


.


.


...


.


.


😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁


pagi hari yang cerah, secerah senyum balita yang kini tengah berolahraga bersama sang papa


dengan keringat yang sudah membanjiri dahi dan rambutnya


dengan cepat anak itu mengikuti semua gerakan yang di ajarkan sang papa


"catu,ua,iga" dengan terengah engah anak itu mengikuti gerakan sang papa


brugg


anak itu terjatuh karena iya susah untuk melompat


"ndaaaaaa huaaa huaaa" tangisan dari bibir mungilnya menggelegar berteriak memanggil sang ibu


cha-cha" ya Allah Rey , kamu kenapa sayang (mengendong Rey)


Rey" huaa huaa datoh ...


cha-cha" papa ini kok gak liat sih anak nya jatuh


Abi" gimana mau liat Bun, Rey nya kan di belakang, ya ampun anak papa ini laki laki kok cengeng sih nak


rey" ley tuh butan cengeng, ley itu cakit


Rey membela dirinya


"bunda!!" suara dari dalam rumah mulai terdengar yang tak lain dari Rara yang kini sedang bersiap siap untuk sekolah


cha-cha" aduh iya kak sabar bunda urus Rey sebentar,Rey sama papa dulu bunda mau beresin kakak Rara dulu


cha-cha menyerahkan Rey pada abi,


ini lag pagi nya cha-cha yang sibuk dengan anak anak serta suaminya


cha-cha" ada apa kak?


Rara" bunda buku Rara gak ada pasti di mainin sama Rey lagi nih (kesal)


cha-cha" buku apa kak, yang mana ?


Rara" buku yang kemarin kita kerjakan PR bersama sama itu Bun


cha-cha" oooo itu kan masih di ruang kerja papa kak, kan kamu tinggal disana bunda suruh ambil kamu nya malah gak ambil


Rara" oooo masih disana ya, (tertawa) aduh udah su'udzon sama Rey lagi, minta maaf nih


cha-cha"(tertawa) dasar kakak ... ya udah cepet siap siap


Rara"(memeluk) sayang bunda


cha-cha" bunda juga sayang kakak


cha-cha kembali ke pekerjaannya menyiapkan sarapan dan memandikan Rey karena iya juga harus pergi sekolah, karena sekarang umur Rey sudah menginjak lima tahun ,setelah selesai semua urusan nya kini saat nya anak anak nya pergi ke sekolah


Rara" Bun kakak pergi ya,assalamualaikum


cha-cha" iya sayang, hati hati ya,


Rey" nda,papa ley cekolah ya, nda jangan cedih di lumah ya


Abi" buat apa bunda sedih, kan ada papa di rumah ...


Rey" bunda jangan Deket Deket papa ya, nakay papa ini


cha-cha"(tertawa) iya sayang iya , ya udah naik nanti terlambat


kini Rey dan Rara sudah pergi ke sekolah sementara Abi masih di rumah karena iya ingin pergi sedikit terlambat


Abi" Bun ini jagoan yang di dalem sini aman kan


cha-cha" iya pa, dia sehat, dan kuat


Abi" alhamdulilah Bun ... rasa nya baru kemarin papa gendong Rey, di pipisin si Rey , sekarang udah bisa jadi temen berantem dia dan udah mau jadi Abang (mengelus perut cha-cha yang mulai buncit)


cha-cha" iya pa, (tertawa)


Abi" terimakasih ya sayang udah melengkapi hidup aku dengan semua rasa yang luar biasa


dari sedih,senang,khawatir,takut bahagia semuanya, terimakasih udah setia sama suami yang kayak aku, yang masih suka nyusahin kamu


cha-cha" sama sama papa, bunda juga terimakasih sama papa, udah sabar sama bunda, ngajarin bunda banyak hal, kasih dua malaikat yang sangat lucu buat bunda


Abi " mau tiga Bun (tertawa)


cha-cha" iya mau tiga, ya udah ih papa pergi ke kantor nanti telat

__ADS_1


Abi" ya ampun Bun, aku bosnya loh, jadi telat gak apa apa


cha-cha" ya karena itu kamu harus kasih contoh yang baik buat karyawan (mencubit hidung Abi)


Abi" siap ibu negara ... (memberi hormat dan tersenyum)


cha-cha" pa jangan lupa ya Minggu kita mau ke rumah ibu


Abi" iya sayang , ya sudah papa pergi Bun (mencium kening) assalamualaikum


cha-cha" walaikumsalam (mencium tangan) hati hati ya pa


Abi sudah pergi ke kantor dan saat nya cha-cha me time sampai nanti Rey pulang sekolah


hari hari cha-cha kini hanya di sibukkan oleh urusan anak,suami,dan rumah


hal itu tidak pernah jadi beban buat cha-cha justru cha-cha sangat menikmati peranan nya sekarang, apa lagi melihat tumbuh kembang anak anak nya, itu menjadi anugrah luar biasa dalam hidup nya


setelah semua yang iya lalui dan hadapi kini iya mendapat kan hasilnya , benar kata orang jika kita menanam kebaikan maka kita akan mendapat ke bahagian itu pula jika kita menanam ke butuhkan maka keburukan itu akan kembali pada kita


bukan hanya cha-cha yang merasakan kebahagian tapi Fani dan Dimas pun sama


Fani, dia kini lebih bisa mengendalikan emosinya, kini lebih peka terhadap sekitarnya dan lebih banyak belajar


terutama untuk cyra iya sangat mengemaskan sekarang dan cyra pun sudah bersekolah bersama Rey di tempat yang sama


Fani" aduh cyra makannya jangan berantakan nak, pelan pelan kamu gak akan telat kok


cyra" gak bica mah cyla halus datang sebelum ley


Fani mengerutkan keningnya


Fani" kenapa?


cyra" kita balapan, yang kalah bekal nya harus di kasih ke yang menang ma


Fani"(tertawa) ya Allah anak anak mama ya ada ada aja


Radit datang ikut bergabung dengan anak dan istrinya yang sedang asik berbincang


Radit" kenapa ma?


Fani" ini pa, cyra sama Rey lagi lomba


Radit" lomba apa sayang (membersihkan mulut cyra)


cyra" cepat cepatan datang ke sekolah pa


Radit" terus ?


Fani" cyra takut terlambat pa, makanya makannya sampai berantakan


Radit" (tertawa) ya sudah makan yang cepat biar kita cepat berangkat, ma ibu mana ?


Radit" kemana ?


Fani: katanya sih mau ke pasar pa, tapi gak tahu kemana lagi soalnya pakai baju rapih banget, emang Minggu ada apaan sih pa, kok ibu ngundang semua keluarga


Radit "gak tau juga, aku tanya ibu gak jawab


cyra" pa Ayuk pelgi nanti cyla kalah sama ley


Radit" siap tuan putri, ma pergi dulu ya (mencium kening)


cyra" mama cyla pelgi ya (mencium tangan)


Fani" hati hati ya sayang nya mama


Radit dan cyra pun pergi ... begitu lah suasana pagi di rumah Fani dan Radit


berbeda halnya dengan rumah Dimas


"twins"


Rika membangunkan dua jagoan nya yang selalu susah untuk di bangun kan


Rika" Fahri , Ghani Bagun sayang ... udah pagi sayang nanti gak bisa liat Daddy berangkat kerja


twins masih nyenyak dengan tidurnya


dimas melihat istrinya yang ke Sulitan membangun kan dua jagoannya tersebut


dimas" mommy (memeluk dari belakang) mereka belum bangun(berbisik)


Rika" belum, sama kayak kamu, susah di bangunin


dimas mencium Rika,dan sontak seperti sebuah pengingat untuk twins ... mereka pasti bangun dari tidurnya


Fahri" Daddy gak boyeh cium mommy


Ghani" Daddy natay ...(memeluk Rika)


dimas" kan mommy gak perlu repot bangunin mereka cukup begitu aja mereka bangun kok (tertawa)


Rika" iya sayang Daddy nakal ya, nanti kita bilangin kekyut ya ... (mengendong Ghani)


em anak mommy bau acem (tertawa)


Fahri di gendong oleh Dimas

__ADS_1


Fahri " Daddy hali ini kita ikut Daddy ya,


dimas" coba tanya sama mommy, mommy mau ikut apa enggak


Fahri dan Ghani menatap Rika, menunggu jawaban


Rika" em ... gimana ya, kiss mommy dulu


cup


mereka bertiga kompak mencium Rika


Ghani" jadi mommy mau ikut kita ? (memasang wajah memohon)


Rika" oke kita ikut Daddy, tapi janji dulu sama mommy gak boleh ganggu Daddy apa lagi sampai berisik janji ?(mengeluarkan jari kelingking)


"janji" jawab twins dengan kompak


Rika" oke sekarang mau mandi sama mommy atau sama Daddy


"Daddy" Ghani pun sudah pindah di gendongan Dimas


Rika" ya sudah mandi ya, yang bersih jangan lupa gosok gigi


setelah anak anak dan suaminya mandi Rika menyiapkan pakaian anak dan suaminya setra mempersiapkan barang barang twins yang akan di bawa


Rika pun kini bersiap karena iya sudah memasak jadi iya bisa ikut bersiap


setelah selesai mereka sarapan pagi


Rika" sayang turun dong kasian kekyut nya capek mangku kalian itu


kakek" enggak kok, kakek masih kuat iya kan (bertoss ria bersama twins)


Fahri" kek hali ini kita mau ikut Daddy


kakek" em... kekyut di ajak gak ?


Ghani" gak boyeh kakyut di lumah aja, bobo (tertawa)


kakek" kekyut kan mau ikut juga


"gak boyeh" serempak


dimas" kenapa kekyut gak boleh ikut ? (menatap kedua anaknya )


Ghani" kalna kekyut udah tua,Daddy jadi halus banyak istilahat


kakek" aduh kalian, kekyut jadi terharu


em kalo kalian pergi kekyut juga mau pergi ah


"kemana" antusias


kakek" mau beli eskrim, em ajak Abang Rey, dan kakak cyra aja deh mereka pasti di rumah


baby twins kini bimbang antara ikut Daddy nya ke kantor atau ikut dengan kakyut nya membeli eskrim


Fahri" mommy kita ikut kekyut dulu ya, balu kita ke tempat Daddy


Rika" no no no (mengerjakan jari) harus pilih salah satu


kini twins makin berpikir keras sampai mereka mengerutkan dahinya


dimas" em mommy ikut sama Daddy kan, kalo twins bersama kekyut berarti mommy punya Daddy hari ini.


twins menatap tajam ke arah Daddy nya ...


"gak boyeh ini mommy kita" twins berlari menuju Rika


Ghani" mommy sama kita aja jangan sama daddy, (berkaca kaca)


Fahri pun sama kini mulai berkaca kaca


dimas heran pada anak anaknya entah mengapa mereka takut sekali jika mommy nya di ambil oleh Daddy nya sendiri bahkan sedang tertidur saja bisa tahu jika mommy nya sedang berduaan dengan Daddy nya


hal itu terkadang membuat Dimas harus menggeleng geleng kan kepalanya melihat kelakuan anak anak nya itu


dimas" iya iya ini mommy kalian,(pura pura sedih) gak ada yang sayang Daddy


twins merasa sedih melihat Daddy nya seperti itu, mereka berdua berlari ke arah Dimas


"kita sayang Daddy" mencium Dimas


dimas" Daddy juga sayang kalian nak


***


kini kebahagian menyelimuti keluarga kecil mereka, mendapat kebahagiaan itu sungguh tidak mudah, kita harus melewati, sedih,pahit,sakit,kehilangan,jenuh,


untuk mendapat kan sebuah ke bahagian yang dimana setiap perjalanan nya menyimpan cerita,menyimpan jawaban,menyimpan sikap dewasa kita dan semua itu menjadi kenangan,serta sebuah cara Tuhan memberi tahu kita jika di balik semua masalah atau kejadian pasti ada pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil ...


\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=


TBC


huaaa satu chapter lagi end aku sedih ...


terimakasih buat yang udah baca tulisan aku yang masih berantakan, dan maaf jika ada kesalahan dari aku ya

__ADS_1


jangan lupa setelah baca kasih like dan komen kalian ya


terimakasih


__ADS_2