Really My Husband

Really My Husband
#143


__ADS_3

enjoy...


************************************


cha-cha langsung mencari lulu untuk menjaga anak anak nya karena iya harus pergi


cha-cha sambil berlari dan berteriak teriak


cha-cha" Lulu (berteriak)


lulu" iya Bu


cha-cha" tolong jaga anak anak lu, saya mau pergi ke rumah sakit


Lulu" siapa yang sakit Bu? ibu ?


cha-cha" Rika lu, sudah lah aku buru buru, titip anak anak, jika Rey haus asi ada di dalam kulkas tunggal kamu panasin , dan mandikan mereka mungkin aku sampai malam


Lulu" iya Bu , semoga non Rika cepet sembuh


cha-cha" iya makasih lu


cha-cha pergi dengan supir menuju ke rumah sakit, dengan sangat cemas


sesampainya di rumah sakit cha-cha langsung berlari ke arah IGD ...


cha-cha" mas gimana Rika, dia baik baik aja ? dimas dimana dia? bunda bunda mana ?


Abi" sayang sabar sayang, satu satu tanya nya,


cha-cha" gimana mau sabar coba kamu nelpon sepanik itu


Abi" maaf sayang, tapi ku belum bisa jelasin,aku mau kamu tenang dulu aku juga gimana ke adaan rika, dan Dimas, dia sedang bersama Rika , bunda benar benar merasa bersalah sayang aku minta kamu kesini buat terbangun bunda


cha-cha" ya Allah banyak banget cobaan buat Dimas dan Rika , semoga Rika dan calon anak mereka tidak apa ya mas, dimana bunda mas


Abi" bunda masih di mobil sayang sama papa aku minta bunda di sana aja, kasihan disini nangis terus


cha-cha" ya sudah aku kesana ya sayang, biar papa temenin kamu, papa juga pasti sangat khawatir , apa lagi ini menyangkut Rika


Abi" iya ... mau aku temenin kesana


cha-cha" gak usah sayang, kamu disini aja, siapa tahu Dimas butuh bantuan ...


Abi " ya sudah kalo begitu


cha-cha berjalan menyusuri lorong rumah sakit itu, Dangan perasaan sedih tentunya,apa lagi mengingat jika Rika sudah di anggap sebagai adiknya sendiri itu


sesampainya di mobil cha-cha melihat sang bunda yang begitu bersedih, dan melihat wajah papa mertuanya yang menahan sedih nya


cha-cha" bunda ... (memeluk)


bunda ria" ini salah bunda Cha, seandainya bunda gak suruh Rika ambil mangkuk itu dia gak akan jatuh, (menangis)


cha-cha" sabar Bun, kita belum tahu kan, jadi kita tunggu dan berdoa ya Bun,


bunda ria masih menangis di pelukan cha-cha ...


sementara di dalam ruangan Dimas masih setia menemani sang istri yang belum sadar kan diri ...


dimas" sayang bangun lah, jangan membuat ku takut,aku gak mau kehilangan kalian, ayo sayang bangun buat mereka sayang, buat aku


bayi yang di kandung Rika bisa di selamatkan Karen Rika terjatuh namun perutnya tidak terbentur


namun Rika hanya mengalami pendarahan karena kondisinya lemah


bunda ria dan cha-cha sudah berada di ruangan di mana Rika berbaring yang selalu di temani Dimas


bunda ria sangat bersyukur karena calon cucu nya baik baik saja, hanya kondisi Rika yang lemah


Rika kini mulai membuka matanya ... dan melihat di sekelilingnya ... Rika masih merasakan pusing di kepalnya dan tenggorokannya begitu kering


Rika melihat Dimas yang masih memegang tangan nya dengan erat


Rika" kak (dengan lemah)


dimas" sayang kamu sudah bangun, terimakasih sayang kamu bangun ...


Rika" kak anak kita gimana ? (meneteskan air mata)


dimas" mereka baik baik saja sayang, kamu hanya mengalami pendarahan saja, kenapa kamu tidak makan sayang, dokter bilang kalo kamu tidak makan karena kondisi mu begitu lemah

__ADS_1


Rika" maaf... aku bukan gak mau makan kak, tapi aku selalu ke pikiran kamu yang gak bisa makan,aku ngerasa berdosa aja kak,sebagai istri


dimas" aku yang harusnya minta maaf karena udah buat kamu kepikiran,


bunda ria mendekati keduanya


bunda ria" bunda minta maaf ri, harusnya bunda gak suruh kamu,gara gara bunda kamu jadi begini


Rika" enggak Bun, bunda gak salah, Rika yang kurang berhati hati, bunda jangan nangis lagi Rika jadi ikut sedih


bunda ria memeluk putrinya itu ... dengan sangat erat


semenjak ke jadian itu bunda ria meminta agar Dimas dan Rika tinggal bersama nya,agar iya bisa mengurus putrinya dengan baik,


kakek Nugroho pun setuju dengan permintaan bunda ria karena memang iya pun tak mengerti masalah seperti itu


******


sudah dua bulan sebulan dari kejadian itu


kini Dimas dan Rika kembali ke rumah bunda ria ... dan Dimas kini sudah tidak mengidam parah lagi, namun Rika masih tetap manja dan selalu meminta hal yang aneh aneh ...


ingin melihat Dimas memakai daster lah, meminta Dimas mengelus kepala orang botak,dan semua itu iya lakukan demi. sang istri


pagi itu di hari yang cerah, ponsel Dimas terus berdering tiada henti, membuat si empunya mau tidak mau mengangkat panggilan tersebut


dimas" halo siapa ?


Radit" Dimas awww... cepat ke rumah sakit, aduh .... Fani mau melahirka, aduh sayang sabar aku telpon Dimas dulu


dimas"( langsung beranjak dari tidurnya ) dimana ?


Radit" ya di rumah sakitttt


dimas" iya rumah sakit mana ?


Radit" gue udah kirim ke WA Lo tadi


gue tunggu buruan gue gak kuat sendirian begini


dimas" iya iya tunggu ya


dimas" pagi mommy, (memeluk)


Rika" pagi Daddy ... kata nya mau bangun siang


dimas" ini udah siang sayang ...


Rika" baru setengah tujuh ...


dimas" (tertawa) kita ke rumah sakit yuk ...


Rika" ngapain ? kamu sakit?


dimas" enggak,


Rika" terus?


dimas" Fani mau lahiran


Rika" aunty lahiran !! ayo cepet kita kesana (menarik tangan Dimas)


dimas" sabar mommy , Daddy belum sapa anak kita


Rika" aduh nanti aja ya , sekarang kita ke rumah sakit dulu oke, nak ngobrol sama Daddy nya nanti ya, omcan kalian mau lahiran (mengelus perutnya )


dimas hanya bisa tertawa saja melihat sikap istrinya


sesampainya di rumah sakit,Rika langsung buru buru turun karena iya tak sabar ingin melihat Fani


Rika" gimana mba aunty Fani


cha-cha" itu dia di dalam, baru pembukaan empat dek


Rika" aku boleh masuk ?


cha-cha" iya boleh, tapi kamu jangan Deket Deket ya, takut Fani khilaf kena perut kamu lagi


Rika " iya mba


Rika masuk dan melihat Fani yang sedang menjambak rambut Radit ...

__ADS_1


Rika hanya melihat saja tidak berani mendekat karena Fani benar benar garang ... melihat Radit saja rasanya kulit Rika ikut sakit


setelah itu Rika ke luar meninggalkan Radit dan Fani


Fani" aduhhh dit sakit banget


... (mengigit lengan Radit)


Radit"(menahan sakit) i... iya sayang iya, sabar ya, kamu pasti bisa


Fani" awww nak kalo mau keluar cepat lah, mama gak kuat nahan sakit nya


Radit" kamu bisa sayang, ya,


Fani terus merasa sakit dari jam tujuh pagi hingga jam 10 malam, Fani rasanya sudah tidak kuat namun Radit dan yang lain selalu memberi semangat pada nya,


pukul satu dini hari Fani melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik


para keluarga sangat bahagia saat mendengar suara tangis bayi yang begitu kencang itu,


Abi" selamat mama Nini,papa Toriq jadi kakek lagi, ibu (memeluk) selamat ya Bu jadi nenek


cha-cha " mama,papa selamat ya, cha-cha ikut bahagia, ibu (memeluk) akhirnya cita cita ibu sudah terlaksana melihat cha-cha dan om Radit punya keluarga dan anak, terimakasih ya Bu, selalu ada buat kami, (menangis)


Bu Mia" iya sayang ... ibu juga terimakasih sama kalian


pak Lukman dan Bu Lia tidak bisa datang karena mereka sedang ke luar negri mengantar ataya ke tempat baru nya ... untuk melanjutkan pendidikan nya


setelah proses panjang menunggu hingga sehari semalam akhirnya perjuangan Fani tidak sia sia


Radit" anak kita cantik sayang, iya seperti kamu, dan suara tangis nya seperti cha-cha kalo lagi teriak ... (tertawa) terimakasih sudah memberi kebahagian buat ku sayang


Fani"(menangis) aku yang terimakasih , kamu selalu aku susahin , maaf kamu jadi banyak luka kayak gini ...


Radit" ini (menunjuk bekas luka lukanya) ini gak sebanding rasanya sama yang kamu rasain sayang,


setelah semua selesai Fani di pindahkan ke ruang rawat, dan sang bayi sedang dalam proses setelah selesai di adzankan kan oleh Radit


Rika" omcan selamat ya(memeluk) adik nya cantik, gak kalah gemesin dari Rey ...


Fani" terimakasih mommy Rika, kamu begadang di sini ?


Rika" iya ...(menganggukkan kepala) aku mau temenin omcan ...


dimas" akhirnya Lo jadi mama seutuhnya ya fan, gak nyangka gue Lo bisa jadi ibu juga... (tertawa)


Fani" resek Lo dim , (melempar bantal)


Bu Mia" mulai deh, udah kayak kucing sama tikus gak bisa akur


mama Nini" kalian ini ya udah pada punya anak, Dimas juga udah mau jadi bapak masih aja


cha-cha hanya tertawa saja melihat Dimas dan Fani di marahi, iya mengingat masa masa dulu dimana memang Fani dan Dimas selalu saja kena marah karena sering bertengkar


cha-cha bersyukur karena keluarga nya kini, bisa merasakan kebahagian yang luar biasa dari Allah, namun iya juga sadar jika itu adalah langkah pertama mereka untuk menghadapi ujian yang sebenarnya dalam hidup, namun sebelum menjalankan ujian itu mereka mau menikmati masa masa bahagia ini dulu,


_________________________________________


TBC


next


beberapa scan lagi menuju tamat ya guys


terimakasih sudah selalu mendukung


terimakasih sudah selalu baca cerita aku yang kadang gak jelas ini


terimakasih sudah mau menunggu


minta maaf jika selalu bikin kecewa para pembaca


minta maaf kalo kadang terlambat up


pokok nya aku benar benar terimakasih dan minta maaf pada kalian semua ya


jangan lupa setelah baca kasih like, dan komennya


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


.

__ADS_1


__ADS_2