Really My Husband

Really My Husband
#RMH 135


__ADS_3

happy reading ...


.


.


.


...


enjoy


------------------------------------------------------------


ke esokan pagi nya ... dimas bangun dengan perasaan yang masih sangat lelah ...


Rika membawa kan segelas kopi untuk suaminya


Rika" sayang kamu sudah bangun ...


dimas menatap istrinya yang memberi senyum manisnya


dimas" (tersenyum) iya sayang


Rika" apakah tidur mu nyenyak Daddy ?


dimas" begitu lah sayang ...


Rika" Daddy hari ini aku akan ke toko karena pesanan sangat banyak, apa boleh ?


dimas" pergi lah, biar aku antar,


Rika" apa kamu tidak bekerja ?


dimas" aku akan pergi bersama kakek hari ini, bersiap lah sayang aku akan mengantar mu


Rika" baik lah, (mencium pipi Dimas)


dimas" kamu sudah mulai nakal mommy ... (tersenyum)


Rika sudah masuk ke dalam kamar mandi


tak menunggu lama Rika selesai bersiap ...


dan mendapati suaminya pun sudah siap


mereka berdua menuju meja makan dimana sang kakek sudah menunggu di sana


kakek" aduh aduh lama banget sih kalian ini kakek udah lapar nih


dimas" maaf kek, soalnya tadi mandi dulu ....


kakek" mandi ?(melirik bergantian) seru dong


Rika sangat malu dengan perkataan kakek nya itu ... yang sebenarnya salah tanggap dengan perkataan Dimas


Rika" kek hari ini Rika mau ke toko roti apa boleh ... ?


(mengalihkan pembicaraan )


kakek" pergi lah, seharusnya bukan minta izin kakek nak, tapi sama suami mu ini


Rika" iya kek sudah tadi, sama kakek juga kan perlu (tertawa)


setelah selesai sarapan Dimas mengantar Rika ke toko roti,


sesampainya disana Dimas ikut masuk karena iya mau mengecek laporan toko uang sudah lama tidak dilihat


ataya" kak Dimas kesini juga ?


dimas" iya , kenapa gak boleh,


ataya" ya boleh lah, kan taya cuma tanya aja (tertawa) kak Dimas sensitif banget sih


dimas" diem dah bocah ... gue sibuk ini sana sana pergi


dimas menyuruh ataya untuk keluar dari ruangan nya itu ...


dimas" eh tunggu, bilangin sama Rika suruh buat kopi ya


ataya" iya kak, kak taya boleh tanya gak ?


dimas" tanya apa ?

__ADS_1


ataya" gak jadi deh kak ...


taya pergi meninggalkan Dimas dan menuju ke dapur


dimas" dasar bocah aneh ...


setelah selesai mengecek pekerjaannya di toko Dimas pulang ke rumah karena dia akan pergi bersama kakek nya ...


setelah kepergian Dimas dari toko, Rika mendapat tamu yang tidak di duga


Bianca" permisi


Vera" silahkan masuk, selamat datang di toko roti Sekar (tersenyum)


Bianca" maaf mba apa disini tempat kerjanya kak Rika


Vera" Rika, OOO iya dia bekerja di sini ... ada yang bisa saya bantu


Bianca" mba bisa tolong panggilkan kak Rika


Vera" oooo baik lah, tunggu lah di sini (menunjuk di salah satu meja )


Vera menuju ke belakang untuk memanggil Rika


Vera" ri ada yang nyari Lo tuh...


rika" siapa Ra ?


Vera" Bianca kalau gak salah namanya


Rika" Bianca ...


"buat apa sepupu nya Dimas ke mari , apa ada hal penting " batin Rika


Rika berjalan menuju ke tempat dimana Bianca menunggu nya


Rika" Bianca ? ada apa ?


Bianca langsung berdiri dan memeluk Rika dengan erat ...


Rika sangat bingung dan bertanya tanya


namun Rika mengurung kan niatnya untuk bertanya


Bianca " kak, bisa kita bicara


Rika mengajak Bianca masuk ke dalam ruangan kerja Dimas


Rika" ada apa bia kemari, ada terjadi sesuatu ?


Bianca" enggak kak, bia kesini mau minta maaf atas sikap mama,ke kak Rika


Rika" tidak perlu minta maaf bia, kakak gak marah kok, lagian kan yang di bilang mama mu benar, sudah lah tidak perlu lagi membahas hal ini


Bianca" kakak sangat baik, (menangis) terimakasih kak, kak bisa tidak kak Dimas memaafkan seperti kakak, aku sungguh takut


Rika" sudah lah bia, tidak perlu menemui kakak mu itu, kakak yakin jika dia tidak marah, (berbohong) dia hanya butuh waktu


Bianca" benar kah begitu ? apa kakak yakin ?


Rika menganggukkan kepalanya saja


Rika" bia kamu mau minum apa? atau mau makan roti ... biar kakak ambilkan


Rika mengambil kan beberapa roti dan minuman untuk Bianca


Rika" makan lah bia,


Bianca" kak, bisa kah kakak membujuk kak Dimas , untuk melihat Oma, dari kemarin Oma tak mau makan dan minum, Oma hanya menangis saja dan selalu berbicara jika iya menyusul Tante Tiwi (menangis )


Rika" ya Allah, kamu serius bia,


Bianca mengangguk kan kepalanya ...


Rika" baik lah kakak akan coba bicara pada kak Dimas bia,


Bianca sudah pergi meninggalkan toko roti sementara Rika masih memikirkan bagai mana caranya membujuk suaminya untuk datang ke rumah itu


sedang kan hari resepsi mereka tinggal dua hari lagi, iya tak ingin merusak suasana hati suaminya ...


Rika benar benar bingung saat ini ...


Rika mengambil ponselnya dan menelpon cha-cha ,

__ADS_1


Rika* assalamualaikum mba


cha-cha* assalamualaikum ri,ada apa ?


Rika* mba di rumah apa pergi bersama bunda


cha-cha* mba di rumah ri, ada apa sih ri


Rika* ya sudah mba Rika kesana nanti Rika jelaskan semuanya


cha-cha* oooo baik lah ri,mba tunggu ya


Rika menyudahi panggilannya dan iya bergegas pergi menuju rumah bunda nya ... untuk menemui cha-cha karena menurut Rika yang bisa membantu masalahnya hanyalah cha-cha atau Fani yang mengerti akan Dimas


sesampai di rumah sang bunda Rika tak menemukan siapa pun ...


Rika" kemana orang orang, mba,Bun,mas pa (berteriak)


cha-cha keluar dari kamarnya


cha-cha" iya ri ... jangan teriak teriak nanti Rara bangun


Rika" maaf mba, abis aku masuk gak ada orang gini


cha-cha" lah kan lagi pada ke gedung ri ikut bunda liat ketemu sama EO nya


Rika" oooo Rika lupa ,


cha-cha" jadi ada apa ini? seperti nya serius sekali


Rika menceritakan semua kejadiannya pada cha-cha agar cha-cha bisa membantunya


cha-cha" agak berat di kalau sudah berhubungan dengan keluarga ibu nya Dimas ... kami saja dulu tidak pernah bisa membujuknya


Rika" jadi bagai mana kak, kasihan Oma kak, dia pasti sedih sekali ...


cha-cha" coba kamu bicara pelan pelan pada Dimas ri, dan minta tolong bantuan kakek ...


Rika" baik lah mba , Rika akan coba


Rika kembali ke rumah kakek Nugroho iya melihat suaminya sedang menerima telpon dari seseorang, Rika melihat air mata jatuh dari mata suaminya,


"siapa yang menelponnya" dalam hati Rika


Rika berjalan mendekati suaminya


Rika memperhatikan suaminya


dimas* Dimas bilang enggak ya enggak, Dimas gak mau, biar saja dia mau apa, yang pasti Dimas tidak mau kesana


dimas melihat Rika berada di belakangnya langsung mematikan panggilan tersebut


Rika" siapa? kenapa di matikan?


dimas" om Vero


Rika" kenapa? dan kamu kenapa menangis ?


dimas memeluk istrinya dan menumpahkan semua air matanya ...


rika hanya diam ... membiarkan suaminya menangis hingga iya puas ...


dimas" apa aku salah, memperlakukan mereka seperti itu, apa aku salah,bukan aku yang memulai,mereka,mereka yang menjauhi ku, mereka yang tak mau menerima ku, kenapa sekarang mereka merasa ku untuk baik pada mereka ...


Rika masih diam iya ingin mendengar curahan hati suaminya itu ...


dimas" tapi mengapa aku tak bisa membenci mereka, aku malah kasihan melihat mereka seperti itu, aku malah ikut sakit melihat mereka sakit kenapa aku tidak bisa membenci mereka kenapa


Rika semakin erat memeluk Dimas


Rika" kamu gak salah, kamu gak salah, wajar jika kamu marah, wajar kamu kesal, tapi kamu gak akan bisa benci karena mereka adalah keluarga mu, mereka ibu dan ayah dari ibu mu, darah mereka pun ada pada mu, sayang dengar aku, sayang jangan pernah sakiti mereka jika itu buat kamu sakit, aku paham kamu marah tapi jika karena itu kamu terluka jangan lakukan ... karena itu hanya akan menyiksa mu saja,


dimas diam dan makin mempererat pelukannya ..


Rika masih membiarkan suaminya itu menangis, sampai suaminya tertidur,


"sayang hidup mu sungguh berat, tapi aku janji aku akan buat kamu bahagia sayang " batin Rika


___________________________________________


TBC


lanjut lagi ya

__ADS_1


jangan lupa vote,dan dukungan yang lainya ya


next


__ADS_2