Really My Husband

Really My Husband
#RMH 105


__ADS_3

happy reading


.


.


.


.


.


let's read


.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


pagi itu di toko roti rika mendapat tamu tak terduga


"pagi cantik"


rika menoleh ke sumber suara ...


rika" kakek! (memeluk)


kakek" haduh kakek kangen banget sama calon menantu kakek ini udah lama sih gak main main ke rumah


rika"(melepas pelukan) maaf kek rika sedikit sibuk, kakek mau makan kue apa ... biar rika siapin


kakek" cupcake coklat aja ri


rika" kakek duduk dulu biar rika siapin


rika menyiapkan pesanan dari kakek dimas itu dan memberi secangkir kopi


rika" ini dia kek,


kakek" yerimakasih sayang, kalian kapan akan prewed nya ri, kakek udah gak sabar mau pajang foto kamu di IG kakek (tertawa)


rika" (tertawa) ya ampun kek, ada ada aja kakek ini, gimana kek sambal buatan rika kemarin suka


kakek" sambal? samabal apa ri?


rika" sambal kek,kemarin rika buatin buat kak dimas


kakek" dimas kemarin gak bawa sambal pulang ri, dia malah bawa martabak


rika bingung dengan jawaban kakek itu


kakek" memang kamu bisa buat sambal ri


rika" bisa dong kek ... emang kakek gak nyobain sambal goreng dua minggu lalu


kakek" dimas gak pernah bawa sambal pulang ri (sambil mengigit kue nya)


rika hanya tersenyum


"jadi di bawa kemana dan mengapa kak dimas berbohong) batin rika


setelah selesai melepas rindu kakek nugroho meninggalkan toko


dan rika masih dengan pemikirannya


rika sedang membersih kan meja dan mengelap tempat menaruh kue


tiba tiba tangan nya di tarik oleh seseorang


rika terkejut bukan main dan merasakan sakit karna di tarik dengan kasar


rika" aunti ada apa ? (sambil mengikuti fani yang menariknya kebelakang toko)


rika merasa ke sakitan


semua penghuni toko melihat itu sangat terkejut


bu lia dan pak lukman pun terkejut


setelah sampai di belakang toko fani langsung mendorong rika dengan keras nya

__ADS_1


pak lukma dan bu lia langsung membantu rika untuk bangun


pak lukman" ada apa ini fani, jika ada masalah selesaikan baik baik jangan seperti ini


fani" bapak bisa tanyakan dengan wanita ini... apa yang dia perbuat


pak lukman menatap rika yang sedang menangis


pak lukman" nduk ada apa sebenarnya


rika" rika gak tahu pak (sambil sesegukan)


pak lukman" terus kenapa fani marah


rika menggelengkan ke pala


karna iya benar benar tak tahu yang terjadi


fani" kamu merahasiakan apa denagan suami ku hah (berteriak)


rika" rika gak tahu maksud aunti apa, rika gak pernah merencanakan apa pun dengan om radit


fani" jangan berbohong kamu, kamu membuatkan sambal untuk suami ku dan kau masih mengelak tak tahu ooo atau kau menyukai suamiku iya


rika sangat takut sekarang,


pak lukaman dan bu lia tahu ini pasti ada salah paham di tambah fani yang sedang mengandung pasti hormonnya tidak setabil


pak lukman" apa benar itu ri ?


rika" rika gak pernah buatin sambal buat om radit, rika hanya membuatkan untuk kak dimas pak (menangis)


ataya menelpon dimas,abi dan radit memberitahu jika fani mengamuk di toko


ke tiga pria itu langsung bergegas ke toko roti


abi sampai lebih dulu ...


abi langsung berlari ke belakang toki untuk melihat kejadiannya


betapa terkjutnya dia melihat adik nya lecet lecet dan dengkul nya berdarah


fani" adek lo mau nherebut radit dari gue (marah)


abi" jangan asal bicara kamu fani, rika tidak mungkin melakukan itu


fani" tidak mungkin kata lo, lo inget kan adik lo ini dulu gimana jadi gak menutup kemungkinan dia juga terpengaruh


abi sudah sangat geram dengan fani


abi menatap adik nya yang ketakutan itu


abi" atas dasar apa lo nuduh adik gue


fani" manjabarkan semuanya pada abi


abi"( tertawa) lo bakal malu kalau tahu alasan nya bahkan lo bakal termakasih sama adek gue ini


radit dan dimas datang bersamaan


radit rerkejut melihat istrinya yang sedang marah itu


dan melihat rika yang sudah penuh luka dan darah


dimas langsung berlari mendekati rika


dimas" lo gila ya fan, lo apain sih rika


fani" dia pantas dapetun itu karna dia mau merebut suami gue


fani belum menyadari kedatangan radit


dimas" sembarangan lo fan


fani ingin menjawab namun radit lebih dulu menjawab


radit" rika gak ngelakuin hal itu


fani berbalik dan melihat suaminya sudah berada di belakangnya

__ADS_1


fani" kamu masih mau ngelak ...


radit" aku ... aku ...aku ngidam fan


fani terkejut mendengar penuturan suaminya itu


fani" a... apa kamu ngidam


radit" iya aku ngidam dan kamu tahu, hanya sambal buatan rika saja yang bisa masuk kedalam perutku ... maaf kan aku tidak jujut pada mu seharusnya aku mengatakan ini agat tak terjadi kesalah pahaman ini (radit berlutut)


fani langsung memeluk suaminya itu


fani" kenapa kamu gak ngomong, dan maaf kan aku malah mecurigai mu


radit" bukan minta maaf pada ku tapi pada rika


fani menatap rika dengan airmata yang siap jatuh, dan menyadari jika kata katanya sungguh tak terpuji


bahkan dia tidak tahu kenapa dia bisa semarah itu


fani berjalan mendekati rika namun abi menghalanginya


abi" jangan dekatin adek gue,


abi menarik tangan rika untuk membawa nya pergi namun rika menolak


abi" rika ayo kita ke rumah sakit kita obati luka kamu


fani" abi gue mau minta maaf


abi seperti tidak mendengarkan fani


abi" rika ayo ... darah mu banyak sekali keluar


rika melepas tangan abi dan iya berjalan mendekati fani dan memeluk fani


fani" maafin aku ri, gak tahu kenapa aku bisa semarah itu sama kamu dan mengeluarkan kata kata tak pantas itu


rika" aunti rika paham, kenapa aunti marah, rika juga gak marah sama aunti, rika malah seneng karna ini rika jadi tahu jika aunti sangat menyayangi om radit,


fani" aunti salah ri,


rika" enggak aunti itu wajar saja, sudah aunti jangan nangis lagi, kasian adik bayi nya ... (mengelus perut fani)


fani" kamu sangat baik sayang, maafkan aunti yang bodoh ini


rika" gak perlu minta maaf aunti rika tahu anuti sayang sama rika jadi aunti gak mau rika jadi buruk (tersenyum)


fani kembali memeluk rika,


setelah kejadian itu radit membawa istrinya untuk pulang ...


abi masih setia menemani adiknya bersama dimas dan membujuk rika agar mau di bawa ke rumah sakit


abi" ayo lah ri mas sangat takut luka mu nanti ga sembuh


dimas" sayang darah kamu keluar nya banyak loh


rika" gak usah mas, kak biar rika bersihin sendiri aja, kalian kembali aja lagi kerja rika gak apa apa kok


dimas" enggak sebelum kamu mau ke rumah sakit


sedang asik membujuk chacha datang


chacha" ri kalau kamu gak mau ke rumah sakit jangan pernah nganggep mba sebagai mba mu ya


mereka melihat ke arah chacha


rika yang mendengar itu mau tidak mau menuruti kemauan chacha


mereka bertiga membawa rika ke rumah sakit bahkan dimas sangat belebihan sampai harus mengendong rika karna tak mau melihat rika menahan sakit saat berjalan


" dia benar benar anak yang baik semoga hidupnya selalu bahagia" dalam hati chacha yang menatap rika yang tengah sibuk meminta dimas menurunkannya


___,,,_____,,,______,,,______,,,____


tbc


jangan lupa setelah membaca berikan vote,like,dan komen kalian

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2