
happy reading
.
.
.
.
.
let's read
.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
pagi itu di toko roti rika mendapat tamu tak terduga
"pagi cantik"
rika menoleh ke sumber suara ...
rika" kakek! (memeluk)
kakek" haduh kakek kangen banget sama calon menantu kakek ini udah lama sih gak main main ke rumah
rika"(melepas pelukan) maaf kek rika sedikit sibuk, kakek mau makan kue apa ... biar rika siapin
kakek" cupcake coklat aja ri
rika" kakek duduk dulu biar rika siapin
rika menyiapkan pesanan dari kakek dimas itu dan memberi secangkir kopi
rika" ini dia kek,
kakek" yerimakasih sayang, kalian kapan akan prewed nya ri, kakek udah gak sabar mau pajang foto kamu di IG kakek (tertawa)
rika" (tertawa) ya ampun kek, ada ada aja kakek ini, gimana kek sambal buatan rika kemarin suka
kakek" sambal? samabal apa ri?
rika" sambal kek,kemarin rika buatin buat kak dimas
kakek" dimas kemarin gak bawa sambal pulang ri, dia malah bawa martabak
rika bingung dengan jawaban kakek itu
kakek" memang kamu bisa buat sambal ri
rika" bisa dong kek ... emang kakek gak nyobain sambal goreng dua minggu lalu
kakek" dimas gak pernah bawa sambal pulang ri (sambil mengigit kue nya)
rika hanya tersenyum
"jadi di bawa kemana dan mengapa kak dimas berbohong) batin rika
setelah selesai melepas rindu kakek nugroho meninggalkan toko
dan rika masih dengan pemikirannya
rika sedang membersih kan meja dan mengelap tempat menaruh kue
tiba tiba tangan nya di tarik oleh seseorang
rika terkejut bukan main dan merasakan sakit karna di tarik dengan kasar
rika" aunti ada apa ? (sambil mengikuti fani yang menariknya kebelakang toko)
rika merasa ke sakitan
semua penghuni toko melihat itu sangat terkejut
bu lia dan pak lukman pun terkejut
setelah sampai di belakang toko fani langsung mendorong rika dengan keras nya
__ADS_1
pak lukma dan bu lia langsung membantu rika untuk bangun
pak lukman" ada apa ini fani, jika ada masalah selesaikan baik baik jangan seperti ini
fani" bapak bisa tanyakan dengan wanita ini... apa yang dia perbuat
pak lukman menatap rika yang sedang menangis
pak lukman" nduk ada apa sebenarnya
rika" rika gak tahu pak (sambil sesegukan)
pak lukman" terus kenapa fani marah
rika menggelengkan ke pala
karna iya benar benar tak tahu yang terjadi
fani" kamu merahasiakan apa denagan suami ku hah (berteriak)
rika" rika gak tahu maksud aunti apa, rika gak pernah merencanakan apa pun dengan om radit
fani" jangan berbohong kamu, kamu membuatkan sambal untuk suami ku dan kau masih mengelak tak tahu ooo atau kau menyukai suamiku iya
rika sangat takut sekarang,
pak lukaman dan bu lia tahu ini pasti ada salah paham di tambah fani yang sedang mengandung pasti hormonnya tidak setabil
pak lukman" apa benar itu ri ?
rika" rika gak pernah buatin sambal buat om radit, rika hanya membuatkan untuk kak dimas pak (menangis)
ataya menelpon dimas,abi dan radit memberitahu jika fani mengamuk di toko
ke tiga pria itu langsung bergegas ke toko roti
abi sampai lebih dulu ...
abi langsung berlari ke belakang toki untuk melihat kejadiannya
betapa terkjutnya dia melihat adik nya lecet lecet dan dengkul nya berdarah
fani" adek lo mau nherebut radit dari gue (marah)
abi" jangan asal bicara kamu fani, rika tidak mungkin melakukan itu
fani" tidak mungkin kata lo, lo inget kan adik lo ini dulu gimana jadi gak menutup kemungkinan dia juga terpengaruh
abi sudah sangat geram dengan fani
abi menatap adik nya yang ketakutan itu
abi" atas dasar apa lo nuduh adik gue
fani" manjabarkan semuanya pada abi
abi"( tertawa) lo bakal malu kalau tahu alasan nya bahkan lo bakal termakasih sama adek gue ini
radit dan dimas datang bersamaan
radit rerkejut melihat istrinya yang sedang marah itu
dan melihat rika yang sudah penuh luka dan darah
dimas langsung berlari mendekati rika
dimas" lo gila ya fan, lo apain sih rika
fani" dia pantas dapetun itu karna dia mau merebut suami gue
fani belum menyadari kedatangan radit
dimas" sembarangan lo fan
fani ingin menjawab namun radit lebih dulu menjawab
radit" rika gak ngelakuin hal itu
fani berbalik dan melihat suaminya sudah berada di belakangnya
__ADS_1
fani" kamu masih mau ngelak ...
radit" aku ... aku ...aku ngidam fan
fani terkejut mendengar penuturan suaminya itu
fani" a... apa kamu ngidam
radit" iya aku ngidam dan kamu tahu, hanya sambal buatan rika saja yang bisa masuk kedalam perutku ... maaf kan aku tidak jujut pada mu seharusnya aku mengatakan ini agat tak terjadi kesalah pahaman ini (radit berlutut)
fani langsung memeluk suaminya itu
fani" kenapa kamu gak ngomong, dan maaf kan aku malah mecurigai mu
radit" bukan minta maaf pada ku tapi pada rika
fani menatap rika dengan airmata yang siap jatuh, dan menyadari jika kata katanya sungguh tak terpuji
bahkan dia tidak tahu kenapa dia bisa semarah itu
fani berjalan mendekati rika namun abi menghalanginya
abi" jangan dekatin adek gue,
abi menarik tangan rika untuk membawa nya pergi namun rika menolak
abi" rika ayo kita ke rumah sakit kita obati luka kamu
fani" abi gue mau minta maaf
abi seperti tidak mendengarkan fani
abi" rika ayo ... darah mu banyak sekali keluar
rika melepas tangan abi dan iya berjalan mendekati fani dan memeluk fani
fani" maafin aku ri, gak tahu kenapa aku bisa semarah itu sama kamu dan mengeluarkan kata kata tak pantas itu
rika" aunti rika paham, kenapa aunti marah, rika juga gak marah sama aunti, rika malah seneng karna ini rika jadi tahu jika aunti sangat menyayangi om radit,
fani" aunti salah ri,
rika" enggak aunti itu wajar saja, sudah aunti jangan nangis lagi, kasian adik bayi nya ... (mengelus perut fani)
fani" kamu sangat baik sayang, maafkan aunti yang bodoh ini
rika" gak perlu minta maaf aunti rika tahu anuti sayang sama rika jadi aunti gak mau rika jadi buruk (tersenyum)
fani kembali memeluk rika,
setelah kejadian itu radit membawa istrinya untuk pulang ...
abi masih setia menemani adiknya bersama dimas dan membujuk rika agar mau di bawa ke rumah sakit
abi" ayo lah ri mas sangat takut luka mu nanti ga sembuh
dimas" sayang darah kamu keluar nya banyak loh
rika" gak usah mas, kak biar rika bersihin sendiri aja, kalian kembali aja lagi kerja rika gak apa apa kok
dimas" enggak sebelum kamu mau ke rumah sakit
sedang asik membujuk chacha datang
chacha" ri kalau kamu gak mau ke rumah sakit jangan pernah nganggep mba sebagai mba mu ya
mereka melihat ke arah chacha
rika yang mendengar itu mau tidak mau menuruti kemauan chacha
mereka bertiga membawa rika ke rumah sakit bahkan dimas sangat belebihan sampai harus mengendong rika karna tak mau melihat rika menahan sakit saat berjalan
" dia benar benar anak yang baik semoga hidupnya selalu bahagia" dalam hati chacha yang menatap rika yang tengah sibuk meminta dimas menurunkannya
___,,,_____,,,______,,,______,,,____
tbc
jangan lupa setelah membaca berikan vote,like,dan komen kalian
__ADS_1
terimakasih