
enjoy reading guys
.
.
.
.
.
.
happy reading
.
.
___________________________________
setelah keluar dari kamar mandi abi tak melihat istri nya...
lalu abi memakai pakaiyan nya ...
setelah usai iya turun dari kamar nya bdrniat mencari istrinya
abi berjalan ke dapur namun iya tak menemukan istri nya,
abi hanya bertemu maid
abi" bu sari chacha di mana ?
bu sari" nyonya sedang berada di taman belakang tuan ...
abi" baik lah, terimakasih
busari" sama sama tuan
abi pergi menuju taman
dari jauh iya melihat sang istri sedang berdiri di pinggir kolam ikan
abi mendekati istrinya
abi" sayang ... (memeluk dari blakang) kamu ngapain di sini
chacha"(berusaha tersenyum) em sedang memberi makan ikan ikan ini
abi" ooo ... ya sudah kalau begitu kita masuk sebentar lagi magrib ...
chacha mengikuti perkataan suaminya
suara adzan magrib berkumandang abi dan chacha melakukan ibadah solat bersama ...
setelah selesai mereka makan malam
abi melihat ada yang berbeda dari sang istri yang lebih banyak diam dan terlihat seperti sedang sedih
abi" bun... kamu baik baik aja kan ?
chacha" em ... iya
abi merasa tak berselera lagi untuk makan saat melihat istri nya seperti itu
abi" aku sudah selesai (bangun dari duduk nya )
chacha" mas,mas kamu baru sedikit makan nya
chacha memanggil abi yang terus berjalan menuju kamar
chacha mengiuti abi naik ke kamar nya
chacha" mas, kamu baru makan sedikit ayo kita makan lagi
__ADS_1
abi" sayang apa aku membuat kesalahan pada mu ?
chacha" (menarik nafas) tidak mas
abi" lalu kenapa kamu murung dan sedih seperti itu (berjalan mendekati)
chacha" aku hanya rindu sama rara mas
abi"jadi bunda cuma rindu sama rara, kenapa gak bilang ...
chacha menjawab dengan anggukan
abi" kalau begitu kita jemput rara ya
chacha" iya mas
chacha bersiap siap untuk menjemput putri nya itu ...
setelah selesai iya dan abi pergi menuju kediaman sang bunda
sepanjang pejalanan tak ada suara yang keluar dari keduanya, hanya abi yang sejak tadi memegangi tangan chacha seolah olah tak ingin pisah ...
sesampai nya di rumah bundaria mereka turun dan di sambut dengan senyum bahagia oleh sang bunda
bundaria" ya ampun anak bunda dateng (memeluk chacha)
abi" bun abi juga anak bunda ... kok gak di peluk juga ... (perotes abi)
bundaria" kalau kamu bunda bosen (tertawa)
mereka masuk ke dalam rumah itu
bundaria melihat suatu yang aneh dari sang menantu ...
bundaria" cha kamu kenapa? apa abi menyakiti mu ?
rasa nya chacha sudah tidak kuat lagi untuk menutupi kesedihan nya
chacha lansung menagis kedalam pelukan sang bunda
chacha" mas abi bun, (menangis)
bundaria" abi kenapa cha? dia jahatin kamu atau apa biar bunda yang marahin
chacha" bun mas abi punya perempuan lain (sesegukan)
bumdaria" (terkejut) apa!! kamu serius cha, kamu tahu dari mana ?
chacha" tadi wanita itu menelpon mas abi dan bilang kalau dia begitu merindukan mas abi bun
bundaria" siapa wanita itu, berani sekali mengatakan hal seperti itu
chacha" nama wanita itu rika bun ...
bundaria" apa!! rika ? (terkejut)
chacha" iya bun,bunda kenal?
bundaria" (menarik nafas) dia adalah adik sepupu abi cha ...
chacha" apa (terkejut) adik sepupu ?
bundaria" iya ...
chacha" ya ampun bun chacha salah dong, maaf bun chacha gak tau bun
bundaria" kamu gak salah, memang anak itu saja yang nakal selalu buat ulah ...
chacha" maksud bunda?
bundaria" (tertawa) iya dia sudah besar tapi seperti kelakuan nya terkadang seperti anak anak
chacha" maaf bun, gak seharusnya chacha kayak gini
dua wanita itu tidak sadar jika sepasang mata sedari tadi menyimak percakapan mereka
__ADS_1
setelah selesai berkunjung mereka berpamitan pulang karna sudah malam dan rara pun sudah mengantuk
sesampai nya di rumah abi mengambil alih menggendong rara dan meletakan putrinya itu kekamar nya
setelah itu iya masuk kekamar nya dan melihat sang istri seperti sadang menunggu nya
chacha" mas ada yang mau aku omongin
abi" ada apa ?
chacha" mas aku minta maaf ya ...
abi" minta maaf untuk apa?
chacha" mas tadi itu ada yang telpon kamu waktu kamu mandi, terus dia bilang kangen sama kamu dan aku kira kamu selingkuh (menundukan kepala)
abi" jadi kamu gak percaya sama suami kamu ya ... jadi kamu sedih karna itu dan kamu gak bilang (pura pura marah)
chacha" bukan gitu mas aku cuma
abi memotong perkataan chacha
abi" sudah lah kamu pasti memang gak percaya suami (berjalan meninghalka chacha)
chacha lanhsung memeluk abi agat abi tidak meninggalkan nya ...
chacha" maaf kan aku mas, aku hanya takut saja, tapi sumpah mas aku selalu percaya kamu sebagai imam aku (menangis)
abi rasanya sudah tidak tega mengerjai istrinya itu ...
abi membalikan tubuh nya menghadap sang istri
abi" (tersenyum),sayang jangan menangis ... aku sudah tahj semua cerita mu itu
chacha" sudah tahu? tahu dari mana?
abi" tadi aku nguping kamu sama bunda (tertawa)
chacha" mas ngerjain aku ya
abi" abis kamu cengeng sih, jadi aku seneng gangguin nya
chacha"(mencubit lengan abi) ih mas ini jahil
abi" aduh bun sakit... maaf ya sayang (memeluk)
chacha" rika itu seperti nya akrab dengan kamu ya mas ?
abi" iya sayang, dulu dia itu sering aku jahilin karna sama kayak kamu cengeng ...
sementara di tempat lain
ada yang sedang uring uringangan karna sangat penasaran dengan orang yang menjemput fani di kantor
radit memegang ponsel nya
dan berusaha mengetik namu iya hapus kembali
" aghh kenapa aku seperti ini" bergumam kesal
radit masih menatap layar ponsel nya itu
---------------------------------------------------------
tbc
maaf ya up nya lama karna aku kemaren ada acara keluarga dan gak bisa buat cerita maaf ya semua
jangan lupa setelah baca kasih aku
like
komen
favorit
__ADS_1
kritik dan saran
terimakasih semua nya