Really My Husband

Really My Husband
#RMH 6


__ADS_3

selamat membaca


sudah sebulan setelah kejadian itu namun masih saja luka nya belum bisa sembuh ...


sampai saat ini pun luka itu belum juga kering ... namun chacha harus terus menjalani hari nya dengan senyum demi orang orang yang sangat menyayangi nya


chacha bisa melupakan sedih nya bila dia melihat bayi yang selalu datang dua hari sekali ke toko nya untuk membeli biskuit ... entah apa yang di laku kan bayi itu hingga membuat chacha jatuh hati


seperti pagi ini bayi gembul yang cantik itu datang dan membuat mood chacha menjadi riang


chacha" hallo anak manis ... kau mau membeli biskuit ya (mengecup pipi gembul bayi itu);


seperti melihat ibu nya bayi itu selalu bersemangat jika sudah bertemu chacha ... sampai samapai sang oma kewalahan


bundaria" iya sayang sabar ... oma akan memberikan mu pada bunda chacha


chacha" sini sini bayi gembul yang manis


(mengambil alih mengendong rara)


semua penghuni toko roti merasa bahagia setiap kali kedatangan bayi itu mereka bisa melihat binar bahagia di mata chacha


dimas"(di balik pintu dapur) lihat lah chacha dia begitu bahagia setiap kali bersama anak itu


paklukman" iya dim ... semoga bayi itu bisa membantu chacha kembli seperti dulu


bulia" hay kalian bukan hanya bayi itu tapi kita juga harus membantu ... sudah kembali bekerja


mereka melanjut kan kerja


bundaria" cha boleh bunda bertanya sesuatu ?


chacha: apa itu bun?


bundaria" mengapa nama toko ini sekar ? sedang kan nama mu natasya ?


chacha" (tersenyum) sekar itu nama alamarhum ibu ku ... karna dulu ini adalah salah satu cita cita ibu ku bun


bundaria" maaf kan bunda nak ... (merasa sedih) bunda juga dulu punya sahabat yang ingin sekali membuka toko roti ...


chacha" tapi mengapa bunda tak membeli di toko teman bunda ...


bundaria: (tersenyum) bunda tak tahu selarang dia dan keluarga nya dimana ...


chacha"hem... sudah lah bun jika tuhan memberi kalian bertemu kalian akan bertemu (tersenyum)


bundaria" benar itu ... ya sudah bunda dan rara pulang dulu ya nak


chacha" baik lah bun hati hati


bunda ria sudah meninggal kan toko roti


dimas" cha!!!!


chacha" ada apa dim ... kenapa teriak teriak


dimas" om radit minta di kirim kue dan roti untuk rapat siang ini


chacha" benar kah ... mengapa tak menghubungi ku


dimas" sudah tapi kau tak angkat ...


chacha" ooo begitukah ... baik lah kalian siap kan aku yang akan mengantar


mengapa paman mengada kan rapat mendadak (batin chacha)


chacha mengecek ponsel nya melihat banyak sekali panggilan dari om nya dan wathsaap dari fani


chacha membuka pesan dari fani


fani* cha bos ku akan bekerja sama dengan pujaan hati ku

__ADS_1


*cha


*lama ih balesnya


* cha,chacha!!!


chacha* iya fan ..


*pujaan hati ? saiapa?


fani* lama sekali kau membalasnya


* jangan pura pura tak tahu


* siapa lagi kalau bukan brother uncel


chacha* fan apakah benar kau menyukai om ku ?


fani* tentu saja kau tahu bukan 😡


chacha* baik lah aku tahu ...


apa om radit siang ini akan rapat dengan bos mu ?


fani* iya ... dari mana kau tahu?


chacha* om memesan kue ke toko ...


fani* ya sudah cha aku harus bekerja lagi


chacha* baik lah


chacha tersenyum ... dia mengingat bagai mana fani menyukai om nya dari sejak mereka SMA hingga sekarang ... namun om nya selalu menolak fani tapi bukan fani jika iya menyerah


pesanan roti sudah siap tinggal mengantar kan nya saja


dimad" cha sudah siap pesanan nya


chacha bergegas menuju kantor paman nya


chacha sudah riba di kantor paman nya saat berjalan chacah tak sengaja menabrak seseorang


chacha" ya ampun maaf mas maaf saya gak sengaja


masmas" mata kamu dimana ? kalau jalan yang benar jangan melamun


chacha" saya minta maaf mas ...


masmas" kamu fikir dengan minta maaf baju saya akan bersih lagi


chacha" (sedikit kesal) saya kan sudah minta maaf dan saya juga gak sengaja nabrak mas nya (memberi tisu)


masmas" tidak perlu (berjalan meninggal kan chacha)


dcih sombong sekali ... dia fikir dia saja yang kotor aku juga ( gumam chacha)


chacha pergi ke kamar mandi setelah menyerah kan pesanan paman nya ke serketaris paman nya


untung aku membawa baju toko kalau tidak aku akan merasa lengket sekali


(batin chacha)


chacha keluar dari kamar mandi


chacha berjalan dan langkah nya terhenti saat melihat fani menangis di hadapan om nya


ada apa itu (batin chacha)


chacha berjalan mendekat saat chacha mendekat om nya sudah masuk ke dalam sebuah pintu


chacha" ada apa ini fan ?

__ADS_1


fani tidak menjawab iya malah memilih meninggal kan chacha


chacha melihat itu merasa geram ... pasti paman nya sudah melukai hati teman nya


tanpa fikir panjang chacha memasuki ruangan yang di masuki om nya sambil bertriak


chacha" yaaa!!! om radit ...


chacha tak sadar dengan perbuatan nya dan tak membaca ruangan apa yang di masuki paman nya


chacha terdiam saat semua mata tertuju pada nya


mampus aku ... om radit lagi rapat ...


chacha berfikir cepat


chacha" ah seperti nya saya salah ruanganb... maaf semuanya (ekspresi bodoh)


chacha bergegas lari dari ruangan tersebut


habis lah aku ... (batin cahcha )


fani" cha ... kamu kenapa ?


chacha" fani ... habis lah aku (sambil menutup muka dengan telapak tangan)


fani" ada apa ?


chacha menceritakan semua nya pada fani


fani tertawa keras sekali samapi terpingkal pingkal


chacha" terus terus tertawa lah sesukamu ... kau tau ini semua karna kau


fani" (menahan tawa) kau juga tak menanyakan nya pada ku (tertawa)


chacha" terus tertawa lah ... (kesal)


tawa fani terhenti karna ponsel nya berbunyi


fani" iya pak baik ... (mematikan ponsel) cha aku harus kembali bos ku sudah selesai


chacha" hem ...


fani" tenang lah ... om mu tak akan marah


chacha" pergi lah cepat


chacha bersiap untuk kembali ketoko sebelum om nya selesai


namun takdir berkata lain ...


dari kejauhan chacha mendengar om nya memanggil nama nya


chacha" ya ampun ... (chacha berlari menuju lift )


chacha langsung memasuki lift


"cepat cepat tertutup" batin chacha


omradit" cha cha ... (saat dekat lift tertutup) sial...


chacha merasa lega karna lift nya tertutup


sedari tadi chacha tak sadar jika ada yang memperhatikan nya dan chacha benar benar merasa sangat tidak beruntung hari ini ...


" bagai mana aku menghadapi om radit di rumah " gumamnya


jangan lupa ya tekan tombol favorit,like,komen,dan saran ya semua


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2