Really My Husband

Really My Husband
#RMH 70


__ADS_3

enjoy your reading ...


.


.


.


.


.


___________________________________


sore hari di toko roti chacha mendapat kan pesan dari fani jika iya akan mampir ketoko roti dan ada yang ingin iya bicara kan pada para sahabatnya


chacha dengan tidak sabar menunggu kedatangan sahabat nya itu


tepat pukul empat sore fani tiba di toko roti dengan senyum yang sangat merekah di bibir nya


fani" chacha ... (memeluk chacha)


chacha" ya ampun fani kau kenapa seperti nya bahagia sekali (pura pura tidak tahu)


fani" dimana dimas, ada kabar bahagia yang ingin aku bagi ke kalian


chacha" tunggu di ruangan ku, aku akan memanggil dimas


chacha berjalan menuju dapur


chacha" dim, fani sudah datang


dimas" it's show time ... (sambil tertawa)


chacha" ingat dimas jangan keceplosan


dimas" iya bu boss


chacha dan dimas memasuki ruangan chacha,dan mendapati fani yang sangat ceria


dimas" wah wah, abis dapet lotre lo fan senang banget kayak nya


fani" ini lebih dari itu dim


chacha" jadi apa itu ?


fani menarik nafasnya


fani" cha,dim... radit ngelamar gue


dimas" whattt!! (berlebihan aktingnya)


chacha" apa? kamu serius?


fani" iya benar, dia ngelamar gue kemarin malam


chacha" wah kok aku gak di kasih tahu ya


fani" (tersenyum malu) makanya aku kasih tahu kalian


chacha" ceritain ceritain gimana om aku yang menyebal kan itu mengutara kan perasaannya


fani menceritakan detail kejadiannya dan membuat dimas dan chacha terperangah bukan main


chacha" ja... jadi om radit nyium kamu (memegang bibir nya)


fani mengagguk


dimas" gak nyangkak gue orang kayak radit bisa begitu ... mesti belajar nih gue


plak


chacha" jangan macam macam kamu dimas


dimas" ya elah cha demen amat mukul pala gue


chacha" abis kamu bikin kesel


fani" lah kenapa jadi kalian yang ribut sih


chacha" maaf fan, btw selamat ya mau jadi oma nya rara


fani langsung terdiam mendengar perkataan chacha


fani" cha, demi apa gue udah mau jadi oma oma


dimas" (tertawa kencang) rasain lo curut nikah sama opa opa ...


fani" haduh gimana nasib gue cha, baru nikah udah ada cucu


chacha" (tertawa) itu resikonya aunti fani

__ADS_1


fani" gak apa apa yang penting sama radit nikah nya


dimas" dasar curut (memeluk kedua sahabatnya) wah kalian bakal ninggalin gue ya ... (sedih)


chacha" enggak kok dim, kita tetap ada buat kamu


fani menatap sahabat nya itu


fani" dim, kita tetap sahabat dan itu gak akan pernah berubah


dimas" terimakasih kalian sudah setia dan mau jadi sahabat gue yang selalu ada buat gue (berkaca kaca)


chacha" karna kamu baik dim, kamu sangat baik bahkan... (ikut menangis)


fani" dim kamu sahabat yang paling baik di dunia ini (menagis )


dimas semakin mempererat pelukannya terhadap sahabat nya


chacha" dimas kamu jangan sedih ya disini kita selalu ada buat kamu


fani" dim, kalau jodoh gak akan kemana kok


dimas" maaf girls kenapa jadi ngebahas gue


mereka bertiga tertawa bersama


fani berpamitan untuk pulang karna ibu nya memintanya untuk segera pulang ... ibunya takut ada apa apa dengan anak gadis nya sebelum hari H nya yang belum tahu kapan


dimas sedang duduk di belakang toko tempat beristirahat para pagawai


ratna" kak dimas mau minum kopi


dimas" gak na makasih


ratna" kak dimas maaf in ratna ya, ratna gak bisa ngebales perasaan kak dimas, karna ratna udah nganggep kak dimas sebagai kakak nya ratna


dimas" (tersenyum),gak usah minta maaf na, bukan salah kamu kok lagian kalau jodoh ya gak kemana tapi ternya kamu bukan jodoh kakak mungkin jodoh kakak masih menunggu kakak


ratna" terimakasih kak, selama ini mau bantu dan jagain ratna


dimas" bukan kah kita saudara... bukan kah itu tugas seorang keluarga


ratna" terimakasih kak


dimas tak tahu mengapa iya merasa lega sekali setelah mengucap kan kata kata itu ke pada ratna


sedari tadi rika memperhatikan dimas dan ratna ... dari kejauhan


rika tidak sengaja mendengar percakapan ratna dan dimas karna iya di suruh membuang samapah


rika ingin cepat pergi dari tempat itu namun tidak bisa karna takut di kira dia menguping


rika melihat di dekat kaki nya ada kecoa dan iya berteriak sekencang kencangnya


"aaaaaaaaaa"


sontak membuat ratna dan dimas melihat ke arah rika


ratna" ya apun rika kamu gak apa apa (membantu rika bangun )


dimas" ngapain lo disitu hah ? (menatap tak suka)


ratna" kak dimas,


dimas" lo ngupingin kita ya


rika" enak aja siapa yang ngupingin lo, orang gue lagi buang sampah, terus tuh kecoa dateng


dimas" gak usah ngeles deh lo


rika" siapa juga yang ngeles


rika langsung pergi meninggak kan dimas dan ratna


ratna" kak dimas kok gitu sih ... dia bneran buang samapah tadi bu lia yang nyuruh


dimas" kenapa kamu jadi belain dia sih, jelas jelas dia itu pasti nguping


ratna enggan berdebat dengan dimas dan pergi meninggal kan dimas


"shit... anak itu selalu aja buat gue kesel " gumam dimas


toko roti sudah tutup dan semua sudah bersiap untuk pulang


bulia" rika besok ke toko lagi ya, tapi pagi pagi ya, biar ibu ajarin buat donat yang kayak tadi


rika" iya bu rika mau ... (dengan semangat)


dimas" heh gak mungkin jadi tuh kue kalau lo yang buat


bulia" dimas... jangan gitu dong orang mau belajat kok di gituin

__ADS_1


ataya" kak rika jangan dengerik kak dimas dia itu memang kayak gitu orang nya


rika" (tersenyum) iya taya


abi tiba untuk menjemput anak,istri,serta adik sepupunya


mereka sudah kembali ke rumah dan rika lebih memelih membersih kan dirinya


abi dan chacha pun melakukan hal yang sama


tak terasa waktu makan malam sudah tiba


mereka menikmati waktu makan malam mereka


rika" mba besok rika ikut lagi ke toko boleh ya


chacha" iya ri boleh kok... (tersenyum)


rika dengan cepat menghabiskan makanan nya


abi" ri pelan pelan makannya nanti kamu tersedak


rika" aku selesai ... mas,mba aku kekamar duluan ya ... mau tidur biar besok gak ke siangan


chacha dan abi hanya tertawa saja melihat tingkah adik nya itu


selesai makan chacha menidurkan rara lebih dulu setelah itu baru iya masuk ke kamar nya


abi" rara sudah tidur bun


chacha" sudah pa


abi" gimana rika bun di toko roti... buat onar enggak


chacha" (tertawa) enggak kok mas dia malah ngebatu banget


abi" bagus deh bun


chacha" pa tau gak, yang buat memar di dahi chacha itu dimas


abi" dimas, kok bisa ?


chacha" iya pa,


chacha menceritakan kejadian nya dan meceritakan sperti apa tingkah dimas dan rika yang seperti kucing dan tikus yang selalu bertengkar


abi" (tertawa) terimakasi sayang kau mau terima rika (mencium kening chacha)


chacha" aku senang malah pa, aku ngerasa punya adik,


abi" tapi bun aku sangat risih dengan penampilan rika itu, seperti pereman pasar


chacha" kamu ini pa, kita tidak boleh memaksa pa, mungkin dia nyaman seperti itu, kalau kita mau mengubah nya pelan pelan pa


abi" apa kata kamu aja bun...


abi mencium bibir sang istri


chacha" pa inget kan aku lagi palang merah, aku gak tanggung jawab ya


abi" ya ampun bun ... seminggu ya bun


chacah" iya papa sayang


***


ke esokan paginya rika sudah bagun lebih awal dan tidak perlu di bagunkan oleh chacha


rika" pagi mba chacha


chacha" wah wah ada yang semangat banget nih mau belajar buat roti, jam segini sudah bangun


rika" iya mba ... dari dulu tuh aku suka banget sama roti ...makanya aku mau belajar


chacha" (tersenyum),ya sudah sana mandi kamu nya , sambil nunggu adzan


rika" siap boss


chacha merasa bahagia sekali melihat tingkah nya rika, mengingatkan dia akan tingkah nya dulu jika mau di ajak membuat roti


chacha merasa hidup nya masih sangat beruntung, karna di kelilingi orang orang yang menyayanginya


ternyata masih bayak orang yang bernasib seperti rika ...


________________________________


tbc


next


semoga kalian suka

__ADS_1


jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak kalian ya di bawah


terimakasih


__ADS_2