
enjoy your reading ...
.
.
.
.
.
___________________________________
sore hari di toko roti chacha mendapat kan pesan dari fani jika iya akan mampir ketoko roti dan ada yang ingin iya bicara kan pada para sahabatnya
chacha dengan tidak sabar menunggu kedatangan sahabat nya itu
tepat pukul empat sore fani tiba di toko roti dengan senyum yang sangat merekah di bibir nya
fani" chacha ... (memeluk chacha)
chacha" ya ampun fani kau kenapa seperti nya bahagia sekali (pura pura tidak tahu)
fani" dimana dimas, ada kabar bahagia yang ingin aku bagi ke kalian
chacha" tunggu di ruangan ku, aku akan memanggil dimas
chacha berjalan menuju dapur
chacha" dim, fani sudah datang
dimas" it's show time ... (sambil tertawa)
chacha" ingat dimas jangan keceplosan
dimas" iya bu boss
chacha dan dimas memasuki ruangan chacha,dan mendapati fani yang sangat ceria
dimas" wah wah, abis dapet lotre lo fan senang banget kayak nya
fani" ini lebih dari itu dim
chacha" jadi apa itu ?
fani menarik nafasnya
fani" cha,dim... radit ngelamar gue
dimas" whattt!! (berlebihan aktingnya)
chacha" apa? kamu serius?
fani" iya benar, dia ngelamar gue kemarin malam
chacha" wah kok aku gak di kasih tahu ya
fani" (tersenyum malu) makanya aku kasih tahu kalian
chacha" ceritain ceritain gimana om aku yang menyebal kan itu mengutara kan perasaannya
fani menceritakan detail kejadiannya dan membuat dimas dan chacha terperangah bukan main
chacha" ja... jadi om radit nyium kamu (memegang bibir nya)
fani mengagguk
dimas" gak nyangkak gue orang kayak radit bisa begitu ... mesti belajar nih gue
plak
chacha" jangan macam macam kamu dimas
dimas" ya elah cha demen amat mukul pala gue
chacha" abis kamu bikin kesel
fani" lah kenapa jadi kalian yang ribut sih
chacha" maaf fan, btw selamat ya mau jadi oma nya rara
fani langsung terdiam mendengar perkataan chacha
fani" cha, demi apa gue udah mau jadi oma oma
dimas" (tertawa kencang) rasain lo curut nikah sama opa opa ...
fani" haduh gimana nasib gue cha, baru nikah udah ada cucu
chacha" (tertawa) itu resikonya aunti fani
__ADS_1
fani" gak apa apa yang penting sama radit nikah nya
dimas" dasar curut (memeluk kedua sahabatnya) wah kalian bakal ninggalin gue ya ... (sedih)
chacha" enggak kok dim, kita tetap ada buat kamu
fani menatap sahabat nya itu
fani" dim, kita tetap sahabat dan itu gak akan pernah berubah
dimas" terimakasih kalian sudah setia dan mau jadi sahabat gue yang selalu ada buat gue (berkaca kaca)
chacha" karna kamu baik dim, kamu sangat baik bahkan... (ikut menangis)
fani" dim kamu sahabat yang paling baik di dunia ini (menagis )
dimas semakin mempererat pelukannya terhadap sahabat nya
chacha" dimas kamu jangan sedih ya disini kita selalu ada buat kamu
fani" dim, kalau jodoh gak akan kemana kok
dimas" maaf girls kenapa jadi ngebahas gue
mereka bertiga tertawa bersama
fani berpamitan untuk pulang karna ibu nya memintanya untuk segera pulang ... ibunya takut ada apa apa dengan anak gadis nya sebelum hari H nya yang belum tahu kapan
dimas sedang duduk di belakang toko tempat beristirahat para pagawai
ratna" kak dimas mau minum kopi
dimas" gak na makasih
ratna" kak dimas maaf in ratna ya, ratna gak bisa ngebales perasaan kak dimas, karna ratna udah nganggep kak dimas sebagai kakak nya ratna
dimas" (tersenyum),gak usah minta maaf na, bukan salah kamu kok lagian kalau jodoh ya gak kemana tapi ternya kamu bukan jodoh kakak mungkin jodoh kakak masih menunggu kakak
ratna" terimakasih kak, selama ini mau bantu dan jagain ratna
dimas" bukan kah kita saudara... bukan kah itu tugas seorang keluarga
ratna" terimakasih kak
dimas tak tahu mengapa iya merasa lega sekali setelah mengucap kan kata kata itu ke pada ratna
sedari tadi rika memperhatikan dimas dan ratna ... dari kejauhan
rika tidak sengaja mendengar percakapan ratna dan dimas karna iya di suruh membuang samapah
rika ingin cepat pergi dari tempat itu namun tidak bisa karna takut di kira dia menguping
rika melihat di dekat kaki nya ada kecoa dan iya berteriak sekencang kencangnya
"aaaaaaaaaa"
sontak membuat ratna dan dimas melihat ke arah rika
ratna" ya apun rika kamu gak apa apa (membantu rika bangun )
dimas" ngapain lo disitu hah ? (menatap tak suka)
ratna" kak dimas,
dimas" lo ngupingin kita ya
rika" enak aja siapa yang ngupingin lo, orang gue lagi buang sampah, terus tuh kecoa dateng
dimas" gak usah ngeles deh lo
rika" siapa juga yang ngeles
rika langsung pergi meninggak kan dimas dan ratna
ratna" kak dimas kok gitu sih ... dia bneran buang samapah tadi bu lia yang nyuruh
dimas" kenapa kamu jadi belain dia sih, jelas jelas dia itu pasti nguping
ratna enggan berdebat dengan dimas dan pergi meninggal kan dimas
"shit... anak itu selalu aja buat gue kesel " gumam dimas
toko roti sudah tutup dan semua sudah bersiap untuk pulang
bulia" rika besok ke toko lagi ya, tapi pagi pagi ya, biar ibu ajarin buat donat yang kayak tadi
rika" iya bu rika mau ... (dengan semangat)
dimas" heh gak mungkin jadi tuh kue kalau lo yang buat
bulia" dimas... jangan gitu dong orang mau belajat kok di gituin
__ADS_1
ataya" kak rika jangan dengerik kak dimas dia itu memang kayak gitu orang nya
rika" (tersenyum) iya taya
abi tiba untuk menjemput anak,istri,serta adik sepupunya
mereka sudah kembali ke rumah dan rika lebih memelih membersih kan dirinya
abi dan chacha pun melakukan hal yang sama
tak terasa waktu makan malam sudah tiba
mereka menikmati waktu makan malam mereka
rika" mba besok rika ikut lagi ke toko boleh ya
chacha" iya ri boleh kok... (tersenyum)
rika dengan cepat menghabiskan makanan nya
abi" ri pelan pelan makannya nanti kamu tersedak
rika" aku selesai ... mas,mba aku kekamar duluan ya ... mau tidur biar besok gak ke siangan
chacha dan abi hanya tertawa saja melihat tingkah adik nya itu
selesai makan chacha menidurkan rara lebih dulu setelah itu baru iya masuk ke kamar nya
abi" rara sudah tidur bun
chacha" sudah pa
abi" gimana rika bun di toko roti... buat onar enggak
chacha" (tertawa) enggak kok mas dia malah ngebatu banget
abi" bagus deh bun
chacha" pa tau gak, yang buat memar di dahi chacha itu dimas
abi" dimas, kok bisa ?
chacha" iya pa,
chacha menceritakan kejadian nya dan meceritakan sperti apa tingkah dimas dan rika yang seperti kucing dan tikus yang selalu bertengkar
abi" (tertawa) terimakasi sayang kau mau terima rika (mencium kening chacha)
chacha" aku senang malah pa, aku ngerasa punya adik,
abi" tapi bun aku sangat risih dengan penampilan rika itu, seperti pereman pasar
chacha" kamu ini pa, kita tidak boleh memaksa pa, mungkin dia nyaman seperti itu, kalau kita mau mengubah nya pelan pelan pa
abi" apa kata kamu aja bun...
abi mencium bibir sang istri
chacha" pa inget kan aku lagi palang merah, aku gak tanggung jawab ya
abi" ya ampun bun ... seminggu ya bun
chacah" iya papa sayang
***
ke esokan paginya rika sudah bagun lebih awal dan tidak perlu di bagunkan oleh chacha
rika" pagi mba chacha
chacha" wah wah ada yang semangat banget nih mau belajar buat roti, jam segini sudah bangun
rika" iya mba ... dari dulu tuh aku suka banget sama roti ...makanya aku mau belajar
chacha" (tersenyum),ya sudah sana mandi kamu nya , sambil nunggu adzan
rika" siap boss
chacha merasa bahagia sekali melihat tingkah nya rika, mengingatkan dia akan tingkah nya dulu jika mau di ajak membuat roti
chacha merasa hidup nya masih sangat beruntung, karna di kelilingi orang orang yang menyayanginya
ternyata masih bayak orang yang bernasib seperti rika ...
________________________________
tbc
next
semoga kalian suka
__ADS_1
jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak kalian ya di bawah
terimakasih